Tulangku Tulang Awak

18 Januari 2007 pukul 12.29 | Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar


Hari ini agenda liputan tidak begitu jelas. Saya dan beberapa teman dari media lain hanya kelayapan da karuan. Yah, siapa tahu ketemu pejabat yang lagi korupsi, kan jadi berita besar tuh…

Di tengah pengembaraan tanpa akhir itu, tiba-tiba kami bertemu dengan serombongan SPG dan SPB sebuah produk susu kalsium. Sebut saja mereknya Anl#ne. Mereka sedang meminjam satu ruangan di kantor Gubernur Kalimantan Selatan untuk memberikan pemeriksaan tulang gratis.

Iseng, mumpung da ada liputan, saya dan beberapa teman media lain nimbrung ikutan minta di test. Sekalian ngecengin para SPG yang centil-centil itu, he…

Jadilah saya di test. Disuruh duduk di kursi, sementara telapak kaki saya dijepit alat yang bertuliskan “Achilles InSight”. Sebelumnya, saya disuruh lepas sepatu dan kaki saya disemprot cairan aneh, biar baunya da nusuk kali ya?

Hasil pemeriksaan kesehatan tulang itu, ternyata membuat saya cemas!

Menurut Om si pemeriksa tulang, tulang saya termasuk kategori risiko sedang. Kadar T-Score saya -1,7 (minus satu koma tujuh). Padahal sumpah, baru kali ini saya dengar istilah T-Score!

Si pemeriksa tulang menjelaskan, kalo berdasarkan Kriteria T-Score WHO, rentang 2,5 hingga -1 masuk kategori risiko rendah, -1 hingga -2,5 masuk risiko sedang, dan -2,5 ke bawah risiko tinggi.

Dengan gaya bicara seperti saya akan mati besok, si pemeriksa tulang pun meminta saya menjaga kesehatan tulang. Caranya dengan makan makanan berkalsium tinggi, mengurangi rokok, kopi, teh, minuman beralkohol dan soda, banyak berolahraga, dan….
Minum Anlen#!!! (Eh, tadi sensor #-nya saya taroh mana ya?)

Katanya, sebelum umur 35 tahun, kualitas tulang kita masih bisa ditingkatkan. Semoga bisa…

Yang bikin cemas, di antara teman-teman yang ikutan diperiksa tulangnya, saya itu yang paling muda, tapi tulang saya yang paling jelek!

Halah, bagaimana ini??

Saya tanya mba lita saja ah…

*ngilang ke blognya mba lita…*

UPDATE: Mba Lita sudah jawab, boleh diliat di sini.

Additional information:
Seorang SPG Anle#e mendekati saya setelah pemeriksaan…
SPG: Mas, gimana hasilnya?
Saya: Katanya seh risiko sedang mba…
SPG: Wah, harus minum An#ene tuh mas!
Saya: Aduuh, saya dilarang dokter saya minum susu mbak..
SPG: *kaget* Hoh? Kenapa mas??
Saya: Katanya boleh meremas saja…

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Lah itu emang trik untuk jualan, apapun bisa digunakan sebagai media untuk menyakinkan agar konsumen mau mbeli produknya. Yah kadang emang sepertinya mesti harus dengan sedikit nipu-nipu.😀

  2. btw dah minum susu Pak..(tambahan aja..)

    yg utama ya asupan makanan dan gaya hidup sehat itu..

  3. setuju ma dani.
    biasa mah, itu trik penjualan. gak harus minum An#ene kok. lagian, kalo pengen juga minum susu kalsium, banyak tuh susu diperkaya kalsium bertebaran di supermarket🙂 lah aku ada permusuhan apa ya sama #nlene. hehehehe….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: