SBY Datang, Ada Yang Hilang

25 April 2008 pukul 17.00 | Ditulis dalam Uncategorized | 47 Komentar

Presiden Soesilo Bambang Yoedhoyono merupakan presiden yang paling sering berkunjung ke Kalimantan Selatan. Paling tidak 3 kali presiden pertama yang dipilih rakyat ini datang. Pertama kali ketika bulan Ramadhan, lalu pembukaan Pekan Olahraga Nasional Mahasiswa dan sekarang pada acara perayaan Ulang Tahun Otonomi Daerah.

Sementara presiden lainnya, setahu saya paling banyak hanya sekali berkunjung. Soekarno – menurut cerita nenek saya – pernah satu kesempatan pasca kemerdekaan datang ke Banjarmasin dan melintasi jalan-jalan utama kota dengan jeep terbuka, valiantly, tanpa rasa takut.

Soeharto, datang sekali untuk meresmikan jembatan besar yang nyaris dinamakan seperti nama beliau sebelum akhirnya diputuskan bernama jembatan barito. Saya ingat ketika itu saya masih SMP, berbaris ditepi jalan yang akan dilalui sang presiden mulai pukul 8 pagi hingga 12 siang, melambaikan bendera merah putih kecil dari plastik pada entah siapa. Lalu rombongan presiden soeharto lewat tanpa saya tahu dimana beliau berada karena dari puluhan mobil mewah yang lewat, semuanya tertutup kaca hitam.

Megawati dan Gus Dur, seingat saya tidak ke Kalimantan Selatan ketika masing-masing menjabat sebagai presiden (Koreksi saya bila ingatan saya salah). Tapi Gus Dur justru sering datang pasca lengser, dalam rangka urusan partainya yang saat ini sedang melakonkan perang saudara.

Kembali ke SBY yang dipilih sekian persen rakyat sebagai pengemban amanat tertinggi sebuah negara. Seringnya beliau berkunjung ke Kalimantan Selatan memberikan beberapa catatan unik.

ADA YANG HILANG SETIAP KALI SBY BERKUNJUNG!

Bukan gunung kami yang hilang, karena gunung-gunung tersebut sudah sejak lama gaib atas nama Penghasil energi Sumber daya alam bernama Batubara.

Bukan hutan kami yang hilang karena hutan-hutan kami sudah lama hilang sejak jaman pengusaha raja yang memiliki label sakti bernama Hak Pengelolaan Hutan.

Bukan pula sungai kami, yang tidak hilang melainkan hanya menyempit, menghitam dan membunuh.

Dalam catatan, biasanya ada 3 hal yang hilang saat SBY berkunjung ke daerah kami.

1. Jalan Rusak
Mendadak saja, jalan-jalan penghubung antar kota dan dalam kota yang biasanya bopeng bertorehan lubang menjadi bagus. Pemerintah Daerah tiba-tiba saja memiliki dana untuk pengaspalan dan pelebaran dan penerangan jalan. Padahal berbulan-bulan, bertahun-tahun kami pengguna jalan mengeluh, menjerit, marah, mengutuk dan memohon dengan tanggapan standar: belum ada anggaran.

Rusaknya jalan di kalimantan selatan bisa dibayangkan dengan nasehat berikut: Jangan mengupil sewaktu naik mobil di Kalsel, goncangan mobil karena lubang-lubang di jalan dapat mengakibatkan jari anda menusuk otak tanpa sengaja.

Tapi ketika SBY dijadwalkan datang beberapa bulan yang lalu, segera saja Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah memiliki anggaran dan kecepatan bekerja yang sebelumnya jarang mereka tunjukkan.

Jalanpun bagus.

2. Angkutan/Truk Batubara dan Bahan Tambang yang Melewati Jalan Umum
Selama bertahun-tahun, polemik angkutan tambang yang melewati jalan milik umum di Kalsel menjadi perdebatan.

Setiap hari, ribuan truk mengangkut jutaan ton Batubara yang ditambang dari bawah akar pohon-pohon di kalsel berjejer disepanjang jalan umum. Truk ini menutup akses bagi pengguna jalan lain, menghambat angkutan umum, mobil kecil, membahayakan pengendara motor dan bahkan membuat ambulan pengangkut pasien gawat harus memperlambat jalannya. Mereka membeli BBM di SPBU umum, menebarkan debu di pemukiman padat penduduk, menyebabkan ratusan orang terkena penyakit yang disebut Black Lung.

Pengusaha dan penambang batubara ini ada diatas hukum. Mereka tidak bisa diatur undang-undang pertambangan yang jelas menyatakan Perusahaan Pertambangan harus memiliki JALAN SENDIRI. Masyarakat terganggu, pemerintah entahlah, tidak tahu atau pura-pura dalam perahu.

Dan anehnya, ketika Bapak Presiden Pilihan Rakyat datang, pengusaha angkutan batubara DENGAN SUKARELA menghentikan operasional mereka seminggu sebelum dan pasca hri H. Meski untuk itu mereka mengaku rugi jutaan rupiah setiap harinya.

3. Pemadaman Listrik PLN
Sederhana saja, Perusahaan Listrik Negara Wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah yang hobinya memadamkan listrik tiba-tiba saja berbaik hati dengan menjamin listrik akan tetap menyala selama acara. Padahal mereka berkeras hati tidak dapat menjamin listrik terus menyala meski ditengah Ujian Nasional, ketika siswa-siswi penerus bangsa perlu belajar menghadapi mega proyek tersebut.

Jadi kesimpulannya adalah, Seandainya saya jadi presiden, maka hal pertama yang saya pelajari adalah, Setiap Laporan dan Kondisi yang dilaporkan ata saya lihat sendiri dilapangan hanyalah 30 persen dari kondisi sebenarnya.

4. Becak, ojeq, dan Parkir di Tepi Jalan
Ini seh sepertinya terjadi di mana-mana ya? Ruas jalan yang rencananya dilewati Sang Presiden tiba-tiba saja bersih, lebar dan aman nyaman. Padahal biasanya pengguna jalan harus bertempur beradu nyawa dengan penarik becak, tukang ojeg, Pedagang dan mobil-mobil yang parkir di tepi jalan.

Kesimpulan sementara:

Kalau jadi pejabat, laporan positif yang diterima dari bawahan, kondisi bagus yang dilihat di lapangan, entah berapa persennya adalah BELUM benar.

47 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. namanya juga presiden dateng👿

  2. kesimpulan sementara : … kawin dulu baru jadi pejabat …😀

  3. Saya datang… semua minggat…🙂

  4. @ Jenderal
    Susah kalau gini, saya kemaren milih kepala daerah yang mau mensejahterakan siapa seh?

    @ Joeriq
    Baru datang sudah ngajakin kawin,,, Nanti dulu ya Tante,,,

  5. @ Tante Sil
    Tante datang, Julia Perez pulang…:mrgreen:

  6. SBY mending suruh di jakarta aja. Ngurusin negara. Hari gini kok dateng pesta ultah. Kayak ABG aja lagunya.

  7. @ calonorang…
    Dia kan presidennya Indonesia, bukan presidennya Jakarta…

  8. ABS
    ABS
    ABS

    Sebagai Kepala Daerah memang harus bisa menginjak ke bawah dan menggapai ke atas. Itu sudah benar.

    Glodhak!

  9. harusnya SBY ke kalimantan tiap minggu. biar jalanannya bagus terus…:mrgreen:

  10. wwah Indonesia dijual dong…

  11. Tenang saja, dalam kunjungan berikutnya, mungkin ada yang bertambah: Bukit SBY.
    Mengikuti jejak Kaltim yang sudah memiliki Bukit Suharto.

  12. emang mental penjabat yang sontoloyo, punyak sifat penjilat, baik2 kalok pemimpin datang….

  13. harusnya pas presiden dateng.. dibikin seburuk2 nya .. biar ada dana turun untuk perbaikan ya

  14. dan mendadak rompal-rompal dan retak-retak di siring depan Mesjid Raya Sabilal Muhtadin jadi hilang.
    lihat nih:
    http://jmave.multiply.com/photos/album/17/Pembangunan_di_Indonesia

  15. bener
    jadi kalo pak SBY datang , kita liatin yang belum bener
    jadi dibenerin
    setuju ?

  16. bisa ga yah SBY datang nya jangan bilang2 ke pemda, jadi bisa ketahuan yg ga benernya… Sidak gituh…

  17. Namanya jg org penting yg dtg. Sama aja klo di rumah, yg tadinya g ada apa2, truz ada tamu yg datang, pasti di baik2in dounk… Hehe..

  18. cari-cari alasan untuk menghasut orang niyehhhh….!

  19. diusulkan saja agar SBY tinggal lebih lama di sana, khan bagus tuh selama beliau di sana yg bobrok2 hilang semua.

  20. biasa itu…..
    pasti pengemisnya ikutan hilang😆

  21. bisa2 lama2 pulaunya juga ikutan hilang….heheh =)),

  22. @ Moh Arif Widarto
    *Glepaq!!*

    Kok pikiran kita bisa sama ya pak?

    @ cK

    Biaya penyambutannya kalo pejabat pusat datang ke daerah ada kali bisa bikin jalan betingkat 3…

    @ aRuL

    Hoh? Dijual kemana RuL? Bacanya sekip-sekip ya?:mrgreen:

    @ Bani MusTajab

    Kalau di Kalimantan banyak Bukit Menghilang mas..

    @ Abeeayang

    Yang menjilat dan dijilat sama-sama hobi kali

    @ funkshit

    Idealnya adalah menampilkan apa adanya, tapi mau gimana lagi kalau mentalnya kita ya seperti itu, ga papa faktanya buruk, asal dilihat orang bagus.

    @ mina

    Wuih, nongkrongmu di Siring ya min? Kaya anak gawul ajah:mrgreen:
    Tapi itu salah satu pembangunan yang ga jelas juga tuh, belum setahun sudah amburadul

    @ realylife

    Setuju bos! Biar pak presiden tau kondisi aseli rakyat yang memilihnya.

    @ anna

    Pejabat datang ga pake kabar, pulang ga dapat sangu dunk…

    @ sarahtidaksendiri

    Salah pendapat itu neng. Bayangin aja kamu punya rumah, trus kalau ada tamu datang baru dibersihin, dibagus-bagusin, apa da rugi? Bukannya yang tiap hari ada dirumah itu kita sendiri?

    @ Salman Jazuli

    Menghasut apa ya pak? Asal koment ya anda?

    @ bank al

    Trus kalo presiden pulang, bobroknya nambah, he..

    @ itikkecil

    Pokoknya kalau pejabat atasan datang, dunia nyaman!

    @ nekadzsandy

    Jangan sampai, lha saya nanti kawin dimana??

  23. 😀
    itu semua kan memang sudah S.O.P kalau presiden datang. Ternyata kita mengamati hal yg kurang lebih sama.

    Salam.-

  24. No 1 dan 3 entah enapa kurasakan juga dulu di Kal-Teng, mang…😕

  25. ..begitulah cara kerja Para PENJILAT disini.. huh..

  26. Tapi ketika SBY dijadwalkan datang beberapa bulan yang lalu, segera saja Dinas Pemukiman dan Prasarana Wilayah memiliki anggaran dan kecepatan bekerja yang sebelumnya jarang mereka tunjukkan.

    Jalanpun bagus.

    😆
    Mendadak licin dan beres semua ya?
    Dasar @nj!ng2 penjilat👿

    Ini seh sepertinya terjadi di mana-mana ya? Ruas jalan yang rencananya dilewati Sang Presiden tiba-tiba saja bersih, lebar dan aman nyaman. Padahal biasanya pengguna jalan harus bertempur beradu nyawa dengan penarik becak, tukang ojeg, Pedagang dan mobil-mobil yang parkir di tepi jalan.

    Konsekuensi yang lain dari penertiban itu, rezeki kalangan ekonomi jelata begitu jadi tertahan😦

    Birokrasi ABS yang membuat mual.

  27. @ Pakacil
    Pantesan banyak yang pengen jadi presiden ya pak.

    @ Goen

    Viva Borneo!

    @ warmorning

    Huh, melelahkan ya pak

    @ Alex

    Muntahkan Lex!

  28. wah, bujur itu..unda pas banar ke acara itu. pasa dijalan haraw banyak stum membaiki..wekwekwkew. Rancaki ja pejabat datang, jadi lakas baik jalan

  29. aduh, saya ngantuk.. padahal tadi sudah tidur siang.

    *laporan selesai*

  30. @ ManusiaSuper

    Muntahkan Lex!

    *muntah-muntah*
    Kamu harus tanggung jawab, Fad!

    😆

  31. Pak presiden sering sekali di Jakarta. Tapi jalan berlubang tetep banyak. Ojek, PKL copet, pengamen, perampog, tetep ada
    Yang hilang justru keamanan dan keamanan.

  32. dulu pas presiden sebelom sby dateng, ada yang hilang jugak ndak dil?

  33. Di jaman presiden pra sejarah SBY yang ilang blog ini…
    secara blog ini belon ada kan?:mrgreen:

  34. hebat ya SBY…
    kasihan juga dia (SBY)..ternyata dibohongin bawahannya…..

  35. kalau begitu kerangkeng aja SBY di Kalimantan biar tidak balik ke Jakarta. Tapi gak jaminan kalau SBY di sana gak akan ada jalan rusak. Lha wong sekarang aja masih banyak jalanan rusak di Jakarta.

  36. Kalo gitu paksa aja SBY tinggal di Kalimantan biar Kalimantan nyaman terus..😀

  37. Seperti biasa.

    Tak hanya di Kalsesl. Di Jawa aja juga, jangankan presiden, kalo ada kunjungan gubernur ke kabupaten hal serupa pastilah terjadi. Sudah biasa.

  38. hiks …
    kalo rajaiblis yg dateng …
    mo disiapin apa ya ?

    wakkkakakakaaaa

  39. ABG ya Asal bapak SBY gembira😀

  40. SBY juga tiap taun ke kampungku, kalau waisak…

  41. heheheh..
    bener tuh…
    ada aja yah perbaikan2 klo presiden yang dateng..

    gmn klo yg dateng manusia super??
    seperti apa bentuk nya utk yg ilang itu??🙂

  42. Pejabat turun gunung biasanya bikin repot ini itu. Tapi ada sisi positifnya daerah yang dikunjungi jadi tertib, nyaman, dan aman😀 Jadi kalo begitu, sering-seringlah turun ke daerah…

  43. @ Pajrin
    Situ pang lah, jadi ITnya jar di acara itu… Makanan ae nah

    @ Mus

    Persis ajudan…

    @ Alex

    Menjijikkan….

    @ ompiq

    Wekekek, tapi ga ngerampok presiden kan mereka? Ya ga ngaruh…

    @ Mrs. 49

    Hilang akal mungkin

    @ petroek

    Yang jadi masalah kalau sudah tau dibohongi tapi malah senang

    @ Frater Telo, qzink666

    Biaya penyambutannya juga ga murah tapi bos

    @ Ndaru

    Sudah biasa belum tentu benar kan

    @ rajaiblis

    Raib dateng, saya siapin pasukan bersorban buat tanding elmu

    @ Ady

    Ini pak dokter yak? Kemana saja pak? ABG itu bukannya Aduh bingung Gundah Gulana *maksa*

    @ antokoe

    Wuih, ngapain beliau pas waisak dateng?

    @ oRido

    Kalau manusiasuper datang, abegeh-abegeh cewek pada ilang😎

    @ gajahkurus (mandi di papan)

    Tapi ya itu Jah, repotnya ngurus penyambutan ruuuaarr biasa…

  44. Hmmm, idealis sekalii…

  45. Pokoknya Banjar harus jadi ibukota negara!!!

    Kalo presiden tiap hari lewat di muka rumahku, pasti kada belubang2 lagi jalanan kaya sekarang.

  46. […] Tamah. Apalagi kalau ada pejabat perut buncit macam Si Butet Yudoyono yang mau lewat, wuaaahhhhhh, keramah tamahan harus benar benar diperlihatkan. Bahkan yang cuma pejabat kelas […]

  47. Jadi yang salah siapa? pemerintah daerah, presiden, ato rakyat yang udah milih?:mrgreen:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: