Khayalan Sialan!!

16 November 2006 pukul 13.44 | Ditulis dalam Uncategorized | 4 Komentar

Saya sedang berkhayal, mungkin saya sedang teler, mabuk dan terbang dalam angan-angan saya…

Apa saja, selama saya yakin saat ini saya bukan menghadapi kenyataan…

Saya sedang berkhayal sedang menjalani hidup di Banjarmasin, bekerja di sebuah perusahaan media dengan kantor pusat di Jakarta.

Sebagai perusahaan media, nafas hidup kami tentu berasal dari pemasang iklan, baik dari sektor swasta maupun (kadang-kadang) dari sektor pemerintah seperti BUMN. Dan sebagai pekerja media, kami tentu memiliki tanggung jawab untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat, memberikan yang kami anggap benar tanpa maksud membenarkan siapa-siapa, mencoba membantu pendengar kami untuk mendapat sesuatu yang kami harap bermanfaat bagi mereka, sengan satu tujuan, agar kita semua MENJADI LEBIH BAIK…

Saya berkhayal, tentu saja, tapi tetap saja tidak pernah ada larangan untuk bermimpi, atau sekedar mempunyai idealisme…

Beberapa hari lalu, saya berkhayal, seorang staf dari biro humas Pemerintah Kota Banjarmasin datang ke bagian marketing perusahaan saya. Dia membawa penawaran kerjasama PSA (Pesan Layanan Masyarakat) mengenai pentingnya menjaga kebersihan. Dalam khayalan saya, perusahaan saya, dengan niat membantu, membuat harga pemasangan PSA terendah yang kami mampu. Anggap saja sekedar biaya produksi. Kami ingin berperan membantu kota ini lepas dari predikat RUNNER-UP KOTA TERKOTOR SE-INDONESIA 2006.

Saya terus berkhayal, tawaran marketing kami sebesar Rp. 1,5 juta untuk PSA tersebut disambut baik oleh si Staf Humas. Harga ini jauh di bawah standar perusahaan kami tentu saja. Sekali lagi, dalam khayalan saya, kami sedang mencoba membantu.

Keesokan harinya, saya yang terus berkhayal kembali ke kantor. Di kantor, si Staf Humas telah hadir, kembali bertemu dengan bagian marketing perusahaan saya. Kali ini, mereka dalam tahapan penandatangan kontrak iklan PSA kebersihan tersebut. Dalam khayalan saya, tiba-tiba muncul suasana tidak enak ketika si Staf Humas menyodorkan lembaran kontrak untuk di tandatangani marketing kami.

Saya berkhayal, pasti, ketika rekan marketing saya mempertanyakan angka kontrak sebesar Rp. 3 juta yang tertera di surat tersebut, padahal kami sepakat pada angka Rp. 1,5 juta. Dengan sikap seakan hal ini sudah biasa, si PNS Staf Humas Pemko Banjarmasin menjelaskan, peningkatan angka tersebut bukan masalah. Hanya sebuah kebiasaan yang berlaku, sekedar uang bonus mereka yang ada di pemerintahan, tambahan dari jerih payah mereka sebagai pelayan masyarakat, wajar.

Ah, khayalan saya semakin keterlaluan…

Dengan tetap menjaga kesopanan, marketing perusahaan saya mencoba menjelaskan bahwa sebagai perusahaan swasta, kami tidak bisa menandatangani kontrak tersebut. Laporan kami ke kantor pusat menyebutkan angka 1,5 juta rupiah. Bagaimana kami menjelaskan hal tersebut jika kontrak yang kami kirimkan ke jakarta ternyata mencantumkan angka 3 juta rupiah??

Si PNS Staf Humas bersikeras untuk menyodorkan kontraknya. Marketing perusahaan saya akhirnya mencoba menengah dengan menawarkan dua kontrak yang harus ditandatangi. Kontrak pertama (yang jujur) dengan nilai 1,5 juta rupiah yang akan kami kirimkan ke Jakarta. Serta kontrak kedua (yang dusta sedikit) dengan angka 3 juta rupiah yang akan diserahkan si PNS pada atasannya.

Namun dalam khayalan saya, si PNS tetap tidak mau karena takut kontrak jujur kami nantinya akan membawa masalah baginya di kemudian hari. Padahal jika memang itu sudah wajar di pemerintahan, kenapa harus takut??

Akhirnya, khayalan saya memaksa saya menerima bahwa kerjasama kami dengan Pemko Banjarmasin batal. Pimpinan perusahaan menolak menjadi alat bantu peningkatan kesejahteraan PNS tadi.

Khayalan sialan!!!

Postnote: sebenarnya, khayalan ini telah cukup lama mengendap di dunia khayal saya. Tapi baru dapat saya tuangkan setelah membaca modus milik thamrin.
Sekedar penutup saya sertakan motto perusahaan saya tahun ini, If better is possible, good is not enough..!

Iklan

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Untung masih khayalan, bagaimana kalau ini terjadi. Sering mengalami, kehidupan dalam dunia dimana energi menolak menjadi terlalu lemah dibanding keserakahan. Ketika saya bekerja di pembebasan tanah. (http://agorsiloku.wordpress.com/2006/06/20/cara-cara-praktis-pembebasan-tanah/)
    Kemudian ini mengubah arah kehidupan selanjutnya.
    (

  2. mas superman…saya juga suka ngehayal jadi wartawan (eh wartawan sama jurnalis beda ato sama)

    tu dunia keren banget, menarik…

    tapi takdir saya di mesin..kasian emak dah lima tahun ngebiayain sekolah di jurusan mesin =)

    mm…sama satu lagi, saya sering ngehayal Dian Sastro bilang cinta ma saya, tapi saya tolak…hahahahha

  3. Andai artikel ini dihilangkan kata “kayalan” nya anda sudah menulis laporan investigasi yang hebat. Anda sudah menjadi jurnalist, bukan lagi sekedar berkhayal.
    Seandainya banyak tulisan di blogspere mengungkapkan fenomena ini, mungkin bisa didata dan dipostkan linknya di blog SBY.

  4. @thamrin
    Mas, kalo saja saya punya bukti, posting ini bukan hanya khayalan,.. Tapi masalahnya, saya tidak punya bukti, jadi biarlah ini semua hanya jadi mimpi saya saja…

    @Benx
    Saya juga suka mengkhayal jadi jurnalis yang punya cewek dian sastro, he…

    @argosiloku
    Posting ini (dan posting serupa lainnya yang ada di seluruh blog di dunia) sebenarnya bukti bahwa masih banyak yang cinta mati dengan Indonesia


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: