A No Name

30 Agustus 2008 pukul 11.08 | Ditulis dalam Uncategorized | 24 Komentar

Pada masa awal saya mempunyai blog dulu, saya sempat berniat jadi blogger anonim. Anonim sebenarnya bukan istilah yang tepat, mungkin lebih cocok dikatakan psedonim atau alias. Ghost Blogger kalau meminjam istilah Fatih Syuhud.

Namun pada dasarnya, anonim dan psedonim memiliki esensi yang sama, yaitu menyembunyikan identitas resmi dari khalayak.

Bersembunyi setahun dalam bayangan nick manusiasuper, anonimitas saya berantakan karena gerakan membongkar blogger anonim dari Venus dan Drg. Evy.

Korbannya tidak hanya saya, bahkan panjenengan Wadehel juga terkuak identitas aslinya melalui aktivitas kedua perempuan itu.

Kenapa Anonim?

Hingga saat ini, anonimitas blogger memang masih menjadi perdebatan. Sebagian pendapat menyatakan blogger tidak seharusnya anonim. Anonim diidentikkan dengan kepengecutan, tidak bertanggung jawab dan sok misterius.

Saya pribadi tidak mempermasalahkan pilihan blogger dalam identitasnya di blog , entah anonim, entah separo anonim, entah menggunakan identitas asli.

Namun saya menyayangkan jika ada kalangan yang menyudutkan blogger anonim.

Menurut saya, anonim sama sekali tidak berhubungan dengan kepengecutan, atau hal negatif lainnya.

Anonim dipilih karena beberapa alasan, diantaranya yang paling sering adalah karena ancaman yang mungkin muncul terhadap si blogger karena tulisannya dan isi blognya. Masih ingat dengan riverbend? Blogger Irak yang menulis pada saat perang Irak II berlangsung? Saya tidak bisa membayangkan apa nasibnya jika menulis postingan tentang kondisi Irak dengan data pribadi sebenarnya.

Tapi di Indonesia, negara demokrasi yang aman dan nyaman ini, ancaman terhadap blogger sepertinya tidak sedahsyat Irak?

Benar, tapi masih ada alasan blogger anonim lainnya selain ancaman keselamatan.

Saya berpendapat, anonim diperlukan karena kebiasaan masyarakat kita masih pada “Shoot The Messenger”. Kita masih sering melihat siapa yang berbicara dan justru kehilangan fokus pada apa yang dibicarakan.

Ad-Hominem alias penyerangan terhadap pribadi pengungkap pendapat masih sangat populer, bahkan sekarang muncul trend pembunuhan karakter off air *lirik oknum-oknum*

Dengan menyembunyikan atau menyamarkan identitas, diharapkan audience lebih mengutamakan perhatian pada isi tulisan. Apakah setelah membaca lalu audience tertarik mengenal penulis lebih intim, maka itu adalah jauh lebih baik daripada mengagumi si penulis terlebih dahulu dan lalu membenarkan apa katanya tanpa pertimbangan yang tepat. *ini sekarang saya alami dengan tulisan-tulisan Dipo*

Akhirul Posting, saya hanya ingin kita bersama-sama belajar menghormati pilihan orang lain, sebagai mana kita ingin orang lain menghormati pilihan kita.

Bene qui latuit bene vixit

Note:

  • Anonim adalah adalah istilah yang merujuk kepada seseorang yang jati dirinya tidak diketahui.
  • Pseodonim adalah nama samaran yang dipakai seseorang di hadapan publik.
  • Ad-Hominem (argumentum ad-hominem) adalah argumen yang menyerang pribadi seseorang
  • Ad-Hominem Off Air adalah pembunuhan karakter yang berlanjut saat kopdar :mrgreen:
  • Shoot The Messenger adalah istilah metafora yang digunakan untuk menggambarkan tindakan melampiaskan kekesalan ketika mendengar pesan buruk pada si pembawa pesan.

Related Link:

About these ads

24 Komentar

  1. [...] Kenapa Anonim? [...]

  2. Aku tak dapat dibunuh, karena aku adalah ide, kata Vendetta.

    jangan perhatikan siapa yang mengucapkan, kata Al-Imam.

    Perhatikan saja apa yg kutulis, tapi mohon jangan bunuh aku, kataku sih… :D

  3. anonim atau unanonim, bagiku seperti merawat sebuah pohon yang sesiapun tidak berhak untuk membunuhnya.

  4. @ Pakacil
    Hampir semua kebudayaan sepakat mengenai buruknya kebiasaan ad-hominem ya, tapi mengapa masih banyak yang melakukannya?

    @ hariesaja
    Tanpa seijin menteri kehutanan…

  5. Tapi ada kemungkinan ad-hominem keluar karena anonimitas, loh. :P

  6. untuk keamanan sich gpp :D

  7. @ Goen
    Mangkanya itu, kenapa menyerang anonimitas seseorang kalau ternyata apa yang ditulisnya adalah benar?

    @ Zulfikar Chaniago
    Aman tidak aman itu nasib pak :mrgreen:

  8. anonim pun baik, apalagi jika konsisten pada sebuah nama alias. kalo tiap hari dia menggunakan alias yang berbeda, kita jadi ngga bisa mengikuti perkembangannya.

    gitulah kira2. tp setiap pilihan layak mendapat penghormatan, termasuk pilihan iblis untuk membangkang kepada tuhan.
    :-D

  9. duh (sambil geleng2 kepala) tulisanmu selalu indah dibaca.

  10. @ Bang Toga
    Psedonim buat saya memang lebih cenderung pada pencitraan bang, mirip merek dagang. Kalau dipikirkan lagi memang sulit menjadi anonim seutuhnya di blogoshpere ini, karena blog penuh interaksi.

    Soal pilihan Iblis, no comment, saya bukan ahlinya ;)

    @ Sandi
    Kamu da lagi ngegombalin saya kan San? :mrgreen:

  11. hmmmm

    self disclosure indeed not that easy…

  12. emang kamu anonim? anonim dari mana?? 8)

  13. saya adalah a no name (tidak) sejati :D kaw tidak kenal saya kan ? kannn ??

  14. kmu anonim juga tuh sup ?? pdhl foto2 tebar pesonanya tuh byk bertebaran di flickr. :-)

  15. @ Natazya + Annmolly
    Seperti yang saya bilang, anonim di blogosphere justru hampir mustahil dilakukan sepenuhnya. Mengingat interaksi dua arah yang selalu terjadi di blog.

    @ cK
    Dulu, niatnya mau anonim, takut banyak yang ngefans, kaya sekarang terbukti…

    @ ManusiaSuper a.k.a. Warmorning minjem komputer di rumah
    Buset, koment jangan pake ID orang lain napa pak??

  16. dan keputusan untuk membongkar identitas seseorang adalah juga keputusan yg layak dihormati :P

    maaf lahir batin, baby. selamat berpuasa. jangan nakal. halah.

  17. selamat pindah ke dotcom

  18. hohohoh komputermu error, bukannya sudah saya logout kan ? ketahuan jadinya minjem, sungguh menurunkan harga diri saya :D *ngeles*

  19. berbahagialah yang bisa menyembunyikan identitas dalam dunia kopdar blogsphere…sebab konon justru ini bisa lebih jujur menyampaikan gagasan.
    * ah apa benar ya?

  20. saya sepakat kalau anonim tidak ada hubungannya dengan kepengecutan. asal jangan bersembunyi dibalik anonimitas untuk menghujat ataupun membuat kekacauan di blogosphere :D

  21. hmmm…. komen apa ya…

    ya sudah, ini cuma pengen ngetes apa gunanya commentLuv ;)

  22. Saya menyamar menggunakan nama saya sendiri.. :mrgreen:

  23. Bener Mas, anonim atau enggak adalah pilihan. Jangan hanya karena menggunakan pseudo-nickname maka dianggap pengecut.

    Yeni Setiawans last posting..Turangganing Wanita

  24. Saya sjk pertama kali mengenal Internet kok selalu memakai identitas asli ya? :D
    Sayang kan udah bayar biaya ngeNet, kok ga dpt kenalan..
    pengennya sih dpt jodoh sekalian :mrgreen:

    Posting Terakhirnya Rahmat Miftahul Habib Berjudul A Trip to Adi Sucipto Airport (Back to Home) Part 2


Maaf, form komentar ditutup saat ini.

Blog pada WordPress.com. | The Pool Theme.
Entries dan komentar feeds.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 50 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: