Bercinta Dengan Sederhana

12 April 2007 pukul 14.03 | Ditulis dalam Uncategorized | 52 Komentar

aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya

tiada

(Sapardi Joko Damono)

Pagi tadi seorang teman (maaf, untuk menjaga harga dirinya, namanya tidak bisa saya sebutkan) tiba-tiba saja sudah ada nongkrong di ruang tamu saya. Saya yang baru saja mandi cukup heran juga, tumben pagi-pagi sudah ada yang nungguin saya.

Setelah ngobrol-ngobrol sejenak, si teman ini mengeluarkan informasi yang cukup mengejutkan, “Dil, unda sudah putusan lawan R***A”

Mengagetkan, karena meski setau saya hubungan kedua orang tersebut memang turun naik, tapi sepertinya mereka sudah satu hati satu rasa. Sebuah hubungan yang terjalin sejak pertama kali mereka masuk kuliah, lulus hingga akhirnya si wanita mendapat pekerjaan yang cukup mapan.

Tapi justru pekerjaan wanita yang mapan itulah yang menjadi masalah. Si wanita yang memang cukup cerdas, diterima menjadi dosen di sebuah perguruan tinggi negeri di Banjarmasin. Sementara si laki-laki teman saya, yang memang terkenal ‘malas’ walau ‘pintar’, hingga saat ini masih belum bekerja.

Kondisi ini awalnya tidak menjadi masalah, hingga ketika si wanita merasa keberatan dengan status pengangguran si lelaki. Mungkin ia merasa jomplang, masak, seorang dosen berpasangan dengan pengangguran?

Dan akhirnya, setelah perdebatan beberapa lama, putus sambung, kemarahan dan tangis, tibalah mereka pada kondisi hubungan yang -menurut mereka- tidak bisa dipertahankan.

Kabar ini membuat saya berpikir, cinta saja ternyata tidak cukup…

Ketika kita masih muda, masa-masa sekolah menengah, atau mungkin kuliah, cinta dan perasaan saling membutuhkan itu memang sangat indah. Tidak ada beban yang harus dipikirkan.

Masalah-masalah cinta anak remaja hanya berkisar pada cemburu, selingkuh, boleh tidaknya berciuman, gosib dengan sesama teman, pamer kekasih, jalan-jalan di mall, nonton bareng, atau marah-marah dan tangis kecil karena hal sepele lainnya.

Tapi ketika usia mulai mendekati atau memasuki angka 2, memasuki dunia orang dewasa, cinta ternyata tidak sederhana.

Ada semacam tekanan untuk memastikan status. Membanggakan pasangan di depan dunia dewasa. Memastikan pasangan kita tidak kalah dengan pasangan orang lain. Memastikan hubungan kita direstui orang tua, menyatukan dua keluarga, belajar menerima calon mertua yang ‘bore’ luar biasa, MEMASTIKAN CINTA KITA DITUNJANG DENGAN KONDISI EKONOMI YANG MAPAN.

Begitukah?

Kenapa cinta tidak kita buat sederhana, sesederhana pernyataan aku suka kamu…

Kenapa harus diperumit? Kenapa harus ada pertimbangan lain? Kenapa tidak dimurnikan saja cinta itu?

Kalau harus memilih, hidup dengan orang yang kita cintai setulus hati namun sederhana, dengan hidup mewah bersama pasangan kaya yang kita benci, apa yang akan kalian pilih?

Teringat ucapan seorang teman pada awal kuliah dulu:

“Cinta tulus suci itu tidak ada di dunia ini, cinta sejati hanya cinta Allah kepada hamba-Nya, dan cinta Rasul kepada Tuhannya…. “

Iklan

52 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. pertamaxx!!

  2. kamu pikir kamu bisa hidup cuma dengan cinta? emang cuma itu isi dunia? you are soooo naive thinking that way, baby!

    tak cukup hanya cinta…

  3. seandainya cinta bisa dibuat beli beras dan bayar sekolah anak2 😀

  4. Kalo boleh memilih sih, aku milih dengan seseorang yang kucintai setulus hati dengan hidup mewah, Amien. Tapi mungkin ini sulit -walau bukan berarti gak bisa-.

    Yang jelas, cinta aja nggak cukup, ini betul sekali. Dan kehidupan yang kita jalani gak melulu berkubang dengan cinta dan kasih sayang. Kita juga butuh hal lain yang berifat kebendaan, dan itu butuh uang, berapapun jumlahnya. Soal cukup ato nggak, itu sih lain lagi.

    Cinta setulus-tulusnya? aku gak paham dan pengetahuanku terbatas. Untuk mencapai level cinta Rasul pada Tuhannya, IMHO rasanya nggak mungkin. Tapi kalo konteksnya mencintai pasangan, umat Islam mungkin bisa mereferensi Rasul dan Khadijah.

    However, buat yang masih cinta-cintaan, ingat juga, selain mencari cinta cari juga kerja/penghasilan yang bagus ya…

  5. @ venus
    cinta memang kadang tidak indah, bercinta yang selalu indah… 😛

    @ yanti
    bisa kok mba, pas jatuh cinta atau putus cinta, atau bercinta, tulis novel tentang pengalamannya, terbitkan, jual, duitnya bisa buat beli beras sampe rumah :mrgreen:

    @ n0vri
    saya juga milih hidup dengan yang saya cintai dalam kemewahan, kalo bisa lebih dari satu… 😯

  6. Setaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.
    Royalti!!!!!!!!!!!
    Royaltinya mana??????
    (If you need to shout it louder, take the microphone from house. Then Shout it to the world!!!)

  7. @ Fourtynine
    Kenapa? Ada apa? :surprise:
    Kan saya tidak menuliskan nama??

  8. Heh heh (cape, ngos ngosan habis teriak teriak)
    Ok sekarang waktunya komentar yang bijaksana (bah!!)
    Itu namanya ga disebutin tapi di link, tapi ga papa. Siapa tau bisa menaikkan traffic. dan sudah saya tumpahkan segala kekesalan saya secara bijak di sini, dan secara emosional di sini

  9. hohohoho
    iya yah,,
    kalo jaman sma mah, pacarannya ga mikir2 rumit, seru2an ajah…
    eh sekarang..
    uda banyak yang harus dipertimbangkan..
    sometimes love is ain’t enuf..

  10. sayang….cinta tidak sesederhana itu..apalagi klo kita sudah dewasa dan di hadapkan dengan berbagai permasalahan kehidupan inih…*sigh* sok wise banget yak…salam kenal pak!!! 😀

  11. Itu puisi emang dahsyat habis! Langsung kena bgt gt.

  12. Loh, putusan toh?
    *Baru tau, baru datang soalnya*

  13. Saya tau siapa yang ngomong terakhir itu, malam minggu yang lalu saya ke rumah beliau, menjumpai suaminya tentunya, tiada maksud lain, hwehehe

  14. hayooo sederhana itu cewek yang mana lagi??? haha

  15. ya … cinta memang tidak sederhana …
    tapi sedih banget kalau cinta harus dihambat tuntutan dari luar pihak. seperti misalnya .. ketika sepasang kekasih seharusnya bersatu, tapi malah nggak bisa karena berbagai bentuk status sosial.

    ah. hidup memang keras.

    personally, aku sendiri lebih memilih yang tulus dan sejati meski sederhana.
    mewah itu nggak ada gunanya kalau nggak bahagia.

    duit. huh.

  16. mmmhhhh…

    Semesta sedang berbicara sepertinya.

  17. […] dalam perjalanan dunia maya menuju alamat ini. Waw, rekan saya yang baik ini ternyata menuliskan sebuah artikel menarik, mungkin dia ingin membalas kebaikan saya yang sempat menuliskan surat cinta saya buat dia di sini. […]

  18. cinta ooohhh cinta
    saya kan masih 22™ *lebih dikiiit*

  19. Cinta itu apa sieh? duh saya inih..udah umur segini masi aj nanya2 soal beginian..heu~

    soal pilihan hidup, saya pilih yang berduid -ga harus tajir, saya ga suka hidup mewah- dan ganteng berwajah sperti daniel vosovic

  20. For my beloved friend,

    Puisi ini adalah versi lain dari puisi cinta pak sapardi, cinta yang membabi buta hingga binasa.

    Cinta itu membebaskan, melepaskan sampai binasa…

    OK Fadil…luv u…

    aku ingin

    aku ingin mencintaimu dengan membabi buta –
    dengan sebotol racun yang diteguk romeo
    tanpa sangsi yang membuat kematiannya jadi puisi

    aku ingin kau mencintaiku dengan membabi buta –
    dengan sebilah belati yang ditikamkan juliet
    ke dada sendiri yang membuatnya jadi abadi

    Saut Situmorang – 1999

  21. Love is a song sung by two. Tp gmana kalo nyanyinya sdh dlm tempo yg beda. Yg satu 4/4 yg satu lg 2/4 (bener da ada tempo lagu kaya gini? Maaf deh kalo salah ;-p) lagunya kan jd da enak didenger..

  22. Menurutku Cinta itu sederhana kok, kala memang saling cinta bukan diputusin tapi didukung dan di dorong pacar atau suaminya untuk maju bareng, klo ga bisa di ajak maju ya sudah berarti ga cocok.. gitu aja kok repot… hehehe

  23. “…karena tidak butuh sejuta alasan
    hanya butuh sebuah ketulusan…”

  24. WORO WORO

    kecil ganti link
    superkecil.wordpress.com
    cz yang kemaren didompleng orang….

    males, ada benalunya…
    so, kuganti deh….

    nb: kemaren lounique.wordpress.com

  25. Cinta harus bersarat untuk mempertahan cinta itu dan membedakan antara cinta dan nafsu,

  26. cinta memang rumit, tidak semudah tag2 php.
    karena itu, lebih baik saya memperdalam php saja. tentang cinta? yah cukup sekedarnya saja. terlalu rumit kalau harus mati2an memperjuangkan seorang zaskia mecca

  27. Cinta tak sesederhana yang dibayangkan. cinta butuh duit, rumah, dan fasilitas.
    (kok jadi curhat????)

  28. @joe
    tag2 php tuh susah tauk
    mending memperdalam MS Word aja..

  29. Banyak juga yang koment, padahalsaya pikir para blogger sudah lupa tentang ‘cinta’, he… 😈

    @ Fourtynine
    cup… cup… cup…

    @ Dwi

    love is ain’t enuf… bener juga, tapi jangan lupa. its ‘sometimes’. Jadi sometimes juga, love will fill everything..

    @ Ninoy
    Salam kenal balik

    @ Putra Daerah *kikikik… keren namanya*
    Kayanya sekarang jarang yang kenal puisi itu ya?

    @ Amd
    1. sstt…. Jaga harga dirinya!
    2. siapa seh? salah orang kaleee

    @ Anang
    Sederhana itu cewe?? Baru tau saya.. Suodzon terus neh..!

    @ Kikie
    Kalo aku milih kamu kie.. *GLEPAK!!*

    @ Leeloos
    Maksuoednyaaa??

    @ cakmoki

    No koment *sibuk ngakak jungkir balik*

    @ che

    opo seh maumu nduk..? Mbingung aku…

    @ Eve

    Keren juga tuh poeisi-nya, apalagi pake i luv u dulu atasnya itu..

    eh, ini Eve LLC bukan ya?

    @ Neng
    Suara kita kan memang sumbang dua-duanya neng..

    @ Evy
    Mantab tuh bu pendapatnya, cinta itu mendukung, bukan menjatuhkan…

    @ Superkecil
    halah, malah numpang spam..

    @ Mbah keman
    Saya tidak percaya pada cinta pandangan pertama, tapi saya poll yakin pada ‘nafsu pada pandangan pertama’, itu bedanya mbah.

    @ Joe

    Memang kau pernah jatuh cinta joe..?

    @ Anung

    mbulet! urus kuliah di kampoes saja!

  30. aduh,, emang deh masalah cinta tuh aneh,, Ma ga ikutan!! (dan otak ma lagi ga bisa diset mikirin cinta,, huff!)

    ga nyambung sih,, tapi di SMA dulu, puisi itu dijadiin lagu, oleh adek kelas Ma, bagus banget,, 🙂

  31. Cinta? Harta?

  32. zaman sekarang jatuh cinta itu dimulai dari kepribadiannya,,
    mobil pribadi..
    rumah pribadi..
    credit card pribadi..
    wikikiki47xx..
    ga penting kaya,pas2an jg gpp..
    pas pgn keluar negri eh pas ada duit buat beli tiket.
    pas pgn mobil baru eh pas ada uang diATM..
    hwehehe47x..

    cinta itu rumit,,
    lebih rumit dari sekedar rumus fisika,,

  33. pernah! sama cewek mabuk di blogku itu

  34. ck..ck..ck.. kalau sudah soal cinta, banyak banget yang komen ya…(heran)

  35. Aku stuju ama mba Evy..pasangan aku yang sekarang -ga mau nyebut p*c*r- termasuk orang yang perlu banyak pembenahan 😀 -well sama2 sieh heheh-

    Tapi dari sini kita jadi belajar dan saling menyemangati supaya terus berusaha menjadi lebih baik -baca: mencari lebih banyak duid-

    Aku juga stuju ama joe denk.. mendingan perdalam php aj..dan dot net..owh dot net kampret..

    OOT : klo ada yang bilang dot net itu mudah jangan percaya..itu smua dusta..hmm mungkin itu berlaku buat aku aj yang rada lemot~

  36. cinta?

  37. @ Rizma
    ini bukan masalah cinta, ini masalah harga diri dan masalah kehidupan *halah*

    @ deking
    wanita!

    @ anung
    Pas! Gilanya…

    @ Joe
    Sama-sama mabok dunk? Pantesan bisa cinta-cintaan…

    @ andana
    karena ini masalah kita semua nduk…

    @ Che
    kalo pacarnya udah didukung tetap da maju-maju gimana? apa yang menang? cinta atau kemarahan?

    @ biho
    cuih… He…

  38. masalah harga diri,, mm,, kalo emang suka,, harus dipeduliin ya,,? (ya iya lah,, masi di alam mimpi kalo mikir kaya gitu,,)

    susah jadi orang dewasa,, ga mau ah,,

  39. @ anung
    Pas! Gilanya…

    omongan anung yg mana yg situ jawab?

  40. Hmm.. “Aku Ingin”.. Salah satu dari puisi Pak Sapardi yang paling saya suka 🙂

    “Kenapa cinta tidak kita buat sederhana, sesederhana pernyataan aku suka kamu…”

    Cintanya tetap sederhana, tapi hidup kita yang berubah. Peran sosial kita yang berubah. Dan kalau kita hanya berpatokan pada cinta, tidak menyesuaikan hidup kita dgn tuntutan peran, ya susah juga. Nggak bisa juga kita kekeuh tetap bahagia bisa berbagi sepiring nasi, sementara kita punya anak yg butuh diberi makan, disekolahkan.. 🙂 Itu namanya kita tidak bertanggung jawab terhadap titipan yg diberikan-Nya pada kita 🙂

    Cinta murni adalah milik remaja, ketika kita memutuskan menikah maka tidak cukup hanya cinta 🙂 Kalau rumus gw sih: 30-70 lah! Yang 30 untuk cinta.. karena cinta itu harus tetap ada. Tapi yang 70 adalah pertimbangan lain2 yang rasional (termasuk, tapi bukan hanya, materi)

  41. @ Rizma
    saya juga pernah mengalami ketakutan memasuki dunia orang dewasa, tapi pas dipikir-pikir lagi. Suka tidak suka kita akan memasukinya, jadi kenapa tidak mulai mempersiapkan diri saja?

    @ COTS
    Sori, saya kamu anung, he… Taunya malah musuh anung ya..?

    @ -may-
    Cinta sederhana kok bu, kita yang memperumitnya…

  42. cinta itu rumit kadang kalo kita mencitai orang dengan sepenuh hati, malah kita dipermainkan,saya punya prinsip sapa yang permainkan saya maka akan terima ganjarannya sesuai apa yang dia buat

  43. saya mencitai seorang cowo yang udah punya cewe tapi cwo itu selalu kasi harapan bahwa dia mencitai saya? apakah itu memang isi hatinya atau cuma omong kosong doang?

  44. […] cinta itu buta, dan mungkin tidak sederhana.. Jadi tidak perlu diperpanjang lagi soal pasangan tidak serasi […]

  45. […] bermalam bisa membuat api, setidaknya carilah tempat bermalam yang datar sehingga nyaman untuk bercinta merebahkan diri. Dalam keadaan minimalis, selalu memperhatikan keadaan sekitar, kayu dan ranting […]

  46. akh ngomongi cinta itu rumit
    katax cinta,katax sayang
    tapi knapa harus ada penGhianatan

  47. Pengangguran itu pilihan bukan keadaan. Wong “tongkat dan batu jadi tanaman”
    Kalo emang cinta pasti kita akan care ama pasangan kita. Kita akan berikan yang terbaik buat dia. Kalo enggak, ya berarti ga cinta. Kalo ga cinta berarti ga perlu harta untuk kita berikan dia. Logika kan?
    Kira-kira yang gua bilang saling nyambung engga, ya? hehehe
    Eh..
    Tapi gimana kalo kita mudah jatuh cinta, seperti saya?

  48. ..cinta adalah bahaya yang lekas jadi pudar, katanya..

  49. apakah pemilik blog ini umur 20 coret? masih topik gini yg dibahas 🙄
    .
    cinta itu… via dolorosa
    .
    hihihi, pasti banyak yang protes walau diam-diam mengakui

    • Err.. Ini posting 2 tahun yang lalu dan niatnya murni untuk membunuh karakter teman yang tidak disebutkan namanya tapi di-link itu..

  50. […] masa lalu tidak selalu soal pembunuhan karakter seperti yang dilakukan dua orang ini kan? Pembunuhan Karakter Mr. Fortynine Oleh Mansup Pembunuhan Karakter Mansup Oleh Mr. […]

  51. cinta itu harus dibarengi tanggung jawab…
    kalo murni hanya cinta…aku juga bisa mencintai 1000 manusia…tanpa bertindak apapun hanya murni “rasa” rasa yg tidak mewujud tindakan…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: