Tolak Ujian Nasional

14 Maret 2007 pukul 10.09 | Ditulis dalam Uncategorized | 17 Komentar

Saya termasuk orang yang percaya pada teori pendidikan yang mengutamakan keunikan asing-masing individu peserta didik. Menempatkan peserta didik pada posisi aktif subjek, bukan objek pasif.

Sayangnya, di negeri ini sepertinya pendidikan dipandang sebagai sebuah kue besar, yang adonannya adalah siswa, guru, uang dan kepentingan. Siapa yang menjadi tukang aduk adonan tersebut? Yaitu mereka yang karena sebuah kesalahan, tiba-tiba mendapat wewenang untuk menentukan kebijakan pendidikan negara. Mereka ini, yang dengan air liur menetes, memandang adonan isi siswa, guru, uang dan kepentingan tadi. Membayangkan kue luar biasa melimpah yang akan mereka nikmati setelah adonan jadi.

SALAH BESAR!

Pendidikan adalah sebuah proses, adalah proses mengaduknya, bukan apa yang diaduk.

Sehingga seharusnya, mereka yang menjadi pengolah adonan adalah koki-koki handal yang memahami segala cita rasa, bukan orang-orang yang mati rasa.

Dan celakanya, itu yang terjadi di negeri ini. Pengusaha yang jadi mentri pendidikan, pengusaha yang jadi kepala dinas pendidikan, insinyur tehnik yang jadi kepala sekolah, atau lembaga-lebaga money-oriented yang mendirikan universitas. Sehingga hasil akhirnya adalah sesuatu yang basi, sia-sia, dan mubazir.

Muabzir, sia-sia, BODOH. Sama seperti kebijakan orang-orang yang mati rasa yang dengan pongah memaksakan sebuah sistem bertajuk UJIAN NASIONAL dalam pendidikan negeri ini.

Saya dengan tegas berkata, SAYA MENOLAK UJIAN NASIONAL!

Siswa merupakan individu berbeda. Mempunyai ketertarikan dan minat berbeda. Mempunyai kemampuan yang berbeda. Dibesarkan dengan cara yang berbeda. Lalu kenapa dalam sebuah sistem pendidikan, mereka dipaksakan untuk mendalami HANYA 3 subjek kecil yang HANYA merupakan bagian kecil dari sebuah TUJUAN BESAR PROSES PENDIDIKAN?

Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia. Tiga mata pelajaran yang diujikan, dalam sebuah penipuan besar-besaran atas nama pendidikan. Lalu kemana siswa akan dibawa? Apakah tidak penting mereka manjadi orang baik atau orang jahat selepas sekolah nanti? Apakah tidak penting menanamkan nilai-nilai baik dan buruk dalam benak siswa? Apakah yang kadi tujuan pendidikan hanya membuat siswa memahami apa itu past tense, majas, dan rumus mencari luas segitiga??

Saya tidak tahu, tanyakan pada siswa, apa yang mereka mau…

Lalu, tahukan berapa besaran anggaran untuk menyiapkan UN?

Contoh di Jawa Barat, ada anggaran sebesar Rp 28,113 miliar untuk Ujian Nasional. Di Riau, Rp. 8,3 milyar.

Tahukah? kalau di setiap sekolah sekarang menambah jam pelajaran untuk siswa kelas 3 mereka hingga maksimal, mengejar trik-trik agar bisa menjawab UN dengan benar. Baca dengan baik, mereka diajari CARA MENJAWAB SOAL, bukan MENGETAHUI JAWABAN SOAL.

Mereka diajarkan teori bahwa dari 100 soal pilihan ganda dengan opsi A – B – C – D dan E, maka berarti masing-masing ada 20 soal yang jawabannya A, 20 soal yang jawabannya B, dan seterusnya…

Teori-teori menjawab soal! Sebuah Kebodohan yang luar biasa…

Lalu sekolah juga mengadakan dua kali uji coba alias try out UN ini. Itu, artinya sodara-sodara, adalah proyek lagi. Bagi-bagi duit lagi. Menyiksa siswa lagi.

Lalu tidak cukup dengan dua kali try out, sekolah DIPERBOLEHKAN bekerja sama dengan Lembaga bimbingan belajar swasta, yang DIREKOMENDASI DINAS PENDIDIKAN, untu mengadakan try out yang ketiga. Itu sodara-sodara, adalah bagi-bagi proyek lagi. Dananya boleh diambil dari kas negara, atau kalau kurang, minta sumbangan orang tua siswa.

JENIUS!

Sementara, ini yang bisa saya ungkapkan. Masih banyak alasan untuk menolak ujian Nasional, cari lah…
Dan tolong bersama-sama kita, MENOLAK UJIAN NASIONAL…

Iklan

17 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. hm… kalau masuk sekolah di luar negeri, toefl disyaratkan, atau GMAT, atau SAT atau sejenisnya. Kalau nggak salah di negara manapun lho, standar itu ada. Bahwa kualitas manusia diukur oleh suatu ukuran yang sama untuk seluruh bagian. Jadi kalau nggak memenuhi syarat, ya nggak bisa.

    Ujian Nasional untuk kriteria tertentu juga diperlukan untuk memasuki satu bidang tertentu, untuk mengukur kualitas standar dari suatu harapan hasil pendidikan.

    Yang penting bukan Ujian Nasionalnya, tapi standarnya. Tanpa standar, agak sulit kita memberikan penilaian terhadap keseluruhan mutu pendidikan.

    Tapi, yang saya juga tidak setuju adalah UJIAN NASIONAL dijadikan standar kelulusan. Artinya, menghilangkan usaha 3 tahun belajar hanya untuk satu hari ujian. Apalagi setelah 3 tahun belajar, eh lulusnya di SMA Terbuka atau yang disejajarkan. Ini namanya Dikbud tak waras….

    Namun, bagaimana kita bicara di standar ini. Seperti toefl kah, GMAT, SAT, atau IBI, atau apa ya. Atau biarkan saja mereka bertempur di universitas, sedang mutu dari sekolah dan ijazahnya sudah tidak ada hubungannya dengan mutu siswa. Wah, rasanya ribet juga ya….

    Soal teori menjawab soal, adalah kepintaran polisi dan pencuri. Yang menurut saya jangan dihilangkan adalah standar dan asumsinya secara nasional kita perlukan.

    Tapi sekali lagi, jangan hubungkan terhadap kelulusan. Ini nggak cengli…..

  2. Benar pak, kita perlu standar memang.. Tapi bukan yang bodoh-bodohan seperti ujian nasional…

  3. om super kelas berapa sih?jangan2 kelas 3 sma ya?

    OOT :
    usul, avatarnya om super jangan tanda tanya gitu ah…
    hahahaha

  4. Bikin bannernya, Kang. Kita pasang dehh…

  5. @ Kombor
    Soal banner, bilangin Anto
    saja Kang…

  6. menurutku ujian akhirnya yg harus dirombak biar jadi rada waras (maap info lebih lanjut kapan2 aja ya terlanjur mahal nih warnet)

  7. @ lambrtx
    lambreta, koment kok separo-separo… 😀

  8. […] Bagi para siswa yang akan menghadapi ujian nasional, adalah keberanian yang sangat tidak bijaksana kalau anda menghadapinya tanpa belajar sama sekali. […]

  9. SETUJU!!! Saya juga menolak ujian nasional. Suatu usaha yang sia-sia aja kan? Apalagi untuk siswa-siswa SMK itu.. Tiga tahun mereka belajar keterampilan, agar kalau sudah lulus bisa langsung bekerja. Eh, kok ndilalah, supaya lulus, mereka harus diuji pengetahuannya dalam matematika, bahasa inggris, dan bahasa indonesia? Bagaimana mungkin bisa terjadi? Kalau sertifikasi keahlian, mungkin masih bisa diterima. Karena seorang lulusan SMK yang memiliki sertifikasi CCNA akan lebih diterima di dunia kerja daripada lulusan terbaik UAN yang mendapat nilai sempurna (10 untuk ketiga mata diklat itu)…

  10. […] by Fourtynine on April 17th, 2007 Adik adik sekalian. Ujian Nasional sudah didepan wajah. Bersiap siaplah. Siapkan contekan yang banyak. Siapkan bahan bahan seperti […]

  11. buat apa un kalau hanya mendiidk jadi maling. di sma neger 1 semarang malah rame-rame ambil jawabn di wc. pengawas tidak dihargai kepesek ama pemantau kerja bareng. payah heh

  12. Setuju…..setuju….setuju…..
    Mari kita sama-sama berjuang untuk masa depan anak bangsa. Kebijakan Ujian Nasional sebagai penentu kelulusan sangat merugikan siswa. Karena sangat jauh dari filosofi pendidikan, dimana pendidikan adalah proses yang melalui berbagai tahapan. Kualitas anak didik tidak bisa hanya ditentukan dalam waktu 3 hari saja.
    Inilah susahnya memiliki pemimpin yang tidak memiliki sense making yang pas….bagaimana melihat dengan cermat dn jeli tentang masalah pendidikan yang sebenarnya.
    Jangan hanya menuntut mutu yang bagus tanpa melihat infrastruktur yang dimiliki masing-masing sekolah . Bagaimana dengan yang dipelosok……

    Standart memang perlu untuk memetakan mutu pendidikan kita……tapi sekali lagi harus kita runut ke belakang sebentar. Bukankan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif tentang mutu pendidikan harus apple to apple??????

    Saya siap untuk selalu diajak discuss, untuk menolak kebijakn ini.
    Merdeka….
    Salam.

  13. kita para pelajar hanya menjadi bahan uji coba pemerintah yg hanya bisa membuat rencana seenaknya…
    dan mereka pun hanya bisa membuat suatu undang undang tanpa sebuah pemahaman dan pengertian dalam dunia pendidikan yg sebenarnya….
    seharusnya sebelum membuat undang2 tentang ujian nasional…
    para orang2 yg sedang duduk d kursi yg sangat nyaman dan didalam ruangan yg penuh fasilitas dari negara….
    seharusnya mereka itu tahu bagaimana keadaan dunia pendidikan..
    apa yg mereka tahu tentang dunia pendidikan…
    apa y mereka tahu perkembangan seorang pelajar…
    mereka hanya bisa mengamati dan menilai hanya dengan bertelanjang mata…
    bisa dibilang mereka itu buta…
    mereka itu tidak tahu apa apa tentang dunia pendidikan…
    apa orang yg tidak bisa melihat seperti mereka yg seharusnya membuat suatu peraturan perundang undangan….
    semoga Indonesia dapat melihat kembali suatu jalan dunia pendidikan….
    yg sebenarnya….

    _wassalam_

  14. […] oleh Neo Forty-Nine di/pada April 17, 2007 Adik adik sekalian. Ujian Nasional sudah didepan wajah. Bersiap siaplah. Siapkan contekan yang banyak. Siapkan bahan bahan seperti […]

  15. BENAR! SAYA MENDUKUNG TEORI ANDA!

    UJIAN NASIONAL ADALAH BAGIAN DARIPADA MEMBODOHI SISWA-SISWA YANG SEBENARNYA BERPRESTASI!

    PARA SISWA YANG BERPRESTASI DIHAMBAT MASA DEPANNYA HANYA OLEH TIGA PELAJARAN YANG DIKULTUSKAN PEMERINTAH DAN MUNGKIN TIDAK DIMINATI PARA SISWA!

    TOLAK UJIAN NASIONAL!

  16. saya mau buat blog khusus tolak ujian nasional.kita nggak mau kebohongan besar ini semakin menghancurkan dunia pendidikan.
    ayo kita berjuang lewat blog.

  17. […] saya, dengan mata kepala sendiri melihat bagaimana suasana pengumuman kelulusan UAN yang membuat banyak pihak tersiksa itu. Alhamdulillah, sekolah tempat saya mengajar, dari 12 SMP Negeri di kota ini, nilai rata-rata […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: