Kecemasan Kita

12 Mei 2008 pukul 20.47 | Ditulis dalam Uncategorized | 33 Komentar

*Warning: Ada Ayatnya :mrgreen: *

Kalau ingin disederhanakan, hanya ada dua masalah yang harus dihadapi manusia sepanjang hidupnya.

Kenangan, dan Khayalan tentang masa depan.

Ambil contoh kamar kita sekarang. Perhatikan berapa banyak benda yang sebenarnya tidak kita perlukan atau tidak pernah kita gunakan.

Lalu pertanyakan, kenapa benda-benda itu bisa ada di kamar kita? Kenapa benda-benda yang hanya memenuhi ruangan dan membuat berantakan itu kita simpan?

Jawabannya adalah dua tadi.

Benda itu mengingatkan kita suatu kenangan masa lalu, atau kita MUNGKIN akan memerlukan benda itu suatu waktu.

Contoh lain, kepanikan tentang global warming. Itu tidak lebih dari khayalan kita tentang masa depan yang MUNGKIN terjadi ketika es di kutub sana mulai mencair. Kebingungan tentang apa yang harus kita lakukan ketika rumah kita dikepung air laut yang permukaannya semakin tinggi. Serta penyesalan atas apa yang telah kita lakukan pada Ibunda Bumi. Pada jutaan ton sampah yang kita buang, pada ratusan liter bensin yang kita jadikan asap tanpa arti.

Atau tentang cinta. Kenapa banyak manusia yang terus bertahan menyakiti dirinya sendiri atas nama cinta. Bertahan pada hubungan menyakitkan hanya karena hubungan itu pernah memberikan kenangan manis. Atau sebaliknya, bertahan pada suatu hubungan menyakitkan hanya karena ilusi khayalan tentang betapa indahnya hubungan itu nantinya di masa depan.

Padahal apa sebenarnya?

Kenangan akan selalu menjadi kenangan. Kenangan tidak bisa direbut. Akan selalu menjadi hak milik. Sementara masa depan akan selalu menjadi ilusi, ketidak pastian.

Menenggelamkan diri pada keduanya hanyalah sebuah kekeliruan.

Kenangan dan masa depan adalah permainan waktu. Sementara waktu sendiri hingga saat ini belum memiliki definisi. Apa itu waktu? Apakah ia adalah aliran sungai yang mengalir dari hulu menuju hilir. Atau waktu adalah sebuah lingkaran cincin berukir yang menampilkan berbagai bentuk namun akan terus kembali dan berulang?

Namun karena kita manusia, maka dua penyebab masalah berupa kenangan masa lalu dan ilusi masa depan ini akan selalu menyertai kita. Akan selalu menjadi penyebab masalah.

Kalau begitu, apa gunanya posting ini kalau tidak memecahkan masalah?

Jangan khawatir, Tuhan Maha Baik. Dia yang menciptakan manusia, waktu, masa lalu, masa depan dan semua masalah yang menyertainya.

Karena itu, Tuhan memberikan kesempatan berupa sistem bernama Tobat untuk manusia dalam mengatasi masalah masa lalu, dan sistem berupa Do’a untuk masalah masa depan.

“Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang?” – At Taubah ayat 104. –

“Dan Dialah yang menerima tobat dari hamba-hamba-Nya dan memaafkan kesalahan-kesalahan dan mengetahui apa yang kamu kerjakan” – Asy Syura ayat 25 –

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran” – Al Baqarah ayat 186 –

“Atau siapakah yang memperkenankan (doa) orang yang dalam kesulitan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu (manusia) sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah ada tuhan (yang lain)? Amat sedikitlah kamu mengingati (Nya)” – An Naml ayat 62 –

Jadi kenapa tidak mulai dari sekarang kita lepaskan diri dari jeratan masa lalu yang menghambat, dan membuang pikiran mencemaskan masa depan, lalu berusaha sebaik-baiknya untuk masa sekarang…

Note: Saya peduli global warming, sangat peduli. Hanya saja, sekedar cemas atau berandai-andai tentu tidak bermakna

Iklan

33 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. WAHAI ANAK BANGSA” BANGUNLHAH!,
    BUKALAH MATAMU!
    BERDIRILAH DENGAN KAKIMU, SING-SINGKAN LENGANMU,
    MARI BANGKIT! UNTUK INDONESIAMU TERCINTA
    INDONESIA KITA TIDAK PERNAH MERDEKA!
    INDONESIA KITA TERUS MENANGIS”
    INDONESIA KITA TERUS MERANA”
    INDONESIA KITA SELALU DI PERKOSA
    “PELAKUNYA ADALAH IMPERIALISME ANAK SANG KAPITALIS”
    NEGERI KTA DARI DULU SAMPAI SEKARANG TERUS TERJAJAH
    SADARKAH KITA BAHWA TIGA PEREMPAT KEKAYAAN NEGERI INI
    TELAH TERKURAS HABIS, OLEH SETAN IMPERIALISME
    NEGERI INI MENYEDIAKAN SELURUH KEKAYAAN BUMI, MEMILIKI
    SEJUTA PESONA, BAHKAN SEJUTA RASA.
    KITA PEMILIK SAH NEGERI INI, NAMUN TERPASUNG OLEH SISTEM
    IMPERILALISME MODERN, TERJEBAK OLEH SEKULARISME
    PARTIKULAR, TERLENA OLEH HEDONISME SEMU.
    SADARKAH KITA, SETIAP BANGSA BERHAK ATAS DIRI DAN
    TANAH AIRNYA, AKAKAH KAU GADAIKAN DEMI KENIKAMATAN
    SESAAT, TENGOKLAH KE BELAKANG!
    MAU JADI APAKAH NEGERI INI?
    BAGAIMANA NASIB ANAK CUCU KITA KELAK, JIKA KITA HARI INI
    TIDAK PERNAH MEMBERI MEREKA KEKUATAN UNTUK MENGUASAI
    NEGERI INI, DAN MENGOLAHNYA UNTUK KESEJAHTERAAN MEREKA
    SEPENUHNYA, BUKAN UNTUK NEGARA TETANGGA, BUKAN UNTUK
    ADI DAYA, DAN BUKAN PULA UNTUK INVESTOR.
    IMPERIALISME NEGERI INI SUDAH KETERLALUAN, SANGAT
    MENGERIKAN DAN MEMILUKAN, KITA TENTU TIDAK INGIN
    SELAMANYA MENJADI BANGSA TERJAJAH, TERHINA,
    TERLUKA DAN TIDAK MERDEKA.
    MARI SATUKAN TEKAD, BULATKAN NIAT!
    KITA HARUS MEREBUT KEMBALI SEMUA KEKAYAAN KITA,
    JANGAN BIARKAN SAWAH DAN LADANG KITA DI BAJAK
    ORANG, JANGAN BIARKAN LAUT KITA DI AMBIL ORANG,
    JANGAN BIARKAN HUTAN KITA DITEBANG ORANG,
    JANGAN BIARKAN BUDAYA KITA DICURI ORANG.
    MARI KITA RAMPOK SEMUA BANK, MARI KITA SEGEL
    SEMUA KANTOR PEMERINTAH, MARI KITA AMBIL ALIH
    SEMUA PABRIK, MARI KITA GANTI IDENTITAS NEGERI
    INI DENGAN BUDAYA KITA, BUDAYA TIMUR YANG SEJAK
    DULU MENJADI DARAH DAN INSPIRASI HIDUP KITA.
    PERSETAN DENGAN KEPERCAYAAN, PERSETAN
    DENGAN SEGALA BENTUK KEYAKINAN, YANG JELAS
    MEREKA TIDAK PERNAH MEMBERI KITA HARAPAN,
    APALAGI KEBAHAGIAAN!
    UNTUK MENJADI ORANG BAIK TIDAK PERLU PENGABDIAN,
    TAPI HARUS DENGAN PENGORBANAN, PEPERANGAN DAN
    MENEGAKKAN KEADILAN.
    YANG BISA KITA LAKUKAN HARI INI ADALAH :
    REVOLUSI

  2. Ora mudeng… 😕

    *isep cerutu*

  3. *spid riding*
    ini fokusnya ke global warming atau soal tobat ya?
    *mabok gara-gara nyium asap cerutu alex*

  4. … sukur ente insaf, mas..

  5. ayo semangat!!!!!!!!!!

  6. ehehehe…jadi inget cetingan kita beberapa hari yang lalu.. :mrgreen:

  7. @ CDS Indonesia
    Serem banget komentnya, baru menghadiri peluncuran buku Amien Rais ya?

    @ alex

    Cerutu itu Harom ya Akhi

    @ itikkecil

    ini fokusnya ke koment yang diatas saya bu

    @ warmorning

    Buset, da bisa pake ayat dikit dituduh tobat…

    @ achoey

    SEMANGATTTT! *apa seeh*

    @ cK

    Ini posting langsung saya ketik pasca pembicaraan kita itu Chi, memang niatnya dari situ

  8. wakakakakakakakakakaka

    *baca koment CDS*

    ??? kok disangkutin sama amien rais yo??

    pada intinya saya juga mendukung global warming, tapi kalo anget-anget aja sih menurut saya gak papa….

    *dilempar cerutunya alex*

  9. kakakaa, ternyata koemn si CDS juga nongol di blog calon orang sok tenar…. sama persis lagi…

    *jangan2 ini pengalihan dari isu harga bbm yang bakal naik*

  10. Walaupun aku seorang anak metal yg katanya anti air mata tp gak ada yg bisa membuatku meneteskan air mata jika berurusan dengan tobat dan dosa.
    *mau nangis*

  11. oleh karenanya…
    semoga kita salah satu dari orang2 yang diampuni Allah Swt.

    slm,

  12. Hentikan global warming! 😈
    *tebang hutan*

  13. Atau tentang cinta …

    Mudah2an insyaf bukan karena patah hati ya Dil hehehe 🙂

    Abang setuju Dil .. kenangan itu ga perlu di keep terus menerus, seperti ada yang menarik diri kita kebelakang setiap kali mau melangkah ke depan.

    Begitu juga dengan khayalan .. seperti mimpi saat kita tidur dan sirna ketika kita bangun dan menghadapi kenyataan.

    Tapi .. apakah semuanya mesti disingkirkan? hmm, tidak semua nya tentu. Ada hal2 yang harus tetap kita keep sebagai pengingat agar tidak salah langkah dan agar kita punya visi ke depan.

    Untuk yang remeh temeh, boleh lah kita singkirkan atau musnahkan .. seperti halnya komputer, kita kudu rajin2 ‘bersih2’ agar tidak penuh dengan history.

    Bukan begitu Dil?? btw .. insya Allah minggu depan abang ada tugas ke Banjarmasin.

  14. Lha, kok tiba-tiba ada hubungannya sama Global Warming?!
    Duh, ra mudeng aku! 😮

    Ikutan kampanye Go Green!!! Save Earth!!! wae di blogku…

  15. .. sering lupa dengan masa lalu itulah, padahal katanya bung KArno : JAS MERAH, terlalu takut akan masa depan juga berakibat buruk kan? eh jadi sebenernya blom tobat nih, mas ? 😀

  16. Doo… yang lagi…
    *Hmmm… baiknya mau saya beberkan atau tidak yaa fakta “menyakitkan”-nya???

  17. @ Ndaru
    Sebenarnya intinya bukan global warwing tapi kecemasan kita pada masa lalu dan masa depan. Namun karena kesalahan susunan ide, jadinya sedikit membingungkan, he..

    @ fendhy

    Yang namanya fendhy memang suka nangis kali ya?

    @ hafidzi

    amin…

    @ pandu sakura

    Stop Tebang Hutan! Hutannya udah habis!

    @ erander

    Patah hati tidak pernah menjadi alasan yang bagus untuk apapun bang.

    Memang ada kenikmatan dalam kenangan dan merencanakan masa depan. Yang berbahaya adalah terjebak pada masa lalu dan mencemaskan masa depan tanpa berbuat apa-apa pada saat ini.

    @ ghania

    Baca baik-baik bu, memang rada aneh postingan kali ini, buru-buru soalnya.

    @ warmorning

    Saya JAS KUNING (UNLAM soalnya :mrgreen: )

    @ Amed

    Liat tanggal posting dan koment-komentnya Ndul, Ini posting senin, Undangannya baru saya terima tadi rabu siang!

    BTW, dateng ga ya… :lool:

  18. masya allah…jidat ente panas…ayo ke dokter dulu!

  19. Aku memang suka menangis (menangis karna penderitaan saudara2ku,teman2ku,keluargaku dan semua orang2 yg hidup di atas bumi karena “tekanan” para penguasa busuk dan derap kaki pembangunan yg membuat mereka tergusur dan teraniaia.aku tak akan pernah tunduk pada kapitalis dan para diktator,dan akan terus menangis selama aku masih mendengar rintihan mereka yg tertindas)

    slm.

  20. @ Joesatch
    :mrgreen: Saya normal pak, saya normal pak *memberontak*

    @ fendhy

    Ga papa bos, tidak ada larangan menangis di blog ini. Silahkan mencurahkan air mata dan darah…

  21. @ManusiaSuper

    Air mata dan darah?! Bah,macam perang saja. :p

    (jln2 ke blog_ku…)

  22. saya juga peduli global warning… makanya jangan pakai tissue ganti aja dengan handuk kecil hehe

    yeap, cause today is a present, something to be grateful about 😉

  23. kenangan dan khayalan…
    kurang tepat, lebih setuju
    kenangan dan masa depan
    🙂

  24. (“,) atas saya
    lho…harusnya masa lalu dan masa depan donk.. :p

  25. Ada ayatnya lho. Takut komentar ah

  26. Lebih sering memikirkan masa depan dari pada masa lalu. Lebih sering berdo’a dari pada bertobat. Lebih sering meminta dari pada memberi. Duh nampaknya nggak balance deh…

  27. selama kita idup, kayanya kaga bakal deh bisa ngilangin tuh takut…. 🙂

  28. luar biasa… bisa hapal ayat2 gt..

  29. appreciate our past, but remember… you live for your future…. 🙂

  30. Saya ngaku terlibat dalam beberapa penggundulan hutan. Tapi langsung ditanami lagi kok. Dalam 7 tahun juga dah hijau lagi. 😉

    Btw, sejarah itu untuk di apresiasi dan dipelajari salahnya dimana aja, jadi bisa dipakai menentukan mimpi di masa depan dan jadi panduan dalam menentukan apa saja yang harus dieksekusi saat ini. Bawa2 ayat itu relevansinya apa toh?
    *rushreading*

  31. @ fendhy
    Bukan bos, air mata darah itu adalah malam pertama pernikahan perawan :mrgreen:

    @ natazya

    Saya juga peduli global warming neng. Makanya suka madni ga pake handukan lagi *lost focus*

    @ klikharry

    mirip lah pak, sama teman ini…

    @ sez

    apapun lah, asal bisa dimengerti

    @ Andra

    ada ayatnya lalu takut komentar? Memangnya saya anggota FPI?? *tersinggung*

    @ gajahkurus

    Yang bahaya itu kalo lupa berdoa dan bertobat mas 😉

    @ telmark

    Bener mas, manusiawi takut masa depan dan menyesali masa lalu, tapi seperti saya bilang, ada sistem mengatasinya yang namanya DOA dan TOBAT

    @ fauzansigma

    Hapal? Ga gitu kallee,,, Itu ayat nemu pake Al-Quran digital bos

    @ ichanx

    I live for now, prepare my future…

    @ Guh

    Kalau yang ditebang cuma tanaman bunga kecil kayanya ga papa kali om
    😉
    Sebenarnya bukan sejarah dan masa depan dalam artian luas yang jadi tujuan saya menulis ini. Bukan pula global warming. Tulisan ini tentang penyesalan masa lalu dan kecemasan mengenai masa depan yang lebih bersifat pribadi. Yang untuk menenangkannya, saya yakin Tuhan memberikan fasilitas berupa sistem Doa dan Tobat itu.

    Tapi setelah membaca hampir semua koment seperti ini, mungkin tulisan ini mesti direvisi :mrgreen:

  32. @ManusiaSuper

    iya,lalo dapat perawan,kalo dapat janda gimana?Gak ada tetes darah dan air mata lagi,dah.

  33. @ Fendhy
    Gampang mas, pake rantai, tali sama cambuk, trus tinggalin.. Lengkap deh, air mata dan darah… 👿


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: