Jennings – Si Iseng

21 Mei 2007 pukul 20.51 | Ditulis dalam Uncategorized | 32 Komentar

“Nah, Atkinson, apa yang kau lakukan selama liburan?””Saya pergi ke Lords, Pak, untuk menonton Middlesex bertanding melawan Lancashire, dan saya membawa buku kumpulan tanda tangan saya untuk minta tanda tangan mereka semua Pak.”

“Bagaimana, berhasil tidak?” tanya Pak Carter.

“Saya mendapat satu, Pak,” kata Atkinson dengan bangga.

“Tanda tangan siapa itu?”

“Saya tidak tahu pasti, Pak, karena tulisannya agak goyah, dan ia cuma membuat beberapa lengkungan dan satu garis panjang , sedangkan saya tidak bertanya siapa namanya,” kata Atkinson. Kedengarannya agak menyesal. “Tapi kelihatannya seperti B.K. Inman, Pak. Sedangkan kalau letak buku dibalik, mungkin juga E.J. O’Reilly.”

“Menurutmu sendiri, siapa kemungkinannya yang memberikan tanda tangan itu?” tanya Pak Carter ingin tahu.

“Rasanya yang paling mungkin Smith, Pak. Soalnya tidak ada pemain bernama Inman atau O’Reilly di kedua tim itu, tapi kalau Smith ada di kedua-duanya,” kata Atkinson menjelaskan. “Jadi kemungkinannya dua bnding satu bahwa yang menandatangani itu salah satu dari mereka. Itu jika dibandingkan dengan pemain-pemain lainnya, Pak”

Kutipan di atas saya ambil dari salah satu novel favorit saya sepanjang masa – Serial Jennings. Ditulis oleh Anthony Buckeridge, pengarang klasik Inggris yang meninggal 28 juni 2004 lalu. Buckeridge mendapat penghargaan OBE (Order of the British Empire) atas jasanya di dunia literatur Inggris.

Di Inggris sana, serial novel Jennings terbit sejak 1950 hingga 1994 dengan total terbitan sebanyak 25 buku. Sementara terjemahan Indonesianya yang ada di tempat saya, diterbitkan tahun 1990 oleh Gramedia dengan penerjemah Agus Setiadi.

Judul pertama Jennings adalah Jennings Goes To School (1950) dengan versi Indonesia jennings Si Iseng (1990).

Terlepas dari terjemahan judul yang ‘jauh’ sekali itu, secara keseluruhan terjemahan Indonesia ini memuaskan. Padahal jarang sekali saya puas membaca novel-novel terjemahan. Meski memang ada beberapa istilah khas Buckeridge yang berasal dari slang anak sekolah seperti “fossilised fish hooks!”, “crystallised cheesecakes!” dan lainnya yang tidak bisa digantikan dengan istilah bahasa Indonesia. Dan akhirnya, istilah-istilah tersebut diterjemahkan menjadi Pancing Peot dan Keju Kaku/Keju Bulukan!

Jennings adalah tokoh utama novel ini, digambarkan sebagai seorang anak laki-laki yang bersekolah di Sekolah berasrama – Linbury Court Preparatory School. Cerita Jennings biasanya berkisar pada kesalahfahaman antara para siswa – khususnya Jennings – dengan para guru atau orang dewasa lainnya sekolah mereka.

Permasalahan kerap muncul karena perbedaan cara pandang orang dewasa dan anak-anak. Dan biasanya, penyelesaian juga hadir dengan cara yang tidak terduga namun memuaskan semua pihak termasuk pembaca.

Saya menyukai novel ini karena kesederhanaannya. Tidak perlu mengerutkan kening untuk memahami jalan ceritanya. Namun jalan ceritanya itu sendiri tidak sederhana! Bingung? Tidak juga, coba saja kalian baca.

Sayangnya, hanya ada 3 novel Jennings versi Indonesia yang saya temukan. Itu pun tidak di toko buku tapi di perpustakaan. Entahlah, ditengah-tengah serbuan novel anak dan remaja berbau cinta standar, kemewahan diluar batas atau fantasi yang memaksakan saat ini, saya tiba-tiba merindukan Jennings.

Saya merindukan cerita-cerita yang membawa kita ke suatu tempat yang berbeda. Anak-anak kita sudah diserang dari berbagai sisi, tayangan televisi, pergaulan, pencitraan busuk yang dibagus-baguskan oleh para publik figur, hingga sekolah yang tidak lagi memberi pelajaran melainkan hanya menambah ketegangan.

Saya rasa tidak ada salahnya kita memberikan sedikit ruang istirahat untuk anak-anak kita, dan untuk kita sendiri. Memberikan tempat melarikan diri dari kebobrokan dunia orang dewasa yang diciptakan orang dewasa sendiri. Dan itu mungkin bisa ditemukan di buku-buku berkualitas, yang sekarang ternyata sulit ditemukan.

Bedewei, kalian punya novel kenangan juga?

Eh, catatan tambahan, saya sedang dalam niat kuat menambah koleksi buku-buku lama macam Jennings ini. Jika ada yang memiliki koleksi buku-buku terbitan tahun 80 – 90an, dan rela menjualnya, hubungi saya!

32 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. PERTAMAX!!!!

  2. fad, kok ga ada judulnya?? buru-buru atau…??
    *hayooo…ngapain kamu™*

  3. Hmm aku malah baru denger nieh Jennings..

    klo jaman kecil dulu bacaannya novel2nya enid blyton yang latar nya juga boarding school heheh standar sieh..trus novel detektif S.T.O.P ..Alfred H..Roald Dahl..duh jadi kangen..

    dan aku juga lagi coba koleksi enid blyton dll ini ^ ^..udah agak susah nie cari buku2nya..heu~

  4. hihihih di post juga Jenning nya yu ah berburu

  5. Judul terjemahan kadang malah sifatnya JaDul… Dan aneh-aneh ya… _ _

  6. gak punya :p

  7. jaman smp sih sukanya lima sekawan ama trio detektif😀

  8. Judul pertama Jennings adalah Jennings Goes To School (1950) dengan versi Indonesia jennings Si Iseng (1990)

    Busyet…beda 40 tahun hehehe

  9. ada versi adultnya ga mas?😀

  10. bussset, mansup, kamu suka Jennings? aku jugaaa! aku punya beberapa. yang diterjemahin ada lebih dari 3 kok. aku juga nyari nih, biar bekas juga. Agus Setiadi memang translator ngetop, terutama untuk cerita anak. terjemahan slang-nya pas sekali. wiiii…. kamu baca yang edisi aslinya gak? sayang Buckeridge ini sudah meninggal ya.

  11. saya taunya jening sum-sum! ato kalo nggak jening dodol!

  12. saya pernah kecewa dgn terjemahan (kalo gak salah waktu itu bukunya kahlil gibran).
    tapi saya suka banget sama yang namanya novel “Le Petit Prince” atau Little Prince atau Pangeran Kecil karya Antoine de Saint Exupery.
    liat ketebalan buku dan gambar depannya, hampir pasti Anda bakal menghina novel ini😀
    tp kalo udah baca, dijamin kecanduan!

  13. Little Prince itu indah🙂 saya jatuh cinta sama ilustrasinya dan masih suka terharu dengan kegigihan sang Pangeran Kecil menjaga bunganya

  14. @mansup: pinjem?😀 boleh, asal dikembaliin aja. agak lecek, karena beli bekas dan banyak yang pinjem *ngeles, padahal dirinya sendiri yang bikin lecek, diulang2 mulu bacanya*

  15. oh … yg nyari buku-buku lama kemaren itu mansup ternyata … kirain 29 ato amd …

    hehehehe ….

  16. novel yang pernah saya punya: life of Pi, Aib, Digital Fortres, & Deception Point. Berarti ya keempat novel itu yang saya suka…🙂

  17. eh maksudku …

    “oh … yg nyari buku-buku lama kemaren itu mansup ternyata … kirain 49 ato amd … ”

    hehehehe …

  18. Rasanya pernah punya. Jadi kangen baca buku lama juga, sayangnya harus berkeringat mbongkar gudang.
    INFO:
    kalo ke Surabaya, sila ke Toko Buku Sari agung di Tunjungan lantai atas, banyak Bos😉

  19. Kalo aku liat buku2 seperti itu, aku kabarin deh..

  20. waktu smp sih, bacanya api di bukit menoreh, lima sekawan, serial margasatwa (fulgor,inkosi,tuska, mungkin gak pernah dengar ya?), sama bukunya H C Andersen. Kalau novel, baca ‘dia kaya dan jelita’ karangannya Motinggo Busye, Mahabarata, Ramayana, Sangkur dan Pena, apa lagi ya?

    Tapi sebagian besar sudah tidak terdeteksi lagi lokasinya…

  21. @ cK
    Kenapa Chik? Ada apa? Mana?

    @ chie
    Enid Blyton saya juga suka, tapi ceritanya standar banget, ada penjahat, ada ruang rahasia, ada teman baik dan semuanya terpecahkan secara kebetulan, he..
    STOP juga keren, tapi ada juga yang memprotes tentang isu rasialnya lho..

    @ kangguru
    Iya neh pak, penasaran da nemu-nemu!

    @ Shan-in Lee
    Makanya, kadang terjemahan Indo bikin kecewa! Tapi tetep dihargai lah usaha orang lain ya..

    @ venus
    ga papa😦

    @ ekowanz
    Paling banyak di banjarmasin dan smp 6 seh ya ko? 5 sekawan dan 3 detektif itu memang banjarmasin banget, he..

    @ deKing
    Tapi tetep keren mas, baca deh!

    @ clukindahose
    huss! emangnya ini tarzan?? Ada versi X-nya

    @ Mina
    Antar ke kantorku ya? YA? YA? YA? YA?

    @ Anto
    Iya, elu yang dodol!

    @ Arya – Mina
    Saya juga punya ‘pangeran kecil’ itu, malah ga ngerti ceritanya. Kayanya filsafat banget gitu, ampe ke planet-planet ga jelas gitu kan ceritanya? Eh, tapi ini bukan ‘pangeran kecilnya’ cak moki kan??

    @ jurig
    Buset! Masih ada yang da kenal tokh? Padahal udah seleb cap kaki tiga gini

    @ alief
    Semua novel Dan Brown udah ada juga neh, kalo Life of Pi, sampe akhir-akhir baru berasa kerennya. Kalo da sabaran bisa ditinggal ditengah-tengah tu novel. Tapi akhirnya mantab memang.

    @ jurig lagi
    kenapa ga 69 aja sekalian mba..?

    @ cakmoki
    Bongkar cak! Bongkar aja, mau dibantuin? Eh, sekalian aja cak, situ yang belikan, sekaligus PDA-nya ya? *teteup..*

    @ Dino
    Ditunggu kabar baiknya

    @ Suandana
    Suaka Margasatwa?? Buset, apaan itu? Pasti ada tokoh bernama antobilang ya??

  22. @cak, aku beli deh… ya ya ya?
    @mansup: sudah pinjem, minta dianterin pula! *ctuqs*

  23. […] dan (tadinya saya sangka) bukan pembaca buku. Suatu hari saya membaca entry blognya yang berjudul Jennings – Si Iseng. Jennings adalah salah satu dari serial yang paling saya sukai, lucu dan berkesan, cerita tentang […]

  24. gw juga suka banget baca serial Jennings, yah walopun masih banyak serial lain yang gw suka, misalnya mahakarya dari mrs.Enyd Blyton.. Gw cuma punya 5 serial jennings makanya pengen bgt ngelengkapin. Kalo ada yang berminat menjual koleksinya, yang jdlnya untung ada jennings & bicara tentang jennings, pls contact me at shagaret_el_dorr@yahoo.com okay,…. ^_^

  25. ada yg tau dimana dapetin jennings di indo skarang ini? gue dulu punya beberapa seri tp di ambon… sekarang pindah .. ke jawa .. buku2nya ntah dimana

  26. kalo ada e-book nya q bleh minta???? ada bbrapa seri yg blom di bca..susah carinya ^^

  27. Salam Kenal,,,

    Waaa….aku jg penggemar berat Jennings,udh nyari kemana2 jg tp gak ada yg jual. Klo di pekanbaru Jennings masih bisa kita temukan di taman2 bacaan. Hikz…pengen beli juga😦

  28. Waktu kecil saya sempat baca 3 serial Jennings, saya sampai sakit perut saking lucunya..,
    Tapi sekarang saya cari di toko buku tidak ada yang menerbitkannya… ada yang bisa membantu?

  29. Jennings ini salah satu novel yang paling ngangenin dan ga pernah membosankan untuk dibaca ulang. aku sendiri punya 6 kalo ga salah, makanya kaget juga setelah baca di sini kok ternyata totalnya ada 25 novel. jadi gemes kenapa yang lainnya ga diterjemahin sekalian yaa? bikin petisi ke Gramedia yuk! :))

  30. Baru tahu kalau Jennings ada sampai 25… saya inget 1 cerita tentang 5 Nov tentang Guy Fawkes… Sampai pas pelajaran sejarah di kampus ada yang nanya soal itu, saya doang yang bisa jawab…banyak pengetahuan dan kekonyolan Jennings yang bikin kangen baca bukunya ^ ^

  31. Aku suka banget cerita Jennings. Dulu juga baca karena ada di perpustakaan sekolah. Aku lupa ada berapa, tapi enggak banyak. Mungkin kapan2 aku mau ke sekolahku lagi untuk melihat2 koleksi buku2 di sana, jadi kangen. Apalagi aku sudah agak lupa kisah-kisah Jennings.
    Senang bisa berkunjung di sini, aku sedang mencari info tentang pengarang2 novel kesukaanku saat sekolah dulu dan karya-karyanya.

  32. saya punya dua judul. Jennings si iseng dan Apalagi Jennings. Sudah saya upload di wapsite saya. sorry tidak untuk didownload, hanya untuk baca ditempat.. btw, masih ada lagi Serahkan saja pada Jennings, masih dalam proses scan..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: