Mas Iman: Soeharto, Soekarno dan Sejarah yang Memihak

24 Januari 2008 pukul 18.58 | Ditulis dalam Uncategorized | 16 Komentar

Namun Pemerintah orde baru juga kebingungan kemana hendak dimakamkan jenasah proklamator. Walau dalam Bung Karno berkeinginan agar kelak dimakamkan di Istana Batu Tulis, Bogor. Pihak militer tetap tak mau mengambil resiko makam seorang Soekarno yang berdekatan dengan ibu kota. Maka dipilih Blitar, kota kelahirannya sebagai peristirahatan terakhir. Tentu saja Presiden Soeharto tidak menghadiri pemakaman ini.

Demi Tuhan, ini bukan postingan saya. Saya terlambat membacanya, namun tetap begitu terkesan atasnya.

Ini adalah postingan Mas Iman, Mak Comblang saya dengan Sa… *dibekep Anto*

Silahkan baca dua posting ini:

Baca, dan pertimbangkan kembali kebanggaan Indonesia-mu!

Berikut beberapa kutipan dari kedua psoting tersebut:

Revolusi selalu memakan anak anaknya sendiri, termasuk dua tokoh ini. Soekarno terjebak dalam permainan ‘balancing’ kekuasaan antara komunis , nasionalis dan Islam. Meninggalkan hutang negara 2 milyar dollar yang sebagian besar berupa pembelian persenjataan dan pembangunan gedung dan proyek mercusuar. Menjadikan sebuah Indonesia yang besar di segani.

Soeharto menjadi Machiavelli, sebelum tergusur karena keserakahan. Meninggalkan hutang negara hampir 200 milyar dollar yang sebagian besar lari kepada kroni kroninya. Ironisnya membuat Indonesia menjadi bangsa paria, miskin dan terjajah kembali.

——————————————–

Banyak prediksi memperkirakan seandainya saja Bung Karno menolak untuk turun, dia dengan mudah akan melibas Mahasiswa dan Pasukan Jendral Soeharto, karena dia masih didukung oleh KKO, Angkatan Udara, beberapa divisi Angkatan Darat seperti Brawijaya dan terutama Siliwangi dengan panglimanya May.Jend Ibrahim Ajie.

Namun Bung Karno terlalu cinta terhadap negara ini. Sedikitpun ia tidak mau memilih opsi pertumpahan darah sebuah bangsa yang telah dipersatukan dengan susah payah. Ia memilih sukarela turun, dan membiarkan dirinya menjadi tumbal sejarah.

——————————————–

Bung Karno meninggal masih mengenakan sarung lurik warna merah serta baju hem coklat. Wajahnya bengkak bengkak dan rambutnya sudah botak.
Kita tidak membayangkan kamar yang bersih, dingin berAC dan penuh dengan alat alat medis disebelah tempat tidurnya. Yang ada hanya termos dengan gelas kotor, serta sesisir buah pisang yang sudah hitam dipenuhi jentik jentik seperti nyamuk. Kamar itu agak luas, dan jendelanya blong tidak ada gordennya. Dari dalam bisa terlihat halaman belakang yang ditumbuhi rumput alang alang setinggi dada manusia.

——————————————–

Penguasa orde baru saat ini juga tergolek kesakitan tak berdaya. Bedanya, adalah semua orang tiba tiba sangat concern padanya. Sejumlah alat alat kedokteran canggih didatangkan malam itu juga dari Singapura, ketika kondisinya semakin memburuk. Politisi, ketua partai, mantan pejabat, artis, jenderal, ulama, bergantian menengoknya.

——————————————–

Untuk Mas Iman, saya minta maaf telah lancang menyebar luaskan posting ini tanpa ijin sebelumnya. Hanya sekedar bagian kecil dari upaya pembelajaran bagi kita semua.

Iklan

16 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. yayaya…saya sudah baca yang ini…

    *log out*

  2. […]Semua orang itu seperti sebuah uang koin yang pasti memiliki dua sisi.. Sisi positif dan negatif…. Dua orang pemimpin bangsa kita terdahulu pun punya kedua sisi tersebut…. Mungkin cuma berbeda dari segi timbangannya saja…. Tapi yang jelas pak Karno adalah perjuang sejati demi tegaknya harga diri Indonesia dengan menanggalkan tujuan perut saja… Tapi pak Harto adalah pejuang sejati demi tegaknya perut-perut Indonesia dengan menanggalkan harga diri…. Sebuah hal yang sangat bertolak belakang……. Tapi dari sejarah itu seharusnya kita bisa memetik hikmah yang ada. Mana yang pantas ditiru dan mana yang harus dijauhi. Bukankah setiap kejadian pasti mengandung hikmah didalamnya….[…]

  3. jadi kesimpulannya jelas kan?
    negara ini bukan negara hala-bil halal, maka gak ada istilah maaf untuk kejahatan kemanusiaan yang demikian memilukan.

  4. bung karno pernah ditanya oleh ajudannya, kenapa dia tidak melawan. dan bung karno bilang “nanti bisa terjadi perang saudara”

  5. semuanya berujung ujung jua pada yang namanya uang…
    🙄

  6. Saya udah lama baca, tapi ini termasuk tindakan positif. PEDULI! 😀

  7. duit… duit…..

  8. inti postingan :
    Ini adalah postingan Mas Iman, Mak Comblang saya dengan Sa…(rah) *dibekep Anto*

  9. inilah pemerintahan kita, yang seharusnya menjadi panutan rakyat justru memberikan contoh yang tidak benar, masih ada yang bilang sabar semoga ada hikmah dibalik itu semua.. hahaha… kiamat sudaah dekat karena kiamat ulah manusia

  10. Antara Soeharto dan Pasha “Ungu”

    Saya bukan seorang ahli hukum ataupun ahli politik, saya hanya seorang anak kecil bau kencur, yang hanya ingin membeberkan apa yang ada di pikiran saya…. Jadi apabila ada bagian dalam tulisan saya ini yang menyinggung anda, yang kurang enak dibaca…

  11. fikirkan lg dalem2… 🙂

  12. fyuuuhhhh… orang-orang yang aneh…

  13. […] · No Comments Kunjungan ku ke Banjarmasin tempo hari, ternyata tidak disia-siakan oleh The Three Musketeers untuk jumpa fans kopdar dengan ku. Kebetulan – waktu itu – hari Jum’at adalah hari […]

  14. Berarti Mas Iman bisa jadi mak comblang juga untuk saya dengan Dek Sarah?
    *ngarep.com*

  15. Bung Karno dan Pak Harto, dua negarawan paling hebat dalam sejarah bangsa ini..

  16. @ cK
    Yeah, yeah, yeah.. You’re top..

    @ n0vri

    Apanya yang dimaafkan kalau salahnya saja belum jelas

    @ calonorang…

    Bung Karno memang cinta bangsa ini, bukan cuma cinta sumber daya alamnya

    @ chiw

    duit… *keluhan pengangguran temporary*

    @ Goenawan Lee

    *lirik chika, peluk2 gun*

    @ Sir Arthur

    Your Honour… *membungkuk*

    @ anto

    :mrgreen:

    @ kharisfajar

    kiamat hak prerogatif Allah mas 🙂

    @ warmorning

    Beh, pendukung ordebaru 👿

    @ sandemoning

    anen memang, kami terlalu fanatik pada kebenaran

    @ The Sandalian

    Langkahi dulu mayat… Anto!

    @ stey

    Tapi mungkin mereka hebat dalam bentuk yang berbeda


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: