Dua Kematian Dalam Satu Hari

1 Oktober 2007 pukul 20.14 | Ditulis dalam Uncategorized | 44 Komentar

and the ending always comes at last
ending always come to fast
it come too fast…
(FFF – All I Know)

Entahlah, saya hanya merasa, saya harus menceritakannya, atau saya meledak.

Pagi ini, ada keributan di rumah tetangga saya. Awalnya saya pikir hanya pertengkaran suami istri. Tapi ternyata, sesuatu yang berbeda. Anak tetangga saya, tersedak saat sarapan dan kesulitan bernafas. Setelah semua cara dicoba dan gagal, akhirnya dia diantar ke rumah sakit.

Sementara saya, berangkat ke kantor.

Saat saya masih di kantor, sambil mengerjakan tugas diselingi obrolan bersama calonorangtenarsedunia, mama menelpon.

“Ris, Putri Meninggal…”

“Innalillahi…” Saya tercekat.

Secepat itu, diusianya yang baru empat tahun. Putri, anak tetangga saya tadi meninggal dengan diagnosa saluran pernafasan tersumbat akibat tersedak.

Padahal baru beberapa jam yang lalu Putri lewat dengan sepeda merahnya di depan rumah saya, sebelum ibunya memanggilnya untuk sarapan, sebelum keributan pagi tadi…

Saya pun mempercepat kerja saya agar dapat pulang lebih awal.

Sekitar pukul 2 siang, saya kembali ke rumah. Ternyata, Putri baru selesai dimakamkan. Tepat ketika saya sampai halaman rumah, rombongan mobil pengantar Putri juga tiba di komplek perumahan.

Saya bahkan belum masuk rumah ketika tiba-tiba jeritan panjang terdengar. Asalnya dari rumah putri.

Saya langsung berlari ke asal teriakan, bertanya apa yang terjadi pada ibu-ibu yang saat itu masih ada di depan rumah. Ternyata Septa, adik kandung perempuan dari mamanya Putri, entah kenapa tiba-tiba jatuh dengan mulut berbuih.

Awalnya, saya kira dia shock kelelahan dan kaget saja. Namun salah seorang kerabatnya mengatakan, Septa baru saja minum sesuatu dari botol yang ada di kulkas rumah Putri.

KERACUNAN, itu yang langsung terlintas dalam pikiran.

Saya ke dapur, menuangkan susu bubuk yang saya temukan di sana. Mengaduknya dengan air seperti kesetanan dan segera meminumkannya ke mulut Septa.

Sia-sia, Septa sudah tidak bisa menelan. Air susu yang saya tuangkan hanya mengalir kembali di sela mulutnya. Panik, sementara ibu-ibu yang ada di dekat saya juga berteriak histeris melihat kondisi gadis berusia 20an tahun ini.

Saya minta salah seorang dari mereka menyiapkan mobil. Sambil dibantu seorang lagi, kami mengangkat Septa. Sementara mulutnya terus mengeluarkan buih yang mengalir hingga ke lengan saya.

Septa langsung diantar ke UGD puskesmas dekat komplek.

Sekitar 7 menit kemudian, mobil kembali. Tanpa Septa.

Si sopir hanya berteriak tanpa mematikan mesin. Septa meninggal!

Saya langsung lemas. So fast, so unpredictable.

Keluarga ini baru saja melepas kepergian putri mereka tercinta. Sekarang si ibu harus ditinggalkan adik perempuannya, langsung setelah mereka menguburkan Putri.

Botol yang tadi diminum Septa segera diteliti. Beragam pendapat muncul, namun hampir dipastikan, apa yang ada di botol itu bukan air minum. Dugaan yang paling banyak dilontarkan, adalah cairan pembersih keramik atau pemutih.

Setelah itu, mamanya putri langsung histeris, dia ingat, tadi putri juga minum sesuatu dari kulkas ketika tersedak.

Sambil membantu menyiapkan pemakaman dan pemandian jenazah – untuk kedua kalinya – di rumah ini, pikiran saya berputar tak tentu, penuh. Saya harus menatanya, atau saya akan meledak.

Pertanyaan:
How can life be so cruel? This family lost their 2 members in hours… What blessing in this kind of disgue?

Kalau saya lari lebih cepat, kalau saya terus memaksa Septa meminum susu dari saya, kalau saya lebih kuat mengangkatnya, kalau saya pulang dari kantor lebih cepat, kalau bukan saya yang paling dekat dengannya saat itu, apakah dia akan masih hidup?

Siapa yang menuang cairan berbahaya ke dalam botol air minum, dan menyimpannya ke dalam kulkas? dan kenapa?

Apakah posisi Septa ketika saya meminumkan susu tadi salah? Sehingga justru menyebabkan kondisinya semakin parah?

Kenapa sekolah di Indonesia tidak mengajarkan praktek dan teori Pertolongan Pertama?

Bagaimana perasaan keluarga ini sekarang?

Pelajaran:
JANGAN, jangan pernah sekalipun menuangkan cairan berbahaya ke dalam botol minuman, bekas sekalipun! Apalagi menyimpannya bersama-sama dengan bahan makanan atau minuman.

Kematian, benar-benar tidak pernah bisa diduga. Tidak ada yang bisa dilakukan. Terjadi ketika harus terjadi. Yang bisa kita perbuat adalah mempersiapkan diri sebaik mungkin kapanpun waktunya tiba.

Terkadang, bertindak perlu dilakukan tanpa banyak pertimbangan. Ada hal-hal yang harus kita percayakan pada naluri.

Banyak yang harus saya lakukan, sedikit waktu yang saya punya. Saya harus menghargai waktu saya. Kematian punya sejuta cara dan alasan untuk menghampiri.

Dan ia tidak pernah permisi…

44 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. kenapa kesedihan selalu datang berentetan?

  2. @ Calonorang…
    Itu lah.. Tadinya mau saya buat judul 2 kematian 1 perpisahan😦

    Tapi takut ga relevan, jadi satu-satu saja postingnya.

  3. Innalillahi wa innailaihi rojiun
    semoga amal ibadahnya diterima di sisiNya
    dan semua dosanya di ampuni

  4. Masya Allah.. apa sudah ketahuan mas apa yang dia minum??

    Semoga Putri dan Seta mendapat tempat di sisi Nya..

    Ini pelajaran yang terlalu amat berharga. 2 nyawa jadi taruhannya.. Moga-moga keluarganya tabah, ya mas.

  5. @ KangGuru
    Iya kang, setelah kejadian begini, baru nyadar lagi, satu-satunya tempat kembali ya ke Sana. Berdoa selalu jadi hal terakhir yang bisa kita lakukan.

    @ Rane ‘JaF’ Hafied
    Sepertinya tidak diselidiki lebih lanjut pak. Karena kemungkinan besar, yang lalai juga salah satu anggota keluarga. Jadi dari pada nambah masalah, memilih diam. Biasa, kultur kita begitu.

    Yang jelas, ini jadi pelajaran saja.

  6. masya Allah…sampe merinding bacanya…

    cuma Tuhan yang tau apa maksud kejaidan ini. dan iya, kematian memang tak pernah permisi. tak ada yg tau kapan dia datang.

    ya Allah….ga tau mau ngomong apa lagi…..

  7. spicles…ga bisa komen apa-apa…😦

  8. tragis…
    turut berduka…

  9. Semoga semua bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini.
    Seluruh jajaran direksi perusahaan Antobilang. Corp mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya.

  10. aku agak bingung, kalo itu pemutih (baca: bayclin/klorin), mestinya baunya sangat unik dan tajam, dan tidak akan terminum banyak ya? mungkin bukan pemutih, tapi sesuatu yang lain?

  11. All we only dust in the wind …

  12. Semuanya takdir…
    turut berduka….

  13. turut berduka cita…

  14. seperti itulah kematian
    kita tidak akan pernah bisa menduga kapan datangnnya, hanya bisa mempersiapkan diri untuk menyambutnya

    Turut berduka cita atas musibah tersebut
    Semoga keluarga yg ditinggalkan diberi kesabaran

    Tidak ada satupun kejadian di dunia ini yg merupakan suatu kebetulan
    Semuanya telah diatur oleh Allah SWT

    *saya masih penasaran dengan cairan yg diduga sebagai penyebab kematian Putri dan Septa. Itu sebenarnya cairan apa?
    Klo pemutih (sama @mina) harusnya punya bau khas yg menyengat

  15. turut berduka cita juga….
    Semoga keluarga yang ditinggalkan tabah..

    Smoga keluarga kita semua terhindar dari bala bencana/duka seperti itu.. Amienn….

  16. innalillahi wa innailaihi rojiun…

  17. saya merinding baca ini
    kita doakan semoga mereka mendapat limpahan karunia Tuhan di dunia sana
    hmm selamat berjuang menata diri Mas
    ini pengalaman yang sulit memang

  18. innalillahi….

  19. hiks….

    [sedih bgt, asli]

  20. astagfirullah…

    speechless aku…

    kok ada ya ?

  21. Turut berduka cita..
    om mansup tidak menyalahkan diri sendiri kan? Krn sptnya saya menangkap aura2 itu *apa saya salah tanggap ya?*😦
    Smoga keluarga dan org sekitar diberi ketabahan dan kerelaan, amin…

  22. innailahi wa innaillahi rijo’un

  23. saya merinding baca ini

    Mana setannyah??

    *digampar mansup*

  24. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun.
    Dialah sebaik-baik tempat kembali.

    Kematian memang bisa datang kapan-pun dimana saja dan kepada siapa saja.
    *terharu*

  25. @ venus
    Saya yang di situ mbo, merinding iya, mau nangis iya, kaget, marah, kesel, bingung, wahh, parah pokoknya!

    @ cK, Arya, Antobilang, itikkecil, caplang, suandana, warmorning, ARdy, Mitra w, Adi Nugroho

    Terima kasih atas kepeduliannya, semoga bisa jadi pelajaran buat kita semua ya bapak-bapak ibu-ibu…

    @ mina

    Itu juga yang saya bingung Min, sayangnya, air itu langsung dibuang sama salah satu anggota keluarganya.

    Saya sempet nyium botolnya, aromanya seh tajam. Tapi karena haus dan letaknya di kulkas mungkin, jadi ya ga ngeh.

    @ asukowe

    What kind of dust? thats the question!

    @ layudhi

    Sayangnya keluarganya memutuskan tidak memperpanjang masalah ini. Mereka merasa sudah cukup dengan dukanya. Kita juga sulit menambah beban mereka lagi kalau harus mencari tau siapa yang salah kan?

    @ anna

    Saya juga jadi takut, semoga tidak ada lagi kejadian seperti ini..

    @ secondprince

    Berjuang menata pikiran kok mas, ada yang berbeda setelah melihat kematian dan sakaratul maut dari dekat..

    @ takodok

    Mengambil tanggung jawab seh ga mungkin mas, siapa seh saya, berani-beraninya mau memprotes Izrail.

    Hanya sekedar mencari arti dari sebuah kejadian mungkin…

    @ Calonorangtenarsedunia

    Tuh, yang koment di atas annots!

  26. @ annots
    Ma kasih nots, jadikan pelajaran buat kita saja ya..

  27. semoga kita selalu ingat akan kematian…
    innalillahi wainnailaihi rojiun..
    *serius*

  28. jadi inget ma kejadian dibali beberapa waktu lalu.
    anak kecil minum air keras(kalo ga salah) dari botol aqua.
    bapaknya sih ditahan akibat lalai

  29. Kira kira kenapa sih kita butuh tahu alasan dari sebuah kematian ya? Apa itu untuk sebuah ketenangan kita? Atau kenapa ya?

