Iseng

9 Mei 2007 pukul 14.24 | Ditulis dalam Uncategorized | 12 Komentar

Selama ini saya banyak mengeluh tentang negatifnya pekerjaan sebagai pencari berita ya? Maaf kalo begitu… Tidak pernah bermaksud menghujat profesi wartawan kok…

Untuk memberikan keseimbangan, berikut cerita dari sisi lain  pencari  berita..

Cerita pertama:Pernah seorang ibu istri gubernur *bukan gubernur yang sekarang tapi yang dulu* yang baru menjabat, berpidato sebagai Ketua PKK Provinsi untuk pertama kalinya di depan anggota DRPD dan wartawan.

Karena ini untuk pertama kalinya, perhatian semua orangpun terpusat pada si ibu. mencoba mencari tau seberapa besar harapan yang bisa diberikan rakyat pada si ibu dalam mempengaruhi suaminya untuk membuat kebijakan yang pro-rakyat.

Si ibu pun memulai, sambil membaca teks pidato yang sudah disiapkan stafnya…

“Assalamualaikum warahmatullahi Wabarakatuh..”

“Bapak dua ibu dua yang saya hormati..”

*GUBBSRAAK!!!*

Jungkir baliklah para pendengar sekalian mendengar kata-kata “bapak dua ibu dua” dari si istri gubernur. Tulisan di teks pidato itu memang diketik bapak2 ibu2, untuk menyingkat tulisan. Tapi oleh si ibu gubernur di baca apa adanya dengan “BAPAK DUA IBU DUA”

Mampuslah kami para wartawan menahan tawa, sambil memandang para pejabat peserta acara yang harus menjaga imej mereka walau setengah mampus ingin ketawa juga…

Musnahlah harapan si ibu akan memperjuangkan  kepentingan rakyat dengan sekuat tenaga, mengingat membaca saja beliau sulit…

Cerita Kedua 

Cerita dari para anggota DPRD setempat.

Ceritanya saat itu mereka baru saja menjabat sebagai wakil rakyat, dan tanpa membuang waktu langsung melakukan kunjungan kerja ke luar daerah yaitu ke surabaya.

Karena mereka wakil rakyat, mereka pun harus menginap di hotel paling mewah yang ada di surabaya, untuk mewakili rakyat. Rakyat tidak bisa semuanya merasakan hotel mewah, wakilnya pun boleh.

Singkat cerita, ada salah seorang anggota DPRD baru yang betul-betul baru masuk ke hotel mewah. Si bapak tiba-tiba sakit perut dan langsung masuk ke kamar mandi kamarnya di hotel.

Setengah jam kemudian, si bapak dengan wajah mengkeret keluar dari kamar mandi dan mengeluh “Gila banyunya kada dingin-dingin! Kada kawa ba**** unda!”

(Terjemahan: Gila airnya ga dingin-dingin! Da bisa b***r gua!)

Ketika di check ke dalam kamar mandi, ya iya airnya ga dingin-dingin karena memang yang si bapak buka itu KRAN AIR PANAS! Dipikirnya itu kaya kran biasa rumah di Banjarmasin, yang pertama kali dibuka memang airnya terasa hangat dan berangsur dingin beberapa menit berikutnya.

Bisa apalah kami mendengar cerita si bapak dewan yang terhormat in, selain jungkir balik lagi ngakak, membayangkan si bapa menahan p*p-nya menunggu kran air panas mengeluarkan air dingin…

Cerita Ketiga:

Lalu ada juga cerita lain, tentang seorang pengurus partai besar di daerah yang diundang ketua partainya ke Jakarta. Singkat kisah, si pengurus partai diinapkan di hotel besar pula. Hanya sehari seh, karena memang undangan tersebut hanya sekedar ucapan terima kasih atas bakti si pengurus pada partainya.

Yang jadi masalah, ketika mau pulang, bapak ketua partai yang mengundang si pengurus kaget melihat tagihan kamar hotel. BANYAK BENER!!!

Setelah diselidiki, ternyata semua makanan, minuman, softdrink, snack, handuk, seprei, sabun, dan sampai vas bunga di kamar, semuanya dimasukin ke dalam koper oleh si pengurus partai.

Dia mengira, semua itu termasuk hak milik tamu hotel!!!

Hah.. What a country a have here…

Next, The Fourth Story

Tahun 2003, terjadi banjir besar di kabupaten Banjar, sekitar 40 kilometer dari Banjarmasin. Demi citra, para pejabat dan pengusaha besar di Kalsel pun meninjau lokasi banjir. Mereka pun mengajak rombongan wartawan untuk meliput kepedulian para pejabat dan pengusaha itu.

Singkat kisah, sampailah para pejabat, pengusaha dan wartawan tadi ke lokasi banjir. Mereka lalu meninjau ke pengungsian yang didirikan relawan setempat.

Pas lagi asik-asiknya meliput, salah seorang wartawan tiba-tiba  wajahnya memucat! Kenapa?

Ternyata dia ketemu ibunya yang jadi pengungsi di tenda darurat tersebut! Si Ibu tercinta sudah hampir satu minggu jadi korban banjir… Hualah nak.. Nak.. Durhaka dirimu…

Cerita terakhir

Seorang wartawan kriminal – Agus nge-pos di Rumah Sakit, siap dengan kamera untuk  memotret  korban kecelakan atau kasus kriminal yang datang.

Tiba-tiba masuk ambulan ke depan ruang IGD.  Agus pun menyiapkan kamera fotonya, mengarahkan tepat ke pintu ambulan yang terbuka. Sesosok tubuh korban tabrakan diarak keluar oleh petugas.

Agus siap mengambil foto ketika …

“Gus… Tolongin gw gus… telponin emak..”

Agus tercekat, halah! Si korban tabrakan ternyata adik sepupunya sendiri!

Dengan kalem Agus menjawab: “tenang ji, gw ambil foto lu dulu, habis itu baru gw teponin emak lu..”

*Ceklik*

Prinsip wartawan memang gitu, bahkan kalo yang tabrakan itu si wartawan sendiri, instruksi redaktur adalah, ambil foto dulu, baru boleh pingsan!

Iklan

12 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ahauhauhauhauahuahauahuahauahuahauahauhauahuah…-ketawa sampe koprol-

  2. hua hua hua hua hah ha ha ah a ha ha ha he eh he he he ha ha ha ha ha ha ha ah ha ( ga’ bisa berenti neeeh ketawanya )

  3. hahahahahah … politikus negeri ini … keren-keren ..

  4. huahahahahahaha….

    manusia super memang super ceritanya…

    *jadi miris liat negeri ini* 🙂

  5. Ini serius lucunya.
    HAHAHAHA

  6. emang lucu ya?
    *saya ga bisa ketawa, karena ga baca postingan*
    hehehe

  7. @ Semua
    Posting ini sebenarnya masih berupa draft, belum mau saya posting. Tapi karena keteledoran, saya salah klik tombol antara “simpan” sama “tampilkan”….

    Kalo mbacanya pada bingung yang maaf sodara-sodara, nanti kalo ada waktu saya perbaiki posting ini…

  8. Cerita pertama tuh yang bener2 ngelakuin bukan istri mantan gubernur, tapi seorang bupati dari sebuah daerah di jawa, beberapa tahun yang lalu. Bupatinya sendiri, bukan istrinya lho. Ada kok yang punya bukti rekamannya, cuma gak beredar. Maklum, baru hangat2nya euphoria berpolitik, orang kagak ada kemampuan apa2 saja bisa jadi penggede.

  9. Dia mengira, semua itu termasuk hak milik tamu hotel!!!

    Hehehehe…jangan2 itu memang sudah kebiasaan ya, pokoknya sikat saja tidak peduli siapa pemiliknya…
    Sikat bléh …

  10. numpang ketawa hahahahahhahaha

  11. Eh, buat yang ngira ini posting nyontek atau bohong;

    Maaf, ini semua kejadian nyata, aseli dan disaksikan, jadi memang ini Indonesia kita, eh, Banjarmasin kita kali yee?

  12. […] Iseng […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: