Si Kalajengking dan si Buaya di Sungai Nil
1 Juni 2010 pada 10.47 | Ditulis dalam Uncategorized | 24 KomentarSeekor Kalajengking tiba di tepian sungai Nil yang lebar dan dalam, di mana di situ dia bertemu dengan seekor Buaya.
“Halo kawan baru,” sapa si Kalajengking pada si Buaya, “mungkinkah engkau dan aku membentuk semacam kerja sama agar dapat menyeberangi sungai Nil ini dengan aman dan selamat? Dengan aku di atas punggungmu sebagai penunjuk jalan sementara kau berenang.”
Si Buaya dengan sinis menjawab, “Kamu pikir aku bodoh? Kalau begitu aku akan sepenuhnya ada dalam kekuasaanmu. Engkau bisa saja menyengatku saat kita menyeberang.”
“Tentu saja tidak,” ujar si Kalajengking. “Aku berjanji tidak akan menyengatmu, karena jika aku menyengatmu hingga tewas, aku juga akan mati tenggelam”
Setelah memikirkan hal tersebut beberapa saat, akhirnya si Buaya sepakat kerjasama tersebut masuk akal dan bersedia membawa Kalajengking di punggungnya. Ketika di tengah sungai, si Kalajengking tiba-tiba berubah pikiran dan menyengat si Buaya.
Sementara tubuh mereka berdua tenggelam ke dasar Nil, sekarat, si Buaya berpaling kepada si Kalajengking dan berkata, “Sekarang kita berdua akan mati. Penjelasan logis apa yang mungkin ada untuk perilakumu ini??”
“Tidak ada,” jawab si Kalajengking, “Ini adalah Timur Tengah.”
——
note: diterjemahkan dengan semena-mena dari buku “The Complete Idiot’s Guide to Middle East Conflict”
24 Komentar »
Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.


diterjemahkan dengan semena-mena dari buku “The Complete Idiot’s Guide to Middle East Conflict “
Comment by ManusiaSuper— 1 Juni 2010 #
dalam bisnis kita harus saling percaya dan komitmen diperlukan dan satu kali lagi salam action
Comment by majikan uang— 1 Juni 2010 #
dan apakah tulisan ini, ditujukan untuk orang2 yang sedang sibuk dengan pemilihan gubernur saat ini????
Comment by zulhaq— 1 Juni 2010 #
i.. itu.. nama hewannya kok mirip sama pasangan pemimpin hutan periode lalu ya? *kabur sebelum dicari densus*
Comment by amed malaslogin— 1 Juni 2010 #
hakakakaka.. napa kabur,,??
Comment by Jabon— 16 Agustus 2010 #
@ Majikan uang
Salam anti MLM!
.
@ Zulhaq
Errr, tulisan ini tidak bertujuan, he..
.
@ Ndul
Tadinya malah saya mau tulisken “si k#la dan si bey#” …
Comment by ManusiaSuper— 1 Juni 2010 #
weeeeeeeee.. kayak nya bagus tuh buku nya
Comment by ulan— 4 Juni 2010 #
hmmmm….. mati bersama dipertengahan jalan…
bukan kerja sama tapi seperti bom bunuh diri saja.
Comment by nuansahidupku— 5 Juni 2010 #
Cerita ini benar-benar nga logis……. Tapi saya suka…..
Comment by syafwan— 6 Juni 2010 #
Di Timur Tengah nggak ada yang logis ya?
Comment by kombor— 7 Juni 2010 #
salam kenal….tuker2 link lwan ulun?
Comment by adit— 8 Juni 2010 #
ceritana bingung saya bingung…
pi menarik..
bikin penasaran bacana klw udah dibaca diawalna.
(http://rior06.student.ipb.ac.id)
Comment by ryo— 15 Juni 2010 #
jadi inget salah satu dialog di film favorit saya; Body of Lies:
padahal saya suka film ini lantaran setting timteng-nya
*komenalakadarnya*
Comment by Kurotsuchi— 18 Juni 2010 #
ternyata ini menyinggung sesuatu toh..
pertama saya juga bingung ini maksudnya apa..
Comment by aan— 25 Juni 2010 #
oh ya ya,, jadi sedikit paham setelah baca komen2 nya..
Comment by selly— 7 Juli 2010 #
sama,, tadinya ngak mudeng,, hehe
Comment by Jabon— 16 Agustus 2010 #
weeeeeeeee.. kayak nya bagus tuh buku nya
Comment by doris— 17 Juli 2010 #
namanya juga timur tengah… hehe
Comment by ichanx— 17 Juli 2010 #
Hebat banget yang bikin cerita ini.. Btw, sebenernya yang ingin disinggu ama cerita diatas tu apa ya? Soal bom bunuh diri kan?
Comment by wildanr— 18 Juli 2010 #
Jadi apa intinya?
Comment by Zian X-Fly— 19 Juli 2010 #
note: diterjemahkan dengan semena-mena dari buku “The Complete Idiot’s Guide to Middle East Conflict”
— ya.. karena diterjemahkan “secara semena-mena”, maka banyak pembaca yang tidak paham, hehe….
Comment by sandi— 19 Juli 2010 #
setiap manusia mencari pasangan yang sesuai dengan harapannya ke setiap tempat tapi yang didapat nihil nilainya dan dia hanya menemukan pasangan yang dapat mencintainya.
Lalu manusia tersebut memanipulasi pasangan yang dimilikinya sesuai dengan harapannya walaupun tidak sempurna karena pasangannya memiliki sifat yang tidak dapat diubah yaitu naluri sejati dalam dirinya…..
kalau tidak salah itu artinya !!!!
Comment by Fahmi Zaidan— 23 Juli 2010 #
Jadi di sana wajar ya kalau saling berkhianat?
Comment by Emanuel Setio Dewo— 10 Agustus 2010 #
Sadis!
Sukaaaa posting ini!
btw udh sering dengar nama mansup dari Jensen n lindajuga :p
kayaknya dulu gue sempet maen2 sini.. duluuu sekali tapinyaaa.. hihihi
Comment by Ceritaeka— 24 Agustus 2010 #