    *pusing*

  30. turut berduka cita

    jadi ingat peristiwa hampir 2 tahun yang lalu, saat kakek meninggal besoknya menyusul om yang meninggal.

    kaget dan nyaris tak percaya, tapi memang benar-benar terjadi.
    yeah…yang ada hrs ikhlas menerima kepergiannya

  31. Kematian tidak pernah permisi…
    Kematian juga hanya ada dalam mimpi…

    Maksudnya adalah

    Mati hanya ada dalam pengetahuan kita tanpa pernah bisa menjadi pengalaman hidup kita…

    dan itu terkadang juga sering menakutkan diriku (kita?)…

    salam buat manusia super yang super duper hiper..
    😆

  32. “The secret of happiness is to face the fact that the world is horrible, horrible, horrible.”

    Bertrand Russell

    “Death cannot banish you from the universe.”

    Benjamin Franklin

  33. Kematian sih memang seaneh dan se-edan itu.

    Hanya saja, saya takut kalau sampai takut akan kematian.

  34. so sad….

    jadi inget keluarga yang di aceh 7 orang di jemput orang pake baju loreng (abri dan gam sama2 pake baju loreng – red- kata saksi mata) dan mereka tidak pernah kembali, melepas mereka tanpa melihat jenazah, tanpa sholat jenazah….hanya sholat ghoib(..akh bukan kah tuhan tidak butuh fisik )

    semoga keluarga yang di tingalkan sabar dan tabah

  35. itu kejadian taon 2002 bro’ (komentku di atas)

  36. Terjemahan bahasa Inggris blog post ini sudah saya repost di blog saya, thx Manusia Super atas ijinnya… ^_^

    http://foreignprophecies.blogspot.com/2007/10/two-tragic-deaths-in-one-day.html

  37. semua yang Dia miliki akan kembali kepada-NYa dengan cara yang dimaui-NYa.
    peristiwa hidup!

  38. baguslah pada inget mati, superman aja ceritanya mati, gimana dg manusiasuper? mau mati juga, jangan dong. mubazir gitu lo..
    salam http://benbego.wordpress.com

  39. comment saya hanya satu, saya tidak dapat membayangkan jika saya berada di sana saat itu, dan satu lagi, saya bisa membayangkan betapa “lucu”nya muka kamu saat itu, dan satu lagi, saya bentuk muka kamu karena saya sepupu kamu😛
    moga ada hikmahnya dan ibadah lu tambah baik!

  40. comment saya hanya satu, saya tidak dapat membayangkan jika saya berada di sana saat itu, dan satu lagi, saya bisa membayangkan betapa “lucu”nya muka kamu saat itu, dan satu lagi, saya tau bentuk muka kamu karena saya sepupu kamu😛
    moga ada hikmahnya dan ibadah lu tambah baik!

  41. Semoga mereka mendapat tempat yang terbaik di sisiNya.. Turut berduka..

  42. Inna lillaahi wa inna illaihi rojiun
    Mirip dengan teman saya yang kehilangan anaknya karena…. meminum thinner di botol aqua!
    Padahal itu bukan kesalahannya. Ketika dia beli dari toko, thinner itu sudah dalam kemasan botol aqua. Mungkin karena beli sedikit, sehingga oleh toko dioplos ke botol aqua.
    Message-nya jelas.
    JANGAN MENGGUNAKAN BOTOL BEKAS MINUMAN UNTUK MENYIMPAN CAIRAN BERBAHAYA.
    Semoga Allah menerima amal ibadah para almarhumah.

  43. saya terhenyak membacanya….

  44. Itu dialami tetangga saya kemarin, seorang ibu mencoba bunuh diri, untung para tetangga sigap dan membawanya kerumah sakit dan skrg masih dalam perawatan miris lihatnya lebih miris lgi melihat 4 org anak yg terlantar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: