Jakarta, Lihatlah Kemari!
14 Oktober 2008 pada 19.23 | Ditulis dalam Uncategorized | 24 KomentarHutan kami dihancurkan
Gunung kami diratakan
Sungai kami diracun merkuri
Dan sekarang, apa lagi yang kalian cari??



Hanya sekedar pantauan mata, saya tidak berpihak pada siapapun apalagi terkait dengan apapun yang tertulis pada spanduk itu.
Note: spanduk ditemukan di ruas jalan A. Yani km. 78 Martapura – Kalsel.
Related link:
Related photos:
1. Banjir Kotabaru dilihat dari udara.
2. Banjir Satui dan jembatan putus.
3. Bukan alat transportasi baru.
4. Danau beracun, bukan danau Kelimutu.
24 Komentar »
Umpan RSS untuk komentar-komentar pada tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan Balasan
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.


[...] Cari atau curi? [...]
Pingback by Jakarta, Lihatlah Kemari! « A Journal of A Not-Superman Human— 14 Oktober 2008 #
Merdeka! *ngomporin*
Comment by GUN— 14 Oktober 2008 #
kalo sy keberatan sopir truk BB ngebut di jalanan…
hariesajas last posting..Beginikah Hasil Ilmu Matematika Itu?
Comment by hariesaja— 14 Oktober 2008 #
@ GUn
huss! Ssstt..
@ harie nan cerah
saya juga da suka truk ngebut, apalagi yang suka motong jalan orang.. Ugal-ugalan, kaya politikus saja..
Comment by Manusiasuper— 14 Oktober 2008 #
kamu salah satu sopirnya ya?
Comment by cK— 15 Oktober 2008 #
itu cuma sebagian dampak yang terasa sekarang aja om, belum lagi dampak² 5 s/d 10 tahun yang akan datang (gimana ya?).
1. Mata air² banyak mati karena perubahan struktur tanah.
2. Penggunaan BBM jenis solar terpusat di daerah tambang.
3. Debu dari jalan distrik tambang.
pokoknya masih banyak lagi yang lain, cilakanya semua dampak jelas jelas merugikan (khususnya bagi warga sekitar areal)
sebenarnya negara juga tidak banyak diuntungkan, kok SBY diem aja ya (ada apa ini).
::stop legal and ilegal mining::
carbonizeds last posting..Dan Kebencian Itu Datang
Comment by carbonized— 15 Oktober 2008 #
Pak guru .. kalau soal batubara, hiks .. sedih bangetzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz deh, nah .. baca spanduk seperti itu .. wah tambah ga bisa ngomong deh
Comment by nia— 15 Oktober 2008 #
Semoga mereka sadar bawah bumi kita bisa juga menangis jika disakiti
-=«GoenRock®»=-s last posting..Lebaran Rocks!
Comment by -=«GoenRock®»=-— 15 Oktober 2008 #
jakarta, tertawa di atas duka dan neraka di tanah kami…
kapan kalian mau mengerti, kapan-kapan?
awym chakeps last posting..Sinetron, Kenapa?
Comment by awym chakep— 15 Oktober 2008 #
kenapa gak dirazia aja???
*kompor*
itikkecils last posting..I did that for what?
Comment by itikkecil— 15 Oktober 2008 #
i hate those at all !!
warmornings last posting..tiga, tiga, tiga
Comment by warmorning— 15 Oktober 2008 #
setuju ama itikkecil, dirazia aja.. btw, flat yang DA atao bukan, kalo tetap seperti sekarang-memonopoli jalan raya- saya tetap ga setuju ada truk batubara dijalan protokol… Protessss!!!!!
annas last posting..Bakwan dari Surga
Comment by anna— 15 Oktober 2008 #
Hutan kami dihancurkan
Gunung kami diratakan
Sungai kami diracun merkuri
Dan sekarang, apa lagi yang kalian cari??
Kami mencari hutan baru utk dihancurkan, gunung lain untuk diratakan, dan sungai berikutnya untuk diracuni.
Togas last posting..Setiap Zaman Punya Tantangan Sendiri, Usah Banggakan Hari yang Telah Pergi
Comment by Toga— 15 Oktober 2008 #
Jangan protes & menyalahkan mereka yang serakah !!!
SALAHKAN DIRI KITA SENDIRI yang ikut hanyut pada keserakahan itu!
Jangan lagi minta bantuan pada pemerintah untuk mengatasi hal ini, karena pemerintah sudah impoten! Masyarakat harus MENGATASI SENDIRI!
Jangan lagi minta bantuan aparat untuk menghentikan mereka. Masyarakat harus menghentikan SENDIRI!
JIKA HUKUM NEGARA TAK LAGI MENGHORMATI KITA, maka gunakan saja HUKUM ADAT!!!
Comment by Pakacil— 15 Oktober 2008 #
Maaf yaa mansup. Saya komen ndak penting nih. Hehe. Tumben ini hari ini menebar komen nggak penting dimana-mana. Biasanya jarang komen, giliran komen ndak penting.. hehe…
OK saya mulai;
Waktu pertama kali melihat spanduk itu. Saya bertanya-tanya. Kenapa warna tulisannya warna-warni.
Sejenak saya membayangkan, bahwa tukang spanduknya mungkin kehabisan cat.
Tapi, di benak kedua, saya membayangkan; bahwa ternyata si pembuat spanduk ternyata sedang memberikan pesan tersirat melalui warna-warna tadi. Entah ketika merah, hitam maupun biru atau gabungan diantaranya, adalah cerminan masyarakat Bara Putra. Entahlah…
Imajinasi saya semakin melebar, ketika tahu bahwa spanduk itu di pasang di tiang listrik.
Pakai apa memasangnya?
Apakah memanjat melalui bak belakang truk terbuka?
Siang-siangkah ketika sopir berpelat non-DA melihatnya?
Apa yang se pemasang spanduk rasakan setelah spanduk itu selesai dipasang?
Uang dari mana, berapa jatah makan yang harus ia potong untuk membuat spanduk itu?
Ahh, saya kebanyakan mengkhayal kali yaa. Sudah, saya berhenti deh komennya.
Ahh, komen saya benar-benar nggak penting. Hehe…
bangaips last posting..Gatot
Comment by bangaip— 16 Oktober 2008 #
malam selasa kemaren dapat pasien KLLD segabruk, salah satunya ketabrak truk
minas last posting..Blog Action Day 2008 – Kemiskinan dan Tuberkulosis
Comment by mina— 16 Oktober 2008 #
uhhhh jakarta…
*kota laknat
easys last posting..Tagline
Comment by easy— 16 Oktober 2008 #
Jadi kalo plat kendaraannya KT, L, KH dsbnya boleh ya Dil? asal jangan B kan? *halah*
Oya, abang juga mohon maaf lahir bathin. Semoga stock kata maafnya masih ada ya Dil. Abang harap Fadil dapat memaafkan abang selama kita berteman, yang mungkin ada khilaf dan tabiat abang yang menyakiti mu setajam silet.
*diucapkan seperti presenter acara SILET*
Gimana kabar blogger Banjarmasin?
eranders last posting..Diam …
Comment by erander— 17 Oktober 2008 #
inilah yang kita rasakan
anak cucu kita juga menderita
lamban laun bumi menjadi bara api
marah kepada manusia yang tak pandai menghargai alam ini
inilah..jakarta…
adakah kau terasa..
salam kenal
Comment by azlan— 17 Oktober 2008 #
Setuju! Bikin negara sendiri saja, Bung! Daripada daerahnya nanti malah habis diperas orang-orang Jakarta itu!
Comment by Nazieb— 18 Oktober 2008 #
akkkkkkkkhhhhhhhhhh, curhat atau jengkel, karna gagal jadi pengusaha batubara
Posting Terakhirnya soulh Berjudul SELAMAT ULANG TAHUN BABE 12 Oktober (Hampir Durhaka Chapter 2)
Comment by soulh— 18 Oktober 2008 #
@ cK
Saya ga bisa nyopir truk…
@ carbonized
SBY kan di Jakarta…
@ Nia
Yah, ngomong juga kadang berasa sia-sia bu, duit kadang lebih penting dari sekedar nasib anak cucu yang belum kita kenal
@ GoenRock
Yah, takutnya bumi ga cuma nangis tapi balas dendam
@ awym
Mungkin setelah kiamat
@ itikkecil
Urusan aparat itu razia, saya takutnya malah kalo terjadi konflik horizontal antar sopir
@ warmorning
Benci dan cinta katanya tetanggaan
@ anna
Tull!! Jalan raya umum kok dipake angkutan tambang, jalan dibangun pake duit pajak rakyat, batubaranya diambil pengusaha
@ Toga
Perlu bantuan?
@ Pakacil
Atau panggil Panglima Burung lagi??
@ Bangaip
Saya tidak tau perasaan sopir truk DA maupun non-DA, yang jelas ketika membaca spanduk ini yang saya rasakan adalah:
Keadilan, pemerataan pembangunan dan nasionalisme ternyata belum mewujud dalam bentuk yang bisa dibaca panca indra di daerah saya, itu saja
@ Mina
Saya juga paling takut kalo ketemu truk batubara dan sejenisnya kalo di jalan raya, berdoa mudahan ga kenapa-kenapa pokoknya
@ Erander
Halah, punya tambang ya Bang?
Mohon maaf lahir batin juga
@ azlan
Jakarta masih belum bisa melepas status ‘pusat negara’-nya
@ Nazieb
Ah, bikin negara sendiri juga berat om…
@ soulH
Bukan, saya emosi ditinggal pramugari…
Comment by ManusiaSuper— 20 Oktober 2008 #
pernah liat truk plat N lewat jl d martapura itu g?
klo g, syukurlah…
Comment by huzz— 11 November 2008 #
maaflah unda ikut tagabung di dalam nich blog!
ngapainlah kita maributakan soal mobil nang masuk, nang panting tuh dipegang dulu bossnya. khan anak buah taat tuh ama bozzz! kita malarang, mereka baisi banyak duit, kita pastilah kalah sebelum kita bertarung! Ayolah pang kakawanan nei bersatu. mulai dari anak cucu yang aa di rumah ama kakawanan ang ada disekitar rumah
Comment by Mr. Green21— 3 Februari 2012 #