Nyuci Lagi Nyuci Lagi

21 November 2006 pukul 10.07 | Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar

Sepertinya, saya memang di takdirkan bermasalah dengan urusan cuci mencuci pakaian…

Setelah sebelumnya terpaksa mencuci dengan face-cleanser dan shampoo milik adik, kali ini saya harus merelakan kostum-kostum kebanggaan saya beraroma lantai untuk beberapa hari…

Sebenarnya ini cerita terjadi beberapa pekan lalu, tapi baru sempat saya ceritakan sekarang:

Pagi itu, sekitar pukul 10 hari minggu, saya membulatkan tekad mencuci semua tumpukan pakaian kotor yang dua pekan terakhir menggunung di samping kulkas. Selain karena tidak tahan dengan protes mami, kritikan papi, dan demo-demo dari kedua adik saya mengenai aroma gunung pakaian tersebut, saya juga menyadari sudah dua hari ini saya kerja tidak pake CD. CD saya kotor semua, padahal pemakaiannya sudah diirit dengan tekhnik AC-DC alias bolak balik, he… (Wueeeks!!)

Jadi, saya pun kembali mencuci. Untunglah, kali ini berjalan normal. Sabun cuci merek ternama telah tersedia, air mengalir lancar, listrik menyala, mesin cuci hidup dengan sempurna. Sepertinya, kegiatan mencuci hari ini akan berjalan lancar…

Akhirnya, semua pakaian telah selesai diobok-obok di mesin cuci, di bilas dan dikeringkan dalam mesin cuci. Tibalah saatnya saya memberikan sentuhan terakhir pada hasil karya saya ini; melakukan bilasan terakhir dengan menambah pengharum dan pelembut pakaian, agar ketika dipakai nanti, percaya diri saya bertambah dengan keharuman yang mempesona…

Weits, softener di mana ya? Oh, itu dia, ada di dekat kran air. Eh, kok warnanya ungu ya? varian baru neh… Hmmm, aromanya juga harum… tuang ah… bleg, bleg, bleg…. (suara softener dituang ke baskom)

Sesuai petunjuk, rendam pakaian dalam air yang sudah dicampur softener selama 10 menit. Angkatr. lalu tiriskan… Tambahkan bumbu secukupnya, jangan dicampur daun ganja, bisa ditangkap…

Selesai direndam, pakaian saya ambil dari baskom, bertepatan dengan mami masuk dapur. Saya langsung pamer, neh, anak mami nyuci sendiri, pinter kan…?

“Mi, softenernya baru ya? Enak aromanya?

Mami mengerutkan kening, “Softener, perasaan kemaren sudah habis…”

“Ada kok, nih…”

“Astaga, itu bukan softener Dil..! Itu buat ngepel lantai! Kemarin mami masukin ke botol softener, maksudnya biar enak makenya…”

GUBSRAK!!!
“Buat ngepel lantai??”

Akhirnya, seperti yang bisa ditebak, untuk beberapa hari berikutnya, kepercayaan dirinya saya runtuh seruntuh runtuhnya, terpaksa memakai kostum beraroma lantai ke mana-mana…

Pesan Moral: Aroma bisa Menipu, waspadalah!!!

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. sabar

  2. *ngakak*
    Kemarenan, suamiku yang kaya gitu. Kayanya kelean para lelaki suka rada gak ‘sensitif’ urusan bau-bauan domestik yak? Kan pasti beda lho jenis baunya😀
    *ngakak lagi, inget kemaren pas lebaran gak ada asisten*

  3. @anang
    iya mas, ambil hikmahnya saja, bisa jadi bahan posting kan??

    @lita
    begini lah mba… Nasib perjaka…
    saya nanti mengandalkan istri saja, he..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: