Guru, Siswa, Orang Tua, Media, Citra

12 Februari 2008 pukul 15.43 | Ditulis dalam Uncategorized | 28 Komentar

Pak Samran adalah seorang guru Sekolah Dasar yang telah mengajar sejak 35 tahun yang lalu.

Beliau dikenal ramah, belum pernah terbukti korupsi, tidak pernah terdengar memaksa murid membeli buku paket berharga mahal, sering memberikan nasihat bagi orang lain yang memerlukan.

Lalu hari ini Pak Samran dipanggil polisi.

Seorang orang tua murid mengadukan pak Samran melakukan kekerasan fisik kepada anaknya.

Pak Samran takut.

Beliau belum pernah berurusan dengan polisi sebelumnya.

Pak Samran bercerita, ia memang menegur salah seorang siswa yang menganggu siswa lainnya saat pelajaran berlangsung. Siswa itu tetap melakukan keributan dan tidak mengacuhkan Pak Samran. Pak Samran lalu mendekati siswa dan memarahinya. Menurut pengakuannya, tangannya tanpa sadar mendorong pelan pipi siswa ribut tersebut.

Hal itulah yang dipermasalahkan si orang tua.

Rekan-rekan Pak Sarman, kepala desa setempat, hingga beberapa tokoh masyarakat lain mencoba menengahi masalah ini. Orangtua siswa dan Pak Samran diminta berdamai. Pak Sarman bersedia. Menurutnya ia memang bersalah karena telah berlaku kasar secara fisik kepada siswa.

Namun orang tua siswa tidak menerima perdamaian tersebut. Guru ini harus dibuat jera. Mereka bahkan melaporkan ini kepada media.

Pak Sarman bingung.

Polisi datang, wartawan bertanya, warga bergunjing.

Pak Sarman berucap, langsung pada saya “35 tahun saya mengajar, tahun ini saya pensiun, kenapa justru masalah seperti ini yang menimpa saya?”

Jawaban apa yang harus saya berikan?

Om Guh bisa bantu?

28 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. guru juga manusia.
    tapi harusnya juga orangtua melihat kesalahan anaknya. mungkin gurunya salah, tapi anaknya kan salah juga

  2. Susah ya bu.

    Saya sendiri cenderung berpihak pada si guru. Ini hanya masalah harga diri mungkin.

    Oh iya, perkembangan terakhir, si orang tua minta 500 ribu rupiah sebagai ‘uang kaget’ kalau mau laporan dicabut.

  3. Weleh, pasti orang tuanya pejabat pemerintahan..

    Bingung juga kalo ditanya begitu, mungkin kalo saya akan njawab: “Sabar, Pak. Kalo bapak ndak salah ya ngapain takut…”

    Tapi repot juga sih..🙄

  4. Orang tuanya Satpam:mrgreen:

  5. cuma nowel ko dibilang kekerasan yaa..?
    Ini hanya ujian, tawakal saja..

  6. Wokeh, ortu itu ndak terima to manfaatin keadaan?😆

  7. Orang tuanya pasti pejabat!

    Bilang aja “berarti bapak sedang dinaikkan derajatnya”😆

    Lagian media bisa berperan dalam pembentukan opini masyarakat kan? Ya bantuan media bisa besar sekali.

  8. hajar aja sekalian orang tuanya. jadi urusannya ga tanggung tanggung.

    Lagipula tu ortu kolot bener, masa anaknya bawel ga diterima untuk ditegur?

  9. wah inget sd nyerobot barisan upacara yang dibelakang saya lapor bapak bawa golok….

    duh takutnya….

    untuk ada superman….

    hehehe…

  10. Link-nya salah Om?

  11. kekekekeke… linknya salah ya?

  12. apa nggak bilang kalau siswa tersebut mengganggu temannya? minta bantuan murid-murid sebagai saksi dari kejadian tersebut…

  13. orangtua siswa yg gak mau damai itu bagusnya dimutilasi aja..

  14. eh tambahin dikit, anaknya yg gak hormat ama guru itu gamparin

  15. aih Indonesiaku..siapa yang kuat dia yang menang..
    😦

  16. Lah yang kasian sebenarnya muridnya. Udah dididik orangtuanya supaya ga mau ngaku salah. Diajarin supaya menumbalkan orang lain.

    Susahnya kalau pendidikan itu udah dibikin kaya pabrik produksi massal. Murid susah diatur. Begitu diatur ngamuk-ngamuk, hasilnya baik apa jelek tetap aja guru yang disalahin.

  17. Gak bisa koment. Masalahnya begitu serius. Absen doang neh…btw…blog komunitas dan ane gak di link…ada apa ya? kali aja ada syaratnya. hehehe…

    *Pingsan

  18. wah, emang sekarang masalah kekerasan di sekolah jadi sensitif mba. Tapi kalo waktu jaman saya sekolah dulu sih, kayanya ga gitu.

    Malah saya dulu juga pernah tuh ditonjok (bukan di tempelin ke pipi doang), padahal saya masih kelas 4 SD. Tapi saya ga ngadu ke ortu…hehehe

    Oiya, waktu itu gw dapet email cerita, trus gw copy kesini :

    http://bimaconcept.wordpress.com/2008/02/13/aku-tidak-akan-menyakiti-wanita-seperti-ini/

    kalo sempet kasihin komen ya…hihihi

  19. kayaknya para orang tua dah terpengaruh berita-berita di tv tentang penggugatan para pelaku tindak kekerasan. Tapi dalam hal ini, sepertinya tuh ortu salah dalam menilai keadaan… ga perlu lah pake pelaporan kesana sini + minta duit segala. Akhirnya maksudnya jadi aneh kan… Jangan-jangan cuma pengen duit ajah…

    **anna mayan pinter hari ini :D**

  20. inilah salah satu korban oahlawan tanoa tanda jasa “guru”….
    mending gurun tersebut minta maaf secara tertulis atau kalau bisa lewat media massa juga boleh… biar nunjukkan ke orang tua wali murid kalau dia benar benar merasa bersalah…
    tinggal kita lhat saja,.. siapa yang akan tertawa terakhir…
    apakah si guru atau si orang tua murid

  21. Pak sarman akui saja kesalahan, minta maaf pada orang tua muridnya…..
    kalau pak sarman selama ini memang baik….. saya yakin nanti akan terlihat siapa yang bijak dan tidak… hadapilah dengan ikhlas dan tegar…. serahkan pada yang maha Adil

  22. Good Blog… Numpang lewat ya…

  23. Ping nya baru nyampe😛 Mohon ampun.

    Soal guru itu.. kasusnya sudah selesai kan?

    Orang kalau baik ya baik aja, kalau apes ya apes aja. Saya yang cuma coret-coret soal digamparin dan dipermalukan di depan satu sekolahan, itu namanya apes. Teman2 saya yang bolos upacara senin dan nongkrong sambil ngerokok diseret dan ditendangi di depan kelas, saya yang sebenarnya menemani malah lolos. Itu juga namanya mereka apes.

    Pak Guru yang baik, shit happens, mungkin itu “karma kolektif” yang harus ikut anda tanggung. Mungkin dulu anda pernah melindungi guru yang berbuat kekerasan? Semoga dugaan saya salah kaprah.

    Mohon ampun, sesedih apapun kisah sejati seorang guru, saya tetap tidak akan melupakan ajaran-ajaran dan hajaran-hajaran para guru yang pernah saya terima😉 Saya yakin anda adalah guru yang sangat baik hati dan berjasa besar untuk negeri ini, tapi shit happens Pak. Semoga anda selalu diberkahi dengan kesabaran.

  24. jadi kenapa bapak guru itu bertanya padamu, dil? apakah karena dirimu juga mengajar di sana? ;p

  25. bukannya membenarkan apa yg dibuat pak Sarman, tapi gw liat anak2 jaman sekarang suka terlalu manja,dikerasin dikit udah dianggap tindak pidana..sebel aja liatnya..

  26. orangtuanya siswa tu pasti pernah mukul anaknya juga kan?

  27. […] Lihat saja, berapa banyak konflik antara sekolah dan masyarakat terkait hal sensitif seperti dana dan wewenang guru dalam mendidik. Atau, ingat kepala sekolah yang dipolisikan karena menegur siswanya yang bandel? […]

  28. […] Semoga saya bisa menjadi guru yang baik. […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: