Suatu Magrib Setelah Buka Puasa

22 Oktober 2006 pukul 11.17 | Ditulis dalam Uncategorized | 4 Komentar

Latar belakang cerita: Saya baru saja meminjam kamera digital Bawel. Karena tidak sempat mengembalikan, kamera tersebut saya bawa kerumah.

Selepas buka puasa bersama-sama keluarga tercinta, adik perempuan saya yang kemarin ribut mencari kodok, dengan tampang memelas meminta saya memotretnya..

 

“Ris, potokan aku pas lagi nyuci piring sekarang pank…”

 

Saya dengan sinis menyahut “Narsisss..!!”

 

Saya lanjut nanya, “Tau da narsis apa artinya??”

 

“Tau ko..”

 

“Tapi tau da narsis asal katanya dari mana??

 

“Ngapain aku cape-cape nyari tau…?

 

“Narsis itu diambil dari kata Narcissism, itu bahasa inggris.. Ceritanya, dulu ada legenda Yunani tentang Narcissus. Si Narcissus ini memuja dirinya sendiri, dia jatuh cinta pada bayangannya sendiri. Setiap hari, dia mengagumi pantulan dirinya di permukaan sebuah danau. Hingga akhirnya, Narcissus terjatuh ke dalam danau, tenggelam dan mati…”

 

“Setelah Narcissus tenggelam, danau tempat ia biasa bercermin terus menangis tanpa henti. Para Dewa akhirnya bertanya pada si Danau, kenapa dia begitu menangisi kematian Narcissus? Danau menjawab, ia menangis karena tidak bisa lagi mengagumi bayangan dirinya yang memantul pada mata Narcissus setiap kali pemuda itu ada di dekatnya…”

 

“Begitu ceritanya…”

 

Adik saya dengan dingin bertanya, “Lalu…??”

 

“Makanya kita harus mengetahui arti kata-kata yang kita pakai, kenapa kita pakai kata itu, kenapa kata itu bisa menyimbolkan maksud kita…”

 

“Lalu…??”

 

“Jadilah cerdas dalam berbahasa..”

 

“Artinya?”

 

“Artinya, saya malas memotomu…”

 

Itulah sepenggal kisah, selepas berbuka pada malam ke-29 Ramadhan tahun ini.

 

Yang tidak banyak diketahui orang adalah Narcissus tidak menjadi narsis karena keinginannya sendiri. Dia dikutuk untuk memuja bayangannya, setelah menolak cinta seorang Dewi bernama Echo. Jadi kesimpulan saya, menjadi narsis bukanlah sesuatu yang harus kita sesali. Menjadi narsis merupakan akumulasi dari peristiwa hidup kita sebelumnya. Narsis kadang perlu, hanya saja, hindari menceburkan diri kita ke danau kekaguman pribadi tersebut.

 

Dan bagi para narsis, jangan bersedih, karena setelah tewas tenggelam, Narcissus dalam legenda berubah menjadi bunga…

 

Tambahan: Echo sendiri merupakan Dewi yang di kutuk oleh Hera (The Princess of Godess) sehingga kehilangan suaranya. Dia hanya bisa mengulang kata terakhir dari ucapan setiap orang. Echo akhirnya tewas perlahan dengan hanya meninggalkan suaranya yang terus mengulang kata terakhir dari setiap orang… (Akhirnya… Tau kan? Darimana kata echo alias gema berasal??)

 

Sumber: Oxford Dictionary and Encylopedia

narcissus (botany) A flowering plant native to Eurasia and N Africa and widely planted as bulbs in gardens. The poet’s narcissus (Narcissus poeticus) has flowers with white petals surrounding an orange-tipped crown. Closely related are the *daffodils and the sweet-scented jonquils (N. jonquilla), which have small yellow flowers with small cuplike crowns.

 

Narcissus (Greek mythology) A beautiful youth who was punished for rejecting the love of the nymph Echo by being made to fall in love with his own reflection in a pool. He died and was transformed into a flower.

 

narcissism n. excessive or erotic interest in oneself.  narcissistic adj. [Narkissos, name of a youth in Greek myth who fell in love with his reflection]

 

narcissus n. (pl. -cissi) any of several flowering bulbs, including the daffodil. [Latin from Greek]

Iklan

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Ooooh… saya mengerti sekarang.

    Jangan pernah narsis kalau gak bisa berenang.

  2. @Wadehel
    Walah, saya ga boleh narsis dunk…??
    Tapi saya perlu ngikik dulu, wakakakak…. Saya aja ga kepikiran sampai segitu konsekuensi dari legenda narcissus ini….
    Para narsis sedunia, belajar berenanglah!!

  3. Pas banget.Temenku juga ngasih tau kayak gitu. Saat qt pada mau diphoto, langsung ada yang bilang “jangan lupa pke gaya narsis”.Trus temenku itu jawab,”kenapa harus pke gaya narsis? dan kenapa harus bangga dengan narsis? ……blablabla”. Seperti yang ditulis itulah kira2. Emang perlu disebarluaskan nih, jangan sampai pada salah kaprah. Ntar pada tenggelam lagi…

  4. jadinya narsis ada karena echo yg dikutuk hera?
    so, narsis ada karena ada pantulan?
    huh, sungguh dongeng yg menarik brur,
    tapi sodara yg sekedar minta poto pas nyuci piring masa dibilang narsis juga? sungguh terlalu..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: