“Laki-laki itu haus seks”

19 April 2007 pukul 13.22 | Ditulis dalam Uncategorized | 28 Komentar

Teman Wanita : Dil, aku jadian sama Ka W####

Manusiasuper : Oh, bagus…

Teman Wanita : Em… Itu aja komentnya?

Manusiasuper : …

Teman Wanita : Ya…?

Manusiasuper: Em… Hati-hati deh, ok?

Teman Wanita : *tersenyum* Itu yang aku mau dengar, semua teman yang lain cuma bilang selamat aja…

***

It was a conversation made months ago…

Sebenarnya, saya ingin mengucapkan banyak hal waktu itu. Saya ingin bilang “jangan”. Saya ingin memborbardir teman wanita saya itu dengan petuah-petuah lelaki. Dengan permohonan untuk menjauhi si pria. Dengan sejuta permintaan agar mempertimbangkan kembali hubungannya…

Kenapa? Karena saya kenal dengan pria itu. Dia senior paling tua yang ada di kampus saya. Dikenal suka memberontak, anti kemapanan, kasar, minim penghargaan pada orang lain, dan TIDAK MENGHARGAI WANITA.

Selain itu, pria ini juga dikenal ‘tidak bertanggung jawab’. Suka membicarakan wanita dari sisi seksual, dan yang pasti, mesum.

Saya ingin sekali mengguncang-guncang teman wanita saya, membuatnya sadar, tidak pacaran selama kuliah itu bukan aib. Tmengidak menemukan lelaki yang tepat bukan berarti harus hantam kromo ambil sisa-sisa.

Cinta dan sebuah hubungan tidak bisa dibangun dengan landasan deadline, batas umur, terdesak usia atau untuk sekedar pamer dengan orang lain.

Saya menyimpan kata-kata yang ingin saya lontarkan dalam hati. Sebagai seorang teman, waktu itu saya berpikir saya harus mendukung teman wanita saya ini atas apapun pilihannya.

Saya tidak ingin mengeluarkan bantahan, atau nasehat, atau pandangan saya yang bertentangan dengannya. Karena saya tidak ingin kehilangan teman…

***

Sekarang, teman wanita saya itu hidup di rumah kayu kontrakan berukuran 4 kali 6 meter. Dilupakan keluarganya karena hamil di luar nikah…

Seandainya saya tidak diam waktu itu…

***

Saya tidak berpura-pura jantan, ingin memikul segala kesalahan ini di bahu saya sendiri. Tidak. Masalah di atas terjadi karna banyak hal, kebodohan wanita, kelicikan pria, kurang komunikasi keluarga, dan tentu saja DIAMNYA SAYA..

Karena itu, tolong, jangan diam! Berbuat, berbicara, tolak, katakan, atau paling tidak, bantu kami…

Klik link di bawah ini, isi dan tunjukkan anda setuju, DEMI INDONESIA, DEMI CINTA, DEMI KITA SENDIRI…

DEMI CINTA

KARENA PENYESALAN INI AKAN TERUS ADA, JIKA KITA DIAM…

KARENA DIAM ADALAH PENGKHIANATAN

Iklan

28 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. PErtamax….amankan posisi

    Seandainya saya teruskan perselingkuhan saya dengan dia waktu itu, sayalah yang akan menjadi bapak dari anak nya sekarang.
    (Bulik, banyak gawian yang balaum tuntung!)

  2. Buseett….itu cerita beneran tuh??? Ato buat petisi onlen??? Wah…judulnya doank yang mesum, ternyata isinya…?? hehehehe…nice title anyway. ga sia2 lo jadi wartawan 😛

  3. Wew..sebegitu pentingnyakah pacaran? sedih..

  4. @chielicious
    ya penting dong mbak masa ga penting.

  5. apa iya sebegitunya?pantesan ada fatwa kalo pacaran itu haram…
    meskipun aku tak sependapat,tapi mau tidak mau ya seperti itu.

  6. Euh, saya kira apa…

    Eh, tapi kata Paman Gober, “Diam itu emas”. Untuk hal-hal tertentu.

    Ah, dunia ini penuh dengan “hal-hal tertentu”.

  7. halah, bisa aja kamu

  8. Haus Seks = Petisi Online 🙂

    sekarang merasa bersalah ya Mas ?

  9. Gak mesum koq….

  10. setelah saya ingat-ingat, gaya tulisannya mirip Dahlan Iskan 😀
    haus kadak haus, ulun umpat “petition online”

  11. Nanya,, anti kemapanan tuh yang kaya gimana sih??

  12. @ 49
    Whuapuss! Untung selamat nyawa! Selingkuh kada pilih-pilih pank…

    @ Ck
    Beneran itu, masak saya bohong…

    @ Chielicious
    Iki bukan masalah pacaran chie, ini masalah CINTA KITA

    @ Joko
    Ape kate loe deh…

    @ d_sall
    kok ke fatwa seh..? *bingung*

    @ desti
    kamu kira apa des? *kedip-kedip*

    @ leeloos
    saya memang bisa, hohoho…

    @ ferthob
    bersalah apa bang?
    Perasaan koment akhir-akhir ini pada ga nyambung ya… Apa gara-gara posting saya juga, yang title sama isinya kadang ‘menjebak’?

    @ Arie
    Siapa yang mesum? *melirik ke…*

    @ Cakmoki
    Dahlan Iskan siapa pak?

    @ Rizma Adlia
    Anti Kemapanan itu “Kalo liat orang mapan pada antipati”, he…

  13. Bukannya kada pilih pilih, semalam tu kecelakaan tauk.

  14. Mas…, Saya punya masalah yang sama, teman wanita saya pacaran dan dia curhat kpd saya bahwa pacarnya itu beda agama dgn dia. Saya tercekat, bingung harus bilang apa. Mas punya saran?

  15. Btw , Dahlan Iskan itu Boss nya Jawa Pos Group Om. Bukan orang Jawa Timur ya ? ehehehe wajar kalo ndak tau 😀
    Speak or Die … gitu deh ya enaknya….

  16. @ ferthob
    bersalah apa bang?
    Perasaan koment akhir-akhir ini pada ga nyambung ya… Apa gara-gara posting saya juga, yang title sama isinya kadang ‘menjebak’?

    maksud saya, apa sekarang ada perasaan bersalah karena dulu tidak bertindak lebih lanjut terhadap teman wanita itu ?

    *sorry kalau kurang jelas* 🙂

  17. @ 49
    Kecelakaan ampe lama, da mungkin!

    @ Dimashusna
    Baca ini aja deh mba/mas… di klik ya…

    @ 1706
    Jawa pos ama Jawa Timur apa hubungannya? Sepupuan ya?
    Pokoknya jangan diam deh bu… mengerang kek, mengeluh kek, merintih ke…

    @ Ferthob
    Getho ya pak, ya bersalah dunk, bersalah karena diam itu pak…
    Ada teorinya ga kalo itu?

  18. 9 bulan dibilang lama????
    Yang lama itu 3 tahun, mencari cinta………

  19. bener tuh yang kamu bilang. saya juga pernah diam pas melihat teman saya tinggal satu atap sama pacarnya. akhirnya sekarang??? mirip dengan kejadian diatas, tapi masih lebih baik karena keluarganya tidak menelantarkannya.

    tidak pacaran selama kuliah itu bukan aib

    setubuh setujuuu!!! 😀

  20. setuju,,! hehehehehe,, (dilema pribadi) 😉

  21. Yang Jelas , ibu yg satu nih lebih tau Jawa Pos dan Jawa Timur itu ” SETUBUH” , nak ‘manusiasuper’ Dan ibu yang satu ini ndak pernah mengerang , apalagi merintih …. =)) enakan ngakak 😉

  22. waduhh…
    Moga gak terjadi ma adik saya yang cuantik 😉

  23. @ Selingkuhannya Manusia”Fadil”super *anjritt!*
    9 bulan adalah waktu yang cukup lama untuk sebuah perselingkuhan. Kecuali kalo selingkuhnya pake hati…

    Mangkanya, selingkuh jangan pake hati…

    @ cK
    Doooo, yang ngerasa di dukung…
    Aib seh bukan, cuma dapat cap “kagak laku’ aja, he…

    @ Rizma Adlia
    Dilema pribadi siapa? Koment suka ambigu neh

    @ 1706
    Ngakak juga bahaya bu, kalo yang dikakakin (apa seh dikakakin?) suka tersinggung, ntar dituduh subversif lagi…

    @ Salah eh Suluh
    Nomer Hp!! Nomer HP!!

  24. gw cuma kasian cewenya. tapi salah sendiri juga sih, kenapa ga pake kondom? murah ini….lhoh, komen gw ngaco yak?

  25. ……

    *berasa dapet cap ga laku*

  26. @manusiasuper

    Ya dilema pribadi Ma lah (masalah setuju quote “tidak pacaran selama kuliah itu bukan aib”),, masa dilema orang lain,, 😉

  27. Eh, ManSup, udah terhanyut baca ceritanya.. udah nge-klik mau lihat petisi yg menghimbau perempuan untuk “lebih pintar” (atau laki2 “lebih bertanggung jawab).. ternyata masih produk yang sama.. hehehe.. *DZIGH!*

    Posting ini bisa masuk nominasi Citra Adi Pariwara, kali ya, untuk kategori kreativitas 😉

    ‘Lam kenal!

  28. Jadi kalo ngeliat hal-hal semacam itu, kita memang tidak boleh hanya diam membiarkan teman ke ambang kehancuran..
    Diam berarti melewatkan ‘peluang’


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: