Laki dan Pere
Agustus 16, 2008 at 11:15 am | In Uncategorized | 25 CommentsPerempuan dan Laki-laki memang berbeda baik secara fisik maupun non-fisik. Banyak contoh dan penelitian yang membuktikan hal tersebut.
Satu hal yang saya ingat adalah perbedaan dalam menyikapi sebuah buku (cerita) baru. Teman-teman perempuan saya – walau tidak semua – cenderung untuk terlebih dahulu membaca bagian akhir sebuah buku (cerita) sebelum memutuskan untuk membaca buku tersebut.
Sementara para laki-laki kenalan saya tidak satupun yang saya ketahui punya kebiasaan seperti itu.
Para perempuan itu beralasan perlu mengetahui apakah buku (cerita) tersebut berakhir bahagia (happy ending) atau tidak (tragic ending). Karena jika akhirnya tidak bahagia, mereka lebih memilih untuk tidak membacanya.
“Untuk apa cape membaca novel panjang-panjang kalo ujung-ujungnya ga bahagia?” Adalah alasan favorit mereka setiap kali saya tanyakan masalah ini.
Di lain sisi, para lelaki cenderung menikmati ‘perjalanan’ dan ‘petualangan’ saat tenggelam dalam buku (cerita). Adalah sebuah kenikmatan tersendiri bagi lelaki ketika mengikuti alur sebuah cerita tanpa mengetahui apa yang akan mereka temui di halaman selanjutnya.
Bahkan, beberapa lelaki – seperti saya – memilih menutup telinga ketika ada yang memberitahukan ending sebuah cerita yang belum dibaca. “Apa nikmatnya membaca cerita yang sudah kita ketahui akhirnya?“
Untuk sementara, saya berkesimpulan bahwa wanita memang cenderung mencari kepastian (dan kebahagiaan) dari segala hal, sementara laki-laki lebih memilih petualangan meski harus menjalaninya tanpa tahu apa yang akan dihadapi di depan sana…
25 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.











Saya kok rada setuju, ya…
BTW, itu judulnya salah ketik? Yang muncul cuma “Laki dan Pere” doang. (o_0)”\
Komentar oleh sora9n — Agustus 16, 2008 #
temen2 saya juga ada beberapa yang kaya gitu.. tapi ngga cewe semua.. ada cowo yang juga begitu ..
Komentar oleh funkshit — Agustus 16, 2008 #
@ Sora
Kesimpulan saya sementara seperti itu masbro, kalau ada bukti kontranya, ya mungkin saja saya merubah pendapat, Sampeyan punya?
Soal judul, itu bahasa
ibu-ibugaul, masbro ga gaulsama ibu-ibuseh…funkshit prasetyo
temen cowo masbro mungkin kecewe-cewean ya?
Komentar oleh ManusiaSuper — Agustus 16, 2008 #
wah.. saya baru tau ada kecenderungan seperti ini
tapi mungkin ada benarnya, tapi kalo untuk saya pribadi berlaku untuk film, bukan buku.
Dan.. topiknya kok mirip dengan mbak jepe ya? Janjian?
Komentar oleh takochan — Agustus 16, 2008 #
Yang penting itu emang prosesnya brur ! Auk setojo sekali dah
Komentar oleh warmorning — Agustus 16, 2008 #
yayaya…definisinya mirip dengan saya…
Komentar oleh cK — Agustus 16, 2008 #
haiiii…
Analisa yang menarik. tapi memang benar, perempuan seringkali membaca buku ending2nya dulu baru memutuskan apakah akan membaca buku itu atau tidak.
Kenapa, karena perempuan sangat banyak menggunakan perasaan dalam kehidupan sehari2nya. Kalo baca buku yg SAD ENDDING, maka sebagian dari rasa sedih yg ditinggalkan ketika trakhir membaca novel tersebut, akan terus terbawa2 dalam kehidupan sehari2nya, untuk jangka waktu tertentu… dan itu membuat dia sudah pasti sangat tidak nyaman.
As I said on my post, perempuan itu makluk yg tidak pernah berhenti berfikir… semuaaaa dipikirin. sementara laki2 lebih mudah karena ketika mereka membahas satu hal.. mereka hanya ngomongin hal itu ajah pada saat itu. After that, ya udah.. change subject, change topik. gak pernah terlalu terpengaruh pada hal-hal yg abstrak
Komentar oleh silly — Agustus 17, 2008 #
@ Takochan
Kebetulan, idenya sudah lama tapi baru terealisasi setelah membaca postingan Jepe.
Nah, kalo soal film, saya malah cenderung harus tau ceritanya dulu, minimal alurnya. Tapi ini lebih disebabkan saya lelet memahami cerita film kalo ga tau alurnya

@ warmorning
Guys Rule! Yeeeaahh… *ditimpuk kaum ibu*
@ cK
That’s it baby, you’re one of the easy-predicted girl
@ silly
Soal perasaan ya? Hmm… Saya masih cenderung kearah ‘keinginan memastikan segala sesuatu’ itu. Perasaan mungkin memegang peranan, tapi ‘feel secure’ itu yang paling penting buat wanita, iya ga?
Dan soal perempuan sebagai makhluk yang tidak berhenti berpikir, mungkin lebih tepat kalo disebut ‘mahluk yang tidak berhenti mencemaskan’
Misalnya, ketika bertengkar dengan pasangan, 5 menit sesudahnya, laki-laki bisa segera beraktivitas lain, sementara si cewek mesti mewek dulu di kamar minimal 3 x 24 jam *digeprok*
Komentar oleh ManusiaSuper — Agustus 17, 2008 #
rasa itulah yang diusung bangsa hawa
yah seperti graphic sebelah kanan atas.
rupa itulah yang dinikmati bangsa adam
antara rasa dan rupa jika bertemu wah asiknya gak ketulungan… bener gak bos..
Komentar oleh kurt — Agustus 17, 2008 #
@ Kurt
Bener juga pak ustad… Perempuan lebih menimbang rasa, pria lebih menilai rupa. Tapi kalau sudah ketemu di tengah, wuuiihhh…
Komentar oleh ManusiaSuper — Agustus 17, 2008 #
rasa kesah sorang lawan bini nah .. mapa mun nukar novel hari poter tu nah pasti tekelahi inya handak melihat bedahulu bagian belakangnya ..
Komentar oleh draguscn — Agustus 17, 2008 #
kita sama dalam beberapa hal itu juga mungkin karena berkelamin sama ya ha ha ha
)
Komentar oleh Mr.El-Adani — Agustus 17, 2008 #
tuuuuh menggeneralisasi kan? selalu ada cowok yang lebih suka kepastian, dan wanita yang suka petualangan.
Komentar oleh mina — Agustus 18, 2008 #
WOGH! I’m not! Sbg wanita, aq suka baca bku seutuhny. G mau tau jg ending ny gmana. Aq lbih suka menerka-nerka ending ny dr jalan crita yg udh aq baca.
Tp yah, aq males baca bku sad story. Lbih sk ptualangan sih.
Komentar oleh Mi_Chan — Agustus 18, 2008 #
Kirain tuh judul kurang huruf k, jadi laki dan perek

hm, kawan2 saya yang perempuan, lagi seneng2nya baca novel ketika cinta bertasbih, ga langsung baca endingnya tuh
BTW saya ga suka baca novel, ga ada gambare soale, mending baca komik
Komentar oleh Max — Agustus 18, 2008 #
buat apa hidup dengan penuh perjuangan ini kalo sudah tau akhirnya perjuangan itu menjadi apa
Komentar oleh fauzansigma — Agustus 18, 2008 #
saya paling ndak suka kalo baca nopel dari bagian akhir……
Komentar oleh fenny — Agustus 18, 2008 #
Mencari kepastian? Hahahahaha
Berpetualang itu asik juga, tapi lama-lama kan capek juga
pasti ada keinginan untuk pulang suatu waktu–itu juga kalo di “rumah” ada yang nunggu kepulangan kita hehehehe…
Komentar oleh hanny — Agustus 20, 2008 #
setuju ama mina…. tapi bagiku lebih enak kalau kepastian dan petualangan berjalan beriringan.. bisa ga yah??? krn aku mau keduanya
Komentar oleh anna — Agustus 21, 2008 #
sulit…yang mudah ditebak adalah…banyak perempuan dan laki-laki tidak suka baca buku.
Komentar oleh hariesaja — Agustus 21, 2008 #
ah saya lebih memilih tidak mengetahui akhirnya dan memilih membaca sampai tuntas! ga seru banget udah tau akhirannya kayak apa…
*apakah ini berarti saya wanita jadi-jadian?*
Komentar oleh chic — Agustus 21, 2008 #
wah… saya kurang suka baca novel. tapi klo komik doyan banget. wkwkwkwkwk……..
Komentar oleh thegands — Agustus 22, 2008 #
dan saya sangat setuju kalau Laki-lki itu suka petualangan..kalau masalah wanita nya sih…gak tau..wejwkewkewke
Komentar oleh pajrin — Agustus 25, 2008 #
kesimpulannya boleh juga…
tapi kalo buat saya pribadi antara habit membaca buku dengan emang gatel liat endingnya tapi apapun itu tetap saja dengan sukacita membaca darimula ga bisa disamakan sama falsafah hidup ah
buat saya………
Komentar oleh natazya — Agustus 30, 2008 #
klo cwe kdang liat ending dri buku yang dia bca,,kok aq g’ gitu na,,,
klo cwe mlah suka bca crita yang happy ending,, kok aq tidak,,!!
normal kah aQ,,,
++++++++
Komentar oleh mE — September 7, 2008 #