KODOK

27 Agustus 2006 pukul 13.56 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar

Ketakutan terburuk saya menjadi kenyataan!

Cerita ini masih berhubungan dengan pilihan adik perempuan saya yang akhirnya kuliah di jurusan D3 Analis Kesehatan, dan melepas S1 Arsitek Universitas Negeri meskipun ia telah lulus Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru – SPMB.

Seperti yang biasanya dialami setiap mahasiswa baru, adik perempuan saya ini pun harus menjalani yang namanya masa orientasi, atau pengenalan, atau OSPEK, atau apapun namanya kegiatan yang menghalalkan penyiksaan mahasiswa/murid baru oleh para senior atas nama tradisi.

Karena letak kampusnya jauh dari rumah, hampir 30 kilometer, AyahBunda pun mencarikan kost bagi adik saya. Ketemu satu di dekat kampusnya, lumayan bagus tapi Naujubillah! Malam pertama ketika saya mengantar adik saya, saya berpapasan dengan dua orang laki-laki muda yang baru keluar dari salah satu kamar kost! (wadehel they’re doing in the middle of the night, in this girl dormitory??). Yang satu pake kolor doang, yang satu lagi kancing bajunya terbuka, pikiran positif pertama yang melintas dalam otak saya adalah, MEREKA HOMO… (Tapi sekali lagi, meskipun mereka homo, wadehel they are doing in the middle of the night, in a girl dormitory??)

Tapi ini masih belum memasuki ketakutan terburuk saya.

4 hari masa orientasi mahasiswa baru itu, adik saya harus sudah ada di kampusnya pada pukul 6 pagi dan baru bisa pulang pada pukul 6 sore. Sementara, malamnya dia harus mengerjakan tugas-tugas yang diberika senior panitia OSPEK yang kelewat batas itu. Masak mahasiswa baru diharuskan membuat makalah ilmiah dengan panjang 40 halaman Folio!?!? Jadilah mami saya harus menemani adik saya itu di kost setiap malam selama ospek. Yang kasian kan papi, di rumah jadi masak sendiri, nyuci sendiri, tidur sendiri, he..

Dan ini ketakutan terburuk saya.

Sore hari, pada hari pertama ospek, Handphone saya berbunyi, ada SMS masuk, walau tidak pake kata sayang (Bang… SMS siapa ini Bang… Pesannya pake sayang-sayang… serrrr…), isinya, “Bro, carikan Bahasa Latin-nya KODOK, skrng!” Dari siapa lagi kalo bukan dari adik saya tercinta yang lagi terpisah 30 kilometer jauhnya itu!

Jadilah saya magrib-magrib ke warnet, membuka wikipedia dan bertemu dengan artikel kodok. Berikut hasil browsing perkodokan saya, ternyata, kodok itu ada banyak jenisnya, selama ini saya bahkan tidak tau apa beda katak (frog) dengan kodok (toad).

Kodok ternyata ada beberapa jenis, kodok yang umum didapatkan di antaranya:

1. bangkong bertanduk (Megophrys montana), di gunung-gunung

2. bangkong serasah (Leptobrachium hasseltii), di hutan

3. bangkong sungai (Bufo asper), di sekitar sungai

4. bangkong kolong (B. melanostictus), di lingkungan rumah

5. kongkang kolam (Rana chalconota), di sekitar kolam, saluran air dan sungai

6. kongkang gading (Rana erythraea), di kolam dan telaga

7. bancet hijau (Occidozyga lima), di sawah-sawah

8. kodok tegalan (Fejervarya limnocharis), di sawah dan tegalan

9. kodok batu (Limnonectes macrodon), di sekitar sungai dan saluran air di kebun

10. katak pohon bergaris (Polypedates leucomystax), di dekat kolam dan genangan di kebun

11. Katak pohon putih (Litoria caerulea)

Setelah saya kirimkan SMS berisikan nama-nama latin kodok ini, tiba-tiba SMS kedua masuk isinya, “Bro, carikan kodok jantan, malam ini juga harus dapet!” Dari siapa lagi kalo bukan dari adik saya tercinta yang lagi mengikuti ospek di kampus yang seniornya pada norak.

Gila! Malam-malam gini saya harus mencari kodok?? Kemana??

Itu panitia ospek kebanyakan baca Lupus atau Olga dan Sepatu Roda-nya HILMAN kali ya..? Jaman gini ospek masih disuruh nyari kodok?? Mana harus yang jantan pula, bagaimana saya membedakannya coba? Hayo, apakah kalian pernah memperhatikan alat kelamin kodok? Saya jujur saja belum sekurang kerjaan itu hingga harus mengamati Testis, Penis atau Labia Mayora milik KODOK!!

Dengan berbekal rasa sayang kepada adik yang telah menolak saran saya agar masuk fakultas favorit saya itupun saya berangkat, dengan kebingungan, panic, bergulir kecemasan di dalam hati, penuh rasa ingin bertemu dengan yang terkangen… KODOK!

Setelah Tanya sana sini, menelpon sanak saudara, handai taulan, saya berhasil mendapatkan info bahwa ada yang menjual kodok di suatu lokasi yang berjarak 7 kilometer dari rumah saya. Ketika saya tiba di tempat orang jual kodok tersebut, Alhamdulillah, kodoknya habis! Setelah merengek-rengek kepada abang penjual kodok, dengan berurai air mata menceritakan bencana apa yang akan dialami adik saya jika tidak dapat kodok malam ini juga, si abang pun mau mencarikan kodok di belakang rumahnya malam itu juga. ALHAMDULILLAH, ketemu! Jantan lagi! Kata si abang, kodok jantan itu bagian lehernya berwarna kemerahan, sementara kodok perempuan warnanya kehijauan, huhuy, dapat ilmu baru!

Dengan sukacita, sang kodok saya kirimkan ke kost adik saya malam itu juga. Dan dengan sukacita pula adik saya keesokan harinya menceritakan bahwa kodoknya adalah satu-satunya kodok yang benar sesuai dengan yang dipersyaratkan panitia ospek keparat itu.

Akhir kata, terima kasih banyak untuk Abang Penjual Kodok, yang dengan bermodalkan senter pinjaman dari Abang Tukang Jual Buah Kelengkeng, mau berpayah-payah mencarikan kodok jantan malam-malam. God Bless You Bang…! Semoga di surga nanti Abang diberi satu rumah penuh kodok emas didalamnya, plus bidadari yang perawan terus!

Well, orang baik ternyata masih bisa kita temukan, khususnya ketika kita ada dalam kesulitan…

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: