Ramadhan jokes

30 Oktober 2006 pukul 12.28 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ah, tidak terasa Ramadhan ini sudah saya lalui, Alhamdulillah, lancar. Puasa maupun Tarawih berjamaah saya bisa dilaksanakan dengan sedikit perbaikan dibandingkan Ramadhan tahun lalu.. Rahmat yang luar biasa..

Tadi saya melihat tayangan di TV-nya VOA, tentang Moslem in USA. Ada satu feature yang membuat saya tertarik.Cerita grup lawak muslim. Mereka muslim yang berprofesi sebagai penghibur professional, dari panggung ke panggung, dari café ke café.

Salah satu di antara mereka, juga merangkap jabatan sebagai Khatib Masjid!

Katanya, mereka ingin merubah stereotif barat tentang Muslim sebagai umat teroris menjadi sesuatu yang lebih baik. Nama grup penghibur itu, “ALLAH made me funny”

He…

Setelah saya melihat tayangan tersebut, saya jadi teringat beberapa jokes yang saya temui selama Ramadhan ini, seperti.

Adik saya yang baru lulus SD, setengah mati mencari dasar hukum fiqh terkait permen karet. Gara-garanya, saya iseng bertanya padanya, “Boi, kumur-kumur pas puasa batal ga?”
dia menjawab “Ga, kan ga ditelan”
Saya balik nanya “Berarti, makan permen karet pas puasa juga boleh donk? Kan ga ditelan juga?”
Adik saya langsung terdiam dan berpikir keras. Hasil ijtihad pribadinya tersebut: Hampir saja dia beli permen karet jam dua siang itu karena yakin permen karet TIDAK membatalkan puasa, he.. Akhirnya, hari itu saya diultimatum bunda agar tidak memberikan pertanyaan bernuansa ‘sufi” lagi kepada adik saya…

Ada lagi kerjaan adik saya yang aneh, dia dapat undangan dari masjid kampung sebelah, peringatan Nuzulul Qur’an dengan menghadirkan Qori Tuna Netra. Pulangnya dengan heboh dia cerita “Eh, tau da, Qori yang tuna netra itu ternyata buta!!” (GUBSRAK!!!) Mami langsung memberi kuliah lagi tentang istilah-istilah tuna-tunaan padanya, meskipun ada satu tuna yang lupa dijelaskan – Tuna Susila –

Adik saya ini juga yang waktu sahur susahnya minta ampun! Dibangunin 1 jam baru bisa duduk. Suatu kali, ketika mau makan, sambil matanya masih merem dia bergabung dengan anggota keluarga saya yang lain yang sudah menunggu. Ketika dia minta diberi tempat cuci tangan (Bahasa banjarnya: kobokan), dengan iseng saya kasih dia piring kecap. Karena matanya masih merem, adik saya pun menyodorkan tangannya kedalam piring yang dikiranya kobokan tersbuet, dan SPLASH!!!
Sahur pun dilewati dengan omelan bunda kembali…

Ada juga teman saya yang dengan lantang memproklamirkan diri sejak awal-awal, kalo dia akan mengikuti keputusan Nahdatul Ulama terkait awal Ramadhan, dan memastikan diri mengikuti Muhammadiyah tentang hari Lebaran. Saya langsung berpikir, jenius!!!

Masih teman yang sama, yang entah dapat hadist dari mana, meyakini bahwa berhubungan intim pada malam ramadhan (DENGAN ISTRI YANG SAH) pahalanya sama dengan membunuh yahudi! Tapi setelah saya tanya-tanya, katanya hadist seperti itu benar ada, meski saya belum membaca langsung. Sejak saat ini, saya akan mengganti istilah “berhubungan intim” dengan “membunuh yahudi”.

Teman yang sama pula, yang menyebar gosib ada pejabat di Banjarmasin yang kalo pejabat lain safari Ramadhan, si pejabat yang satu ini safari istri. Katanya itu pejabat benar-benar mengikuti anjuran agama beristri maksimal 4! (Sekedar mengingatkan, ayat yang sama yang membolehkan laki-laki beristri 4 justru menekannya bahwa walau bagaimanapun, 1 itu lebih baik)

Saya dibesarkan di lingkungan Nahdlatul Ulama. Seumur hidup, saya Tarawih dengan raka’at berjumlah 20 plus 3 raka’at sholat witir. Nah, ramadhan yang baru tadi, saya pulang kemalaman dari acara kantor. Berhubung target tahun ini tarawih berjamaah harus poll, saya pun singgah di masjid petrama yang saya temui setelah waktu Isya masuk. Ternyata, di masjid tersebut, memakai system yang berbeda. Mereka Tarawih 8 raka’at. Beruntung saya termasuk manusia yang tidak pernah membedakan cara, sepanjang hasil dan tujuannya sama-sama benar, kenapa mesti ribut? Celakanya, saya tidak mengerti sama sekali mekanisme sholat tarawih 8 raka’at ini. Dalam pikiran saya, 8 raka’at di bagi dua kali salam, berarti seperti sholat Isya dunk. Jadi saya benar-benar tidak menyangka, ketika setelah rakaat kedua, Sang Imam langsung berdiri tanpa pakai duduk Tahyat dulu. Saya langsung mengucap “Astagfirullah” kenceng-kenceng, karena prosedur mengingatkan imam yang salah kan begitu ya. Taunya, semua makmum yang lain juga langsung berdiri!! Setelah itu saya baru sadar, Tarawih 4 rakaat memang kagak pake rahyat pertama!! Sholat saya yang pada dasarnya sulit khusu itu pun langsung amburadul, he… Satu pelajaran yang saya ambil dalam masalah ini adalah betapa keberagaman Islam dan manusia itu benar-benar ada dan tentu saja, sepengetahuan Allah. Dia kan Yang Maha Tahu. Allah yang menciptakan jagad raya, tentu Dia tahu apa yang akan terjadi pada ciptaan-Nya. Ngapain kita para ciptaan malah yang sok tau meributkan perbedaan itu??

Eh, siangnya sebelum tarawih 8 rakaat itu, saya sempat sholat juga di Masjid Kampus, benar kata Amed, orang Islam pas bulan ramadhan kayanya nambah ya?? Biasanya masjid pada sepi, tapi kalo bulan puasa, jadi bejibun umatnya, meskipun sebagian besar dari mereka mengambil ibadah yang palingh mudah, yaitu: TIDUR.

Ada juga teman saya yang kalo bulan puasanya, kumur-kumur pas wudhunya lama banget!! Entah apa niatnya, mungkin dia semakin sadar akan kebersihan pas bulan puasa kali ya? He…

Saya juga merasakan untuk pertama kalinya Ramadhan ini, betapa ribetnya sholat pake sarung. Bukannya Khusyu, saya malah sibuk mengkhawatirkan sarung saya tersingkap dan mempertontonkan aurat saya…

Semoga saya bisa bertemu kembali dengan Ramadhan tahun depan…

Iklan

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: