Tidak Pernah Terucapkan

18 Januari 2007 pukul 12.58 | Ditulis dalam Uncategorized | 11 Komentar

Hari ini, saya bertemu dengan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan. Main-main ke kantor beliau sambil kerja, siapa tahu dapat wawancara bagus. Kebetulan si bapa ini adalah wakil gubenur termuda se-Indonesia (Ga ada hubungannya ya?)

Hal pertama yang saya pikirkan ketika masuk ruangan ini adalah, Narsis!! Sedikitnya ada 11 foto sang wagub dalam berbagai ukuran yang menghiasi ruang kerjanya. Ada yang sedang pake motor gede, ada yang di depan helikopter, di dalam kokpit pesawat, ada juga yang sedang salaman dengan presiden dan wakil presiden.

Tapi saya tidak sedang membahas itu…

Si Wagub ini baru saja memimpin rapat Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan – TKPK. Dalam ruangannya ini, beliau menceritakan bahwa untuk tahun 2006, pemerintah provinsi dan
Pemerintah nasional sudah mengucurkan dana lebih dari Rp. 298 milyar untuk program pengentasan kemiskinan. Ada 55 program yang tersebar di berbagai instansi dan unit kerja di Kalsel.

Sementara tahun 2007, direncanakan 67 program dengan dana dianggarkan Rp. 433,7 Milyar.

Data dari BPS Kalsel sendiri menyebutkan, ada 245.946 Rumah Tangga Miskin – RTM yang perlu mendapat bantuan di daerah ini.

Wagub bilang, mereka menargetkan pengurangan RTM 3 persen setahun hingga 2010 nanti.

Itu, adalah fakta yang diungkapkan. Yang menjadi pertanyaan saya adalah…

Kenapa harus ada berpuluh-puluh program yang disebar di beragam instansi pemerintah, dengan tujuan yang sama? Meningkatkan derajat hidup keluarga miskin? Kenapa tidak dijadikan satu program, terarah, matang dan transparan?

Kenapa? Bagi-bagi proyek?

Lalu kenapa pula hanya 3 persen target penurunan kemiskinan pertahunnya? Dengan dana Rp. 433 milyar setahun, untuk 245.946 Rumah Tangga Miskin, rasanya terlalu sedikit target 3 persen itu…

Atau sebagian besar dana milyaran rupiah itu justru untuk para pejabat dan pelaksana proyek?? Lalu berapa nilai SEBENARNYA yang diterima masyarakat?

Dan pertanyaan terakhir adalah, jika tahun 2006 lalu ada Rp. 298 milyar untuk pengentasan kemiskinan, mana hasilnya?

Kenapa tadi di depan kantor bapa wagup ini saya masih ketemu dengan tukang beca yang menggigil kedinginan di becanya karena baju satu-satunya miliknya sedang ia cuci dan belum kering?? Apakah bapa tukang beca ini tidak termasuk dalam daftar orang miskin??

Lalu siapa orang miskin yang masuk kategori pemerintah itu? Mereka yang tidak mampu membayar kredit mobilnya? yang tidak mampu membayar rumah mewahnya? YANG TIDAK MAMPU MEMBIAYAI PENYANYI DANGDUT SELINGKUHAN ZINANYA??

Sayangnya, pertanyaan-pertanyaan itu hanya berputar di benak saya…

Tidak pernah terucapkan.

Tidak pernah terucapkan…

11 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ah gimana siy koq ga pernah terucapkan?? klo dah sreg mah blg ajah ntar keburu disamber orang lho *ga jelas* :p

  2. Kalau hanya dibagi-bagikan memang akan habis saja, tapi kalau anggaran tersebut digunakan untuk membuka industri menengah pasti akan membuka lapangan kerja banyak.

  3. hoho.. dalem bener nih postingnya tentang pemerintahan.. ga takut ditangkep? :p hahaha

    makasih da mampir. tdnya mo teriak2 di shoutbox tapi ternyata ga keluar2. huhuhu

  4. Hehehe… Narsisan mana si gubernur ama wadehel? Hehehe…

    BTW, mas, situ dapet ga proyeknya? Bagi doong?

    *sambil tersenyum culas*

    @devi: Hehehe, jangan takut dev, orang ini temennya banyak. Kalo ketangkep… cepet keluarnya. (karena bau)

    *hehehhe, mabuuurrr*

  5. dilema ya mas, bingung campur kesel. saya juga sering ngerasain kayak gitu…

  6. Artikelnya sadis mengigit. Untung ini blog priibadi, jadi nggak bakal di sensor tuh ama pimred.

    *Sekedar sharing, setelah pernah ditugasin di desk politik, kriminal, eks-bis. Daku enjoy di desk sekarang ini..he..he

  7. Simbol keanggunan Wagub:
    Ada yang sedang pake motor gede, ada yang di depan helikopter, di dalam kokpit pesawat, ada juga yang sedang salaman dengan presiden dan wakil presiden.
    Kehebatan dan kemewahan beliau plus kebanggaannya menurunkan RTM 3% hingga 2010. Maaf, tidak sebanding dengan 245.946 RTM, dan itu saudara kita juga.
    Betul juga Mas, pertanyaan gak usah terucapkan, paling jawabnya ngawur tapi dijamin meyakinkan.
    Btw, ulasannya rinci, saluut.
    Tak tunggu lanjutannya ya.

  8. kenapa ga di ucapkan mas pertanyaan-nya, tanya aja terus terang gimana planingnya, gimana organizingnya, ntar actualisasinya spt apa, lalu ngontrolnya spy uang kagak bocor…lha kudu jelas, wong itu uang negara kok, mestinya rakyat boleh tahu dong, jangan sampe yg udah miskin dan bodoh, dibodoh2in tambah miskin dan yg kaya tambah kaya…Oalah.. dunia akhirat pertanggung jawabannya

  9. Terlalu eksplisit menyerang individu. Ga takut seperti wartawan siapa itu yang dibunuh terus mayatnya dibuang dihutan?

    Tapi dengan posting ini, kalau anda ditemukan mati dibunuh, kita semua sudah tahu siapa tersangkanya😀

    Siapa?

    Yang jelas bukan saya :))

    *susah bgt mau komen:(*

  10. project biasanya dibuat untuk dikorupsi *huh* kadang isu berbahaya macam flu burung dibikin project, malah dimanfaatkan untuk ngisi kantong😦

  11. […] Tidak Pernah Terucapkan […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: