Cicak vs Buaya

2 November 2009 pukul 13.22 | Ditulis dalam Uncategorized | 19 Komentar

Dikutip dari blog Ndoro Kakung:

“Terkait KPK, saya wanti-wanti benar, power must not go uncheck. KPK ini sudah powerholder yang luar biasa. Pertanggungjawabannya hanya kepada Allah. Hati-hati,” – Presiden Yudhoyono yang merupakan pendiri partai Demokrat.

***

Dikutip dari kompas:

Ketua DPR Marzuki Alie yang berasal dari partai Demokrat melihat kecenderungan masyarakat untuk terjebak dalam kisah pelemahan KPK padahal KPK sendiri tidak terbuka soal agenda pemberantasan korupsinya di tengah isu dan proses hukum Bibit dan Chandra.

“Saya imbau kita jangan terjebak persoalan-persoalan yang sifatnya pragmatis. Kita harusnya minta kepada KPK sebagai lembaga independen gelar agenda-agenda pemberantasan korupsi,”

***

Dikutip dari Inilah.com

“Sudah ditetapkan tersangka tapi kenapa tidak ditahan saja yang dua ini. Biar semua jadi jelas,” ujar Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul.

Ia juga meminta agar semua pihak dapat berpikir positif. “Ya positive thinking-lah. Semua lawyer pernah membela koruptor jangan munafiklah,” imbuhnya.

***

Dikutip dari Wikiquote:

“We are on our own, and have only our own reason and our judgment to rely on. YES WE CAN!” – Barack Obama – POTUS from Democrats

***

Ada tambahan?

19 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. kesimpulan:
    partai demokrat . . . .

  2. @ badr
    eerr… saya tidak menyebut begitu loh…

  3. Jadi??? Partai Demokrat??? pake garis bawah???????

  4. kata mendiang MJ:
    You’ve been hit by, you’ve been struck by..a smooth criminal..
    :mrgreen:

  5. Ternyata, powerholder-yang-luar-biasa menurut SBY itu hanya cicak di hadapan Polri…🙄 Kalo begitu Polri bertanggung jawab kepada siapa ini?

  6. Cicak vs Buaya. Mission Impossible deh. Jadi buayanya yang pake garis bawah.

  7. gak ngerti …..

  8. Posting ini tendensius. Kami akan selidiki apa motif si penulis membuat posting semacam ini. Secepatnya kami akan menahan si penulis dengan tuduhan pembocoran, eh pencemaran nama baik

    • memangnya nama si PENULIS BAIK ????

  9. Wah ngefans demokrat nih ..😀 Hi Hi Hi

  10. bertanya-tanya, kenapa om RS tidak berkomentar tentang keaslian rekaman soal rekayasa itu….

  11. Akarnya berarti dari itu ya..

  12. Jadi ini sduah menajdi urusan demokrat gitu ?

  13. Cicak VC Buaya..tapi masih untung jual tokek jua..3-4 ons aja bisa ratusan juta rupiah…!….he..he..

  14. A centre party would have no roots, no principles, no philosophy and no values.

    Shirley Williams, writing in The Guardian, 1979
     
    Apa coba maksudnya.

  15. demokrat ..? heMmmm ..

  16. Saya masih duduk manis berpikir siapa yg akan menang

  17. demokrat ?? hummm…

  18. Ada yang menganggap demo lalu dan rekayasa rekaman itu menargetkan SBY, itu terlalu jauh dan tidak gampang. Mustahil ada people power di sini. Belum ada bukti sejarah. Gerakan kerusuhan dan mahasiswa 1997&8 karena ada yang menggerakan, Paman Sam, yang sudah ngak senang dengan Suharto, waktu itu Suharto dianggap sudah memeluk nasionalisme — gayanya sendiri — mirip nasionalisme pendahulunya, Sukarno. Waktu itu Suharto mulai sulit didikte Amerika dkk khususnya IMF. Waktu itu oknum-oknum di sipil dan petinggi dalam tentara “diminta” agen-agen Amerika agar “pembantu” Amerika menjatuhkan Suharto, dengan berbagai rekayasa termasuk kerusuhan, demo menyeluruh masif dan beberapa penembakan atas mahasiswa, dan jatuhlah Suharto. Tapi sekarang SBY setia dan pro Amerika dalam segala kebijakannya, jadi Amerika mustahil membantu misalnya menjatuhkan SBY. Dengan people power? Idih…tak mungkin. Gerakan Massardi? Hanya membaca puisi. Gerakan Effendi Gazali? Juga membaca puisi dan tak jelas. Gerakan mahasiswa? Dosen-dosennya pengecut. Jadi gerakan membela rakyat, itu ku pikir hanya omong kosong dan sebatas di mulut. Semua hanya sebatas di mulut, bukan aksi bertarget. Lagian mahasiswa sekarang terlalu lemah dan mudah terpecah. Jadi jangan berhepotesa. Kalau tak ada penggerak dari luar seperti masa penjatuhan Suharto atau sebelumnya, Sukarno, oleh Suharto sendiri, tak mungkin SBY bisa jatuh. Polri dan Kejagung pun ada agenda lain. Kejagung sekadar meminta gaji naik, meskipun anak buahnya bergaji jauh dari cukup, di saat banyak rakyat negeri ini kelaparan, dan anak serta cucu mereka pada busung lapar, lihat di Nusa Tenggara dll. Jadi agenda menaikkan gaji itu membonceng juga. Hendarman membelokkan ke sana. Kita lebih senang SBY meskipun fakta menunjukkan SBY sepertinya pun tidak perduli bangsa, rakyat dan negara. Lihat, semua departemen pegawainya masih banyak dari anak-anak pejabat yang pernah bekerja disana. Kalau ayahnya hakim atau jaksa maka anaknya juga nantinya bekerja di bawah departemen dan lembaga itu. Kalau bapaknya dulu di BI maka anaknya atau menantunya juga di BI. Jadi dimana reformasi kelembagaan atau birokrasi? SBY tidak melihat penyelewengan itu kok. Untuk masuk kepolisisan dan ketentaraan juga selama ini harus menyuap jutaan rupiah. Mana yang bisa dikatakan pemerintah terutama SBy melakukan reformasi? Apa dia tahu makna reformasi? Lagian sikapnya selalu ambvalen, itu pastinya selamanya. Suatu karakter tak akan berubah. Jadi People Power di negeri ini hanya mitos, Oom. Itu baru terjadi bila ada kekuatan besar dari luar yang membantu gerakan seperti itu, Oom. Banyak yang tidak dilakukan SBY, tetapi kalian tak mungkin bisa berbuat kalau tidak berbuat nyata apapun caranya dan tidak meminta bantuan PBB dan CIA. Kalian harus kirim surat banyak-banyak ke Amnesty International, ke United Nations, ke CIA, yang semuanya tingal browse, buka di Internet websites mereka, mengeluhlah dan samaikan kebrobrokan SBY dan pemerintah itu sekarang! Ketik dan ketik, kirim dan kirim. Dan juga kalian perlu beraksi konkrit dan bertarget. Jadi bertindak dan jangan sekadar berpuisi. Tak kah Oom Oom tahu telinga semua pejabat kita sudah congekan dan mereka sudah tak punya hati nurani? Janganlah berharap keadilan dan hati nurani, itu mimpi, Oom.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: