Kerinduan Seorang Anak (Tsaah…)

20 Desember 2006 pukul 16.11 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hari kelima Abah Mama da ada di rumah…


Kangeen…


Sangat!


 

Apalagi kali ini misahnya da tanggung-tanggung, kita terpisah 8 zona waktu!


 

Sabtu kemarin beliau berdua berangkat. Senin pagi saya sempat menelpon, Alhamdulillah bisa nyambung. Mama bilang mereka sudah sampai di Makkah. Dapat pondokan di wilayah Affaer, di Maqtab 36, Lantai 3 kamar nomer 621.


 

Yep, Abah Mama saya sedang menunaikan Ibadah Haji…


 

I tell you the truth; Kita baru akan menyadari betapa berarti seseorang ketika dia tidak bersama kita.


 

Itu yang sedang saya rasa sekarang. Saya tidak yakin saya telah menunjukkan betapa saya menyayangi Abah Mama secara benar sebelum beliau berdua berangkat. Saya tidak tau cara yang tepat untuk mengungkapkan betapa berarti bagi saya mempunyai orang tua seperti mereka…


 

Alhamdulillah, saya tidak melakukan hal-hal melankolis bodoh seperti memeluk jaket mama sepanjang malam, atau menangis di depan sarung abah, he…


 

Cukuplah, saya pikir, mendoakan mereka agar selamat dalam ibadah haji, hingga nanti kembali ke rumah terindah ini. Semoga mereka terhindar dari segala kesulitan, musibah, kecelakaan, dan bala bencana lainnya. Semoga mereka selalu sehat dan dalam ketenangan hati dan pikiran…


 

Terlepas dari (rumor) buruknya kinerja Panitia Pelaksana Ibadah Haji – PPIH Indonesia (Atau sebut saja orang-orang DEPartemen AGama), tokh Abah Mama kan tamu Allah. Tidak mungkin kan Dia menelantarkan tamu-tamu-Nya??


 

Yang terasa sedikit berat, adalah perubahan tanggung jawab yang saya rasakan ketika kedua orang luar biasa ini sedang tidak ada di rumah…


 

Sebagai anak pertama, ada dua orang adik saya yang harus saya jaga. Dan entah mereka mencontoh saya atau memang sudah dari sononya begitu; keduanya sangat malas! Adik saya yang laki-laki, kelas 1 Madrasah Tsanawiah, bangun paginya selalu harus ditendang 4 kali dulu baru sadar. Senin kemarin saja, dengan cueknya dia datang ke sekolah pas murid-murid lain sudah pada baca doa selesai upacara bendera! Sementara yang perempuan, yang kuliah, masak nasi saja enggannya minta ampun.


 

Belum lagi bayar segala tagihan. Listrik, telpon, PDAM, pajak dua kendaraan yang (CELAKANYA) jatuh tempo bulan ini, fuih! Repot!!! Saya juga harus menggantikan giliran jaga malam abah. Mewakili kalo ada kondangan ke rumah tetangga. Mengantar adik-adik sekolah. Menyapu halaman. Mengepel lantai. Mencuci pakaian. Mengurus beberapa kerjaan Abah Mama di kantor yang tidak bisa diwakilkan.


 

Dan ini tidak diperingan dengan munculnya seekor tikus kecil malam ini di dalam rumah. Yang tiba-tiba berinisiatif menjelajahi kamar demi kamar tanpa maksud yang jelas. Jadilah malam ini saya harus menambah tugas saya untuk menurutkan keinginan hati sang tikus main kejar-kejaran… (Gagal pula saya menangkapnya! *sigh*)


Aduuh, bagaimana seh selama ini Abah Mama melakukannya???

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: