19 Juni 2006

24 Juni 2006 pukul 18.00 | Ditulis dalam Uncategorized | Tinggalkan komentar
Hari ini pengumuman hasil ujian nasional untuk SMA. Alhamdulillah, adek gue lulus!
Gue kasian banget sama dia dan teman2nya pas menjelang ujian kemaren. Gue ngerti betapa berat beban mereka untuk mencapai target nilai yang ditetapkan oleh pemerintah kita tercinta itu. Angka 4,51 meskipun memang kecil tapi cukup sulit untuk dicapai, apalagi ditambah ancaman tidak adanya ujian susulan yang artinya mereka yang gagal harus sekolah lagi 1 tahun.

Ga cuma mereka yang tegang, gue juga cemas, bos di rumah juga gue tau, mendoakan adek gue dan teman2nya biar lulus semua. Tapi kalo ada hampir 5000 siswa SMA dan Madrasah Aliyah di Kalimantan Selatan yang ga lulus hari ini, itu ga bisa dihindari.

Gue aja, seandainya waktu SMA dulu dibebani target begini, 7 tahun ga lulus kali. Meskipun nilai Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris gue 8, tapi ujian matematika gue menampilkan angka 4(!) dengan indah tersenyum menganga, he.. (Lagian siapa suruh anak jurusan bahasa ujian matematika..??)

Gue ngerti niat baik pemerintah yang ingin meningkatkan derajat dan mutu pendidikan. Mengangkat output sekolah-sekolah Indonesia biar bisa sejajar sama India, Malaysia, atau bahkan Jepang. Gue setuju, tapi secara pribadi gue pikir harusnya pemerintah lebih dulu memperbaiki kualitas sarana prasarana pendidikan.

Ketika anak SD di jepang sudah bisa bikin program komputer sendiri, gue yakin ada ribuan anak sekolah di Indonesia yang bahkan belum pernah megang komputer.
Ketika anak SMP di jepang mengerjakan tugas sekolahnya dengan internet, gue yakin ada anak sekolah kita yang bahkan belum pernah masuk perpustakaan, bukan karena malas tapi karena perpustakaannya ga ada!

Gue juga mau minta pemerintah mengangkat derajat dan kualitas guru dulu, langkah pertama, naikkan gaji guru biar mereka bisa mengajar dengan tenang tanpa memikirkan kredir rumah yang belum lunas, atau tunggakan listrik, atau rengekan anak yang mau beli sepeda tapi ga bisa (Ini pengalaman pribadi, jadi jangan protes!!).
Langkah kedua, berikan sanksi berat buat guru yang tidak memprioritaskan anak didik, ada guru yang ga pernah masuk kecuali buat ngambil gaji! (Mencoreng almamater!) Langkah ketiga, pastikan (paling tidak usahakan) mereka yang jadi guru adalah yang memang berjiwa pendidik, bukan yang terpaksa jadi guru hanya ngincar jabatan PNS (Banyak neh yang gini..)

Trus lagi, system ujian dengan standar nilai kayanya salah deh, gue ga tau dimana, tapi tadi pas liputan di SMA 1 Banjarmasin, gue dapat fakta yang ga masuk logika gue. Di SMA 1 ini, ada 1 siswa yang ga lulus, Kasian banget! Yang salah buat gue adalah pas tau nilainya, dia dapat 8 buat Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, sayangnya, Matematikanya cuma bisa dapat 4. Dan dengan nilai itu, terpaksa dia dinyatakan tidak lulus. Padahal ada temannya, yang 3 mata pelajaran dapat 5 semua, dan dengan system buatan orang2 pintar di departement pendidikan nasional, dia lulus! Soalnya target nilai kan 4,51..

Jadi, ada yang salah kayanya….

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: