Saya Tidak Datang Ke Pesta Blogger 2010

20 Oktober 2010 pukul 13.00 | Ditulis dalam Uncategorized | 42 Komentar

Ya, saya tidak datang ke perhelatan yang konon disebut-sebut sebagai event off-line pengguna internet terbesar di Indonesia ini.

Jangan salah. Saya bukan bagian dari ‘pembenci’ pesta. Bukan pula sosok anti-mainstream yang biasanya terperosok pada pemujaan idelisme buta. Tidak pula alasan fisik seperti ketiadaan ongkos yang jadi kendala.

Sebut saja saya benar-benar tidak bisa ada di Jakarta pada saat momen Pesta Blogger diadakan.

Dan jujur, saya sebenarnya penasaran dengan Pesta Blogger. Ingin membuktikan apa benar saya ini blogger seleb *disepak*.

Saya ingin memastikan benar salahnya gosib yang bilang kalau tetua-tetua ranah maya Indonesia itu sombong dan tidak down-to-earth.

Dan terutama, saya ingin bertemu sahabat-sahabat saya yang sudah bertahun-tahun berbagi banyak hal, meski hanya lewat kata-kata tanpa suara.

I mean it. There’re a lot of things I share with and only with you, bloggers.

Saya, misalnya, punya banyak kisah yang hanya saya ceritakan pada Chika. Pun saya yakin sebaliknya, iya kan Chi?

Saya sering bertukar kekonyolan rahasia dengan Mbok Venus.

Atau obrolan-obrolan laki-banget dengan ALex Aceh yang blognya sekarang (persis ceweknya) entah yang mana.

Intinya adalah, saya ingin ke Pesta Blogger 2010, tapi saya tidak bisa.

Karena itu, saya ingin mempersembahkan tulisan ini untuk kalian, teman-teman saya yang luar biasa.

***

Tulisan ini semata dibuat dengan tujuan berterima kasih pada para blogger.

Saya berterima kasih pada Raditya Dika dan Enda yang sudah membuat saya kenal dengan blog, dan blog, sedikit banyak membawa saya ke jalan hidup yang saya lalui sekarang.

Saya berterima kasih pada rekan-rekan blogger WordPress (dan yang lainnya) angkatan 2007 yang sudah berbagi tahun-tahun penuh canda tawa, pengalaman berharga, perbedaan yang merekatkan, cinta yang membebaskan, dan bahkan, membuat saya merasa lebih mengenal Tuhan.

Karenanya, sekali lagi terima kasih pada Chika, Teguh, DeKing, Hana, Antobilang, Desti, Rizma, Dipo, Sora, Alex, Almas, Mbak Ira, Siwi, Caplang, drg. Evy, Joe, Bang Aip, Agorsiloku, Erander, Pak Urip, Gunawan a.k.a. Shan-in Lee, Mbok Venus, Mina Mave, dan semua yang jujur saja tidak akan mampu saya sebutkan di sini, tapi kalian selalu jadi bagian dari saya.

Saya, juga tentu harus berterima kasih pada teman-teman blogger di Kalimantan Selatan, yang sedikit banyak mengajari saya, tentang cara membedakan mana teman sebenarnya, mana yang bukan.

Pada Pakacil, Aap, Amed, Farid, Harie, Carbone, Nia, Widya, Syafwan, Awym, Gusti, Pak Arsyad, Pak Syam, Chandra, Juli, Rolly, Om Yul, Cumie, Isur, Eva, Sandi Firli, Eby, Susan, Ichal, Bowo, Wawan, Dillah, Rizal, Hersan, Said, Zaldo, Inas dan semua kalian, terima kasih.

Saya juga harus, tidak bisa tidak, berterima kasih pada para Blogger Jogja. Yang sudah menemani saya dan keluarga di saat-saat paling sulit dalam hidup kami.

Pada Memeth, Anto, Choro, Momon, Alle, Tika, Eko, Funkshit, Gage, Alyak, Zam, Sandal, dan semuamuanya.. percayalah, satu-satunya hal yang bisa membuat abah saya tersenyum ketika mengenang Jogja, adalah kalian… Kapan saja kalian ke Banjarmasin, rumah saya adalah rumah kalian juga.

Dan daftar ini tentu tidak terbatas sampai di sini. Ini hanya sekedar pernyataan terima kasih, dan penyesalan saya tidak bisa menemui kalian nanti di sana.

Hanya saja, cerita ini akan terus berlanjut bukan?

Kita akan terus menulis. Dan karenanya, kita akan abadi.

Here Without You, Baby…

13 Oktober 2010 pukul 17.37 | Ditulis dalam Uncategorized | 8 Komentar

A hundred days had made me older
Since the last time that I’ve saw your pretty face

A thousand lights had made me colder and I don’t think I can look at this the same

But all the miles had separate
They disappear now when I’m dreaming of your face

I’m here without you baby
But your still on my lonely mind
I think about you baby
And I dream about you all the time
I’m here without you baby
But your still with me in my dreams
And tonight it’s only you and me

The miles just keep rollin
As the people either way to say hello
I’ve heard this life is overrated
But I hope that it gets better as we go

Everything I know,
And anywhere I go
It gets hard but it won’t take away my love
And when the last one falls,
When it’s all said and done
It get hard but it won’t take away my love

***

Sometimes, words just do nothing…
All the feelings inside, either kill me…or make me stronger…
And love… is as much as a score of zero…

***

Song by Three Doors Down

Mau Update Blog (Lagi)

23 Agustus 2010 pukul 17.15 | Ditulis dalam Uncategorized | 17 Komentar

Sudah.


Update kali ini dilakukan untuk memenuhi permintaan Mbak Ulan via Twitter. Terima kasih.

Si Kalajengking dan si Buaya di Sungai Nil

1 Juni 2010 pukul 10.47 | Ditulis dalam Uncategorized | 24 Komentar

Seekor Kalajengking tiba di tepian sungai Nil yang lebar dan dalam, di mana di situ dia bertemu dengan seekor Buaya.

“Halo kawan baru,” sapa si Kalajengking pada si Buaya, “mungkinkah engkau dan aku membentuk semacam kerja sama agar dapat menyeberangi sungai Nil ini dengan aman dan selamat? Dengan aku di atas punggungmu sebagai penunjuk jalan sementara kau berenang.”

Si Buaya dengan sinis menjawab, “Kamu pikir aku bodoh? Kalau begitu aku akan sepenuhnya ada dalam kekuasaanmu. Engkau bisa saja menyengatku saat kita menyeberang.”

“Tentu saja tidak,” ujar si Kalajengking. “Aku berjanji tidak akan menyengatmu, karena jika aku menyengatmu hingga tewas, aku juga akan mati tenggelam”

Setelah memikirkan hal tersebut beberapa saat, akhirnya si Buaya sepakat kerjasama tersebut masuk akal dan bersedia membawa Kalajengking di punggungnya. Ketika di tengah sungai, si Kalajengking tiba-tiba berubah pikiran dan menyengat si Buaya.

Sementara tubuh mereka berdua tenggelam ke dasar Nil, sekarat, si Buaya berpaling kepada si Kalajengking dan berkata, “Sekarang kita berdua akan mati. Penjelasan logis apa yang mungkin ada untuk perilakumu ini??”

“Tidak ada,” jawab si Kalajengking, “Ini adalah Timur Tengah.”

——

note: diterjemahkan dengan semena-mena dari buku “The Complete Idiot’s Guide to Middle East Conflict”

Hasil Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan 2010

31 Mei 2010 pukul 19.40 | Ditulis dalam Uncategorized | 21 Komentar

Ya ndak adaaaaa…

Jangankan hasilnya, pencoblosannya saja belum mulai ketika saya menulis postingan ini. :P

Saya cuma ingin menanggapi agenda Debat Antar Calon Gubernur yang ditayangkan langsung di tipi-tipi lokal dan satu tipi nasional itu.

Sedikit banyak, tulisan ini juga hadir setelah terinspirasi tulisan Tetuha kita bersama, Pak Ben.

***

KPU Kalimantan Selatan memang menjadwalkan beberapa kali acara debat antar calon Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai bagian dari agenda Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalimantan Selatan 2010 – 2015 pada 2 juni ini.

Semua acara debat disiarkan secara langsung melalui televisi, dan puncaknya adalah debat terakhir yang disiarkan oleh salah satu televisi siaran nasional tadi.

Membaca komentar-komentar teman-teman baik melalui situs jejaring sosial maupun tulisan di blog, saya menangkap ada kekecewaan terkait performa masing-masing kandidat dalam debat-debat tersebut.

Ada yang merasa marah karena salah satu kandidat (dalam rangka menegaskan keberhasilannya sebagai pemimpin) menyatakan orang-orang miskin yang ada di kabupaten yang dia pimpin sebelum menjadi calon gubernur, berasal dari daerah lain yang dipimpin oleh kandidat saingan.

Ada yang merasa bingung karena omongan para kandidat tidak memiliki konsep dan ide dasar yang jelas.

Ada pula yang merasa debat itu buang-buang duit karena konon tidak mempengaruhi pemilih secara signifikan.

Entahlah…

Soal pengaruhnya terhadap pemilih, saya tidak berani memastikan apakah ada warga Kalimantan Selatan yang memilih calon Gubernurnya karena melihat sisi positif si calon saat debat.

Tapi membaca tulisan Pak Ben dan beberapa netter tentang betapa debat antar calon gubernur itu serupa benang kusut berbumbu opera van Borneo yang tidak begitu lucu, saya jadi tertarik membahasnya.

Pertama mungkin masalah mental.

Continue Reading Hasil Pemilihan Gubernur Kalimantan Selatan 2010…

Jadi, begitulah…

25 Mei 2010 pukul 09.32 | Ditulis dalam Uncategorized | 9 Komentar

“A period novel! About the Civil War! Who needs the Civil War now — who cares?”
– Herbert R. Mayes (Editor of the Pictorial Review ), turning down a prepublication offer to serialize Margaret Mitchell’s novel Gone with the Wind, 1936

“You’d better learn secretarial work or else get married.”
– Emmeline Snively, Director of the Blue Book Modeling Agency, giving advice to Marilyn Monroe in 1944

“We don’t like their sound. Groups of guitars are on the way out.”
– Decca Records Rejecting the Beatles, in 1962

Jadi begitulah…

Belangian dan Kebodohan Saya…

20 Mei 2010 pukul 13.55 | Ditulis dalam Uncategorized | 60 Komentar

Baiklah…

Saya hanya ingin meminta maaf..

Saya ingin meminta maaf pada orang-orang di pulau Jawa sana.

Saya ingin meminta maaf pada seseorang-orang di Jakarta yang kerap saya caci maki membabi buta.

Saya memang bodoh. Dan untuk itu, saya meminta maaf.

Saya memang egois. Dan untuk itu saya meminta maaf

Dan bukannya belajar menjadi lebih baik, saya justru mempertontonkan kebodohan dan keegoisan saya pada semua orang, setiap hari, dengan segala cara.

Saya terutama harus meminta maaf pada Firman Hadi dan seluruh penduduk desa Belangian Kecamatan Aranio Kabupaten Banjar.

***

Ini, sekali lagi, adalah soal listrik.

Tentang perasaan diperlakukan tidak adil yang kerap melanda dada saya, dada kami, penghuni pulau kaya bahan tambang sumber energi yang justru harus kekurangan energi. Harus merasakan pemadaman listrik hampir setiap waktu, tak kenal waktu tak kenal situasi.

Tidak hanya kami di Borneo, tapi juga teman-teman di Papua, di Sumatra yang kerap mencibir sinis pada penduduk pulau Jawa, yang terang bederang sementara kami gelap gulita.

Ini tentang kegeraman yang melahirkan mulai dari sekedar hastag #nasipluarjawa di Twitter hingga ajakan deklarasi kemerdekaan Borneo Raya.

Yang untuk segala kemarahan itu semua, saya meminta maaf…

.
.
.

Dan percayalah, saya tidak sering mengucap kata maaf, bahkan ketika saya sadar saya salah pun, saya jarang meminta maaf.

Tapi kali ini, dengan perasaan malu yang luar biasa, sekali lagi, menggenapi jumlah kata tersebut pas sepuluh kali, saya mohon maaf, pada semua.

***

Dan kenalkan, Firman Hadi, pemuda lulusan SMA dari desa Belangian, 4 jam perjalanan dari kota Banjarmasin. 2 Jam lewat jalan darat, dan ditambah dua jam lagi dengan menggunakan perahu mesin sederhana.

Belangian adalah sebuah desa yang jumlah rumahnya kurang dari 100 buah.

Dan Belangian, belum pernah merasakan aliran Listrik dari negara sejak negara bernama Indonesia ini menyatakan kemerdekaannya. Pun bahkan sejak jaman sebelum merdeka.

Dan Belangian, terletak tepat di tengah-tengah Danau Riam Kanan, dimana PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR – PLTA RIAM KANAN – sumber listrik utama Kalimantan Selatan – beroperasi.

Percayalah..

Hampir 5 menit saya kehilangan suara saat itu. Ketika Firman Hadi menceritakan keadaan desanya – sambil tersenyum – di siaran live dialog interaktif yang saya pandu di TVRI Kalimantan Selatan, beberapa malam yang lalu.

“Iya mas, jadi saya bersama-sama dengan beberapa teman akhirnya mencoba membuat pembangkit listrik sederhana dengan tenaga air terjun yang kebetulan ada di dekat desa kami. Yaah, ada semacam rasa iri juga kan mas, melihat orang lain nonton TV, liat DVD, rumahnya terang kalau malam hari… Sementara kami yang desanya persis di tengah-tengah PLTA malah ndak pernah kenal listrik.. Padahal untuk PLTA itu, sebagian desa kami ditenggelamkan loh mas, jadi danau karena bendungan”

“Cuma karena namanya juga dana sendiri mas, jadi listrik yang kami hasilkan kecil, apalagi jarak dari air terjun sumber tenaganya juga lumayan jauh dari desa, jadi cuma sekitar 15 rumah yang bisa dapat aliran listrik. Yaah, kalau bisa, kami mau minta bantuan bupati atau gubernur biar dapat generator gitu mas..”

Setelah mendengar itu, bisa apa saya, selain merutuki kebodohan dan keegoisan saya selama ini. Yang mengumbar keluh kesah kalau listrik rumah saya padam 5 atau 6 jam… Sementara Firman dan desanya, tak tersentuh listrik puluhan tahun lamanya..

Saya minta maaf..

Beasiswa

4 Mei 2010 pukul 13.57 | Ditulis dalam Uncategorized | 42 Komentar

“Ya ndak.. Di sini ndak ada lapangan, semuanya air. Lagian saya takut kalo lagi upacara tiba-tiba ada razia guru yang mencurangi UN gimana? Bisa masuk penjara saya..”

Demikian isi sms balasan seorang teman, sebut saja Si Mas, ketika saya tanyakan apakah sekolahan dia mengadakan atau ikut upacara peringatan hari pendidikan nasional 2 mei lalu.

Membaca sms tersebut, saya hanya bisa terkonclang terbahak-bahak dan mereply:

“Wak! Kalo ada razia gituan, semuanya ya di tangkap maaaass…”

***

Tapi itu cerita lain untuk saat ini. Kali ini saya ingin berkisah tentang beasiswa sahaja

***

Jadi begini ceritanya…

Continue Reading Beasiswa…

L.A.R.I. (2)

3 Mei 2010 pukul 15.44 | Ditulis dalam Uncategorized | 8 Komentar

nyanyikan aku lagu…
yang notasinya tak bangkitkan rindu…
hingga lelap tidur hatiku…
tanpa mimpi hantu masa lalu…
.
.
.
kamu…

L.A.R.I.

1 Mei 2010 pukul 10.03 | Ditulis dalam Uncategorized | 13 Komentar

tunjukkan aku satu tempat saja…

yang tidak memuat fragmen memori kita di dalamnya…

dan biarkan aku lenyap bersembunyi di sana…

selamanya…

« Halaman SebelumnyaHalaman Berikutnya »

Get a free blog at WordPress.com | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 53 pengikut lainnya.