Kamu Anti Cina yang Mana?

19 Desember 2016 pukul 21.02 | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

Akhir-akhir ini kata China menjadi isu sensitif yang kerap dibicarakan di mana-mana.

Tidak mau kalah, mari kita bicara China juga. Tapi, dari sudut pandang bahasa. Lebih tepatnya, dari bidang keilmuan Toponimi.

Fakta pertama adalah, dalam bahasa China sendiri tidak ada ditemukan kata “China/Cina”. China menyebut negara mereka dengan sebutan Zhong Guo. Republik Rakyat China dalam bahasa aslinya disebut Zhōnghuá Rénmín Gònghéguó atau Zhōnghuá Mínguó (Republic of China).

Untuk etnisnya, mereka menyebut diri mereka sendiri dengan nama Han atau Tang. Belum lagi etnis-etnis turunannya seperti Zhuang, Uyghur, Tibetan, Mongol, Manchu dan seterusnya. Tapi tetap saja, tidak ditemukan kata “China” di situ.

Jadi darimana asal kata China?

Ada beberapa teori, namun tidak ada satupun yang kebenarannya dapat dipastikan.

Teori pertama menyebutkan, kata China berasal dari bahasa Persia; Cin/Chini, yang artinya Keramik atau Porselin. Kenapa Keramik? Karena kawasan yang menjadi negara China sekarang dikenal sebagai pengrajin barang-barang keramik yang diimpor ke Persia dan Eropa sejak abad ke-14.

Lalu ada lagi teori bahwa kata China adalah turunan dari bahasa Sanskrit; Cīna, yang disebutkan pada teks-teks Hindu kuno merujuk pada kawasan sekitar Tibet-Burma sekarang.

Teori lain menyebutkan bahwa kata China muncul pertama kali dari kerajaan kuno di kawasan Guizhou yang menyebut diri mereka sendiri “Zina”.

Yang jelas seperti yang sudah disebutkan tadi. Tidak ada yang tahu pasti, dari mana kata China ini berasal.

Masalahnya, ketidakjelasan ini menyebalkan. Khususnya ketika kita bicara tentang isu sensitif sekarang.

Kata China bisa digunakan untuk mendeskripsikan etnis, atau negara, atau kultur kebudayaan, dan bisa juga status kewarganegaraan.

Contohnya, penduduk provinsi Xinjiang adalah warga negara China, tapi mereka bukan etnis China.

Atau di Taiwan, mereka mungkin adalah etnis China, tapi tidak merasa sebagai bagian dari warga negara China.

Dan sekali lagi, orang China tidak pernah menyebut mereka sendiri “China” atau “Chinese” dalam bahasa China sendiri.

Jadi, kamu anti Cina? Cina yang mana? Yang keramik?

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Wah bener udah update di blog :)))

  2. […] A Journal of A Not-Superman Human […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: