Kapan-kapan Makan-makan

27 Mei 2008 pukul 00.19 | Ditulis dalam Uncategorized | 18 Komentar

Kapan-kapan
Aku ingin undang kamu makan-makan
Untuk penuhi perutmu yang kelaparan

Kita makan di sebuah restoran
Dengan meja penuh suguhan hidangan
Begitu nyaman
Hingga kita lupa daratan
Makan dan terus makan
Dikelilingi para pelayan
Sampai kita kekenyangan

Lalu aku merasa bangga
karena aku sudah berjasa
Mengenyangkanmu yang bukan siapa-siapa

Herannya
Itu masih kapan-kapan
tapi
Aku sudah merasa begitu bangga
Membuatmu tak lagi menderita
Walau masih kapan-kapan

Pelataran Kost Fendi, 28 Juni 2001

Didedikasikan untuk dua perempuanku

* Ibu Ira

* Tante

Note, saya bukan penulis puisi, kebetulan teringat karena memang takdir menentukan seperti itu.

18 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Sumpah, saya lapar banget neh. Mau makan dah tengah malem, tanggung,,.,

  2. oh, ini ttg anak kecil yg beli es krim, dan yg di postingan silly? ah, memang menyedihkan…😦

  3. saya gak diundang??

  4. Panjang umurnya panjang umurnya
    Panjang umurnya serta muuuuliiiaaa
    Serta muuliiiaaaa

    Tiup lilinnya Tiup lilinnya
    Tiup lilinnya sekarang juuu gaaa
    sekarang juuu gaaa

    Potong kuwehnya Potong kuwehnya
    Potong kuwehnya sekarang juuu gaaa
    sekarang juuu gaaa

    Gorok lehernya Gorok lehernya
    Gorok lehernya sekarang juuu gaaa
    sekarang juuu gaaa

    Bakar rumahnya Bakar rumahnya
    Bakar rumahnya sekarang juuu gaaa
    sekarang juuu gaaa

    *Diculik*

  5. @ Venus
    Sedih, tapi ya cuma sedih itu saya bisanya, da bisa yang lain, payah ya..

    @ cK

    Ngundang kamu Chi, ngabisin benwit pasokan terigu saja nanti

    Amed

    Belum monyong, masih beberapa hari lagi!

  6. tidaakkkk…. saya merasa ditampar lagi….
    *plak*
    kadang-kadang kita yang cuma bilang kapan-kapan saja sudah merasa orang yang paling baik seduniaπŸ˜‰

  7. HAHAHAHAHAHAHAHAHAHHAAHA…

    Kemarin aku nemunton TV dengan sebentar2 mengusap lenganku karena bulu romaku merinding membayangkan nasib mereka kelak…

    Kali ini aku tergelak membayangkan ada yang bangga mengundangku makan sampai kenyang, walaupun hanya dalam bayang2

    Lebih tergelak lagi baca komen nomer empat… DORAEMON tau2 nongol nyanyi panjang umurnya…

    Wakakakakakakakakakakakakakakakak… Kenapa hidup ini seperti roller coaster sich…πŸ˜€

    ehhh, stu lagi… TAMPARRRR YAHHHH, maggil gue tante… *sigh*… Sejak kapan gue kawin sama OM loe… akahakhakahkahakhakahakhak.. :))

    Manusia Super… makasih yach… entah ini dalam rangka Tebar Pesona atau tidak… dari hati yg paling dalam, saya ucapin… MAKASIHHH undangan makannnya…KENYANG EUYYY… GILAKKK… :))

  8. Emang kapan ultahnya?

  9. jadi mbak itik kecil ama mbak sili lagi laper to??

  10. ass.

    pasti uassyik dong makan-makan…..

    e…tp kapan2….ya kapan ?

  11. aku kok gak diajak, hah? hah? hah?

  12. Kreativitas kadang muncul di tengah kegalauan. Lapar di tengah malam memunculkan imaji makan bersama kawan-kawan. Dan jadi sebuah puisi sebagai kreativitas.

    Sesungguhnya Kamu sudah menulis puisi.
    Yang belum Kamum belum mengakui bahwa Kamu menulis puisi.

    Tabik!

  13. Ada pepatah yang mengatakan, “galak kalau lagi lapar, bego kalau sudah kenyang.”πŸ˜†

    Lho, Mansup bisa ultah juga ya ?

  14. Duh… jadi lapar… kapan-kapan kalau ke banjarmasin saya juga mo diajak makan, biar kapan-kapan juga gpp….πŸ˜€

  15. kapan-kapan makan-makan
    makan-makan kapan-kapan
    kenapa makannya kok kapan-kapan

  16. INi puisi tentang apa ya, tentang nunda nunda kayaknya, ehehehe

  17. kapan-kapan klo laper tinggal makan ajah.
    namanya laper ya gk ada kata nanggung.
    bisa makan mie
    bisa makan nasi
    bisa makan roti
    bisa makan angin
    bisa makan ati
    bisa makan kapan-kapan ^:)^

  18. Bikin lemper dalam wajan
    Kalo laper, ya makan.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: