Koin Untuk Prita, Apakah?

6 Desember 2009 pukul 09.54 | Ditulis dalam Uncategorized | 50 Komentar

Keadilan telah direcehkan!

Sebagai awal, marilah saya tegaskan dulu satu hal; saya menolak segala bentuk ketidak adilan dengan alasan apapun.

Dan satu lagi; saya percaya Ibu Prita Mulyasari adalah korban ketidak adilan dan perlu mendapat dukungan.

Masalahnya adalah, dukungan seperti apa?

Seperti diketahui sebagian besar aktivis online, kasus hukum pencemaran nama baik yang dituduhkan Rumah Sakit OMNI International kepada mantan pasiennya Ibu Prita Mulyasari terus berlanjut.

Berita terakhir, Pengadilan Tinggi Banten memutuskan Ibu Prita Mulyasari harus membayar ganti rugi sebesar 240 juta rupiah atas pencemaran nama baik yang konon dilakukannya lewat email.

Sebuah angka yang fantastis hanya karena mengirimkan email bukan?

Ya, logika awam menyatakan ini adalah ketidak adilan.

Lalu secara spontan (term spontan mungkin tidak tepat, mungkin memang terencana, mungkin tidak), para seleb aktivis dunia maya bergerak, menyampaikan pesan berantai, dan akhirnya tercipta sebuah gerakan untuk mengumpulkan koin recehan untuk membantu Ibu Prita Mulyasari membayar dendanya.

Nah, mulai dari sini, mari kita bersinis-sinis ria…

:mrgreen:

Gerakan koin keadilan atau coin for prita atau Gerakan Koin Peduli Prita atau apapun disebutnya ini entah kenapa mengganjal benak saya selama beberapa hari terakhir.

Spontanitas kita memang luar biasa. Mungkin faktor euforia kebebasan informasi dan berpendapat yang baru kita dapatkan dalam satu dasawarsa terakhir memang memabukkan. Seperti anak kecil yang mendapat mainan baru dan ingin terus mengutak-atiknya.

Sama mungkin seperti Ibu Prita yang spontan menyatakan dukungannya pada Ibu Megawati pada pemilu lalu.

Tapi mengumpulkan koin recehan untuk membayar denda ratusan juta rupiah??

Banyak masalah akan datang dari situ, hal ini diakui sendiri oleh para inisiator gerakan ini. Saya kutip dari koinkeadilan.com yang katanya adalah situs resmi gerakan ini:

Namanya juga gerakan spontan, tanpa hierarki, dan tanpa banyak rapat, maka wajar saja jika Koin Keadilan ini masih bolong. Misalnya?

  1. Bagaimanakah cara melaporkan perolehan koin secara periodik, baik per titik pengumpulan maupun keseluruhan?
  2. Jika ada pendukung yang berhalangan datang ke tempat pengumpulan koin, lalu ingin mentransfer, harus ke rekening siapa?
  3. Hal sama berlaku untuk pendukung yang berada di luar negeri, apakah dimungkinkan untuk menyampaikan sumbangan melalui PayPal?

Sejauh ini belum ada solusi untuk ketiga pertanyaan tersebut. Justru Andalah yang kami harapkan memberikan saran dan solusi.

Yang terlintas ketika pertama kali mendengar gerakan ini adalah, ah, berarti ini untuk mereka yang ada di jakarta dan sekitarnya saja. Kalau saya dan teman-teman di Kalimantan sini mau menyumbang recehan, lalu mempaketkannya ke jakarta, sepertinya biaya pengirimannya akan lebih banyak dari jumlah recehannya sendiri.

Mentransfernya lewat rekening lalu panitia di sana mencairkan dalam bentuk koin? What a waste…

Lalu katanya, recehan itu akan langsung diserahkan ke RS OMNI biar mereka repot. Memang prosedurnya seperti itu? Entahlah, saya awam hukum, sama seperti ibu Prita. Tapi rasanya tidak mungkin denda itu dibayarkan langsung antara pihak pertama kepada pihak kedua yang bermasalah dalam hukum. Minimal lewat perantara pengadilan sebagai penengah bukan?

Belum lagi rencana Prita dan tim pengacaranya mengajukan kasasi. Bagaimana kalau Mahkamah Agung yang terku eh, terketuk nuraninya akhirnya membebaskan Prita dari segala dakwaan pidana maupun perdata? Mau diapakan koin-koin itu?

Katanya, koin-koin ini sebagai simbol keadilan yang sudah direcehkan. Ah, percayalah kawan-kawan, jangankan bahasa simbol, bahasa tulis saja yang baik dan benar susah diartikan di negeri ini, kasus email Prita sudah jadi contohnya bukan?

Ah, gerakan spontan memang bagus untuk publikasi… Ada kesan cepat tanggap di situ, solidaritas tanpa batas, kepedulian… Betul begitu?

Gerakan apapun itu, pada dasarnya mungkin hanya untuk menunjukkan bahwa KITA peduli. Siapa atau apa yang KITA pedulikan tidak penting. Yang penting media, orang lain, mereka, tahu bahwa KITA peduli.

Jadi selain sekedar menunjukkan kepedulian KITA, mungkin ada baiknya dilakukan koordinasi intensif dengan kuasa hukum Prita agar bantuan yang diberikan dapat bermanfaat maksimal.

Selain itu, mungkin perlu dihubungi itu Mentri Kominfo yang eksis banget di mana-mana agar memandang kasus ini lebih dalam. Undang-undang ITE kan ada di bawah departemennya? Mbok ya ngerti, ada beberapa hal yang perlu direvisi…

Saya? Ah, saya cuma bisa ngomong kok… cuma mau melakukan hal-hal yang tidak merugikan saya, seperti sekedar memencet tombol JOIN di cause Facebook, atau menyumbang recehan yang memang ada banya di celengan spongebob saya…

Semoga Ibu Prita dan semua korban ketidak adilan hukum negeri ini mendapat kebaikan…

***

Iklan

50 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sebuah insight yang bukan receh..

  2. Kebetulan sekali, saya juga baru membaca halaman yang sama, dan agak bingung juga dengan aksi ini. Mengumpulkan koin dari seluruh dunia itu IMO membutuhkan panitia, akuntan dan biaya operasional. 😕
    Tapi saya sepakat bahwa gerakan solidaritas ini membutuhkan kerjasama dengan tim penasihat hukum Bu Prita, juga desakan tuk bertindak pada si-admin-internet-nasional itu.

    Semoga Ibu Prita dan semua korban ketidak adilan hukum negeri ini mendapat kebaikan…

    Amin…

  3. Takut juga sih kalo pengumpulan koin ini malah disalah gunakan sama oknum2 yg gak berkepentingan..
    Mengingat sekedar mbikin ‘tempat pengumpulan koin’ itu gampang banget, apalagi isunya lagi hot kaya gini..

  4. Semoga soal teknis tak menghambat spirit utk membantu. Dan kalau ada yg membantu mengatasi masalah teknis, pasti lebih baik hasilnya.

    • Saran yang bagus, Ndoro. Yang utama adalah spiritnya, kalau ada usulan untuk memperbaiki teknis, tentu akan sangat baik.

  5. Saya percaya para seleb dunia maya itu tau apa yang dilakukannya dan telah berkoordinasi dengan tim hukum prita. Karena mereka orang terkenal, jadi lebih mudah dipantau kan?

  6. loh, sumbang menyumbang apapun itu pd galibnya emang buat kita kok, utk mengasah nurani.
    Sama aja kek kasih receh ke peminta-minta, duitnya emg dipake buat makan ato buat beli minuman, ya ga tau kan. Tanyakan aja pd si Hati, kalo sreg ya nyumbang kalo ga sreg ya ga usah, at least kita tahu bhw kepedulian bs diwujudkan dlm berbagai cara.

    Buatku sndr, gerakan ini adl simbolik, utk ngécé alias menyindir para pelacur hukum. Karena yg pd teknisnya ya emang ribet.

    Kalo misal tyt di tingkat MA, bu Prita diputus bebas, ya sumbangin aja tu koin ke kawan2 Coin of Chance. Gt aja kok repot.

  7. nyumbang sich gampang ya, dan saya yakin bakal terkumpul sejumlah denda itu. Tapi kembali lagi seperti yang ente katakan, ini masalah ketidakadilan

  8. Jadi selain sekedar menunjukkan kepedulian KITA, mungkin ada baiknya dilakukan koordinasi intensif dengan kuasa hukum Prita agar bantuan yang diberikan dapat bermanfaat maksimal.

    Which is?

  9. @ Mas Iman
    Insightnya siapa mas?
    .
    @ Jensen
    Makanya itu saya heran Jen, bukannya saya tidak mendukung, tapi apa ya… Bertindak karena alasan kemarahan itu jarang membawa hasil yang baik, mungkin…
    .
    @ Dilla
    Dua malam lalu saya membaca di twitter, Zam mempertanyakan seseorang tidak terkenal yang menawarkan lokasinya sebagai titik pengumpulan koin, prasangka buruk langsung menyebar, keluar peringatan untuk hati-hati terhadap tawaran semacam itu.
    .
    Ternyata yang bersangkutan adalah bos-nya milis kesehatan yang memang juga peduli Prita..
    .
    @ Ndoro
    Dan saya yakin Ndoro pasti akan jadi yang terdepan dalam gerakan ini, baik soal tekhnis maupun non-tekhnisnya… Terima kasih Ndoro, serius, Terima kasih…
    .
    @ Yati
    Saya tidak mempermasalahkan kepercayaannya mbak. Sungguh, saya yakin semuanya membantu tanpa ada niatan politis apapun. Saya justru ingin niat ini tidak menjadi sia-sia karena dilandasi kemarahan tanpa pertimbangan semata…
    .
    @ Memeth
    Doh… Memeth… Sumpah meth, saya tidak mempermasalahkan duitnya…
    .
    Demi Tuhan, saya sudah membobol tabungan kaleng bergambar Sponge Bob saya di kamar, isinya recehan semua. Tapi setelah membobol, dan ditimbang, saya bingung, ternyata ongkos kirimnya ke Jakarta lebih mahal daripada jumlah koinnya!
    .
    Mau di transfer pakai rekening, lah jadi bukan KOIN lagi dunk namanya?
    .
    Soal sindiran ke pelaku hukum, ya seperti yang sudah saya bilang, jangankan lewat sindiran simbolis, yang jelas-jelas terpampang macam pemutaran rekaman di Mahkamah Konstitusi tentang makelar kasus itu saja tidak ada tanda-tanda perbaikan…
    .
    I’m getting tired with this country Meth, I really do…
    .
    dan tentang memberi, baru saja saya membaca buku barunya Emha Ainun Nadjib, kata beliau, beliau justru tidak mau memberi kalau ada pengemis/orang yang meminta-meminta mendatanginya. Karena beliau ingin memberi tanpa perlu diminta…
    .
    Tapi saya tentu saja tidak memiliki nurani sekaliber Emha, tapi tidak juga seburuk pemasang papan larangan memberi pengemis di lampu-lampu merah itu…
    .
    Ah, jadi melantur…
    .
    @ Chandra
    Makanya, tadinya saya mau mengkoordinir teman-teman di KayuhBaimbai untuk sama-sama nyumbang koin, tapi ya itu tadi, masih bingung soal tekhnisnya…
    .
    @ Amed
    Tidak perlulah muluk-muluk membayarkan yang ratusan juta rupiah itu, kalau memang ada sumbangan, untuk biaya menjalani proses hukumnya saya.. Proses hukum Prita akan sangat mahal Ndul, percayalah. Apalagi makelar kasus ciri-cirinya masih akan susah diberantas…

    • ah saya baru membaca blog ini, maafkan.
      kawan-kawan yang jauh mungkin bisa mentransfer kawannya di jakarta untuk kemudian menukarkan dengan receh bukan? jika masih tetap kesulitan akan saya bantu dengan kontak bank, seperti yang sudah dilakukan beberapa hari ini di Langsat

  10. jadi enaknya prita kira2 diapain y om ?? dibebasin ?? karepmu !!

  11. setidaknya ada tindakan yang punya efek ‘menyindir’ bagi pihak-pihak terkait, saya lebih menghargai para inisiator ide perecehan ini, dan semoga segala kendala teknis yang diatas bisa dipecahkan ke depannya.

    kalaupun nantinya ada kasasi dsb dan menyebabkan ibu prita dibebaskan, itu malah lebih baik, uang hasil sumbangan tetap saja bisa dimanfaatkan untuk kegiatan solsial lain, saya yakin penyumbang juga lebih mengharapkan kebebasan ibu prita tersebut daripada menyerahkan recehan hasil sumbangan.

    tetap saja, suatu ide/tindakan memang tidak bisa memuaskan semua pihak.

    #freeprita

  12. @ Nasareno
    Wuihh, alamat email ente mengerikan…
    .
    @ Ripai
    Kalau tujuannya sekedar mendapatkan pemberitaan media konvensional yang masif, saya yakin bisa boss. Tapi menurut saya tujuan kita bersama kan untuk membebaskan Ibu Prita dari segala tuduhan, dan menghindari kasus serupa terulang lagi

  13. I do think what you think.. seperti yang saya tulis singkat secara 140 karakter di twitter saya.. 🙂

  14. @ chic
    Twittermu apa chic?

    • @ChicMe 😉

      • ternyata sudah saya follow dari jaman batu… :mrgreen:

  15. Kasus Prita memang fenomenal. Kini setelah melewati jalan yang panjang, prita diharuskan membayar denda 204 juta dan kewajiban melakukan permintaan maaf di sejumlah media. Namun dengan adanya putusan tersebut, ternyata tidak disangka menimbulkan empati dari para netter.

    Kini semakin sering didengungkan gerakan koin peduli prita. Sebuah langkah yang diharapkan dapat sedikit meringankan beban prita. Namun yang lebih penting daripada itu adalah mudah-mudahan hukum di negeri ini dapat memutuskan dengan seadil-adilnya.
    Cara Membuat Blog

  16. yang penting itu niatnya.. persoalan teknis bisa diselesain sambil jalan. lebih baik melangkah dulu bukan menunggu waktu yang tepat karena waktu yang tepat itu ga pernah ada. kitalah yang menciptakan waktu yang tepat itu.

    gitu sih kalo mnrt saya :mrgreen:

  17. tadinya aku jg gak setuju dengan ide ini, dhil. terlalu naif kalo (seperti kata para penggagas awal aksi koin untuk prita) ini cara kita nunjukin bahwa rasa keadilan kita terluka sekaligus membuat mereka2 yg nginjek2 hukum negara ini malu hati. ah, apa iya mereka masih punya malu?

    tapi terus dari ngobrol mendengar lebih banyak, akhirnya aku mulai ngerti bahwa pesan mendasarnya adalah hukum kita udah sebegitu murahnya bahkan kita semua bisa saweran buat menebus kebebasan seseorang dengan recehan. murah banget, jleb banget.

    ga taulah. mudah2an ada gunanya. mari berbaik sangka aja 🙂

  18. Secara garis-garis besar haluan negara bagian di daerah pikiran, kita memiliki opini nan sama Tuanku Manusia Super Nan Gadang. Harga keadilan memang murah dan murahan di negeri ini. Secara emosi, hasrat hati rela melempar koin berkilo-kilo ke jidat pihak-pihak Omni dan pengadilan yang mulia itu… Tapi koin itu… Nek Minah dan Pencuri semangka yang kehausan, bisa menukarkannya untuk kebutuhan hidup. Bu Prita, apapun, masih bisa berinternet dengan nyaman. Punya rumah nyaman. Ada banyak pembela. Tidak mesti memacul atau mikul kayu bakar. Meski tetap saja harus diakui bahwa dia korban ketidak-adilan. Meski tetap saja dia mesti dibela.
    .
    *bertanya sendiri: Kalo orang macam Nek Minah sakit bisa masuk Omni Hospital tidak?* 😕
    .
    Tapi… yaa… yaaa…. berpikir positif: Kalau nanti toh koin itu tak jadi, mungkin bisa disumbang ke rumah singgah atau ke taman bacaan, atau bahkan taman lawang kalo mau. Setidaknya gerakan ini tidak akan jadi sia-sia. Amin.
    .
    Mendukung toh tidak berarti tidak mengkritisi bukan, Tuanku Manusia Super Nan Gadang? Masa kita-kita ini, sebagai blogger yang biasa enak beropini dan mengkritiki, membacot revolusi bla bla bla lalu tak bisa dikritiki? We talk about Prita and freedom of speech, so we have to take a single critic about our idea…
    .
    Jika tidak, maka jangan-jangan kita ini mengidap penyakit yang sama dengan George Walker Bush: You with us or against us?!
    .
    Freedom of speech apaan itu? 😆
    .
    .
    By the way…

    atau menyumbang recehan yang memang ada banya di celengan spongebob saya…

    .
    Pengakuan yang…. sungguh tak sepadan dengan usia yang menua-bangka…. subhanallah…
    .
    *sujud*

  19. i do have my conscience but i recall god *if he exist that is* also give me brain to think rationally. the case is quite clear here, the sentence was not the final sentence. prita may still appeal to the higher court. what’s unclear about that? what we need to do is to coordinate our support with prita defense team, to help them free prita and abolish that dumb ass law, which i believe should be our prime cause instead of giving in to this pathetic court sentence.

    you know what i prefer we do this days, i prefer we make a movement to scrutinize the wealth of the judge that decide this case. i wanna to know whether they really stupid in making that sentence, or well they used their head and take the bribe from … ooops …

  20. Apapun bentuknya saya rasa tidak masalah…biarlah koin-koin itu dikumpulkan dari yang masih TK sampai pejabat sekalian yang peduli dengan Bu Prita..yang penting sudah melakukan sesuatukan ! Maklum hukum semakin menggelikan di Indonesia..

  21. [OOT]
    .
    Tuanku Manusia Super Nan Gadang, cobalah Tuanku Manusia Super Nan Gadang meminta bantuan kepada orang-orang muda begini, yang sudah melimpah ruah duitnya… Ada tembus-tembus 3 angka seratus juta saja udah lumayan itu… 😛
    .
    [/OOT]

    • dia sih ndak punya recehan, lex. liat aja itu duitnya…lembaran semua 😛

  22. Pertimbangan mansup ini sama dengan pikiran saya kemarin2. Dan saya paham maksud, simbol atau semiotik yg hadir dibalik aksi ini.

    Cerita nya om Alex diatas juga sempat saya renungi. Kenapa kasus Prita yg diangkat? Apa karena beliau yang hip dan paling ngetrend di sederet kasus yang merongrong “rasa keadilan” kita?

    Tapi memang gitu hukumnya. Semua kampanye dengan tujuan apa pun, baik atau benar, mengangkat topik yg paling mungkin eyecatching dan ditangkap kamera. Kalau tidak dengan strategi begini, ya tidak ada hasilnya tujuan2 kampanye diatas. Kadang kita melangkahi pikiran2 kebenaran logis kita sendiri untuk mencapai tataran benar logis yang memiliki himpunan semesta lebih luas.

    Nah posisi saya jadi apa?
    Akhirnya, saya bingung meletakkan diri berada di posisi mendukung atau tidak. Hahaha…

  23. Pengen berbuat yang lebih, tapi ngga tau gimana caranya selain mengumpulkan uang receh.

    • kumpulkan uang lembaran! lebih enteng dan nggak ngerepotin 😆

  24. semoga keadilan bisa ditegakkan.dan tdk ada lagi prita2 selanjutnya yg mengalami kasus seperti ini.

  25. Manusia, bahkan manusia super sekalipun butuh sesuatu yang tangible. Sesuatu yang lebih dari sekedar kata-kata, sesuatu yang dapat dilihat, diraba dan dilakukan. Ada yang pintar berkata-kata, ada yang pintar mengekspresikan kegundahannya dalam bentuk tulisan, ada yang pintar lobi dan advokasi, ada juga yang cuma bisa menyumbangkan koin.

    Kegundah-gulanaan ini jangan semata menjadi obrolan basi di hari minggu, gosip sepintas lalu saat arisan. Orang ingin sesuatu yang tangible, bentuk nyata kegundahan mereka tentang ketidak-adilan sistem yuridis di negeri ini. Koinkeadilan secara sukses menyerap dan menfasilitasi semua orang untuk berpartisipasi walau dalam kapasitas kecil dan tidak signifikan.

    Kasus hukum ibu Prita memang sudah merambah ke ranah sosial. Ada masalah yang lebih besar lagi dibalik kasus ibu Prita yang membuat kasus ini begitu lekat di hati masyarakat. Keberpihakan hukum, akses kesehatan yang baik, begitu juga UU ITE yang justru memangsa orang-orang yang seharusnya dilindungi.

    Setidaknya itu pandangan saya

  26. Subhanallah jika semua orang bersatu uang 204 juta rupiah itu bukan hal yang besar ya… saya haturkan salut buat penggagas koin utk prita ini.. terus terang ini adalah ide yg bririlan

  27. Hmmmmm …. sudut pandang yang sangat perlu dipertimbangkan.
    Selama ini kita cenderung berbuat atau ikut2an berbuat tanpa pikirkan bagaimana langkah2 selanjutnya.

  28. Yup. Saya juga merasakan kegelisahan yang sama. Pertama kali mendengar soal Prita yang kena denda 204 juta, saya langsung posting di facebook dan twitter: seandainya gerakan satu juta facebookers itu menyumbang dua ratus perak saja per orang dan uang-uang itu ditumpuk di depan rumah sakit omni hehe.. Alangkah kagetnya ketika ternyata ada juga yang punya pikiran sama, malah di wujudkan dalam bentuk nyata. Salut buat mereka yang berani langsung berbuat..

    Tapi ini kan gerakan yang lebih bersifat simbolis, untuk menunjukkan kekuatan kebersamaam. Karena itu saya kurang setuju dengan pernyataan salah satu penggagasnya di kompas yang bilang bahwa ini untuk bikin repot omni dengan memberi langsung uang recehan itu yang sampai disebut tidak dalam jumlah tapi dalam berat: 2 ton lebih.. Ada lagi yang sampai bilang ke wartawan, “keadilan yang direcehkan kita bayar dengan uang recehan”. Norak ah..

    Keadilan mungkin sudah direcehkan oleh Omni dan Kejaksaan. Tapi apa kita harus juga membalas dengan cara yang terkesan “recehan” juga?

    Terlalu bombastis rasanya. Kenapa juga kita harus “membalas” ulah omni itu dengan cara yang tidak simpatik? Ini kan menurut saya kampanye simpatik?

    Gerakan simbolis dengan menyerahkan uang recehan saja rasanya sudah berhasil kena sasaran. Pesan pun pasti sudah diterima oleh orang2 Omni dan bukan tidak mustahil gara-gara itu mereka mencabut gugatan.

    Tantangan dari gerakan itu sekarang adalah kalau omni akhirnya benar mencabut gugatannya, dan ibu prita bebas dari tuntutan denda, mau dikemanakan uang tersebut. Ini bukan hal remeh lho. Nggak bisa asal jawab “ya kita sumbangkan saja ke coin a chance”. Misinya kan beda. Ini kan berangkat dari misi untuk membantu Prita, bukan untuk yang lain. Ini kan amanah orang banyak!

    Saran saya sih, kasih saja ke Ibu Prita, karena ini amanah dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak kecil sampai pemulung sekalipun ikut mengumpulkan uang. Amanah rakyat kecil yang sangat tidak bisa dianggap enteng.. Pokoknya apapun yang terjadi, amanah uang recehan itu harus sampai ke Bu Prita. Mau dibikin apa, terserah beliau lah.

    Makasih sudah boleh numpang curhat disini hehehe

  29. tadi malam nonton barometer di SCTV, gak?

  30. Saya kurang setuju dengan pengumpulan koin ini… seharusnya bukan prita yang ngalah, tetapi hukum yang harus dibenerin… dengan pengumpulan koin, secara tidak langsung berarti kita mengakui bahwa prita memang bersalah.

    seharusnya kita bantu prita dengan mengupayakan agar RS nya bayar ganti rugi ke prita, sebab dalam hal ini prita yang paling banyak dirugikan.. sedangkan rumah sakit rugi apa?…
    Urang Banjar Jua,…. ini blog ulun…Panduan Photshop

  31. berat bos bahasannya

  32. Semoga dukungan inii terus juga bisa konsisten dan persisten juga terhadap kasus prita-prita lainnya..

  33. yg gak punya pos koin didaerahnya bisa sumbang langsung ke rek si ibu aja, ato sumbang dengan cara lain.

    mungkin butuh beberapa truk buat angkut koin 204 juta dan dijejer di parkiran omni, hihiw lapangan koin 😳

  34. ini adalah sindiran keras terhadap penegak keadilan di Indonesia. Sebearnya jumlah total koin yang beredar di Indonesia itu ada berapa ya jumlahnya.

  35. sindiran bagus….buat mereka…

    kalau uang koin itu dibelikan krupuk gimana ya?

  36. ya ya ya intinya adalah PEDULI
    dan bahwa
    KEADILAN DI NEGERI ini kadang ADALAH BULLSHIT !!

    dan ya, gaya wartawan menyampaikan suatu pesan moral,
    memang jauh beda ternyata :mrgreen:

  37. riwil kamu, sana ke jakarta bantuin ngitung receh!

    *ngemut lolipop*

  38. nice post
    lam kenal dikunjungan pertama 🙂

  39. I totally agree with you and with galeshka.

  40. Pengumpulan koin sebagai lambang perlawanan masyarakat kecil terhadap ketidakadilan hukum dilakukan oleh kelompok masyarakat di berbagai wilayah di Indonesia. Bahkan kelompok anak jalanan di Tangerang pun menyerahkan uang hasil jerih payah mereka untuk mendukung Prita.

  41. *cape liat berita2 ttg hukum mulu….. 😦

  42. gerakan ini pada dasarnya baik. benar bahwa ada beberapa persoalan teknis. tapi semoga tak menyurutkan gerakan ini.

  43. […] Jika anda pernah merasa tidak puas dengan pelayanan di rumah sakit Ul*n atau geram melihat kasus RS Omni VS Prita, mungkin dengan memainkan game ini, anda akan mendapat insight […]

  44. Susilo Bambang Yudhoyono tak nak jatuh sebelum 2014 dan justeru dapat menjadi presiden lagi selepas 2014, sedangkan Megawati banyak bicara dan membukti sedikit beramal. Dia tak nak mampu mengambil vote banyak dalam undi 2014. Harusnya putrinya Puan lah yang jadi calon presiden daripada parti PDIP dalam 2014.
    Dapatkah dalam bahasa kami bahasa Malaysia “bolehkah” SBY jatuh sebelum 2014? Tak lah. Justeru SBY nak presiden lagi setelah 2014. Itu tidak sukar dan itu penting bagi meningkatkan derojah bangsa negeri ijran tu. SBY dalam enam tahun ini menunjokkan banyak kemajuan. Pemerintahan atau dalam bahasa kami “kerajaan” SBY bahkan dikhabar nak memindahkan ibunegara ke kota lain selain Jakarta dan menjadikan ibukota saat ini sebagai pusat ekonomi sahaja, ni sangat ideal dan sesuai, kerana Jakata sudah tidak mampu menampung terlalu banyak kemajuan sehingga kacau dan tidak sejalan dengan ibunegara ibunegara bangsa bangsa lain manapun. Gabenor Bank Sentral Indonesia BI yan baru dalam kerajaan SBY juga menunjukkan idea brilian, iaitu bermakna akan meredenominasi matawang ringgit yang bilangan / digitnya terlalu banyak sangat saat ini, misalnya dengan 1USD = Rp 9.000. Sebahagian besar negara-negara lain di Asia sahaja macam kami Malaysia, matauangnya rata-rata dua hingga tiga digit terhadap dollar ataupun matawang besar yang lain. Realiti memang selesa walaupun orang boleh sahaja tidak bersetuju dengan idea itu. Berkenaan dengan itu, kerajaan SBY lebih baik jalan terus dan secepatnya merealisasi idea tersebut.
    Keuntungan redominasi merupakan bayaran terhadap matawang yang lain terutama terhadap dollar tidak perlu mengangkut “satu truk atau satu kapal wang kertas ringgit”. Ketuuntungan lain secara strategik yalah pinjaman Indonesia otomatik nak berkurang pada akhirnya dan USD tidak terlalu penting lagi di mata ringgit macam di kami.

    Macam mana Megawati? Dia baru-baru ini menuding lantang terhadap SBY bahawa Indonesia dalam kerajaan SBY “kacau balau”. Ni tidak baik. Tu hanya bermakna usaha Megawati mencuba kembali memuat hangat namun semua orang mengetahui Mega tak lebih hanya mampu berteriak “merdeka, merdeka,” dan sesungguhnya tak mampu bekerja, buktinya dalam zaman Mega dahulu, Indonesia tidak stabil dan kejahatan tinggi di negeri jiran tu. Dalam kerajaan SBY, Indonesia aman, kejahatan turun tajam; dan apabila SBY pun berani menghukom koruptor besar dengan tiang gantungan macam negeri Caina Tiongkok maka Indonesia hilang korupsi tu dan pabila SBY berani mendesak DPR/MPR bagi membuat UU pembukti terbalik macam di kami Malaysia, maka SBY pasti nak dipilih oleh rakyat tu untuk ketiga kali, makmurlah Indonesia.

    SBY presiden sekarang dan selepas 2014 yalah cocok sangat. SBY boleh menjadi presiden lagi untuk tempoh yang ketiga. Caranya mudah sangat, iaitu dengan menukar Perlembagaan 1945 di mana presidentu akan dapat dipilih untuk ketiga kali, inilah yang telah dilakukan oleh Hugo Chavez sebelum menjawat presiden tempoh masa ini. Dengan kejuruteraan ataupun tatacara cantik di sebahagian besar ahli MPR / DPR, iaitu dengan penukaran Perlembagaan 1945 melalui undian ¾ minimum, maka keterpilihan untuk ketiga kali Yudhoyono boleh dibuat. Bila tidak, maka dan justeru Indonesia boleh jadi nak hncur kerana watak selain Yudhoyono belum ada. Sesungguhnya orang yang realiti mampu memimpin untuk kes Indonesia dan boleh berjaya baik hanya perwira tentera ataupun bekas pegawai tentera macam SBY yang kali dahulu yalah Suharto. Awam Indonesia belum, masih jauh, dan tidak mungkin punya ilmu keorganisasian yang berkesan. Ini sudah membukti sebelum SBY berkuasa. Gus Dur Wahid terlalu kontroversial dan tidak mampu menyatukan Nusantara. Mega kurang pengetahuan kerana tidak sempat sekolah tinggi. Lagipun faktor korps tentera masih kuat dalam kes Indonesia dan negara berkembang pada umumnya. [Bila awak ada opini lain sila majukan pada kami: rainabintiusman@mscterengganu.my].


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: