Ceramah Ustad Muda

20 Desember 2006 pukul 16.21 | Ditulis dalam Uncategorized | 2 Komentar

Habis magrib tadi, saya ikut dengar ceramah oleh ustad (setengah) muda di musholla samping rumah. Tumben ya, seorang saya terbuka hatinya untuk duduk diam di dalam sebuah majelis ilmu, he… Tapi Tuhan memang bekerja dengan cara-Nya sendiri, if He wants me to be there, I’ll be there…

 

Sebenarnya, ustad (setengah) muda ini sempat mendapat posisi negative dalam skala nilai saya. Bukan apa-apa, beliau kalo jadi imam sholat, bawaannya mau pake pengeras suara sekeras-kerasnya. Sempat sebulan penuh kami yang rumahnya berdekatan dengan musholla terserang penyakit budek temporary, he…

 

Tapi untunglah, sejak kecil saya diajarkan untuk setuju atau tidak setuju TINDAKAN sesorang, bukannya membenci atau menyukai pribadinya. Saya diajarkan untuk membedakan antara perbuatan seseorang dengan sosok orang tersebut secara personal. Jadi hati saya cukup terbuka untuk berteman dengan orang-orang yang dalam beberapa sisi mungkin tidak sepikiran dengan saya. (semoga tidak dicap termasuk Haram Pluralisme MUI..)

 

Jadi, here I am… Duduk di pojokkan mushola sehabis sholat magrib, mendengarkan ustad (setengah) muda beranak satu sedang membacakan kitab berhuruf arab warisan gurunya…

 

Sambil memandang sekeliling, melihat bapak-bapak manggut-manggut mendengar ceramah, melihat pak RT sambil terpejam-pejam menikmati siraman rohani, tiba-tiba saya tertular penyakit BERASA ALIM seperti yang biasanya muncul setiap kali kita duduk di dekat orang-orang alim. Cepat-cepat saya fokuskan seluruh daya tangkap pikiran saya pada apa yang diucapkan sang ustad (setengah) muda, bukan memikirkan sudah seberapa alim saya dengan duduk setengah bengong di sini…

 

Si ustad mengajarkan tentang hukum berwudhu, apa saja yang membatalkan wudhu, serta rukun sah sholat. Alhamdulillah, whether I enjoy it or not, setiap ilmu yang kita dapat akan selalu menjadi nilai tambah, iya kan??

 

Ngomong-ngomong soal ilmu, si ustad (setengah) muda ini sempat menyinggung tentang hakikat ilmu (tsaah, bahasanya mulai kaya anak pesantren neh!).

 

Kata si ustad, Ilmu meskipun banyak akan sia-sia jika tidak diamalkan, dilaksanakan, diterapkan. Ia memberikan metafora Ilmu seperti pakaian. Meskipun kita punya pakaian keren dua lemari, produk terkenal, harga mahal, tapi kalo tidak dipakai, kita tokh tetap telanjang…

 

Begitu pula ilmu, kita banyak baca, duduk di majelis ilmu (ilmu dunia ataupun akhirat), suka buka wikipedia, atau kuliah maksa sampai tujuh tahun, tapi jika ilmu yang kita dapat tidak terapkan, MAKA KITA ADALAH TELANJANG…

 

Si ustad akhirnya menyarankan, yang penting sebenarnya bukan seberapa banyak ilmu yang kita tahu, tapi seberapa konsisten kita menerapkan ilmu yang kita tahu.

 

Menarik, dan saya setuju.

 

Tapi secara pribadi, saya punya tambahan pendapat. Konsisten menerapkan ilmu, bukan hanya mencari ilmu, adalah SANGAT penting. Tapi tokh tidak ada salahnya terus berupaya mencari tambahan ilmu lain, yang juga akan kita terapkan setelah kita yakini kebenarannya.

 

KARENA KITA TIDAK INGIN MEMAKAI BAJU YANG SAMA SEPANJANG MINGGU, IYA KAN??

Iklan

2 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ikutan menambahkan pendapat.

    Baju yang udah kekecilan, kalo masih layak pakai, biarlah dipakai oleh anak-anak yang lebih kecil. Tapi kalo emang udah buluk dan robek, ya dibuang saja atau dijadikan gombal buat lap motor.

    Trus jangan fanatik sama baju, jangan pernah memaksa orang lain pake baju tertentu. Kecuali kalo masih kecil, sekedar untuk tidak masuk angin boleh lah, tapi kalo udah agak gede, biarlah memilih yang sesuai gayanya sendiri.

    H: Cukuuuuup!!! Jangan ngomongin baju disini!! huss! Husss!

  2. —>tokh tidak ada salahnya terus berupaya mencari tambahan ilmu lain, yang juga akan kita terapkan setelah kita yakini kebenarannya.

    Tidak salah lagi bila ilmu itu dapat dari blog saya…. he he he


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: