Sebuah Cerita Dari Dia Yang Tidak Bisa Diceritakan

14 Maret 2007 pukul 10.14 | Ditulis dalam Uncategorized | 18 Komentar

Namanya sebut saja Tiara, siswi SMP kelas 3. Dia sekolah di sebuah sekolah elit, milik yayasan Keagamaan di kota ini. Seragam sekolahnya sangat agamawi, dengan jilbab panjang hingga ke dada, rok lebar dan senyum manis.

Sama seperti anak seusianya, Tiara tidak bisa menolak godaan pergaulan untuk memiliki sosok idaman berstatus pacar. Tiara saat itu berpacaran dengan anak bupati sebuah kabupaten yang sekolah di sekolah yang sama dengannya.

Tiara dikenal dengan status cewek penggoda. Untuk perempuan seusianya, status itu terasa cukup ‘luar biasa’. Tapi itu kenyataannya. Tiara sebelumnya dikenal sebagai anak SMP ‘bernuansa agama’ yang ‘binal’.

Mengetahui anaknya menjalin hubungan dengan perempuan ‘nakal’, ibu istri bupati berang. Dia lalu mengupayakan segala cara agar anaknya menjauhi Tiara. Sampai akhirnya anak bupati itupun dipaksa pindah sekolah ke daerah lain agar tidak bisa lagi menemui Tiara.

Tiara tidak patah hati. Lepas dari anak bupati, dia lalu menjalin hubungan baru dengan anak seorang pengusaha di kotanya. Si bapak pacar Tiara itu memiliki beberapa restoran elit, toko dan ruko yang berjumlah 1,2,3,4,5,6,7,…. Intinya, dia anak orang kaya.

Beberapa saat lalu, Tiara mengaku hamil, dihamili oleh anak si pengusaha…

Cerita berhenti sampai di sini…

Apa pendapat kalian tentang Tiara?

Sudah dijawab? Apa pendapat kalian?

Sekarang cerita berikutnya, dari sepupunya Tiara yang sekolah di tempat yang sama.

Tiara itu sejak kecil sudah dididik untuk menjadi wanita yang harus bisa memaksimalkan kewanitaannya. Umur beberapa tahun, konon, dia dipasangi susuk untuk membuatnya menarik bagi laki-laki. Terlepas dari benar tidaknya khasiat susuk tersebut, Tiara pun besar dengan hasil didikan tersebut.

Si pendidik bahkan pernah berujar, dia lebih senang Tiara berhubungan dengan anak si penguasha daripada dengan anak si bupati. Uang pengusaha lebih banyak dan lebih pasti dari uang pejabat.

Siapa si pendidik? Seseorang yang dipanggil Tiara dengan sebutan Mama…

Hanya sebuah cerita, di perjalanan panjang dengan teman baru…

18 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ya ampunn.. orang tua macem mana yang ngajarin anaknya seperti itu? Menyeramkan. *bdoa mudah-mudahan ibunya syahwinda ngga kaya getu* Klo udah begitu, apa fungsi jilbabnya? Hiyyy.. *begidik takut*

  2. Tiara Lestari bukan toh?

  3. Hallo Mas Super, tadi pagi saya masuk ke blogspot super. walah susah sekali, leletnya super juga. Eh taunya sudah mulai pindahan ke wordpress. Good, good…. saya sudah kangen sama cerita-cerita kecilnya yang menggelitik. Saya tahu, yang namanya wartawan, semua jadi berita. Yang paling bisa melihat sisi merah putih kehidupan, ya wartawan. Karena itu, dulu saya paling senang baca bukunya Atmakusumah.
    Cerita tiara, begitu dekat dengan kita, tinggal siapa lebih menguntungkan siapa dan apa….

  4. pindah rumah ,,,mana selametane,,
    kok belum makan tumpeng

  5. Oh iya nih. Baru sadar. Supermen pindah rumah. Selamat euy.

    Mengenai Tiara… saya sudah bilang.. jangan cerita-cerita pada publik. Itu ndak baik. Gimana coba kalo ada wartawan yang ndenger. Kan walaupun ndak bisa masuk dalam harian beritanya, akan masuk jadi tulisan blognya.

    Whehehe.. OOT banget.

    BTW, temen barunya sapa. Teman Tapi Mesra?

  6. @ syahwinda
    orang tua macam itu lah bu… he..

    @ Amd
    Bukaaaann… Memangnya Tiara Lestari orang Banjarmasin!?

    @ agorsiloku
    saya bukan wartawan mas, cuma kebetulan kerjaannya nyari berita🙂

    @ mbah keman
    pindahan ini gara-gara sampeyan juga yang nyindir-nyindir kan?

    Selametane nunggu presiden baru.

    @ Arif Kurniawan
    Ceritanya kan dari yang da boleh diceritakan..?
    Teman gitu-gitu lah pak..

  7. Sebuah Cerita Dari Dia Yang Tidak Bisa Diceritakan
    kok masih diceritain juga??

    *garuk2 kepala, bingung*

  8. Accciiikkk ga usah ngisi2 lagi klo mau coment…om supeer… ttg tiara… kasihan ya.. mudah2an diberi jalan yg baik dapet hidayah, aku ga nyalahin dia jd brengsek, yang salah yg ngedidik, tp yg ngedidik di didik sm sapa dulu-nya, kadang situasi dan kondisi untuk survive yg bikin mrk begitu…hiks so sad..

  9. @ antobilang
    ya itu juga to yang bikin bingung…

    @ evy
    salah pada sistem ya bu?

  10. Walah ketinggalan, dapat info mas antobilang pindahan ke WP.

    Tiara oh Tiara …
    Reportase Tiara, menggambarkan Tiara lain di daerah lain. Dapet ceritanya dimana Pak ?😀

  11. Potonya donk potonyaa !! huehehehhe

    btw kapan donk di undang slametan pindah rumah😀

  12. @ Cakmoki
    Mohon dukungannya Cak, maklum orang baru di kampung baru..

    @ Chie
    Foto? sabaaar…
    Selametane nunggu bulan dua ya…

  13. Untung namaku bukan Tiara…
    uppsss Tiara kan nama cewek ya😀
    Siapakah yang salah? Tiara, si anak pengusaha, mama Tiara, atau simbah dukun yang pasang susuk atau malahan salah manusia super yang telah publish the unpublished story ya ….😀
    *maap…maap…maap*

  14. Klo ditanya siapa yang salah..yang pasti mama nya donk..ngedidik anak perempuan koq kek gitu..semprulitow~

  15. Hamil????ah itu mah taktik basi biar cowonya mau menikahi,si perempuan memang sengaja dan tulus ikhlas merelakan dirinya (anunya) untuk dim*s*k* oleh punya si cowo. Soalnya kalau ga begitu,si cowo bakalan pindah kelain lubang.dengan setoran lahir batin plus kehamilan,dijamin si cowo bakalan terpaksa maupun dipaksa untuk menikahi,kemudian jadilah dia si nyonya anak orang kaya.

  16. *sok pinter mode on*

    menurut behaviorisme sih konsepnya tabularasa,,
    manusia lahir dalam keadaan netral, lingkungan yg membentuknya menjadi hitam atau putih,,

    nah, kalo pake pendekatan behavioris sih karena lingkungan terdekat si tiara adalah ibunya yg begitu kelakuannya, jadi ya menjadi seperti itulah tiara terbentuk,,

  17. shame on her….

  18. @ deKing
    kebenaran kadang harus diungkapkan dengan caranya sendiri mas, huahahaha… *Hmftt!!*

    @ Che
    salah saya kayanya, dipercaya buat curhat malah di tulis di blog, he..

    @ fourty9
    kejam kamu, kejam, hiks.. hiks…

    @ calonorangtenarsedunia
    *mbulet pusing*
    he…

    @ lambreta
    shame us coz we let this happenned..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: