Ramadhan Tahun Ini

2 Oktober 2006 pukul 16.51 | Ditulis dalam Uncategorized | 3 Komentar


Alhamdulillah, Ramadhan kali ini bisa saya lewatkan dengan banyak berada di rumah. Sampai hari kesembilan ini, tarawih di musholla dekat rumah juga tetap rutin. Tidak seperti tahun lalu, ketika jadwal di kantor menuntut saya hampir setiap malam harus bekerja. Akibatnya bisa ditebak, tarawih saya bolong-bolong, paling banter tarawih sendiri di rumah. Tapi tetap saja rasanya kurang afdol…

Ada yang membuat saya berpikir setelah tarawih malam ini. Penyebabnya adalah Imam Tarawih yang adalah tetangga seberang rumah saya – Si Jani.

Gila ya, hidup memang bergerak begitu cepat. Rasanya baru kemaren Jani meraung-raung didepan rumahnya, menangis meminta mamanya membelikannya mainan. Dan setiap kali ngambek, Jani selalu menyanyikan lagu dangdut yang judulnya sama dengan nama mamanya “NURHAYATI…”

Rada lucu juga kalo ingat, sambil menangis Jani menyanyikan lagu dangdut di depan rumah, biar seluruh komplek tahu dia lagi “ditelantarkan” sang mama yang sebenarnya begitu menyayanginya..

Rasanya baru kemaren saya dan Jani menghabiskan waktu di siang hari bulan Ramadhan dengan main kelereng.

Rasanya baru kemaren, tapi sekarang, Jani sudah jadi imam tarawih! Dia juga jadi pengajar di pesantren swadaya komplek perumahan dimana saya tinggal. Dia juga sedang menyelesaikan kuliahnya di IAIN Antasari Banjarmasin.

Well, life is moving so fast…

Saya jadi kepikiran, hidup saya juga telah bergerak kearah yang tidak pernah saya duga sebelumnya. Yang untungnya, sejauh ini justru lebih baik dari yang pernah saya harapkan, Tuhan memang lebih tahu mana yang terbaik untuk hamba-Nya…

Rasanya baru kemarin saya bersaing sama Fendy, berebut cewek, lalu taruhan, siapa yang bisa dapat pacar lebih tua. Saya dapat angkatan 98 , Fendy (sialnya) bisa cipokan dengan kaka senior angkatan 97! Lalu ganti taruhan lagi, muda-mudaan pacar, kali ini Fendy dapat anak kelas2 SMA, saya bisa menggaet anak kelas 1 Tsanawiyah! (Catatan: Sebelum kena tuduhan Feodifilia, kami putusan).

Tapi sekarang, Fendy sudah menimang anak keduanya, sementara saya masih berjuang memenangkan hari calon mertua…

Rasanya baru kemarin juga saya dan Amet bercita-cita punya rumah sendiri sebelum menikah, tapi sekarang, amet sudah jadi tahanan mertua dan saya masih harap-harap cemas menanti rumah pemberian orang tua…

Rasanya baru bulan lalu saya satu angkot dengan Laili, sama-sama panik menuju SMA Negeri 7 yang pagarnya tutup tepat jam 8.30 pagi. Padahal rumah kami jauh dari sekolah. Dan pekan lalu, Laili sudah menikah dengan lelaki pilihannya.

Rasanya baru dua hari yang lalu saya menggoda cewek paling alim di angkatan 2000. Tapi sekarang saya tersadar, dia sudah menikah tahun 2002 lalu dengan laki-laki yang melamarnya di waktu hujan (So sweet…)

Rasanya baru kemarin saya menikmati cinta monyet saya dengan saudar sepupu saya sendiri, tapi sekarang, dia baru mengirim SMS, “Ka, besok dateng ya, acara Tasmiyahan anak saya..”

Lalu, apa inti dari posting kali ini??

Intinya adalah, Jutaan orang di sekitar saya sudah menikah, lalu: SAYA KAPAAAANNN….???

Semoga Ramadhan tahun depan sudah bisa sahur bareng istri…

Huhuhu…

Iklan

3 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. nice word,he..

  2. Jangan terlalu sedih. Kebahagiaan, seperti yang anda tulis disini, kan tidak selalu seperti yang kelihatan diluar. Dengan buru-buru menikah belum tentu anda akan lebih bahagia dibanding sekarang. Semua pasti terjadi kalau sudah waktunya, kalau anda memang sudah berusaha maksimal, ya tidak usah lagi menyesali kenyataan, jangan jadi tidak mensyukuri kenikmatan sahur sendirian.

    *padahal saya sendiri juga lagi pengen cepet nikah, huhuhu*

  3. @wadehel: Mas, kita berdua sudah merasakan “indahnya” hidup membujang sekian tahun, kawin lah mas, paling tidak mengurangi dosa pikiran, he…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: