Pembicaran Malam Minggu

16 Juni 2007 pukul 20.29 | Ditulis dalam Uncategorized | 24 Komentar

Kapan kita kawin?

Entahlah…

Kalo bisa secepatnya?

Kayanya da bisa cepat-cepat…

Kenapa?

Banyak yang harus dipikirkan  sebelum benar-benar memutuskan hal sepenting itu…

Apa lagi?? Tokh kita sudah saling cinta, saling percaya, saling memerlukan.

Memang, tapi kawin kan bukan hanya soal hati? Aku da mau kita kawin hanya untuk menghalalkan hubungan badan dan seks… Aku mau kita kawin dengan kematangan hati, mental, materi…

Kalau terus menunggu, kapan lagi?

Aku mau kita matang secara pribadi dulu, sisihkan sejenak cinta dan niat kawin. Pikirkan baik-baik, apa seh yang kita punya sekarang? Semuanya hasil pinjaman orang tua, rumah belum ada, kerjaan belum mapan…

Lalu?

Aku tidak mau keluarga yang kubentuk nantinya berantakan hanya karena keputusan yang terburu-buru.

Kita sudah menunggu lama.

Justru itu, kita sudah menunggu terlalu lama, melewati terlalu banyak, terlalu sayang jika harus terburu-buru justru pada saat mendekati akhir. Lagi pula, kawin bukan tujuan, perkawinan justru berarti memulai sesuatu yang baru.

Tapi teman-teman kita sudah banyak yang kawin

Lalu kamu pikir teman-teman kita senang?

Sepertinya mereka senang…

Itulah, selalu melihat hal yang bagus di orang lain dan meratapi hal negatif di diri sendiri. Kamu pikir si ini senang melihat anaknya  tidak pernah punya baju baru? Kamu pikir
si itu sudah berapa lama ini tidak pernah menikmati jalan-jalan bersenang-senang?

Lalu?

Aku benar-benar tidak ingin keluarga kita nantinya justru tidak bahagia, karena sesuatu yang harusnya bisa kita siapkan dari sekarang. Aku mau kamu dan aku punya pekerjaan yang mapan, pegangan hidup yang yang pasti, sebuah jaminan.

Kupikir gajimu dan gajiku cukup…

Entahlah, aku belum me-make-up my mind soal kerjaan ini. Pekerjaanmu juga belum semapan yang diharapkan kan?

Tapi paling tidak, pendapatan kita berdua lebih besar dari teman-temanmu yang sudah menikah.

Tunggulah sebentar lagi.. Ada banyak hal yang akan kita lewatkan jika memutuskan menikah sekarang. Ada kesenangan-kesenangan yang akan menghilang. Aku belum siap untuk itu…

MUNGKIN KAMU TAKUT?

mungkin….

24 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. selamat menempuh hidup baru. halah :p

  2. Huahahahaha …

    Cari cowo lain aja mbak :p

  3. ini berkhayal apa beneran😀 btw, congrats! whatever that is.

  4. lha nunggu apa lagi…
    aku aj sudah, masa km belum :p

    *hoax on*

  5. lha nunggu apa lagi….
    aku aj sudah, masa km belum :p

    *hoax on*

  6. ini tentang elo ya fad???

  7. wah wah wah, bisa di-akismet-kan sama si cewek tuh😀

  8. Yeyeyeyeeee~

    Udah kagak sabar lagi ya, om?😆

  9. @ venus
    halah, apaan coba, salah mengerti aja hobinya..

    @ leeloos
    Hahaha, yang pria memang bukan tipe pemberani, seperti yang rela membunuh blog-nya atas nama cinta itu …

    @ mina
    Berkhayal iya, beneran juga iya..

    @ ekowanz
    Hah, sesama homok dilarang saling mendahului!

    @ cK
    guest!

    @ cakmoki
    serem banget cak, kalo sampai di-akismet-kan… Mending moderasi dulu aja🙂

    @ shan-in lee
    Sabar kok bos, cuma pengen aja yang kagak nahan…

  10. guest apa guess???
    *tersenyum ngikik ngikik*

  11. @ cK
    *pura-pura da baca, sambil ngedit*

  12. Ya akhi, Pokoknya™ pacaran itu harom!*halah*:mrgreen:

    Ooo..om super mo nikah tho? Selamat! Makan2™! *pura2 salah pengertian*😀

  13. mungkin kita memang penakut yang enggan meninggalkan zona nyaman kita masing2…

    main2 ke kos cewek itu memang menyenangkan😛

  14. hihihi….
    ikatan pria-pria takut komitmen ya??😀

  15. Sabar Dil, jangan terburu buru menikahi kiki, nanti kamu ga bisa selingkuh lebih jauh. belum lagi urusan lain macam belikan susu anak

  16. Eheu~aku pun takut akan komitmen😦

  17. kawin aja takut hehehhehe, udah sana pergi ke KUA

  18. Nikah itu seharusnya karena memang merasa sudah saatnya nikah…. bukan karena ikut-ikutan yang lain nikah….

  19. (“,) itikkecil
    he..eh.. sudah merasa saatnya nikah karena yang lain sudah nikah.. :p

  20. Terserah deh!!! Yang terbaik aja gimana?

  21. menikah….!
    kalo saya yg ditanya langsung jawab…
    ayuk ayuk ayuk ayuk….
    ga ush basa basi deh…~wekekeke

  22. kadang memang kita takut ninggalin zona nyaman kita. gara2 kalamaan dipimpin pak harto sih. jadinya pro status quo mulu

    tapi memang nikah kan bukan urusan 1 2 hari doank
    banyak yang mesti dipikirin
    tapi bukan berarti mesti ditakutin

    pernah denger gak?
    cinta dalam rumah tangga cuma bertahan sampe 4-5 tahun. selebihnya yang diperlukan adalah saling melengkapi, saling mempercayai dan saling-saling lainnya…..

  23. […] dari mereka yang ‘mengesahkan’ hubungannya melalui ikatan pernikahan. Tantunya bukan pernikahan sungguhan seperti pernikahan yang lazim dilakukan antara pasangan ‘beneran’, pernikahan […]

  24. […] paksaan dan nasihat orang tua, batasan usia, dan segala tetek bengek yang menjadikannya suatu dogma… tidak ada kata terlambat, malah ntar pas tiba waktunya, dijamin ntar benar-benar mengalami […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: