Bawel Vs Me

22 Agustus 2006 pukul 16.14 | Ditulis dalam Uncategorized | 4 Komentar

Lama da cerita-cerita tentang bawel. Bukan apa2, cowo memang begitu, justru sulit mengungkapkan perasaan mengenai sesuatu yang justru penting dalam hidupnya. Atau dengan kata lain, sulit mengeskpresikan diri.

Kemaren hubungan kita memang sempat naik turun, malah sampai keluar kata “putus”, huhuhu, ABG sekaleeee…!!! Mana pake nangis-nangis segala lagi… Gara-gara bawel kebanyakan nonton pilem india tuh! Makanya, musnahkan pilem india dari seluruh dunia! (Digebukin penggemar Sahrukan neh… Eh, dulu saya dibilang mirip Sahrukan lo! Beneran! Tanya aja temen2 kampus atawa SMA saya!)

Penyebab kekacauan hubungan saya dengan bawel sebenarnya sepele, yaitu jarangnya ketemu. Seperti diketahui khalayak ramai pada umumnya, kami berdua sama2 sibuk bekerja dan beraktivitas, akibatnya, waktu untuk bersama2 sangat sedikit. Hal ini diperparah dengan kultur di keluarga bawel yang sulit melepas anak gadisnya keluar malam2. Padahal, siang kan kami bekerja?? Jadi kapan ketemunya?? Bisa seh, dengan saya berkunjung kerumahnya, atau nyempat2in jalan bareng sepulang kerja, tapi kan ga bisa daradam-daradaman, he…

Yang memperbesar masalah adalah kecemburuan saya, (HAHAHA FADIL BISA CEMBURU!!!) hal ini terjadi karena banyak laki-laki lain disekitar bawel yang menurut saya pikirannya ga jauh dari yang namanya selangkangan! Parahnya, bawel kadang lugunya kelewat batas! Dia he-eh aja didekatin sama laki-laki yang niatnya ga jelas, memang kelewat ramah seh anaknya…

Tapi Alhamdulillah, sekarang masalahnya sudah selesai, cukup dengan mengingat, tokh nanti kami akan menikah juga, jadi kenapa harus direpotkan dengan masalah-masalah kecil..

Saya cuma ingin ini menjadi pelajaran bagi kami berdua, karena ketika telah menikah nanti, tentunya permasalahan yang akan dihadapi juga akan berbeda. Kami nanti akan dipusingkan dengan masalah lain, seperti keterbatasan keuangan (itu lagi!), persoalan anak (aminn…), pekerjaan, kebosanan, perbedaan kebiasaan, dan banyak lagi yang saya tidak tahu karena saya belum menikah.
Pelajaran yang bisa diambil adalah, kelamaan pacaran terkadang menyusahkan juga!

4 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. Waah, saya punya masalah yang mirip. Jarang ketemu. Selain karena jauh, juga karena siangnya sibuk, dia sibuk berkarya, saya sibuk menganggur, haha. Soal nangis juga tu… mungkin semua cewe memang mudah menangis, dan saya sepakat dengan anda, itu hal yang menyebalkan!

  2. Begitu lah mas…
    Justru perbedaan ini yang membuat kita tidak bisa lepas dari mereka, iya kan..?

  3. @wadehel
    tinggalin aja kalo menyebalkan.

    @fad-el
    setuju saya!

  4. […] pernikahan sungguhan seperti pernikahan yang lazim dilakukan antara pasangan ‘beneran’, pernikahan disini lebih berfungsi sebagai deklarasi bahwa pasangan tersebut sudah resmi menjadi ‘suami – […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: