Masih

2 November 2009 pukul 22.35 | Ditulis dalam Uncategorized | 21 Komentar

Masih bunda..

Luka ini masih terbuka…

Hanya saja, kini kami telah belajar berduka tanpa air mata..

Berganti doa…

Untuk wanita paling hebat sedunia…

Iklan

21 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. amin.. selalu berdoa untuk beliau ya sup.. mudah2an bunda selalu mendapatkan kasih sayang Allah di alam sana.

  2. Amiem.. Semoga tenang disana..
    Manusia super yang bijak….

  3. Amin…… hanya surga balasnya

  4. *pelukpelukmansup*
    ehh..

  5. amien…!

  6. rasa, memang selalu ada. menerima, yang kita masih harus belajar 🙂
    yang tabah ya Suuup…
    *peluk-peluk*

  7. *terharu*
    i can feel that now…. selalu berdoa untuk bunda ya Sup, dan selalu berusaha untuk membuat beliau bangga….
    *peluk erat mansup*

  8. Amin, bro…
    *rangkul mansup*

  9. *peluk adik mansup*

  10. @ Nia
    Amin… kita sama-sama berdoa buat orang tua ya Nia…

    @ wawan
    Bijak? ohohohoho…

    @ syafwan
    Amin.. Surga buat kita semua

    @ alle
    *menghindar dari pelukan beracun*

    @ aap
    Makasih bos, amin…

    @ chic
    *peluukkkk* 👿
    konon rasa sedihnya tidak bakal hilang katanya…

    @ itikkecil
    *pelukkkk*
    iya bu, dari mama masih ada juga, niat utama saya dalam tiap aktivitas itu agar mama bangga…

    @ jensen
    jangan erat-erat bro

    @ Amd
    *sepak amed*

  11. *padahal maksudku Hafiz…*

  12. Enak kata-katanya… Salam kenal bro

  13. @ Amd
    *sepak lagi*

    @ bang FIKO
    Da enak tapi di rasanya bos…
    salam kenal juga…

  14. Amin … kirimi doa j bla teringat ..
    semoga beliau tenang dsna …
    Semangat Sup ..

    *rame bnar yg merangkul mansup .? sorank ndak jw nahhh ,,,*

  15. @ ijal
    Thank you jal, tolong doanya ya… tapi pelukannya disimpan sahaja…

  16. jadi terharu… eh lom kenal, kenalan dulu boleh??? lam kenal ya…

  17. Hanya saja, kini kami telah belajar berduka tanpa air mata..

    .
    kenapa harus ada duka…?
    .
    begitu beratkah menyadari kenyataan bahwa setiap pertemuan itu selalu diakhiri dengan perpisahan.
    .
    begitu beratkah melepas kepergian seseorang yang memang sudah saatnya untuk pergi, sementara perjalanan kita jadi tertahan hanya karena duka dan secuil rasa kehilangan. lagian kenapa mesti ada rasa kehilangan?

    .

    kenapa harus menahan airmata jika memang sudah saatnya jatuh…?
    .
    ya…, memang haram air mata itu jatuh kalau hanya untuk duka cita atau nestapa , tapi airmata itu sangat boleh sekali untuk jatuh jika itu adalah wujud dari kerelaan dan keikhlasan menerima kenyataan.
    .
    jangan takut di cap bukan laki2 karena harus jatuh airmatanya, toh airmata itu jatuh bukan berarti tanpa alasan. jangankan kita yang hanya manusia super biasa :mrgreen: , wong orang yang di cap nabi dan rosul pun bisa jatuh airmatanya.

    .

    * jewer mansup biar ndak menye * :mrgreen:

    mari kita lanjutkan perjalanan lagi sobat , sebab bunda pasti akan bahagia menyaksikan kita di alam sana karena anak kebanggaannya terlalu kokoh dan tangguh bagi secuil duka cita, hingga duka cita itupun nyerah lantas pergi dan tak pernah kembali 😛
    .

    * dua taun yang lalu bunda saya tlah pergi, jadi sedikitnya saya mengerti lah keadaan sampean * :mrgreen:
    .

    * eh iya belum kenalan ama Mansup , salaman dulu yah 😀 *

  18. Ya Allah….berilah tempat yang layak untuk bunda..
    Ya Allah….ampunilah segala salah dan khilaf selama hidupnya..
    Ya Allah….jauhkanlah dia dari azab api neraka…
    Ya Allah …masukkanlah dia kedalam sorga…

  19. @ Tary
    Salam kenal juga Tary :mrgreen:

    @ g3mbel
    Terima kasih nasehatnya bro, dari awal saya ikhlas kok, tapi sedih tentu manusiawi…

    Mungkin karena kepergian bunda memang sangat mendadak (beliau pergi untuk liburan ketika sakit datang), jadi mental saya tidak siap, dan memang mungkin tidak akan pernah siap.

    Tetap saja saya harus berterima kasih sudah diingatkan 😉

    silahkan di klik

    @ Ayah
    Amiiin… terima kasih ayah, ini sangat berarti buat saya,,,

  20. Di tempat yang jauh dari rumah seperti sekarang pun saya masih merasakan beliau ada di dekat saya. “kau takkan terganti..bunda..”

  21. ah…
    maap saya blum bisa berbuat lebih untuk kalian, bro.. 😐


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: