Tips dan Trik Menghadapi Penerimaan CPNS 2013

14 September 2013 pukul 01.23 | Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar

Akhir-akhir ini, baik di timeline media sosial maupun pembicaraan dengan tetangga komplek atau sekilas berbincang dengan kenalan baru ketika antri di bank, sering sekali topik yang muncul adalah tentang penerimaan CPNS 2013.

Sebagian (yang sepertinya idealis – atau nihilis) nyinyir tentang betapa negara kembali membuang-buang uang untuk mencari calon pekerja yang pada akhirnya setelah diterima (menurut mereka) kerjaannya juga hanya buang-buang uang negara.

Sebagian lagi menggebu-gebu menanyakan tentang tips dan trik dan (terkadang secara frontal) juga berapa duit yang perlu dihabiskan untuk menyuap kanan kiri atas untuk bisa diterima sebagai CPNS.

Ada juga beberapa orang (yang kebetulan sepertinya bersentuhan langsung dengan proses penerimaan CPNS ini) yang juga menggebu-gebu memberikan info-info penting seputar penerimaan CPNS 2013 ini. Seakan jadi PNS itu sedemikian hebat dan harus dibanggakan sedemikian rupa.

***

Menanggapi yang begini ini, saya seringnya hanya mengambil sikap diam. Memerikan tanggapan seperlunya.

Tentang apakah perlu penerimaan CPNS dibuka, saya tidak tau jawaban persisnya. Yang saya tau, sebagian sekolah masih kekurangan guru. Sebagian perawat di rumah sakit masih harus bekerja overtime siang dan malam. Dan tentang buang-buang uang, korupsi, toh yang ditangkap KPK itu yang PNS cuma sepersekian persen dari total keseluruhannya

Tentang mereka yang menanyakan tips trik agar bisa lulus, saya juga tidak tau. Jujur, saya benar-benar tidak tau hitung-hitungan resmi hasil test dan segala macam pertimbangan kenapa seseorang bisa dinyatakan diterima sebagai CPNS. Teman-teman saya, yang saya tau sangat rajin, baik, dan secara personal bisa saya katakan berdedikasi, entah kenapa tiap tahun ikut test CPNS selalu belum diterima. Sementara kenalan-kenalan yang semasa SMA, semasa kuliah, terkenal suka membantah dosen, sering menghilang dari peredaran absen presensi, pacarnya banyak, sekalinya mendaftar, malah langsung diterima.

Jadi sekali lagi, soal tips dan trik, saya tidak tau apa-apa. Tapi teman baik saya yang kebetulan jadi panitia penerimaan CPNS, pernah bilang, kalau skor paling besar dari test CPNS itu didapat dari soal-soal psikotest dan logika. Tau kan? Soal-soal tentang bentuk ini mengingatkan kita pada apa, kalau bentuk ini dan bentuk ini bisa disamakan dengan bentuk apa pada pilihan gandanya, kalau deret angka ini begini maka selanjutnya apa, yang begitu-begitu lah…

Oh iya, dan satu lagi, berdasarkan pengamatan pribadi sih ini. Teman-teman yang lulus jadi CPNS itu, biasanya yang menurut penilaian saya adalah mereka yang jujur. Jujur di sini bukan berarti tidak pernah selingkuh, atau tidak pernah bohong sama orang tua, tapi lebih ke jujur soal apa yang dirasa. Kalau lagi marah ya ditunjukkan marahnya, kalau lagi kangen, ya bilang kangen, kalau galau, ya mengalay, kalau lagi gembira, ya keliatan. Begitu.

Apakah yang tidak lulus tidak jujur? Oh tidak, tentu saja. Kan tadi saya bilang, saya tidak tau. Ini hanya pengamatan pribadi. Salah benarnya sangat bisa diperdebatkan.

Dan kepada yang menanyakan berapa duit yang diperlukan untuk menyuap siapa agar bisa diterima, reaksi pertama saya tentu saja, menahan diri sekuat tenaga agar tidak meninju mukanya. Selanjutnya ya diam saja. Mungkin ada memang yang seperti itu. Yang harus bayar membayar biar bisa dapat gaji dari negara. Tapi semua, serius, semua teman-teman saya yang PNS, yang saya kenal, setahu saya tidak satupun yang keluar duit suap untuk diterima.

Lalu tentang keriuhan gegap gempita berbagi pengumuman, berbagi data, sekaligus ada juga yang memanfaatkannya untuk memancing traffik pengunjung blog yang mencari informasi seputar penerimaan CPNS ini, saya juga cuma bisa nyengir. Mbok ya tidak perlu lebay seperti itu masbro, mbak, pak, bu. PNS kan cuma kerjaan, sama seperti ketika perusahaan swasta membuka lowongan kerja, tidak ada yang istimewa.

Bahwa informasi ini harus diteruskan ke banyak orang agar bisa menjaring calon-calon abdi negara potensial, itu saya setuju. Tapi calon yang untuk mencari informasi persyaratan pendaftaran saja harus bingung dan dibimbing macam anak TK? Ah, saya tidak yakin mereka itu calon potensial. Pun lagi nanti, seandainya lulus mampu mengayomi para pembayar pajak dan warga negara lainnya…

Jadi ya itu, PNS itu bukan hal yang istimewa. Tak perlu merasa jumawa. Bekerja dengan seragam dan dibayar negara itu ya biasa saja. Sama seperti yang lain, ada hak, ada kewajiban, jalankan saja. Sudah.

Percayalah, PNS atau bukan tidak mengubah kepribadian saya. PNS atau bukan, saya akan tetap ganteng dan menyebalkan. Beneran!

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. menulis lagi. mansup ?

  2. sip

  3. ya emang gitu, tapi gak semuanya para pekerja yang membuang uang negara,😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: