Berhenti Mencaci Indonesia

11 Juli 2008 pukul 23.53 | Ditulis dalam Uncategorized | 71 Komentar

Hampir setiap hari, setiap orang, mencaci maki Indonesia.

Merapalkan serapah benci, kutukan penuh isi dan penyesalan tiada terperi.

Mempertanyakan betapa sial diri terlahir di negeri ini. Negeri di mana demokrasi masih sekedar basa basi. Negeri yang menjungkir balikkan akal sehat, menipiskan iman, mendewakan penampilan kasat mata, dan negeri yang kebodohan dan kesombongan pemimpinnya jadi hiasan.

Di Indonesia, karunia yang ada di dalam tanahnya justru menjadi kutukan bagi manusia di atasnya. Dan kembali cacian terlontar untuk itu.

Di Indonesia, warga mati diisi peluru yang mereka beli dari uang pajak mereka sendiri, dan kembali tangisan darah mengiringi serapah.

Di Indonesia, sejak kecil anak diajar menilai diri sendiri melalui angka-angka tak berarti, dan dipaksa melupakan fitrah nurani imajinasi. Dan untuk itu, kembali penyesalan terlahir di negeri ini.

Di Indonesia, Hampir setiap hari, setiap orang, mencaci maki.

Tapi…

Sudahkah kita mendoakan Indonesia?

Seberapa sering dalam sujud kita terbersit Indonesia?

Setinggi apa tadahan tangan kita di tahajud malam yang dikhususkan untuk Indonesia?

Masuki Masjidmu, Gerejamu, Puramu, Wiharamu, Kuilmu, Hatimu, dan tanyakan, doa apa yang pernah ada di sana untuk Indonesia?

Tidak malukah kita, mencaci Indonesia, yang dititipkan kepada kita, dengan segala kekurangan dan kelebihannya, namun tetap setia membiarkan kaki-kaki kotor kita menginjak tanahnya, paru-paru kita diisi udaranya, bahkan dua pertiga tubuh kita dibangun dari airnya.

Maka malam ini, saya ingin berdoa, untuk Indonesia…

Ya Allah, tuhan pencipta Indonesia
Ampuni saya, yang alpa mengingat, betapa Engkau membenci caci maki
Ampuni saya, yang lupa janji-Mu untuk selalu mendengar Do’a kami

Ya Allah, berilah Indonesia kedamaian sebenarnya
Lindungi manusianya dari segala bencana, bencana dari alam, maupun dari mereka sendiri

Ya Allah, berilah Indonesia keadilan sebenarnya
Jadikan Indonesia tempat semua lidah berani mengatakan yang benar adalah benar, dan yang salah adalah salah

Ya Allah, berilah Indonesia pemimpin yang bijaksana
Jauhkan Indonesia dari pemimpin yang hanya bermodal pesona.
Turunkan hambamu yang mewarisi kebijakan Sulaiman, kearifan Ibrahim, cinta kasih Isa, keteguhan Musa, kesabaran Ayub, dan menteladani Muhammad sebagai pemimpin Indonesia.

Ya Allah, hindarkan anak-anak Indonesia dari segala kebodohan dan kebencian, jauhkan dari pengaruh buruk para tua, namun biarkan mereka belajar menjadi dewasa dalam arti sesungguhnya.

Ya Allah, berikan saya petunjuk, untuk menjadikan Indonesia, lebih baik…

Amin

Caci maki, sumpah serapah dan umpatan yang kita lontarkan setiap hari, akan menyatu di udara, menuju langit, menjadi doa yang buruk bagi Indonesia. Karena itu, mulai saat ini, mari belajar untuk berhenti mencaci Indonesia.

Iklan

71 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. MERDEKAAAAA!!!!

  2. Saya ndak mencaci Indonesia, Bang..

    Cuma mencaci orang yang duduk di singgasana laknat itu… :mrgreen:

    *pembenaran

  3. @ Nazieb
    Makanya, doakan saja..
    Doakan biar diganti :mrgreen:

  4. yepp, masih ada harapan kok…

    *ga mo bangun tidur*

  5. langkah yang berani disaat Indonesia yang begitu terpuruk dan kehilangan arah.
    Indonesia atau rakyatnya yang kehilangan arah? atau justru saya? hmmm….

    tetap melangkah ke arah yang lebih baik. Mari…

  6. Hmmmm…..

    Begini Mas, biasanya di doakan itu malah akan jadi kebalikannya.

    Contoh: Banyak yang mendoakan supaya Nelly Latiff cepat mampus!! Nyatanya? Umurnya hampir seabad.

    Maka dari itu. Marilah mencaci dan memaki Indonesia sebagai negara busuk keparat! Hasilnya adalah negara yang bagus dan bersih.

    Kok kasus terakhir ini malahan ga berhasil ya??

  7. iya, daripada mencaci, lebih baik memaki…
    kesannya lebih kuat… hehehhe… ๐Ÿ™‚

  8. apapun yang terajdi sekarang, adalah ridho-nya Alloh SWT, kita harus menerima dan selalu berusaha memperbaikinya, tidak ada gunanya hanya dengan mencaci maki, sama dengan meledek diri sendiri ๐Ÿ™‚

  9. Untung saya hanya mencaci pejabat2 yang ga beres itu. ๐Ÿ˜€

  10. Saya nda pernah mencaci Indonesia. Yang saya caci biasanya (dan selalu) mereka2 di atas sana yang mengkhianati rakyat mereka.

  11. ya.. dari pada tak kuat menahan diri untuk tidak mencaci, mungkin lebih baik pindah negara saja, siapa tau berhenti mencaci..
    ๐Ÿ˜€

  12. hentikan mencaci indonesia..
    teruskan mencaci mas fadhil…

    hohohoh…

  13. jangan salahkan mereka para pencaci (termasuk saya hehe) bang
    Mrk juga cinta mati negeri ini, mereka hanya mkn putus asa aja krn melihat negeri ini trus bergerak ke belakang.
    Mrk putus asa krn tdk bisa berbuat sesuatu untuk perubahan. Atau mereka sdh berbuat tp itu tdk cukup krn langkah mereka tdk didukung oleh yg lain.
    Jd mrk mengeluarkan sumpah serapah dgn harapan di dengar oleh mereka yg bebal
    Mrk menyumpah krn mrk cinta negeri ini….

  14. auk gak termasuk pencacimaki indonesia, kalo mencaci orang yg ngaku2 Indonesia tp gak care – sering! I luv this tumpah darah..

  15. sumpah, dab. saya cuma berusaha mencintai indonesia dengan cara saya sendiri ๐Ÿ˜†

  16. Setelah baca ini…jadi malu…

    Kadang ya saya mencaci Indonesia…tapi lebih banyak bersyukurnya…coz banyak dapet cerita dari temen2 yang di luar negeri.

    *_*

  17. kucinta Indonesia
    setulusnya
    sungguh cintaku takkan
    pernah terbagi yang lain

    hehe…komentar saya enggak karuan yah?
    superman, kapan kamu main ke rumah? main yah? ๐Ÿ˜€

  18. Ikhtiar dulu. Habis itu baru berdoa. Doa melulu tanpa pernah ikhtiar, gimana Indonesia mau jadi baik? Ingat kan kalau Tuhan tidak mengubah nasib suatu kaum kalau kaum itu tidak berusaha mengubah nasibnya sendiri?

  19. duh… 1 lagi tulisan yang bagus banget. Jadi penyair ja sudah

  20. *mengamini semua doa*

  21. Fudlail bin โ€˜Iyyadl seorang Imam Ahlus Sunnah yang menetap di Makkah dan wafat pada tahun 187 H menyatakan : โ€œKalaulah aku memiliki suatu doa yang pasti dikabulkan niscaya tidaklah aku peruntukkan kecuali untuk penguasa. Oleh karena itu kami diperintah mendoakan kebaikan dan tidak diperintah untuk mendoakan kejelekan bagi mereka walaupun mereka berbuat jahat dan dhalim. Karena kejahatan dan kedhaliman mereka (balasan akibatnya) untuk mereka sendiri sedangkan kebaikan mereka (balasannya) untuk diri mereka dan kaum Muslimin.โ€

    tapi saya bukan nasionalis(apalagi pancasilais) maupun pemberontak(apalagi Hizbut Tahrir) ya…

  22. ikutan kontesnya Ah…

  23. biasa aja tuh…

  24. […] sangat menyesakkan apabila Indonesia yang sudah remuk redam ini mengalami kesialan yang sama dengan Nigeria atau Bengal. Saya tidak mau itu […]

  25. indonesia mas,ya tetep indonesia,ga bisa berubah jadi turki apalagi jadi cina, mimpi jadi singapura aja susah apalagi nyium baunya turki,manusianya kebanyakan 200 juta lebih susah di atur,termasuk saya..itulah enaknya di indonesia

  26. …berbanggalah jadi orang Endonesia,,,upsss!

    *setiap kali menekan huruf ‘i’ kok jadi ‘E’ terus? aneh!!!*

  27. insya Allah tak sekedar makian, tapi ingatan yang membangun.

    do’a kami bersamamu Indonesiaku!!

    salamhangat.
    berbagi cerita..

  28. […] ษฤฑsวuopuฤฑ ฤฑษ”ษษ”uวษฏ ฤฑส‡uวษฅษนวq […]

  29. semoga jaya Indonesia.

    adil pemimpinnya.

    sejahtera rakyatnya.

  30. eh tapi bukannya tiap kali habis sholat berjamaah itu yang didoakan para pemimpinnya?

  31. ga adil ya.
    yg dapat untung segelintir manusia serakah…
    tapi seluruh negeri menuai serapah.

  32. Saya percaya .. postingan indah diatas, ditulis bukan karena ingin ikutan lomba, tapi semata karena menyadari, sudah cukup caci maki buat negeri ini. Saatnya sekarang kita menyadari, bahwa caci maki tak pernah dapat membuat kita mandiri. Yang ada hanya membuat kita pergi.

    Semoga .. kalimatยฒ indah diatas benarยฒ merasuk dalam sanubari dan dituliskan dengan tulus ikhlas agar doa kita dikabulkan Allah Sang Maha Pemilik Alam yang telah menitipkan negeri ini pada kita semua.

    Nice postingan bro ๐Ÿ™‚

  33. kalo doa beneran aku aminnnin
    kalo buat lomba aku doain menang..

  34. Indonesia
    biar kumaki kau dengan sepenuh cinta.

    Indonesia
    biar jujur hatiku mengatakan kau tak sempurna

    Indonesia
    Negeri Narsis yang dipimpin oleh pemimpin Narsis pula

    Tapi kau tetap negeriku Indonesia.
    Jujur aku nggak bilang kamu sempurna
    Jujur kamu emang negerinya para kadal.
    Jujur ini negeri tempat para kadal berkuasa

    Tapi jujur pula
    Biarkan aku mencintai dalam
    semua kekuranganmu…

    Karena akupun tak sempurna.

  35. yuk mariiii…. klo gitu setelah berhenti mencaci mari kita bersih2…. bersih2 rumah gw…. hiks…hiks… wakakakaka

    *kabuuuuuuuuuuurrrrrrrrrrrrr*

  36. @ All
    Maaf baru sempat menanggapi, sedang sibuk penerimaan siswa baru :mrgreen:
    Dan sekedar klarifikasi, postingan ini tidak diniatkan untuk lomba apapun, hanya saja kebetulan sehari setelah diposting, ketemu info dari Bos Iwan, kebetulan saja.
    Tulisan ini murni untuk Indonesia dan hosting gratis


    @ Edy

    *Siram pake air cucian beras*

    @ antown

    Berdoa bukan berarti kehilangan keberanian untuk bertindak masbro, tapi sebagai penopang utama dari suatu tindakan

    @ Mr 49

    *ngakak guling-guling*
    Kenapa contohnya sidin buset?? Ketulahan mau pank tu..

    @ Silly

    Ngomong apa tante mba ini ๐Ÿ™„

    @ Yoyo

    Bener betul Masbro, bukannya yang membuat Indonesia begini ya rakyatnya juga, kita juga kan?

    @ CY

    Celakanya cacian itu tidak membuat pejabat menjadi beres ๐Ÿ˜‰

    @ KiMi

    Tukang listrik? *lirik ke atas*

    @ Pakacil

    *Ngakak*
    Saya sempat berpikir, sepertinya sulit memperbaiki dari dalam, karena kita masih jadi bagian dari sistem yang hendak diperbaiki ini. Jadi mungkin lebih afdol kalau memperbaikinya dari luar, tapi entahlah, belum ada jalan menuju ke sana :mrgreen:

    @ Moerz

    Uuu, Uaseemm… *kubur Moerz hidup-hidup bareng Luna Maya*

    @ Herry Setyono

    Tapi sumpah serapaj tidak merubah apa-apa pak, hanya memuaskan sementara bagi si penyumpah

    @ warmorning

    We love Indonesia, and love sometimes hurts ๐Ÿ˜‰

    @ joesatch

    Saya mengerti dab, kamu memang unik :mrgreen:

    @ Rystiono

    Saya juga sering mencaci negara ini dan semua prilaku manusianya, tapi kadang lupa, tokh saya juga manusia Indonesia
    Saya menang kan masbos?

    @ restava

    Kaya pacaran, janji setia fren? :mrgreen:
    Mau seh berkunjung, tapi link-nya mana?

    @ MAW

    Bener sekali kata anda bos, tanpa ikhtiar ya sia-sia juga. Tapi ini bukan tentang usaha dan doa, tapi antara cacian dan doa

    @ sandi

    Wah, saya males jadi penyair, jadi suami penyiar ja puwas dah..

    @ Frozen X

    Wuih, ada ya fatwa begitu? Saya baru tau malah, mana yang ngomong Fudlail ya?
    Fudlail – FDL – Fadil *maksa*

    @ ardianto

    Jangan mas, ntar saingan saya nambah :mrgreen:

    @ adi isa

    Terima kasih sudah meluangkan waktunya ๐Ÿ˜‰

    @ ichal

    Tapi mungkin suatu hari, 100 tahun lagi, anak cucu saya akan mengenang saya sebagai salah satu orang yang menjadikan Indonesia mereka lebih baik, bukan sebaliknya (Dream on…)

    @ Harie Insani

    Nah duit, ganti keyboard gen, supan mun ketua komunitas keyboarnya error :mrgreen:

    @ bangzenk

    Terima kasih doanya bos, salam juga

    @ arifrahmanlubis

    Aminnn

    @ itikkecil

    Tapi apakah doa itu dari hari bu? Atau sekedar ritual sebuah upacara yang hanya terlontar di lidah tanpa difahami?

    @ Toga

    Mungkin keadilan itu punya beragam definisi pak, terima kasih sudah datang

    @ erander

    Tulisan ini ditulis sebelum lomba bang :mrgreen:
    Tapi pas kebetulan ketemu pengumuman lombanya, ya sekalian promosi diikutken saja. Tidak diniatkan ko.

    @ Ulan

    Tumben koment belakangan ๐Ÿ˜‰

    @ lovepassword

    Narsis masih mending bos, yang celaka itu suka ga nyadar kalo sudah salah

    @ masenchipz

    Bersih-bersih di rumah? Sering dicaci juga mas? ๐Ÿ˜‰

  37. :mrgreen:

    anehnya setelah ribuan kali di caci, tetep stuck disitu ya

    ato karena cucian caciannya kurang ya?
    *sini tak tambahin*
    -kaboor-

  38. nice post pakbro guru, mengingatkan saya utk jangan hanya pande mencaci, tapi jg kudu pande bersolusi ๐Ÿ˜‰

  39. @ lainsiji
    Justru itu, mungkin cacian itu kembali ke Indonesia dalam bentuk energi negatif yang menyulitkan kita memperbaiki segala sesuatu.. ๐Ÿ˜‰

    the hermawanov

    Mantabs pak, seepp.. Seepp..

  40. benar sekali,.. oh nampaknya saya harus mulai memasukkan nama indonesia dalam daftar doa tiap malam neh,,hehe

  41. I really love my country too, tapi jujur tulisan ini menyadarkan gw bahwa sampe saat ini gw memang belom pernah mendo’akan Negara yang gw cintai… berasa dosa besar nih gw ๐Ÿ˜›

  42. itulah semuanya saling menghujat . . .
    jarang ada yang berfikir positif,

  43. woalaaaaaah…
    pantes ae postingane agak waras…
    buwat lomba ternyata!

  44. Hidup Hiduplah dengan Hidup itu sendiri ๐Ÿ˜€

  45. Mungkin maksud hati menyampaikan pesan ke penguasa, tapi dengan cara memaki. Saya setuju apa yang kita pikirkan itu yang akan kita dapat. Lebih baik kita mendoakan Indonesia untuk lebih maju.

  46. indonesia akan maju kok…

    entah kapan

  47. caci maki saja mereka, aku cuma pengen ikut-ikutan

  48. […] saya, ratu kopdar terkenal seantero jagad, pak dokter hewan yang hebat bikin komik , pak guru yang suka dikira keren dan gak nyadar potensi diri, bu guru yang jarang nulis tapi rajin jalan-jalan, bapak guru yang punya obsesi tersembunyi […]

  49. […] terus terang auk sedikit bingung setelah ngetik nama yang auk kenal ini, dan hasilnya seperti di bawah ini.. ah benarkah *ketik sekali lagi…, ah tetap gak berubah […]

  50. janganlah kalian mencaci indonesia.

    indonesia kan akan hancur sebentar lagi, untuk apa dicaci.

  51. *Ngelirik komen di atas*
    Wohohohohoho…

  52. sayah ga nyesel jadi orang indonesia… palingan cuman mikir “wahhh dimana ya keluarga-keluargaku yang lain?”, karna mereka masih terdampar di negri entah mana ituh… huhuhu… bisa jadi bobo ho adalah sepupu sayah kan? ๐Ÿ˜€

  53. Saya udah capek maki gak ngaruh juga. Lama2 ikut gila juga. Bener2 penggilaan terstruktur

  54. aku ikutan ahh….

  55. abis.. kadang2 nyebelin sih, jadi sumpah serapah kadang2 terlontar juga, tapi kalo kritik itu kan tandanya sayang, hehehe

  56. aku dah doakan indonesia tercinta ini
    menjadi negara yang maju dan tidak ada lagi bencana
    pertumbuhan ekonomi naik 9 %
    aminnnnnnnnnnnn

  57. saya hanya nyindir…

  58. wah banyak banget komennya. artikelnya emang bagus

  59. rahmat sandi:::
    bukan. itu sih gara2 mansup suka nyepam ๐Ÿ˜†

  60. Hmmm… yg mau saya komentari hanya satu. Doanya bagus ๐Ÿ˜€ Memang sudah saatnya membangun negeri ini dengan kasih sayang, bukan cacian…

  61. amiennnn… mencaci indonesia ya sama aja mencaci diri sendiri. saya gak pernah menyesal dilahirkan disini. mari doakan terus dan bangun… lagi-lagi: amien… salam -japs-

  62. @ ika – andi – dhyar – dho – japspress
    Muantebs, mari kita sama-sama mendoakan Indonesia

    @ bakhtiar

    Sebenarnya ga salah juga pesimis kalo kondisinya memang serba negatif, tapi tetap saja rasanya da afdol kalo lupa berdoa…

    @ chiw

    asem, ga gw transfer lagi neh?!

    @ Jauhari

    *bingung*

    @ kishandono

    Entah kapannya bikin ga enak pak :mrgreen:

    @ NdaruAlqaz

    Mending ajarin saya ngitung bos

    @ Mahavatar Ratu Adil Satria Pinandhita

    Ya, ya, ya, koment pertama ini masih saya anggap lumayan, belum masuk daftar akismet…

    @ Amed

    Wohohoho, we need enemy, always

    @ fenny

    Kalo bobo yang telinganya panjang itu sodara juga?

    @ utchanovsky

    Siapa yang ngatur ya? kospirasi? :mrgreen:

    @ thegands

    ikut berdoa?

    @ neng fey

    Kadang saya juga memaki bu, sering malah… Emang kebangetan seh kadang…

    @ satya sembiring

    amiin…

    @ sluman slumun slamet
    nyindir yang nyinyir :mrgreen:

    @ joesatch


    Bukannya guru kita sama??

  63. […] timbul pikiran, haruskah saya memaki Indonesia ataukah memaki penjahat jenis ini.ย  Ataukah cacian saya lemparkan untuk pemeras supir-supir […]

  64. bingung, apakah Indonesia sudah sedemikian rusak, bahkan oleh rakyatnya sendiripun malu dengan bangsanya ini?

  65. Hiks…jadi tersentuh…

  66. hahhahha,,,
    ciep ciep,,
    jangan caci INDONESIA,,
    tanahku,,,
    klo mang g’ ska ma indo g’ sah d’ caci,,
    daripda makan ati mending langsung keluar ngri aja,,,,
    g’sah muna sedikit2 ngebanggain sedikit2 nge–caci,,,
    sebenerna kan bkan negrinya yang slah tapi orang yang menempati na,,,
    yang slah tu KITA,,
    bukan INDONESIA,,,
    >.< ,,
    —–___________——

  67. […] 1: Berhenti mencaci Indonesia. Juara II: Jangan main-main, ini Indonesia Bung. Juara III: Pak Tani, Their Endless Circle of […]

  68. […] [dot] com adalah pemberian dari om Iwan Rystiono, sebagai penghargaannya atas tulisan Berhenti Mencaci Indonesia. Domain dan hosting sepenuhnya diurus oleh beliau. Untuk itu, saya mengucapkan terima […]

  69. Wow, merinding aku bacanya. Selamat ya jd pemenang kontes blog rystiono

    http://www.mannusantara.blogspot.com

  70. […] Lalu pada pertengahan tahun 2008 ini, saya dapat hadiah dari mas Iwan, sebuah domain dan hosting gratis karena penghargaan beliau atas posting saya yang berjudul Berhenti Mencaci Indonesia. […]

  71. […] masih terdengar doa-doa itu? Bukankah setiap khatib jum’at sudah mengajak kita untuk mendoakan ulama, mendoakan pemimpin, mendoakan negara, agar terlepas dari bala […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: