Tak Mungkin Tak Pernah

27 Juni 2008 pukul 16.47 | Ditulis dalam Uncategorized | 44 Komentar

*Menjura kepada Pakacil*

Setelah hampir 7 tahun pencarian, putus asa, bangkit dan kembali mencari, gagal lagi, dan terus mencoba berusaha.. Akhirnya, saya menemukannya! (lebih tepatnya, Pakacil menemukannya :mrgreen: )

Sebuah lagu, sederhana, bahkan ternyata tidak begitu dikenal hingga begitu sulit mencarinya.

Sebuah lagu yang saya dengar pertama kalinya bertepatan dengan awal masa kuliah saya. Dan akhirnya, menjadi semacam soundtrack bagi perjalanan saya selama beberapa tahun. Lirik yang menjadi patokan ketika harus menghempas harapan dan mimpi mereka sekali lagi.

Mengingat saat-saat melangkah pergi dan menegakkan logika untuk tidak lagi menoleh ke arahnya.

Entah sudah berapa mata yang harus basah gara-gara lagu ini belaka…

Karena itu, pada kesempatan ini, satu kata terucap pada semua perempuan itu, Maaf

No Limit – Tak Mungkin Tak Pernah

Dulu kita pernah janjian
Tak perlu ada ikatan
Dulu kita pernah setuju
Tak perlu rasa cemburu

*

Tapi kamu
Ingin lebih dari itu

Aku tak mungkin bisa
Memberikan hatiku sepenuhnya
Dan aku tak pernah bisa
Mencintaimu
Mencintai kamu

Kita memang sering bercinta
Dan tak pernah mengenal batasnya
Bukan karena aku memaksa
Kau dan aku sama-sama suka

Unduh lagunya di sini. Kalau kata teman saya, lagu ini LIBERAL!

Kalau kata saya: take my body, keep away from my heart…

Catetan: Tapi itu dulu. It WAS…

Iklan

44 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ya ya ya saya maafin *lhoo*
    kayaknya lagu kebangsaan para pliboi ya?
    *kabur sebelum disambit*

  2. uma pina jambu banar lagunya

  3. itikkecil
    Bukan playboy bu, womanizer… :mrgreen:

    annmolly

    Itu kada jambu nang ae, KEJAM

  4. Kita memang sering bercinta
    Dan tak pernah mengenal batasnya
    Bukan karena aku memaksa
    Kau dan aku sama-sama suka

    jadi kamu sudah tak perjaka, dil? :mrgreen:

  5. aku punya no name mbak.. bukan ya??

  6. @ Ck
    Emang bercinta itu mesti hilang perjaka? Saia perjaka ting-ting! kayanya seh, rada-rada lupa juga :mrgreen:

    @ ulan

    no name sopo mba?

  7. Setelah saya dgr kan dgn seksama…. Lagunya tuh biasa ajah.. Tapi mungkin karena cerita dan makna lagunya itu, yang jadi bikin tuh lagu jadi OST hidupnya manusia super. Karena semua org kyknya punya “lagu” nya masing2… Yang menurut org tersebut lagunya “gue bgtt””..
    Nah, yang menjadi pertanyaan… apakah mansup penganut aliran “liberal” itu?? heheu…

  8. wauw…
    saya suka liriknya!

    besok mau ke kos-kosannya sambil bawa2 gitar terus genjreng2 lagu ini, ah :mrgreen:

  9. aku kok gak pernah dengar lagu ini, ya? hihihi….

  10. Sarah
    Lagunya memang biasa jeung, makna liriknya yang mantabs. Apakah saya ‘liberal’, entahlah, open-minded iya, baik hati juga iya, tapi tidak ‘liberal’ mungkin..

    joe

    Ah, liriknya memang KITA banget :mrgreen:
    Ke kos siapa ngemeng-ngemeng? Saya tidak tanggung akibatnya ya..

    mina

    Lah, kamu kan taunya buku, bukan musik.. *dilempar buku baru 3 koper*

  11. lagu oooopoooo to kiii???

  12. Itu liriknya memang agak liberal sih :mrgreen:

    Tapi ada lagu lain juga yang dicap mars para pleboi. “To All The Girls I’ve Loved Before”-nya Julio Iglesias. Pernah dengar, bro? 😛

    *komen sambil donlod*

  13. Nyari lagu dulu…
    kaya pernah denger tapi lupa kapan 🙂

  14. @ siwi
    Lagu keren bu…

    alex

    Tapi lagu duhai kekasih-kekasih itu kan mellow bro, ga kejam gayanya. Eh, ngomongin no limit, ada yang judulnya MELATI SUCI, intronya suasana demo 1998 plus tembakan aparatnya!
    KEREN!

  15. @ tukangobatbersahaja
    Lupa bos? Makanya obatnya jangan dijual saja, tapi diminum.. :mrgreen:

  16. hahaha… saya ingat betul lagu itu
    ada beberapa lagu yang senada sama lagu ini . .
    misalnya .. hmm… slank yang american style
    duh.. lainnnya lupa. .

  17. Sudah ngerti kan kenapa musik dan lagu itu HARAM?

  18. @ funkshit
    Bener bro, lagu-lagu yang liriknya ‘anjrit’ begini entah kenapa memang melekat di benak setelah sekian lama…

  19. ya ampun… denger sampe abis gak sich lagunya?… saya biarin sampe habis, dan lagu berikutnya sungguh membuat saya merasa jadi anak SD, teringat ketika papa mama saya muter lagu menye2 kek gini…

    jadullllllllllllllllllllll… hahahaha… 🙂

    *salah focus*

  20. asyik juga lyrik lagunya tuh … tapi bebinian boleh jua memadahkannya kan Cil ? 😛

  21. @ MBA silly
    Heh?? Lagu yang mana seh yang didengerin Tan, eh, mba ini?? Pake berasa jadi anak SD pulak, kaya muda aja… *dilempar papan tanda diskon*

    Cakmoki

    Kalo bebinian nang menyanyikannya, mantap lagi Pak Dokter ae :mrgreen:

  22. @ Amet
    Komentmu masuk akismet Ndul, kok bisa ya?? Gara-gara kata HARAM itu??
    Musik itu seni, seni itu indah, Indah itu temennya Erna…

  23. lagu from grup band opo maneh iku ? jd inget lirik lagu AMERICAN STYLE-nya Slank …. : – kamu boleh cumbu aku asal jangan katakan cinta ! 😀

  24. Alah, tiada spiker di sini.. 😦

    Betewe ini habis broken-heart yak?

  25. Indeed. Womanizer, brother! 😎

  26. kayanya waktu lagu ini mengudara saya masih berkutat dengan ranjang kecil dan popok kesayangan,,,
    mmm. tapi kayaknya lagu ini sesuai buat kita (mansup, awym, pakacil) sebagai orang-orang yang memang diakui atau tidak bahwa kita adalah orang-orang “ganteng”… Yes…
    hidup orang ganteng banua…
    tabik!

  27. tetap lah mencari 😆

  28. Oh… ternyata broken heart juga ceritanya…

    *lirik komen-komen diatas* 😛

  29. Kenapa aku ga srek dengan lagu ini ya… keren lagu nasyid dech… hahaha
    Rasakan comment form terbaru dari blogger yang akan membuat persaingan wp dan blogger jadi panjang… hehehe

  30. liriknya syerem amitz kekekek

  31. @ alex®

    bukan broken heart, lex. tapi heartbreaker 😈

  32. […] apa ini???????? Seharusnya tingkat postingan ini hanya cocok buat si Mansup yang super menye menye […]

  33. Walah, ternyata begitu toh. *manggut manggut ngelus idung*

  34. @ joesatch delijenderi

    H…hearb..reaker? 😯

    *bersimpuh di depan altar pengampunan utk mansup*

  35. iya..iya..saya maapin Bang. tapi perlu kamu tau, dulu itu aku terpaksa lho.. abis kamu maksa-maksa sih.

    wekekekeke..
    (^_^)v

  36. senjata buat para lelaki yang tak bertanggungjawab :mrgreen:

  37. mas.. boleh ga minta lagu nya, tapi jgn di upload di box.net
    kalo dari link laen bole? rapid atau apalah
    kalo mas mau kirim ke mail ku juga boleh
    makasih sebelumnya

  38. ini mail ku
    valdano_cancer4786@yahoo.co.id
    makasih lagi..

  39. @ warmorning
    Mirip memang, tapi slank lebih terkenal

    @ Nazieb

    bukan, heart-breaker 😉

    @ Goen

    Yes brother, welcome to the club

    @ awym

    Beh, ngaku ganteng sendiri…

    @ zoel

    *mengernyit*

    @ Alex

    No I am not…
    Dan ya, kamu diampuni

    @ Shaleh

    Nasyid itu teh saha?

    @ fenny

    justru liriknya yang bikin keren bu

    @ joe

    *toss*

    @ dana

    *bersin*

    @ sendalbiru

    Pas dipaksa trus suka kan??

    @ harie

    lelaki yang tidak berhati 😉

    @ fery

    rapid bukannya malah susah bos?

  40. […] link No Limit ini dari postingannya Manusia Super No Limit – Tak Mungkin Tak Pernah Kupu Kupu – Handphone (Link […]

  41. ada yg 1 album ga… gw jg dah lama nyari tapi gak dapet2

  42. waduhhh masss…
    8 tahun gue nyariii
    makasih banyak yaaaah

  43. gue sih pengen request byk No Limit nih…yg album pertama donh…:D, kangen ma syuaranya willy

  44. waduuhh…band satu ini keren bgt deh nurut gw..
    lirik2nya,racikan musicnya top bgt..
    punya kenangan jg gw ma lagu tak mungkin tak pernah..
    waktu perpisahan kelulusan sma gw ma tmn2 bawain lagu tak mungkin tak bisa..dan gw yg nyanyiin..hihihi
    gw ga bakal lupa deh ama ni band…kereeeeeeennn…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: