Saya Bukan Mereka
Februari 16, 2009 at 10:18 pm | In Uncategorized | 27 Comments“dan bagian mana dari kata-katamu yang tidak benar? Orang-orang yang terampil di bidang olahraga memang selalu diperlakukan bagi dewa dalam masyarakat kita, sementara orang-orang yang memiliki kelebihan di otaknya secara rutin diabaikan, atau lebih buruk lagi, diejek sebagai orang aneh. Jujur saja, menurutku para ilmuwan yang bekerja mencari obat kanker seharusnya menerima gaji sebesar yang dibayarkan pada para atlet profesional. Atlet profesional kan tidak menyelamatkan nyawa orang, demi Tuhan…”
Helen Thermopolis in Princess Diary – Princess in the Spotlight (Meg Cabot)
***
Kadang, kalau ditinjau dari sisi tertentu, saya merasa bangsa kita lebih baik dari bangsa-bangsa yang selama ini dijadikan panutan.
Sebut saja dalam penghargaan terhadap kecerdasan dibandingkan dengan kekuatan.
Brain VS Muscle.
Buktinya bayaran kuliah kedokteran kita jauh lebih besar dibandingkan FKIP jurusan Pendidikan Olahraga.
Pendapatan dokter tentu lebih menggiurkan dibandingkan Atlit dayung perahu naga.
Atau cita-cita anak SD jaman saya dulu, kalau ditanya pasti menjawab; “mau jadi doktel.,,”
Jarang ada yang menjawab mau jadi juara angkat besi.
Bandingkan dengan Amerika, yang gaji pebasketnya sampai konon bisa membeli sebuah negara.
Atau Inggris, yang pesepakbolanya dipuja bagai pembawa agama.
Kesimpulannya, ini hanya sebuah tulisan kecil, tentang betapa setiap bangsa itu berbeda. Tidak ada keharusan kita menyamai Amerika, Rusia, China, Britania, atau Saudi Arabia (!).
Kita adalah Indonesia, yang berbeda, namun bukan berarti tidak bisa menjadi lebih baik..
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.










[...] (Baca tulisan tidak berguna ini selanjutnya) [...]
Ping balik oleh Saya Bukan Mereka « A Journal of A Not-Superman Human — Februari 16, 2009 #
Betul itu om. Jadi ingat dulu waktu kecil ketika di tanya orang tua; kalau sudah besar mau jadi apa, lalu dengan entengnya saya bilang Guru. Akhirnya saya jadi guru yang aneh dan menerima karma karena kenakalan masa sekolah.
Andai saja saya dapat mengulang hal itu dan kembali berhadapan dengan pertanyaan tersebut, saya pasti akan menjawab ingin jadi presiden.
Posting Terakhirnya syafwan Berjudul Malam pertama dengan kekasih baru
Komentar oleh syafwan — Februari 16, 2009 #
@ Syafwan
Jadi presiden masih kurang oke Wan, kerjaannya banyak. Mending jadi anggota dewan…
Ngomong-ngomong, ente koment cepet amat??
Komentar oleh ManusiaSuper — Februari 16, 2009 #
Hehee.. SETUJU…!!!
Posting Terakhirnya Rinie Berjudul Kucing Anggora ku Kesepian !!!
Komentar oleh Rinie — Februari 16, 2009 #
@ rinie
setuju yang mana neh? Mengomentari postingan saya atau mengomentari komentar saya di blogmu?
Komentar oleh ManusiaSuper — Februari 17, 2009 #
iya … kita pasti akan menjadi lebih baik nanti, jika pemimpin bangsa kita adalah beliau² yg berjiwa pemimpin, dan kita sebagai rakyat bisa merasakan kedamaian …
***
kalau cita² masa kecil mansup jadi guru spt syafwan, apa dokter ya????
Posting Terakhirnya nia Berjudul Menyesal tak berguna
Komentar oleh nia — Februari 17, 2009 #
kenapa gaji olahragawan bisa lebih mahal itu apakah menandakan orang lebih banyak menyukai hiburan dari pada ilmu pengetahuan???
Posting Terakhirnya reza Berjudul Ceramah Anti Ngantuk!
Komentar oleh reza — Februari 17, 2009 #
cetuju….
untung fa lahir di indonesia jw…
lebih tepatnya di…
maka dari itu pakailah produk dalam negeri,
jangan pke produk luar negeri..
(nyambung ga sech)…..
Posting Terakhirnya shofa Berjudul Bujuran Kah ….
Komentar oleh shofa — Februari 17, 2009 #
Kalau di Indonesia bukan brain vs muscle tapi brain vs beauty dan brain vs ass-licking.
See: Artis dan anggota DPR.
Komentar oleh dnial — Februari 17, 2009 #
Yang lebih aneh lagi “jasa” seseorang di negeri ini, walaupun menyangkut hajat hidup orang banyak masih di bayar kecil termasuk jasa para pahlawannya yg hanya butuh sebuah pengakuan bukan materi, memang kadangkala mengharagi orang lain itu sifatnya relatif, maksudnya penghargaan kepada seseorang itu kadang tidak sesuai dengan forsinya..
Komentar oleh Yulian — Februari 17, 2009 #
Di tempat yang menghargai ‘atlet’, seorang atlet akan merasa beruntung sekali karena punya penghasilan besar.
Di tempat yang menghargai ‘profesor’, sang profesor akan merasa beruntung karena kepandaiannya dihargai.
Sekarang? tinggal kita yang memilih mau berada di mana???
Komentar oleh nisa — Februari 17, 2009 #
yahh SETUJU mengomentari blog kaka laa…. masa blog rinie… hheuuu
Komentar oleh Rinie — Februari 17, 2009 #
Pkok_na kita hruz memajukan negara kita ini…
Indonesia is the Best….
I love Indonesia….
Komentar oleh Ria — Februari 17, 2009 #
Kalo saya sih setuju kalo royalti penulis lebih tinggi. Hi Hi Hi
Komentar oleh lovepassword — Februari 17, 2009 #
Indonesia akan maju jika kekerasan yang dewasa ini semakin membudaya tidak ada lagi..
Komentar oleh aidicard — Februari 17, 2009 #
masa sih ? setau saya indonesia ini malah kurang menghargai peneliti, guru, dosen, profesi yang bau “brain”,…daripada “idol-idol-an” yang lebih ke ‘muscle’ alias tampilan kan ? :i
Komentar oleh n!n!ng — Februari 17, 2009 #
baru kali ini saya sepakat dan sepemahaman dengan de’ mansup, kita adalah kita, yang mungkin membedakan kita dengan mereka adalah harga diri dan martabat kita yang begitu tinggi. nyambung ga seh sama postingan ???
Komentar oleh soul — Februari 17, 2009 #
wan…………….knp di pnggl om
o:
Posting Terakhirnya diadan Berjudul dimana dia sekarang
Komentar oleh diadan — Februari 17, 2009 #
@ Sofa :cetuju….
untung fa lahir di indonesia jw…
lebih tepatnya di…
maka dari itu pakailah produk dalam negeri,
jangan pke produk luar negeri..
(nyambung ga sech)…..
Umm.. bener.. makanya bentar lagi akan ada program pemerintah yang mewajibkan seluruh PNS dinegeri ini memakai sepatu buatan dalam negeri. huhu…
Mudah2an ini bisa membuat Indonesia jadi lebih baik.. ya kan Om.. hihihi..
Posting Terakhirnya Sarah Luna Berjudul Salahkah Kita ???
Komentar oleh Sarah Luna — Februari 18, 2009 #
saya masih bangga jadi bagian dari negara ini,
dan tak pernah berkeinginan menjadi bagian dari negara lain,
i love the blue of indonesia …
Komentar oleh warm — Februari 18, 2009 #
memang, rumput tetangga selalu lebih hiaju daripada rumput dirumah sendiri,
tapi, sebaik2nya tanah orang, lebih enak di tanah sendiri juga….
Nah lho??nyambung ga sih???
#sarah: heh??iya ya??bakal ada perautran gitu??hee..baru tau….
Posting Terakhirnya Hera Berjudul H-3? (edit)
Komentar oleh Hera — Februari 18, 2009 #
betullll…….. setuju abang mansup…
Posting Terakhirnya Andrie callista Berjudul Tidur Dikelas
Komentar oleh Andrie callista — Februari 18, 2009 #
setujuh… selapan… dan seterusnya…
Komentar oleh alveean — Februari 18, 2009 #
Kalo Indonesia yang diandalkan apanya yaaa…???
Salam kenal dari nopy
Kamu adiknya raras ya…..
Komentar oleh Novianto — Februari 19, 2009 #
alah kenapa kamu pusing mikir negara to sup, mikirkan diri sendiri otak kita ini udah uyuh, negara biar dipikir SBY aja dan kawan-kawannya itu
o:
Posting Terakhirnya isuur loeweng s Berjudul Hanya Obrolan Saja.
Komentar oleh isuur loeweng s — Februari 19, 2009 #
tetapi kekurangannya, bangsa kita kurang menghargai prestasi di luar bidang mainstream.
di bidang hubungan antar manusia saja yah, cobain aja ngenalin pacar yang pekerjaan utamanya pemain band, atau fotografer, atau penulis buku, atau manajer toko buku bekas yang juga hobi paper craft (um….) ke ortu, pasti dinasihatin panjang lebar tentang betapa lebih kerennya orang yang pekerjaannya dokter, insinyur, dan akuntan.
Komentar oleh mina — Februari 20, 2009 #
ya ampun. aku salah fokus. hal paling penting malah tidak dibahas.
*memperbaiki posisi kacamata*
mansup.membaca.Princess.Diary.
Posting Terakhirnya mina Berjudul Golden Rice di Duta Mall
Komentar oleh mina — Februari 20, 2009 #