Mendengar dan Menikmati

26 April 2007 pukul 12.50 | Ditulis dalam Uncategorized | 38 Komentar

Sering kali, dalam pergaulan kita menemui teman, pasangan, rekan atau kenalan yang sedang bermasalah dan menceritakan masalahnya kepada kita. Istilah anak gaulnya, disebut dengan curhat.

Menghadapi orang curhat, berkeluh kesah, atau bercerita tentang beban pribadinya, terkadang tidak mudah. Salah menanggapi, kita bisa dianggap teman yang tidak mengerti. Terlalu banyak diam, kita justru bisa dituding tidak menghargai. Jika memberikan saran yang tidak berkenan, justru bisa memperumit masalah si sohib.

Untuk itu, saya ingin sekedar berbagi pengalaman saya dalam menghadapi teman, atau rekan, atau kekasih, atau selingkuhan yang berbagi masalahnya pada kita.

Buat para lelaki, saya beri tahu, kemampuan mendengarkan dan memberikan respon yang tepat ketika seorang wanita curhat pada kita akan sangat berperan dalam kelanjutan hubungan. Lelaki yang mampu mendengarkan, akan sangat dihargai wanita. Dan biasanya, setelah jadi teman curhat yang nyaman, kita akan dengan mudah menjadi partner mesum yang nyaman juga…

Baiklah, kita langsung saja karena para jomblo di ujung sana nampaknya sudah tidak sabar lagi mengetahui cara menjadi teman curhat yang baik.

Sebelumnya, saya ingatkan lagi, semua ini saya dapat berdasarkan pengalaman pribadi, tanpa ada teori apa-apa. Jadi tolong dipahami jika tidak memuaskan secara detail…

Pertama-tama, untuk menjadi seorang teman curhat yang baik, kita perlu melatih kemampuan menekan ego pribadi. Menyimpan masalah pribadi kita untuk sementara. Akan sangat fatal ketika seorang teman mendekati kita untuk bercerita, misalnya ketika dia berucap “Dil, gue punya masalah neh..”

Kita langsung menjawab dengan “sama! gue juga lagi bete neh..”

Wah, kacau lah sudah hubungan percurhatan kita dan teman kita itu. Jangan harap rekan curhat berlanjut menjadi rekan muncrat…

Jadi sekali lagi, ketika seorang rekan, teman, pasangan akan memulai keluh kesahnya, simpan kepentingan pribadi kita, dan mulai mendengarkan.

Langkah kedua, setelah si rekan memulai ceritanya, usahakan mendengarkan dengan baik. Ini sulit, karena mendengarkan masalah orang lain terkadang memang membosankan. Kita jarang menganggap penting sesuatu yang tidak kita alami sendiri. Padahal, adalah sangat krusial untuk membuat sang pencerita merasa ceritanya dianggap penting oleh si pendengar.

Jika memang kita termasuk orang yang sulit mendengarkan, hal ini bisa diakali dengan jalan lain. Kita bisa menerapkan jurus ‘Gus Dur’. Apa itu? Yaitu dengan menggumamkan beberapa kata seperti “he-eh”, “benar juga“, “trus?“, “lalu?”, “kasian kamu..”, “iya, aku ngerti..”, “hmmm..”, dan kata-kata tanggapan pendek lainnya. Tidak perlu menanggapi dengan panjang lebar, karena biasanya jika seseorang sudah bercerita, ia akan terus mengalir dan tidak suka jika dipotong.

Tanggapan pendek, atau gumaman seperlunya ini juga harus diletakkan pada moment-moment yang tepat, agar si pencerita benar-benar merasa dia didengarkan. Hal ini bisa juga dengan diselingi tatapan mata, anggukan atau body language lainnya jika kita sedang bertatap muka secara in person. Tapi jika curhat dilakukan lewat telpon, tidak perlulah jurus menyisipkan body langguage ini dilakukan, wong dia kagak liat juga.

Keterampilan memberikan tanggapan pendek pada moment yang tepat ini, sekali lagi hanya bisa didapat dari pengalaman.

Ketiga, setelah teman tadi selesai menceritakan masalahnya, cari tahu, apakah curhatnya ini perlu ditanggapi atau dia hanya perlu didengarkan. Ini penting, karena sebagian curhat sebenarnya tidak perlu mendapat jawaban. Mereka hanya ingin didengarkan. Jika kita menanggapi, mencoba memberikan solusi atau mengutarakan pendapat kita padahal itu sebenarnya tidak diharapkan, kita bisa justru memancing kekusutan baru.

Untuk mengetahui apakah sebuah curhat perlu tanggapan, perhatikan saja kata penutupnya. Jika kata penutupnya berupa pertanyaan seperti “Gimana menurutmu?”, atau kalimat pertanyaan terbuka lainnya, maka kita boleh memberikan pendapat dan tanggapan. Tapi jika penutupnya hanya berupa kata-kata “senang bisa cerita” atau “makasih udah dengerin“, ya sudah,kita juga tidak perlu menanggapi panjang lebar. Cukup tersenyum dan mengucapkan kata-kata jambu seperti “Da papa, itu kan gunanya temen” atau “Aku juga seneng kok bisa bantu, biar cuma sekedar jadi temen cerita”

Keempat, jika memang kita ingin/perlu menanggapi atau memberi saran, usahakan jangan dengan kesan menggurui, kita lebih bijak atau kita lebih tau. Akan lebih baik jika kita memberikan saran dengan menempatkan posisi kita pada diri si pencerita. Dengan mengandaikan, masalah yang sedang dihadapi teman kita itu juga sedang kita hadapi.

Kita bisa bilang, “Kalo gue ada di posisi lo seh, gue bakalan gini gini gini..” atau bisa juga, kita menceritakan pengalaman kita dalam menghadapi masalah serupa seperti “gue juga pernah ngalamin kaya gitu, waktu itu seh, gue gini gini gini..”

Empati semacam ini akan lebih menyenangkan bagi seseorang yang bermasalah tersebut.

Kelima, bisa disebut langkah terakhir. Jika curhat sudah selesai, didengarkan atau ditanggapi, coba alihkan perhatian teman tadi dengan hal lain. Tanyakan tentang kuliahnya, pekerjaannya, keluarganya, pacarnya atau apapun yang tidak berhubungan dengan masalah yang dihadapinya.

Bisa juga kita bercerita tentang film baru yang sudah kita tonton, buku yang sedang kita baca, kekonyolan teman-teman lain, atau hal lainnya. Hal ini akan berguna untuk melepaskan beban sejenak dari otak sang teman, membuatnya tersenyum dan melupakan masalahnya.

Ya, itu tadi beberapa langkah menjadi rekan curhat yang baik, yang didapat dari pengalaman pribadi. Silahkan dipraktekkan. Kalau ada tambahan silahkan berikan melalui jalur koment di bawah. Jika ada yang akhirnya berhasil menemukan teman mesum setelah menjadi teman curhat sebelumnya, tolong jangan lupa traktir saya..

Iklan

38 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ciiiiit! Pertama! ๐Ÿ˜›

    Yuk Curhat, yuk!
    tebar2 link kayak mas farid ๐Ÿ˜›

  2. tambahan!!! berusaha mengingat apa yang dicurhatin oleh teman. karena biasanya suatu hari teman akan membahas hal-hal yang pernah dia curhatin. kalo kita ga inget ato ternyata emang ga dengerin sama sekali (pas teman curhat lagi nonton bola, ceting, ato nonton bokep dll jadi ga konsen dengerinnya), siap-siap aja kena muncrat ama si pencurhat. bisa-bisa nanti kita dianggap bukan pendengar yang baik. jadi memory juga mempengaruhi urusan curhat mencurhat. aduh…jadi mo curhat ehehehehe…

  3. saran2nya asik banget!!!!
    kamu pasti laki2 yg sensitif ya :). plus point tuh.. heheheheh..

  4. Hmmm. nice tips…
    Boleh dicoba tuh

  5. btw, jurus Gus Dur itu bukannya “gitu aja kok repot”?

  6. eh…kenapa itu link JOMBLO ke arahku???
    ha? Ha? HA? HA?!!!

  7. Langkah-langkahnya mantaph juga.. tapi kalo dipraktek berat juga yah ๐Ÿ™‚

    *ngakak soal link jomblo, jadi susah mikir buat komentar yang lebih panjang lagi*

  8. […] kalau ada perkataan yang tidak berkenan di hati dan terima kasih mau membaca coretan iseng curhatan […]

  9. Jadi antobilang jomblo?

  10. Nambahin, kadang ada orang yang sering banget curhat sama kita. Minta saran. Udah kita kasih, dia ga jalanin saran kita, terus bermasalah lagi dan akhirnya curhat lagi. Begitu terus berulang-ulang.

    Dia udah minta saran, tapi saran kita ga dihargai, sangat menyebalkan, tapi karena dia terlalu seksi atau gimana, kita juga ga bisa ngehindar.

    SOLUSInya supaya dia menghargai saran kita: Lain kali dia mulai curhat/konsultasi/minta saran, MINTALAH BAYARAN. Bisa berupa uang, peluk, cium, oral, atau apa aja, tentunya sebatas kemampuan dia. Sedikit diatas kemampuan dia juga gpp. Dengan begitu dia akan menghargai saran kita, masalah dia selesai, kita juga senang ๐Ÿ˜€

    *yahoo keparat, ga bisa login!!!*

  11. @ destiutami
    APPA?? Curat Yuk?? *Budek dikit, horny banyak*

    @ cK
    Mantabs juga tambahannya, lagian iseng banget ada yang curhat sambil nonton bokep…? Wajar da konsen lah, suplai darah tidak cukup untuk mengaliri otak dan “*****” pada saat yang bersamaan.

    @ yanti
    sensitif?? *ngakak jungkir balik*
    Bilang saya sensitif, bisa di rajam sama mantan-mantan saya, huhuhu…

    @ anthony7
    Bolee….

    @ antobilang
    NO… COMMENT… *Hmmfftt…*

    @ hafiz
    Ga berat kok dipraktekin, yang penting usahakan tulus aja… *Sambil ikut ngakak ngelirik si jomblo*

    @ dnial
    tanya sendiri

    @ wadehel
    nyindir saya?? Ha?? ha?? ha?!? Ha??!!

  12. buat saya, tips diatas baik dilakukan saat pertama kali mendengar curhat tersebut, kalo ktemu lagi trus curhat lagi dengan hal yang sama , cape deeeyyy :d

  13. oh ini langkah untuk mencari teman mesum toh..

  14. rekan curhat … rekan muncrat …
    teman curhat … partner mesum …

  15. @ wadehel
    ……….
    jadi gitu hel? kalo mo curhat jadi minta bayaran?? dasar dirimu materialistic mesumistic ๐Ÿ˜›

  16. Kasian deh budek…
    Nih! *nyodorin TusTel*

    Bukan Curat tapi , Curhat Oom.
    Hiaa! Tebar2 link lagih ๐Ÿ˜›

  17. Curhat dong, comment gue di masukin askimet neeeh, bebasin dong de-spam, please…hiks…thanks yaa

  18. Mau curhat nich, aku seorang wanita seksi berkulit putih yang sebenarnya pernah dihamili Mansup, meski kemudian dia memaksaku untuk menggugurkannya
    Aku punya teman cowo yang slalu merasa sok ganteng, trus dia juga ga pernah letih mendekati wanita mapan ,maupun remaja remaja putri yang masih duduk di bangku sekolahan.
    Padahal dia bilang dia sayang banget sama pacarnya, karena dulu untuk mendapatkan pacarnya dia perlu lebih dari 900 hari, dan sampai sampai harus bertapa di gunung di daerah Rantau Bujur, plus dia juga harus berkelana keliling kalsel mencari obat pelet untuk membuat pacar nya sekarang menjadi putusan dengan mantan pacarnya yang dahulu.
    Gimana aku harus bersikap sama temanku yang satu itu ya? apa harus kulaporkan saja sama pacarnya yang sekarang* kelakuan temanku yang satu itu? Tolong mansup jawab ya…..nanti aku rela dech jadi teman tapi mesumnya Mansup……..

    *Pacarnya Mansup sekarang sedang on Air di TVRI Kalsel……

  19. awas ya, jangan sampaikomen saya di hapus

  20. @ Atas saya:
    Buset dah, obrolan di kosan diangkat sevulgar ini di blog…

    Mansup tabah, ya. I know it’s painful, but that’s the fact Jack!!

    Hwehehehehe!!!

  21. Senang bisa ikut membaca ๐Ÿ˜€

    @ wadehel,
    Kalo yang curhat nenek-nenek, mau dibayar peluk cium?

  22. @Cakmoki, ya kan ga semua pak, hanya yang tidak menghargai kita aja yang harus disuruhbayar. kalo nenek2 ya duit aja ๐Ÿ˜€

  23. oooo jadi itu to rahasia-nya Fadil, ehmm… mangut…mangut… hihihii emang dulu klo

    emang perempuan mah kudu di ambil hatinya, pura2 di perhatiin pasti termehek2 padahal yg merhatiin itu ke semua orang juga begitu… halaah..ketahuan deeh ๐Ÿ˜‰

    @49
    kamu di hamili berapa kali sama mansup? emangnya 49 hermaprodit? hahahha

  24. @ maya
    kan saya bilang mba, menjadi teman curhat kadang membosankan, makanya, cari apa yang bisa kita dapat dari curhat si rekan… Misalnya tadi, dari teman curhat jadi teman curat, Ho!

    @ chielicious
    bukan, nuduh sembarangan!

    @ kikie
    mau jadi salah satunya? :))

    @ desti
    Menebar link menabur traffict…

    @ Teman Curhatnya Mansup & Temannya Teman Curhat Mansup
    Begitu ya?? Jadi waktu kalian bertiga ke gunung dan mau tewas tersesat itu, ternyata mau nyari pelet tokh..?? Pantesan ada yang mau mati ya..? Sukurin!

    It’s painful, but it’s worth!

    Eh, si penyiar TVRI jangan diajak-ajak dunk, kasian. Yang kita bicarakan kan masa lalu saya, sementara dia masa depan saya, Ha!

    Terakhir, buat semua yang baca koment orang bedua ini, tolong dimaklumi, yang satu baru patah hati sehingga otaknya masih belum berjalan benar. sementara yang satunya memang da beres dari dulu..

    @ cakmoki
    baca aja ya cak, jangan dipraktekin, umur masih 22 gitu..

    @ Evy
    Spamnya sudah saya bereskan bu, tapi belum tau sukses apa nda..

  25. Ini ada apa ya?

    @Bu Evy
    Kok nama saya di bawa bawa? (*sambil pasang tampang lugu*)

  26. hmmm….. *nyatet baik2 biar kalo curhat kita tau dia pura2 denger atau beneran*

  27. Ooooo. Jadi Mansup udah punya pacar baru??? Tapi kok sama saya ga pernah mutusin??? Jadinya, status saya sekarang apa dong????

  28. hhmmm…sekarang gw bener2 percaya, ini bocah emang ada bakata (banget) buat jadi playboy..hahahaha…
    bahaya nih :p

  29. eh maksudnya ‘bakat’ bukan ‘bakata’. maaf, typo ๐Ÿ˜€

  30. ๐Ÿ™‚

  31. Betul-betul nikmat bisa mendengar curhat rupanya. Mendengar curhat itu sedekah juga kan…

  32. […] kira? apa yang terjadi ya? Apakah memang Antobilangsalafy sedang bertapa di gunung? Tentu tidak! Apakah memang mereka benar benar ingin berhenti berdebat dengan orang jahil? Kalau […]

  33. hahaha…katanya udah biasa dengan character assasination. kok sekarang ngamuk2??

  34. […] suatu hari Fadil datang curhat ke Rizma. Fadil membongkar semua rahasia Farid. Ternyata Farid itu adalah homokโ„ข. Danย Farid […]

  35. […] kekuatan itu mulai bertambah saat sayup sayup ia mendengar suara kakak nya yang paling baik dan disayanginya sebagai kakak seperguruan yang baik hati dan […]

  36. gak suka curhatt euyyy…

  37. […] ilmu saya pada murid-murid sekalian. Setelah sebelumnya memberikan detail pengalaman tentang bagaimana menjadi Laki-laki pendengar yang baik, sekarang saya ingin memberikan satu cara efektif untuk kontak langsung dengan wanita, physically! […]

  38. Wakakakakakakakakak…. asli lucu banget… hmm, jadi gitu yach… habis curhat yang nyaman, bisa jadi teman mesum yang nyaman juga?… hikhikhik… kita YM yoookkk… ๐Ÿ™‚

    Haduhhh, dasar perempuan berotak mesum saya ini, hehehe… **tampar2 kpala pake mousepad**


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: