Pertentangan Batin Seorang Laki-laki

6 Juli 2007 pukul 21.22 | Ditulis dalam Uncategorized | 38 Komentar

Seekor kecoa, jatuh dengan punggung dibawah, di hadapanku, di lantai rumahku.

Dengan sekuat tenaga, si kecoa menggerak-gerakkan kaki-kakinya, berputar-putar, mencoba kembali ke posisi normalnya. Dia terus berusaha, ingin berlari kembali, ingin hidup, karena dengan posisi terbalik in, harapan hidupnya hanya akan bersisa beberapa jam saja.

Lalu apa yang harus kulakukan?

Dan pertentangan batin pun di mulai…

Apakah saya harus membantu kecoa ini, membalikkan badan coklat kehitamannya agar dia terus hidup? Tokh, kecoa ini juga makhluk Tuhan yang berhak meneruskan hidup.

Tapi kalau dia terus hidup, dia akan terus menjadi musuh rumah saya. Mengganggu keluarga saya. Menebar kuman, mungkin. Jadi sebaiknya saya kepruk saja dia dengan sendal saya.

Tapi dia juga kan makhluk hidup?

Tapi dia kotor!

Tapi dia berhak melanjutkan keturunannya?

Ah, kecoa lain juga masih banyak…

Kasian, kalau kamu di posisinya bagaimana?

Saya memangnya akan bisa berada di posisinya?

Kalau kamu tidak berdaya dan perlu bantuan orang lain?

Tapi saya bukan sosok yang merepotkan siapa-siapa, kaya kecoa!

Ah, masa?

Ah, iya!

Ah, bingung…

Dan pergulatan batin terus berlanjut, hingga perlu saran dari kamu, yang sedang menuliskan komentar saat ini…

(Ide diambil dari pembicaraan malam sabtu, di radio smart FM, bersama Budayawan Prie GS)

38 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hhhmmm…gimana kalo kecoanya diambil, terus dibuang keluar rumah😀

  2. setuju sama Chika.
    Tumben Cik, komenmu agag mutu dikit n solutip?
    hwehehe5005x…
    *menghindari ciuman cK*

  3. bunuh!!!
    *manusia kejam*

  4. Setuju sama Chika, bila perlu sebelum dibuang kecoa itu diternakkan dulu lalu dia dan anak cucunya dibuang ke tempatnya Chika😀

  5. Sekarang bayangkan seandainya kecoa itu jatuh tidak di lantai, tapi di punggungmu! Dan kakinya yang kecil-kecil tajam menggaruk-garuk kulitmu! Lalu tak sengaja lehermu digigitnya.

    Apa yang akan kau lakukan?

  6. bukankah itu anakmu dil?
    jangan tega2 gitu ah…

  7. pertentangan bathin pelayan umat ada ditempatku

  8. kita ini rakyat kecil yang selalu jadi kecoa bagi pemerintah. kapan lagi kita bisa menghajar yang lebih kecil kalau ga menghajar kecoa

  9. trus skrg….. kecoanya lagi ngapain?? wakakakak🙂
    masih dibiarin dalam posisinya ntu tah??

  10. Sementara ini, ada duaversi keputusan:

    1. Chika dan Chiw dan DeKing
    Dibiarin hidup, dengan resiko akan mengganggu di kemudian hari.

    2. Luthfisadis
    Bunuh! Dan masalah selesai.




    Yang bukan keputusan juga ada beberapa:
    1. Amd
    Memandang dari sudut pandang lain, dengan kejadian serupa.

    2. Arul
    Masih bingung

    3. antobilang, farid-49, bat man
    Versi OOT (yang akan selalu ada di dunia nyata juga)

    Lalu mana yang benar?

    Atau ada versi keputusan lain? Silahkan…

  11. walau manusia punah, kecoa masih tetep ad di muka bumi…!

  12. Karena pas tidur bibirku pernah dikencingin ama kecoak hingga berakibat monyong,and perih, jadi kalaupun ada kecoak yang kakinya masih di bawah, so saya kejar, saya bikin kakinya diatas.
    Kejam ya…? tapi lebih kejam kecoak yang telah mengencingi bibirku.

  13. saya takut kecoa -mengambil semprotan serangga dan menyemprot kecoa sampe klepek-klepek- maaf abis baca Ambrose Bierce (huhuhu… pamer).

  14. alahh kelamaan…
    injek aja biar cepet…*jiwa kejam=on*
    apa jgn2 mansup takut ma kecoa makanya ga brani bunuh ya??:mrgreen:

  15. tergantung mood. kalau mood lagi baik, bantuin kecoak biar kembali bercengkerama dengan keluarganya.

    kalau lagi marah-marah ….

    saya perhatikan lebih lama. ada makhluk lebih menderita di banding aku. lalu pelan-pelan aku bawa keluar rumah. :((

  16. manusia sekalipun, yg satu spesies sama saya, kalo nantinya memang mengganggu saya & orang2 di dekat saya juga bakal saya bantai. apalagi cuma kecoa, kekekekekeke!

  17. BUNUH!!!

  18. tontonin aja…
    sambil minum kopi/ngeroko’..

  19. *mode mikir E R R O R*
    kecoa ada termasuk dalam top ten hewan bersel banyak yang (sangat) cepat perkembangbiakannya.
    dibunuh… ga akan membuat kecoa masuk dalam list hewan yang perlu dilindungi
    ga dibunuh… ada resiko mengalami kejadian kaya mas liliks
    keputusan…. sidang ditunda untuk waktu yang tidak ditentukan. Jaksa dan pembela akan menerima konfirmasi via sms. Tok..Tok..

  20. injek. habis perkara. cicle of life, remember?

  21. kalo menurut aku yang seperti ini gak bakal berhenti di satu titik, akan terus ada pertentangan seperti ini.

  22. …..di goreng aj dil, proteinnya banyak :p

  23. kecoa juga makhluk hidup yang punya hak hidup heuheuhue

  24. bunuh ajaa,, Ma sih ga mikir dua kali kalo ngeliat kecoak,, pasti teriak,, (lha?)

    katanya kecoak itu makhluk yang paling bisa bertahan di bumi lho,, (ada di Heroes,,) jadi ngurang satu-dua aja gapapa kan,,😉 (Ma kejaam!!)

  25. Tergantung, kalo habis denger ceramahnya A’a Gym, kecoaknya dibantuin bangun dan dianter pulang.
    Kalo habis baca buku kesehatan, langsung cari sandal jepit, plak-plok dan gudbai kecoa.

  26. Kalo dari segi mudharatnya gimana ya?
    Tidak membunuh ada mudharatnya bagi kesehatan, membuang keluar rumahpun kecoanya bisa kembali atau masih bisa ke rumah ‘saudara’ kita yang lain, dan masih bisa menebar kuman penyakit.
    Membunuh pun kemungkinan ada mudharatnya juga bagi jiwa, jika perbuatan membunuh kecoa menjadi beban perasaan bathin yang dalam, apalagi jika sampai kurus kering badannya mikirin kecoa yang dibunuhnya. :)
    Pilihlah yang tidak ada mudharatnya bagi kehidupan manusia.
    Kalau saya pribadi akan memilih membunuh kecoa, dengan alasan kesehatan dan kebersihan sebahagian dari iman. Kalau tidak mampu membunuh, minta lah orang lain untuk melakukannya.

  27. klo kecoaknya bilang minta tolong yach ditolong klo ngga yach biarin aja😉

  28. GITU AJA KOK REPOT

    hahahahahaaaaaaa
    wakakakakakaakaaa

  29. lah… kecoanya keburu is death

  30. Udah gini aja: Semprotkan BAYGON, sayang😀

  31. Hyaaah klo aku sieh udah pasti ambil baygon trus di semprot..gak ada ampun buat kecoak.. klo serangga yang lain sieh masih mending.. maap keun atuh ya tuhan ku~

  32. belum ada yg baru euy?

  33. eh,,,btw…
    kecoa khan kaya’ jelangkung…
    ‘datang tak dijemput, pulang tak diantar’

  34. Sapu keluar rumah!

  35. hajar bleh masa manusia super kalah sama kecoa….hehehe…tp bingung juga ya emang….ok deh takdir kecoa itu ada di tangan anda…halah

  36. gimana ya? kecoa itu kan memang makhluk tuhan. tapi bentuknya lumayan menjijikkan. lagian dia suka ngehampirin aku kalo lagi bobo. jadi sejak itu bawaannya spanning mulu tiap liat kecoa.
    jadi kalo sekarang udah liat kecoa, langsung tak sapu keluar, xixixi

    salam kenal yak!

  37. aku rasa sekarang kecoanya udah mati.
    kasian dia.

    *turut berduka, eh, bersuka cita*


  38. *Nyatet*

    Yang jiwanya kejam: Mina, 9racehime, Shelling Ford a.k.a. Joe, suandana, Sezsy (malah dijadikan tontonan..), mbo venus (emang kejam dari lahir ini emak-emak), ekowanz (kejam plus bakat kanibal), Ma, EkoSuper (Kejam tergantung waktu), Domba Garut (Padahal sesama hewan), chie, nieznaniez…


    @ rd Limosin

    Kata siapa kecoa bisa bertahan sementara manusia punah? Kalau misalnya tiba-tiba ada ulama bilang kecoa haram dan harus di bom bunuh diri??

    @ Liexs
    Sumpah saya ngakak baca koment sodara, bibirmu kaya toilet kali, sampe kecoa juga kencing di situ…! *Jungkir balik ngakak*

    @ kw
    Untung punggung kita da flat ya bang?

    @ may airinn
    Malah bikin tambah bingung…

    @ ariwibowo
    Singkong dan keju??

    @ Ibrahim

    Nah, memang ada yang bilang kecoa itu najis??

    @ annmmolly
    Bagueess…

    @ Bagussugiarto
    Hahahahahaha….

    @ ario dipoyono
    Resiko pertentangan batin ya pasti makan korban bos..

    @ Takodok!
    Habis disapu dia balik lagi, gimana? Apa di vacuum saja?

    @ kump45
    enak rasanya memegang nasib makhluk lain seperti ini ya? Puwasss…

    @ mataharicinta (buset namanya)
    Spanning kalo liat kecoa? Kalo liat ke-cowo..??


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: