Betapa Tuhan Menghargai Manusia

9 Januari 2008 pukul 18.27 | Ditulis dalam Uncategorized | 43 Komentar

earth.jpgSejenak cobalah membayangkan…

Sebuah planet bernama Bumi yang berusia 4,5 juta tahun. Memiliki diameter 12.756 kilometer. Beratnya 59.760 milyar ton. Planet tersebut dilindungi 7 lapisan udara disebut Atmosfir yang menyelimutinya hingga ketebalan 700 kilometer.

Bumi berevolusi mengelilingi bintang induknya Matahari dengan kecepatan lebih dari 100 ribu kilometer perjam. Jarak bumi dan matahari mencapai 149,6 juta kilometer. Jarak yang jika bergeser sekian meter saja, maka planet bumi akan menjadi terlalu panas atau terlalu dingin untuk dapat ditinggali makhluk hidup. Bumi, Matahari dan planet lain yang tergabung dalam Tata Surya memerlukan waktu 250 juta tahun untuk dapat mengelilingi pusat galaksi bima sakti dimana tata surya ini mengorbit.

Bumi menyodorkan bermacam kehidupan,kejadian, peristiwa,kesempatan.

Lalu manusia…

Bandingkan berapa kecil manusia dengan persiapan yang diperlukan Bumi agar manusia dapat mendiaminya dengan nyaman. Berapa rata-rata usia manusia? 60 tahun? 70 tahun? 110 tahun? Hanya sepercik umur manusia dibanding usia tata surya ini. Dibandingkan jutaan tahun yang diperlukan bumi untuk mendinginkan intinya agar dapat didiami. Dibandingkan ratusan juta tahun yang digunakan tata surya untuk menunaikan zikirnya dengan mengelilingi pusat galaksi.

Betapa ternyata Tuhan begitu menghargai manusia. Betapa sempurna persiapan yang dilakukan Tuhan untuk manusia agar hidup nyaman di Bumi. Betapa panjang waktu yang diperlukan untuk memaksimalkan potensi penunjang dari alam semesta agar manusia bisa belajar dan hidup darinya.

Betapa sia-sia jika umur yang sepercik itu ternyata digunakan untuk saling membunuh. Saling menghujat. Menghancurkan hutan. Mengeringkan laut. Merusak gunung. Menulis posting sampah untuk mengejar traffic. Membelah pulau. Membanjiri masyarakat dengan penderitaan. Mengambil uang negara. Menpermasalahkan warna kulit. Menjatuhkan teman. Membuat acara tv yang memperbodoh.

Betapa manusia justru menantang Tuhan yang sudah begitu menghargai manusia. Betapa sia-sia penghormatan Tuhan dan waktu panjang persiapan bumi jika ternyata manusia hanya menumpuk kesalahan, mengambil hak sesama, melupakan cinta kasih, mempermainkan hukum, membuang kesempatan berbuat baik, menghabiskan umur sepercik ini untuk justru melupakan penghormatan Tuhan.

Dan adakah diantara manusia itu, kita?

43 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. saya menghargai tulisan ini…

  2. @ Caplang
    Berapa?:mrgreen:

  3. Tentunya saya mencoba mengharagi hidup dan Tuhan dengan membelanya lewat artikel. Masih dicoba.😀

  4. errrr……..sedikit2 berusaha memperbaikilah. eniwei, selamat taun baru!

  5. @ jack
    Terus mencoba, apalagi yang kita bisa kalau tidak dengan mencoba?

    @ Joe
    Ini memang dalam rangka tahun baru Hijriyah, walau ada yang bilang Bid’ah🙂

  6. kesambet apa lo sampe jadi bijak begini?😯

    *syok tujuh turunan*

  7. @ Yayang cK
    Kesambet Jin Alim lah…

  8. *liat komen atas*
    jijay!😈

  9. Tuhan menghargai saya, mungkin karena memang tidak punya pilihan lain?

    Atau…

    Mungkin saya aja yang ke ge-er an.

    Setitik debu di alam semesta, tapi luar biasa arogan, merasa ciptaan yang paling mulia, merasa memahami tuhan😀

    Melihat foto2 koleksi kaum yang katanya kafir mungkin bisa membantu memahami rasanya jadi setitik debu.

  10. @ Guh
    Jangan berburuk sangka sama Tuhan Mas Guh.

    Sudah sedemikian yang disediakan, masak iya malah kita yang menyia-nyiakan?

    Kalau kata ‘the secret’: alam semesta merespon balik apa yang kita berikan baik melalui pikiran, perasaan maupun tindakan, iya ga? Tapi itu kata the secret loh, bukan kitab suci:mrgreen:

    Foto-fotonya mantabs, tapi bukan hoax kan? Bukannya bumi itu datar?

  11. ini dalam rangka ikutan lomba hot blog ato apa itu ya? keren, dhil. good luck. kalo menang jangan lupa….*plaaakkk!!*

  12. @ mbok V
    Terpengaruh tahun baru mbo, mau berubah jadi lebih baik, paling tidak mulai dari niat dulu🙂

  13. Apa hubungannya dengan teh joerig?😆

  14. Betapa sia-sia penghormatan Tuhan dan waktu panjang persiapan bumi jika ternyata manusia ..dst

    Ketetapan Tuhan tidak pernah sia-sia, justru manusialah yang menyia-nyiakan betapa Tuhan Maha Pemurah … hehehe, tumben ulun serius nih Cil

  15. tulisan yang bagus.. sangat menggugah..

    paling tidak, mencoba berbuat yang terbaik.. di sisa usia yang ada..

    Tuhan Maha Penyayang.. Adil.. dan Bijaksana..

    best regard.

  16. aihh…sebenarnya saia ingin berkomentar “tulisan yang bagus, tulisan yang menggugah, tulisan yang luar biasa, de el el”
    tapi sepertinya komeng semacam itu ndak ada artinya dibandingkan fencerahan yang telah saia dafadhkan skarang….*disinari cahaya dari langit*
    ah ya, saia hanya bisa menjadikan fostingan ini sebagai femicu untuk saia agar semakin bisa merubah diri saia agar lebih baik, setidaknya untuk diri saia sendiri. Karena seferti yang sudah difirmankan oleh mas mansup, bahwa kita ini hanyalah setitik debu dengan selubung arogan. Maka dari itu, saia hanya mampu untuk menjadikan diri saia lebih baik, lebih baik, dan lebih baik…
    tapi…ijinkanlah agar saia tetaf diferkenankan memfosting samfah di blog saia sendiri. mhhhuahauhuahuahuahuahua…
    .
    .
    jahh…komeng saia fanjang sangadh begini yak?

  17. Wow! Artikel yg benar2 super! Terpana ku dibuatnya…

  18. Ya… betul… sering saya memikirkan betapa kita ditempatkan di satu tempat yang kita tidak bisa mengetahui batasnya — batas alam semesta –. Kita berada dan memperebutkan sambil kita tak mau mengenalnya dan lebih mencintai ciptaanNya dari pada Sang Pencipta. Kita tahu hidup tidak panjang, tapi kita mengumpulkan dan mencintai segalanya lebih dari apa yang kita diperintahkan kepada kita….ah… rasanya jadi malu pada postingan ini…..

  19. Waduh, jadi gak enak kesindir..😦

  20. maka nikmat tuhanmu manakah yang kamu dustakan?

  21. welgedewelbeh
    ahhh … semakin kuat saja angin segar ini bertiup di blogosphere Indonesia. Nikmat, …. rasanya masa depan bangsa bisa dilihat secara lebih optimis lagi. Kegemilangan itu, retasan tapak-tapaknya jelas terukir di kampung blog kita ini.

    Ahh … indahnya trend ini.

  22. @ Li Xiang-ying (Siapa pula ini??)
    Mengenang teh Joerig sebagai trend-setter spammer tanpa dosa

    @ cakmoki

    Maksud saya juga sia-sia bagi manusia Cak, Kalo Tuhan seh, ga pernah salah dalam kemurahan-Nya.

    @ rickisaputra

    Terima kasih atas doanya pak. Semoga kita bisa berbuat yang terbaik.

    @ Hoek

    *matiin senter yang tadi dinyalakan kemua Hoek*
    Postingmu kadang bagus bos, menghibur. Pahala itu.

    @ M Shodiq Mustika

    Ah bapak.. *pura-pura tersipu malu*

    @ Agorsiloku

    Beh, justru saya mau balas dendam mas agor. Saya selalu malu sampai tertampar di otak setiap kali baca postingan mas agor.

    @ Hair

    Saya juga suka ayat itu

    @ mulut

    Dari blog menuju tindakan nyata🙂

  23. alhamdulillah…

    akhirnya kau menulis sesuatu yangs edikit mencerahkan juga dil…
    :mrgreen:

  24. Ya betul! Tuhan sangat menghargai kita, kalau gak dihargai buat apa diciptakan…..he2 tapi sebagai umat yang dihargai Tuhan mari kita juga menghargai seluruh ciptaan Tuhan dan Tuhan!

    salam kenal mas

  25. @ Siwi😆

    @ nicoustic
    Salam kenal juga
    Mari saling menghargai

  26. saya cuma mau buat pengakuan …

    Ada! – ya, Saya..😀

  27. Selamat tahun baru hehehehhehehehe🙂 moga jadi lebih bijak

  28. coba ngaca..Sampeyan gitu ga?

  29. kok saya jadi merasa ditampar ya?

  30. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

  31. duh masih banyak sia-sianya nich

  32. @Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

    kayak pernah baca dimana gitu loh….?

  33. Jadi ndak boleh menghujat lagi dong ya?

  34. Subhanallah… walhamdulillah, walaa ilaaha illallah, Allahu Akbar…

    *nyabutin jenggot sambil melintir tasbeh*

  35. @ leksa
    Saya juga kok

    @ kangguru
    Selamat taun baru juga kang, ajarin saya terus

    @ calon orang
    Sinis banget komentnya:mrgreen:

    @ itikkecil
    Padahal saya niat nyium lo bu..

    @ kombor
    Yep!

    @ alfaroby
    Kalau saya tidak salah, itu ayat Al-Qur’an mas

    @ Amed
    Menghujat boleh, asal ada hikmahnya

    @ Ram-ram
    *Ikut bantuin nyabut jenggotnya*

  36. […] sesungguhnya Allah menghormati manusia ciptaanNya.  Lalu mengapa kita sering resah dengan urusan dunia yang seupil itu?.  Mengapa karena kita […]

  37. terima kasih Tuhan, atas kesempatannya untuk hidup di bumi-Mu yang indah ini…🙂

  38. Semoga kita masuk golongan orang yg menghargai. Jadi inget An Inconvinient Truth nya Al Gore. Serem deh.

  39. waduh..tapi saya posting bukan dlm rangka meningkatkan traffic kok mas..asli..malah sakjane lebih seneng anonimus..hehe..

  40. tutup mata, tutup telinga, tutup mulut,…
    tapi buka otak, hati dan perasaan lebar-lebar🙂

  41. Wuih… mantap tenan. Taon baru, resolusinya oke kayanya ya mas. Kok jadi religius githu. Maju terus mas, saya mendukungmu…🙄

  42. Kalo manusia gak nyombong, dunia gak seru mas…makanya manusia dikutuk dari surga karena sikap ingin tahunya yang super (manusiasuper), hehe…
    Sejak manusia memproklamirkan diri bahwa otaknya sebagai yang “ter” di semesta ini, manusia terus mengklaim bahwa alam semesta ini dicipta untuk dirinya.
    Sayangnya manusia tidak pernah sadar kekuatan otaknya hanya 12 persen saja dari seluruh kemampuannya, halah, opo to iki…

  43. kereeeeeennn ABIZ!!! gw suka gaya loe!

    bener deh! Tuhan emang paling baekkk ama manusia…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: