MEMALUKAN

28 Januari 2007 pukul 11.09 | Ditulis dalam Uncategorized | 19 Komentar

Senin malam, Bapak Wakil Presiden tiba di Banjarmasin. Ada acara temu kader Partai yang beliau pimpin di daerah ini.

Saya dapat tugas meliput kegiatan beliau, sambil mencari-cari kesempatan wawancara di sela-sela blokade paspampres yang galaknya Naudzubillah itu.

Karena senin paginya saya juga masuk kerja, jadilah saya tidak pulang hari itu. Dengan membawa baju dan celana ganti, seharianlah saya bekerja.

Tapi kali ini, saya tidak akan menulis apapun tentang Bapak Wakil Presiden atau pejabat lainnya itu. Takut kena karma kutukannya wadehel di sini.

Wapres dijadwalkan tiba pukul 6.20 waktu Banjarmasin.

Setelah menyelesaikan ketikan, sayapun mandi di kamar mandi kantor.

Berangkat, kemagriban di jalan, singgah di masjid terdekat buat sholat.

Tiba di hotel tempat acara wapres, saya langsung nongkrong bareng teman-teman media lain. Ngobrol-ngobrol sambil minum.

Sekitar pukul 8 malam, wapres yang ditunggu tiba di hotel. Beliau langsung istirahat di kamar. Acara dimulai pukul 9 malam.

Sekitar 8.30, panitia mempersilakan “rekan-rekan pers” memasuki ruangan pertemuan. Sebelumnya, kita harus di-screening dulu. Digiring melalui pintu pemeriksaan seperti yang biasanya ada di bandara. Sementara tas kita diobok-obok siapa tahu ada yang bawa C4 untuk iseng main petasan.

Tas saya kebetulan diperiksa seorang wanita, sepertinya seh polwan. Dia dengan kehati-hatian yang luar biasa memeriksa tas butut saya. (Sedikitnya sudah ada 5 orang yang menawarkan untuk membelikan saya tas baru, he..).

Pertama notebook saya dikeluarkan, diperiksa, aman.

Lalu pulpen, batere, beberapa kertas yang saya sendiri lupa kenapa bisa ada di tas saya turut dicek. Aman.

Si Mba Powan lalu mengeluarkan tape recorder saya. Dengan tampang sok cemas di menanyakan hal sangat cerdas pada Mas Paspampres yang jaga di dekatnya.

“Ini boleh dibawa masuk?”

Mas Paspampres da jawab. Saya yang jawab.

“Kalo itu da boleh dibawa masuk mba, saya pulang, saya ini reporter radio, perlu rekaman untuk bikin berita. Lagian masa seh, tape recorder bisa meledak??”

Itu jawaban dalam hati saya, tapi setelah menyadari posisi saya yang dijepit dua paspamres, jawaban yang keluar di mulut hanya:

“Ya boleh tokh mba, masa da boleh…”

Si Mba Polwan lalu melanjutkan pengeledahan tas saya. TAPI TIBA-TIBA…

“Nih!”

Mba Polwan cantik ini langsung menyerahkan tas pada saya. Padahal pemeriksaan sepertinya belum selesai.

Heran, tapi sok cuek saya pun mengambil tas itu sambil berlalu masuk ke dalam ruangan.

Prilaku aneh Mba Polwan itu sempat saya lupakan ketika sudah di dalam ruang pertemuan. Tapi Bleets! sebuah pemikiran mengerikan melintas dalam benak.

Panik, saya langsung memeriksa tas saya!

Dan benarlah adanya! Sehabis mandi di kantor tadi, saya langsung memasukkan baju dan Celana Dalam (C E L A N A D A L A M ! !) bekas pakai saya kedalam tas!!

BUJU BESUTTT, PANTESAN SI MBA MUKANYA LANGSUNG UNGU TADI…!

Setelah menyadari hal ini, saya hanya bisa bersyukur, untung si mba polwan tidak menenteng CD saya dan bertanya pada mas Paspampres.

“Ini bisa meledak?”

Iklan

19 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sehausnya sebelum polwan menyerahkan tas itu, sampean cepet-cepet ambil celdam itu dan ngomong begini:
    “yang ini bisanya memabokkan mba.”

    ha ha ha ha

  2. WAKAKAKAKAKAKA!!!
    *saya tidak mampu berkomentar apa-apa*

  3. first impression: GOBLOG!! =)) =)) =))

  4. ada-ada aja…baunya kemana2 tuh…untung si polwan gak langsung pingsan…semestinya itu lebih berbahaya dari bom.

  5. raja jua kaka nih :p

    jangan2 sengaja nih :p

  6. Wah kalau gitu agar aman dari pemeriksaan (apalagi yg meriksa perempuan) bawak yang gituan aja, bisa jadi senjata andalan. ๐Ÿ™‚

  7. terima kasih tips nya buat melewati paswampres ๐Ÿ˜€

  8. Apakah ada kemungkinan sang Polwan tiba-tiba menjadi lebih bergairah setelah melihat celana dalam pria itu?

    hehe

  9. benar-benar manusiasuper….

    btw, mereknya apa mas ? ๐Ÿ™‚

  10. gyahahahahaha…..

  11. ha ha ha..masih mending CD, coba kalau isinya kutang, apa nggak tambah sewot si polwan

  12. waduh mas…gimana tuh rasanya barang berharga jadi sang penyelamat?? mbok ya besok ditaroh di plastik dl gitu….

  13. wakakakakakaak
    *pingsan krn kebanyakan ketawa*

  14. weks…
    *ngebayangin kalo aku yang jadi petugas nya*
    mmm…
    petugas : mas ini apa?? *sambil mengangkat tinggi-tinggi cd mu*

    elu : cd mbak.. *tampang khawatir* tapi itu nggak bisa meledak kan mbak..

    petugas : emang nggak bisa meledak tapi ini semacam bio bomb tau!!!

  15. *ngakak baca komentnya pak Iman*

    Kalo bawa bra, bisa-bisa say langsung ditangkap pak..!

  16. […] yang jelas, pengalaman ini memang cukup memalukan, mirip-mirip pengalaman saya dengan polwan […]

  17. gobloooooooookkkk!!!!
    eh celana dalemnya apa? bukan G-string khan?? kekekekekk ๐Ÿ˜†

  18. HUAHAHAHAHAHAHAA…..

    najisssss ๐Ÿ˜€

  19. :)) wakakakakakakakakakakakakkakakakakakkakakaka
    :)) hahahahahhahahahahahhahahahhahahahhahahahahha
    :)) hihihihihihihihihihihihihihihihihihihihihihihi


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: