Apa Yang Salah Dengan Hatiku?

16 Maret 2007 pukul 08.23 | Ditulis dalam Uncategorized | 21 Komentar

Berikut adalah kutipan berita lengkap dari media cetak di Banjarmasin. Kedua berita ini terbit pada hari yang bersamaan. Saya mohon, tolong di baca, dan ijinkan saya bertanya..

Kenapa saya menangis hari itu?

Pasien Askeskin Menjerit

  • Tak mampu bayar pengobatan
  • Abimanyu: Kami tetap menampung

Banjarmasin, BPost
Nyonya Endang Astuti tak bisa menyembunyikan kesedihan ketika mendengar pernyataan petugas RSUD Ulin bahwa asuransi kesehatan miskin atau Askeskin miliknya tak bisa menanggung biaya operasi suaminya.

Dia tak tahu lagi harus berbuat apa, karena memang di tangannya tak ada duit. Bahkan untuk menebus obat seharga Rp300 ribu yang tidak terdaftar di Askeskin pun tak mampu.

Terbayang, penderitaan suaminya, Budi Hartono yang menderita penyempitan urat syaraf punggung pun bakal bertambah. Dia pun akhirnya mendatangi kantor Banjarmasin Post dengan harapan ada dermawan yang mau membantu.

“Menurut petugas rumah sakit, Askeskin kini tak bisa lagi untuk membiayai operasi. Suami saya hanya buruh, mana ada duit,” kata Endang beberapa waktu lalu. Air matanya menitik di pipi. Penderitaan warga Jalan Belitung Darat Banjarmasin itu tidak sendirian. Kini banyak pasien di RSUD Ulin menjerit lantaran tak terlayani Askeskin. Menurut penjelasan petugas rumah sakit, dana Askeskin telah habis.

“Kami ini orang miskin, tidak punya biaya sama sekali. Untuk makan saja susah, apalagi berobat yang perlu uang banyak. Ke sini ya membawa kartu keterangan tidak mampu dari kelurahan saja,” ujar Nur Hadi (45), warga Handil Bakti Batola yang menunggui ayahnya di kamar Nusa Indah RSUD Ulin Banjarmasin, malam tadi.

Ayahnya bernama Muhaimin (69), terkena serangan jantung. Sebagai anak, Nur Hadi pun membawa ayahnya ke rumah sakit bermodal surat keterangan tidak mampu dari kelurahan dan kartu Askeskin. Namun dia tidak tahu kalau kini dana Askeskin sudah habis.

“Saya tidak tahu apa-apa. Kalau mendengar istilah Askeskin ya sering, yang katanya berobat gratis. Tapi tidak tahu cara menggunakannya, yang penting ayah saya sembuh dulu,” ujarnya.

Beberapa waktu lalu, Direktur RSUD Ulin Banjarmasin dr Abimanyu dengan tegas menyatakan tidak akan pernah menolak pasien yang menggunakan fasilitas Askeskin. Bahkan, kalau dana tersebut habis, pihaknya bakal mengambil dana yang bersumber dari APBD.

“Masyarakat yang menggunakan Askeskin jangan khawatir. RSUD Ulin selalu menerima pasien pengguna kartu tersebut. Bahkan, kalau dananya habis, bakal mengambil dari APBD,” jelasnya.

Bahkan jika ada warga yang termasuk miskin tapi belum memiliki kartu Askeskin, pihak RSUD Ulin mempunyai kebijakan tersendiri. Mereka akan dilihat tali pusarnya. Jika pusarnya kotor, dia termasuk pengguna Askeskin dan harus dilayani. rbt/coi

Itu berita pertama, yang kedua…

Wakil Rakyat Gratis Check-up

DI saat warga miskin kebingungan ingin berobat karena tidak ada biaya, wakil mereka yang duduk di DPRD Kalsel mendapat fasilitas kesehatan yang cukup wah. Dengan biaya ditanggung APBD lagi. Bahkan, fasilitas kesehatan itu mereka dapatkan tidak hanya saat sakit.

Seperti yang terlihat Selasa (13/3) di RSUD Ulin Banjarmasin. Seorang anggota DPRD Kalsel, Riduan MS tampak terengah-engah kelelahan. Ia mencari udara segar untuk mengeringkan peluh yang membasahi tubuhnya. Maklum, wakil rakyat yang duduk di Komisi I DPRD Kalsel ini baru saja melakukan olah raga jalan statis dengan alat khusus di ruang Aster Lantai II rumah sakit tersebut.

Alhamdulillah, karena bukan perokok, tidak ada keluhan penyakit. Tetapi memang harus banyak olah raga untuk kesehatan,” ujarnya kepada pers.

Di dalam ruangan, rekan Riduan, Puar Djunaidi sedang sibuk berlari di alat statis itu. Di sampingnya seorang dokter dan perawat dengan ramah memandunya.

Di belakang Puar, anggota lainnya seperti Ibnu Sina (ketua), SJ Abdis, Syarifudin Sutra Ali dan Susan duduk dengan sabar menunggu giliran. Kemarin, semuanya menjalani general check-up. Pemeriksaan kesehatan sekali setahun ini dilakukan bergilir. Satu hari satu komisi hingga 55 anggota dewan Kalsel terdeteksi kesehatannya.

Rangkaian general check-up yang harus mereka ikuti sangat beragam seperti pemeriksaan darah, urine, USG, jantung, rontgen, gigi, THT, dan mata.

Informasi yang diperoleh BPost dari petugas medis setempat, biaya untuk rangkaian general check-up itu mencapai Rp1.136.000. Namun, Ibnu Sina mengatakan, sepengetahuannya biayanya sekitar Rp990 ribu.

Tapi yang pasti, mereka tidak dipungut biaya sepeser pun. Seluruh biaya ditanggung uang rakyat di APBD Kalsel melalui Asuransi Takaful.

Menurut Ibnu Sina, Asuransi Takaful adalah pemenang tender asuransi kesehatan wakil rakyat. Anggaran kesehatan untuk lima puluh lima orang Anggota DPRD Kalsel itu pada 2007 nilainya sekitar Rp750 juta.

“Semua ditanggung mulai dari rawat inap, rawat jalan, dan general check-up. Bagi yang sakit mata akan mendapat bonus bingkai kacamata,” bebernya.

Pentingkah pemeriksaan ini? “General check-up setahun sekali untuk anggota DPRD cukup penting mengingat beban kerja yang sangat berat. Perlu diperhatikan kesehatan untuk mengetahui penyakit sejak dini, terutama penguatan jantung karena setiap hari behual (berselisih paham),” ujar Sina.

Perlu juga diketahui, untuk masalah kesehatan, anggota DPRD benar-benar dimanjakan. “Fasilitas kesehatan yang didapat anggota DPRD Kalsel ini setara dengan gubernur. Contohnya rawat inap, kalau di RSUD Ulin maka kamar yang harganya paling tinggi atau Rp 600 ribu per malam. Juga untuk obat, nilainya antara Rp6 juta sampai Rp10 juta,” ujarnya. ais

Tolong, berikan saya petunjuk…

Komentar apa saja, yang bisa mencegah saya mengambil senjata api dan menembak membabi buta…

21 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Jancuk!
    Ayo kita ambil senjata saja!

  2. Kan situ manusia super tho?
    hajar aja pake sinar X yang bisa keluar dari mata om super!
    ato ngga, om super bawa terbang satu2 itu anggota DPRD, trus jatohin dari ketinggian 1000 kaki, dijamin pingsan selamanya….

  3. Sampean jadi yang sampean benci wae… gak mungkin bunuh diri toh🙂

  4. @ joe
    gue bilang jangan yang pake senjata! Malah ngajak-ngajak…!

    @ anto
    kalo soal korupsi dan kebodohan pembodohan seperti ini, manusiasuper juga nyerah pak..

    @ helgeduelbek
    kalo saya jadi yang saya benci, dimana saya menaruh muka saya di akhirat nanti pak?

  5. ???. no koment

    saya bukan yang dapet gratis medical chek up lho pak, cuma saya gak tau mo ngomong apa lagi

  6. Saya tidak bisa hubungkan dengan si miskin yang harus diberantas orangnyakah atau kemiskinannya. Saya juga merasa tidak berdaya melihat hal-hal seperti ini. Saya nilai alangkah zalimnya bangsa ini pada saudara sendiri. Lalu kita juga mewacanakan, tapi nggak mau merogoh kantong. Tapi, kadang aku juga bingung, ada di milis minta tolong. Kebetulan aku punya teman di kota itu, tolong cek, tolong kasih sekian rp (cuma sedikit sih)… eh… orangnya malah nggak mau, cuma ngasih nomor rekening saja. Jadi, timbul keraguan atas kebutuhan dan kejujuran. Payah, sedikit yang bisa dipercaya. Pernah alami, ketika di cek, ternyata-ternyata alamat yang dijelaskan dan penderitaannya nggak ada….

    Dan anggota DPR itu, ia terjaga kesehatannya, tapi tidak hatinya.

    Manusia super, tidak terjaga kesehatannya, tapi terjaga hatinya…..

  7. ————–
    Manusia super, tidak terjaga kesehatannya, tapi terjaga hatinya…..
    ————-

    Hoh?! Apa maksudnya pak??

  8. […] kalau anda merasa sudah lupa bagaimana cara dan rasa menangis, MENANGISLAH sekarang. Kalau tidak ada yang bisa ditangisi, setidaknya anda bisa menangisi bangsa […]

  9. kalo saya sih justru saya jadikan tekad, maksud saya kalo nanti saya punya harta berlimpah dan takkan ada habis2nya, saya akan buat program sehat gratis, makanya doakan saya supaya cita2 saya tercapai, btw salam kenal ya…

  10. Waduh..siapa yang ngomongin saya nih?
    *tolah toleh*
    Saya kemarin gak gratisan kok waktu check up kesehatan, saya bayar kok cuma pakai uang rakyat.
    Saya kan wakil rakyat, jadi saya kan berhak memakai uang rakyat kan (uang rakyat=uang saya juga)? Lagian ini semua juga untuk kepentingan bangsa dan negara kita tercinta. Coba kalau saya dan teman2 di sini pada sakit, siapa yang akan memperjuangkan aspirasi Anda-Anda semua para rakyat tercinta?
    Seharusnya para rakyat malahan tidak cuma memberikan uang untuk check kesehatan, saya dan teman2 yang lain kan masih membutuhkan banyak hal. Coba bayangkan bagaimana pusingnya kepala kami ini memikirkan nasib Anda-Anda semua, Anda selalu menuntut saya menyalurkan aspirasi Anda kan?
    Ampun mas manusiasuper…. saya jangan dihukum ya, nanti siapa lagi yang akan memikirkan nasib rakyat kita kalu saya dihukum?
    Kita selesaikan secara adat saja ya…
    *sambil nyerahin amplop dan ngajak salaman*

  11. Not fair, kesehatan adalah hajat hidup orang banyak bukan sebagian manusia, apa ga ada gakin dimana semua bisa di bayarin? Please deh tolong diusahakan, klo anggota DPR ga bisa mewakili kepentingan rakyat miskin, ya jangan jd anggota DPR

  12. @ poltakmarbun (nama aseli ii\ni??)
    Amiin… saya pegang janjinya lho, tercatat ini di blog saya dengan hitam diatas putih… hayoo…

    @ deKing
    jangan-jangan mereka semua memang gitu cara pikirnya ya..?
    *senyum2 habis terima amplop doank*

    @ Evy
    Sejak kapan ada yang fair di negeri ini dok? Ibu seh enak, hidup di luar, he.. Ajak saya ntar ya..

  13. Selama RI masih berjalan dgn korupsi, Indonesia masih jauh dr kesejahteraan.

  14. Lalu kabar Pak Muhaiminnya bagaimana?😦

  15. Kayak gini ini sering saya kritik, pedas malah.
    Sama, di Samarinda dana kesehatan untuk warga miskin DITENDERKAN atawa DIBISNISKAN.
    Dan warga miskin tak lebih hanya dijadikan jargon saja, mereka ibarat rumput hijau untuk makanan PEJABAT dan DPRD.
    Huruf kapital adalah ungkapan gerammmmm
    Tulis di Koran Pak

  16. anu
    saya bantuin angkat senjata aja gimana?
    sampeyan di depan pake magnum
    na saya nangkring di atap pake krieg
    ntar takpanggilin temen saya deh biar pake rocket launcher
    hehehe
    maap habis maen CS

  17. @ juliach
    indonesia berjalan dgn korupsi? da juga ah…

    @ mr. geddoe
    itulah wartawan mas, lempar masalah, penyelesaiannya semoga bisa dilakukan yang berwenang…

    @ cakmoki
    lah itu kutipan dari koran dua-duanya pak…

    @lambreta
    kurang mas, kalo cuma bedua … kalah kita..

  18. lah
    masa harus pake 1 kompi?
    bisa dimarahin bos gara2 ga efisien
    (apaan sih…):D

  19. Bersama dengan kejujuran kita bangun BANGSA ini. dari pemimpin y JUJUR dan Rakyat yang JUJUR.
    InsyaAllah.

    INDONESIA RAYA

  20. salam kenal kpd superman…
    saya juga tidak nyaman melihat kondisi diatas, tapi kita sudah berupaya agar jaminan kesehatan bagi masyarakat kita yang tidak berkecukupan juga terjamin oleh negara dan pemda…
    >terus terang saya sudah beberapa kali menangani pasien yang memang memerlukan.. kadang rumah sakit tidak mau melayani, tapi saya tinggal telp direktur RS, dr abimanyu atau dr isya utk dibantu krn anggaran untuk askeskin memang sdh disiapkan, demikian dulu dari saya yang secara tidak sengaja membuka blog ini, salam kenal dari wakil anda semua di DPRD Kal Sel
    >Ibnusina Sekretaris Fraksi PKS & Ketua Komisi 1 DPRD Prov. kal Sel

  21. Hayo lhooo, pak Ibnu Sina tuh..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: