Surat Cinta Dari Laki-laki untuk Laki-laki

5 Mei 2007 pukul 12.24 | Ditulis dalam Uncategorized | 15 Komentar

Kepada Yth.
Presiden Republik Indonesia
Dr. H. Soesilo Bambang Yudhoyono

Perihal:
Ujian Nasional

Assalamualaikum Wr. Wb.

Bapak Presiden yang saya hormati.

Mohon maaf atas kelancangan saya mengirimkan surat ini kepada Bapak, ditengah kesibukan bapak mengutak-atik susunan kabinet bapak. Saya menyadari betapa bapak harus mempertimbangkan banyak hal dalam masalah reshuffle cabinet ini. Ada kepentingan bangsa, kepentingan rakyat, kepentingan teman, kepentingan musuh, dan kepentingan – kepentingan lain yang harus bapak jadikan pertimbangan. Oh iya, jangan lupa kepentingan Akhirat juga pak.

Karena itu biarkan saya mengutarakan perasaan saya ini dengan cara seksama dan tempo yang sesingkat-singkatnya.

Pertama-tama, saya ingin mengawali isi surat ini dengan hasil googling terhadap kata kunci “kecurangan ujian nasional”. Ada 46,300 hasil pencarian yang didapat oleh Google melalui search enginenya yang super canggih. Artinya, jika untuk membaca satu hasil pencarian kita memerlukan 2 menit, maka akan diperlukan waktu 1543 jam lebih untuk membaca semuanya. Belum lagi waktu untuk memahami dan menindak lanjutinya.

Saya juga sempat mencari tulisan-tulisan tentang “korupsi pendidikan” dan menemukan 562.000 situs, blog, tautan yang memuat kata tersebut.

Karenanya, saya ingin bapak mengingat kembali beberapa permasalahan di dunia pendidikan kita ini. Namun untuk surat pertama ini, saya ingin mefokuskan diri pada masalah seputar ujian nasional saja.

Saya ingin bertanya pak, dengan sepenuh hati saya ingin bapak menjawab jujur. Menurut bapak, siapa yang diuntungkan dengan mega proyek ujian nasional ini?

Adakah pihak sekolah yang menyambut baik ujian nasional dengan standar nilai?

Adakah guru yang menikmati menyiapkan siswa terkasihnya untuk menghadapi ujian nasional?

Siapa siswa yang tertawa bahagia dengan standar ujian nasional?

Orang tua murid mana yang bersuka cita melihat anaknya berangkat pagi pulang malam untuk sekolah dan mengikuti pelajaran tambahan persiapan ujian?

Siapa pak?

Oh, mungkin ada pak, ada orang-orang yang mungkin senang dengan ujian nasional ini. Mereka ada di dekat bapak mungkin. Mereka berkapasitas sebagai Pejabat di Departemen Pendidikan Nasional, Mereka menduduki posisi di Badan Standarisasi Pendidikan Nasional mungkin. Mereka ada di posisi yang memungkinkan mereka memaksimalkan anggaran pendidikan untuk memajukan pendidikan seperti di angan-angan mereka. Angan-angan yang mungkin sudah mereka sampaikan kepada bapak sehingga bapak menyetujui Standarisasi nilai ujian nasional ini.

Tapi itu angan-angan mereka pak. Mereka yang mungkin belum melihat kondisi dunia pendidikan sebenarnya. Yang belum pernah mengunjungi sekolah beratap bocor, belum menemui siswa SMA yang tidak bisa membedakan to be “is” “am” dan “are” karena memang belum pernah diajarkan.

Mereka mungkin belum menemui guru yang harus menjadi tukang becak karena kurang gaji. Mereka mungkin juga lupa ada sekolah yang tidak mengenal komputer, perpustakaan layak apalagi internet.

Mengutip ucapan salah satu guru saya pak, mereka itu, orang-orang yang mungkin saat ini ada di dekat bapak itu, ingin membuat standar hasil tanpa membuat standar proses.

Bagaimana mungkin itu bisa pak?

Ibarat membuat kue, bagaimana mungkin kita mendapatkan manis yang sama jika gula yang kita punya tidak sama banyaknya?

Surat ini saya buat atas nama cinta pak, cinta saya pada bangsa ini. Pada tanah air dan udaranya yang telah menghidupi saya atas ijin Tuhan. Tempat dimana saya ingin melewatinya dengan semua yang saya cintai. Ini surat cinta pak presiden…

Saya memohon dengan permohonan paling tulus yang bisa diutarakan oleh seorang warga negara kepada presidennya, tolong evaluasi dan hentikan pelaksanaan Ujian Nasional dengan format sekarang hingga ditemukan format baru yang lebih baik.Β 

Bapak tidak perlu membalasnya pak. Saya tau cinta saya mungkin bertepuk sebelah tangan. Saya tau bapak sangat sibuk dengan hal-hal lain dibanding hanya mengurusi pendidikan bangsa ini.

Tapi saya tau satu hal pak, saya tau bapak punya cinta. Karena semua kita punya cinta pak. Tidak perlu bapak memberikan cinta itu pada saya. Cukup untuk anak-anak kita, adik-adik saya, para siswa sekolah di negeri kita ini.

Sekian surat cinta pertama ini pak, mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Cinta membuat buta pak, mungkin juga membuat gila.

Maafkan jika saya gila karena saya cinta negeri ini.

Wassalam

Manusiasuper

Tambahan: Salah satu hasil diskusi terkait ujian nasional 2006 bisa diambil di sini, diambil tanpa iijn tapi semoga dimengerti.

Iklan

15 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. PERTAMAX!
    saya sbagai presdien indonesia merasa bangga memiliki putra bangsa seperti saudara fadil.
    terimakasih saran2nya. doakan saya agar bisa mereshuffle kabinet dengan lebih baik, tanpa perlu takut sama kumis jijay wapres saya maupun dukungan2 disekitar saya yang telah melenakan saya dari pengabdian kepada rakyat.

  2. Wah…manusia super benar2 masih memiliki jiwa guru
    Ayo kembali saja ke fitrahmu….jadi guru πŸ˜€

  3. keren πŸ˜€
    anyway salam kenal dulu deh πŸ™‚

  4. “Maafkan jika saya gila karena saya cinta negeri ini.”

    nice!

    setuju,, kalo pake standar gini, yang naik itu kualitas dalam mencari bocoran dan contekan,,

  5. Ass, wr, wb,
    Sodara-sodara sebangsa setanah air, wa bil khusus sodara Mansup,
    Saya selaku presiden terpilih pengemban amanat rakyat mengucapken terimakasih atas surat cinta ini *mbetulken songkok, sambil dehem*
    Saya memahami apa yang sodara sampaiken. Format saat ini adalah format terbaik buah karya para ahli pendidikan begelar propesor, karenanya kita wajib menghargai jerih payah beliau-beliau.
    Tentu semuanya sudah melalui uiji standar. Itu sebabnya mengapa saya selaku presiden terpilih tidak dapat menolak program (baca: mega proyek) tersebut yang nyata-nyata di dalamnya terkandung standar keuntungan.

    Saya mengerti perasaan sodara terkait sekolah yang belum memenuhi standar kelayakan, ini soal waktu sodara-sodara. Saya ikut prihatin ada (baca:banyak) sekolah bocor, inipun soal waktu.
    Perlu sodara cek and recek ketika mendengar kekurangan fasilitas sekolah, mengingat sekarang banyak berita bohong yang sengaja dihembuskan pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk merongrong kewibawaan pemerintah, khususnya Diknas. Selama saya menjabat, tidak sedikit dana kita keluarkan untuk membangun pendidikan negeri ini. Alhamdulillah, semua laporan yang masuk ke meja saya, dunia pendidikan kita banyak mengalami kemajuan, atau jika saya boleh berbangga, pendidikan kita sudah maju sangat pesat tidak kalah dengan negara tetangga dan negara maju sekalipun. *berdehem lagi sambil membetulkan kopiah*.
    Sekali lagi, tolong camkan, Ujian Nasional telah memberikan Standar Keuntungan yang tidak sedikit. Coba tanyaken kepada para Ka Diknas seluruh Indonesia, tanyaken kepada para Dirjen, mungkin beliau-beliau bisa menjabarkan Standar Keuntungan Ujian Nasional.

    Wass
    ***bangun-bangun-bangun*** 😦

  6. cinta sejati tak akan pernah mati. πŸ™‚

  7. saya cinta negeri ini tapi saya tidak gila πŸ˜†

  8. Jangan overact… πŸ˜‰

  9. Hiks…

    *terharu karena Shan-in adalah salah satu peserta UN tahun ini*

  10. komentarin judulnya aj deh..

    “judulnya bikin geli”

    πŸ˜›

  11. halah

  12. liat Republik BBM minggu kmaren kan?
    kecurangan UAN dibeberkan…

  13. Moga2 surat cintanya dibalas dengan cinta yah… πŸ™‚

  14. *berdoa*
    mudah-mudahan bendana UN itu tak dibuat lagi

  15. Mansup bener pendidikan di Indonesia tuch dah bobrok. Kira-kira SBY baca ga’ ya..?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: