Kondisi Kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah
Desember 17, 2007 at 10:59 am | In Uncategorized | 26 CommentsSejak beberapa tahun terakhir, seiring dengan pertumbuhan penduduk, kawasan pemukiman, industri dan ekonomi, Kalimantan Selatan mengalami krisis energi listrik. Krisis ini menyebabkan seringnya terjadi pemadaman listrik di seluruh daerah di kawasan ini.Setiap tahun, dengan alasan perawatan mesin, PT PLN Kalimantan Selatan dan Tengah (Kalselteng) juga harus mengambil langkah pemadaman bergilir, selama kurang lebih 1 hingga 2 bulan. Artinya, kawasan Kalselteng harus mengalami pemadaman listrik setiap 2 atau 3 hari sekali selama waktu tersebut. Biasanya, pola yang digunakan adalah 2 hari nyala 1 hari padam. Masih untung, tidak 2 hari mati 1 hari padam seperti yang dialami Cakmoki.
Namun pemadaman terjadwal itu bukan berarti bebas pemadaman mendadak. Sepanjang tahun, setiap 2 atau 4 minggu pasti terjadi pemadaman listrik. Itu NORMAL.
Saat ini, PT PLN Kalimantan Selatan dan Tengah memiliki beberapa sumber pasokan energi listrik, yaitu:
- Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-asam. Kapasitas 2 X 65 Megawatt (MW). Artinya ada dua mesin dengan kapasitas masing-masing 65 MW.
- Pambangkit Listrik Tenaga Air Riam Kanan. Kapasitas 3 X 10 MW.
- Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Trisakti. Kapasitas 85,4 MW.
- PLTG Trisakti. kapasitas 21 MW.
Selain itu, PLN Kalselteng juga memiliki 300 unit lebih PLTD dengan kapasitas kecil.
Secara keseluruhan, daya maksimal yang mampu disediakan PLN Kalselteng adalah 260 MW. Sementara kebutuhan pelanggan di wilayah ini pada beban puncak pmencapai 252 MW. Artinya, margin standar keandalan sistem tidak tercapai karena selisih daya dan kebutuhan sangat kecil 260 : 252.
Beberapa masalah yang kerap mengganggu pasokan listrik di Kalselteng diantaranya:
- Penurunan debit bendungan riam kanan pada musim kemarau, padahal bendungan ini sumber utama energi PLTA riam kanan.
- Perbaikan atau overhaul mesin PLTU Asam-asam yang harus dilakukan setiap tahun. Akibatnya, saat mesin dirawat, kemampuan PLN menyediakan listrik juga menjadi jauh berkurang.
- Terhambatnya pasokan solar ke PLTD. Hal ini juga sering terjadi dengan disertai lempar tanggung jawab antara Pemerintah Daerah, Pertamina, dan PLN. Sejauh ini, yang paling sering ketiban sial disalahkan adalah Alam. Alam dituding mengalangi proses distribusi dengan banjirnya, surutnya air pelabuhan yang membuat tongkang tidak bisa bersandar atau kerusakan jalan.
- Pencurian listrik. Tidak hanya listrik, di kalsel bahakan pernah terjadi PENCURIAN TOWER LISTRIK!
Sejauh ini, PLN telah mengelurkan rencana penanggulangan krisis energi ini dengan membangun beberapa PLTU tambahan. Sayangnya, PLTU ini diperkirakan baru dapat beroperasi paling cepat pada 2010 mendatang. Jadi hingga saat itu, kami harus terus bersabar menghadapi pemadaman bergilir ini.
Beberapa hal yang perlu ditanyakan:
Kenapa tidak sejak awal PLN dan Pemerintah membangun pembangkit listrik berdasarkan perkiraan pertumbuhan penduduk dan ekonomi? Padahal dengan perencanaan yang jelas, krisis ini tentu tidak perlu terjadi.
Kenapa investor swasta yang ingin membuat pembangkit sendiri harus (WAJIB) menjual listriknya ke PLN? Kenapa tidak dibebaskan saja pihak swasta menjual listrik mereka ke masyarakat. Tokh ini akan membantu PLN sendiri yang memang TIDAK MAMPU…
Kenapa listrik di Komplek perumahan Karyawan PLN tidak pernah padam saat ada jadwal pemadaman bergilir?
Kenapa pencurian listrik tidak pernah ada tindak lanjutnya? Tidak pernah terdengar ada pelaku pencurian lsitrik yang dihukum di Kalsel.
Kenapa setiap kali terjadi pemadaman dengan alasan HAMBATAN DISTRIBUSI SOLAR PLTD selalu seiringan dengan kenaikan harga SOLAR INDUSTRI?
Beberapa pernyataan:
Saya dukung Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir!
Saya menuntut pemerintah pusat memperhatikan masalah energi di daerah dengan lebih baik!
Saya ganteng!
Sumber: PT PLN KALSELTENG dan Curahan Hati beberapa teman.
26 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.











Dem!
elu kagak usah mikir jauh2 sampe kalimantan yg jauh dr ibukota negara
di kepulauan 1000 aja nih (yg lebih deket dr Jakarta) listriknya gak disediain ama pln
pake genset sendiri
itupun kapasitasnya gak gede
oh iya, gw lupa .. elu di kalimantan ya
*tepok2 jidat*
Komentar oleh Luthfi — Desember 17, 2007 #
satu bukti lagi akan ga matengnya rencana pemerintah
Komentar oleh caplang™ — Desember 17, 2007 #
wah jauh amat kalimantan….
gimana nonton tipinya yah gak ada listrik…
Komentar oleh Moerz — Desember 17, 2007 #
ARGHHHH… KALSELTENG memang payah listrikkk!!!\
*untung lagi di Jogja*
Komentar oleh rozenesia — Desember 17, 2007 #
aihh….
ndak cuma di kaltim ya? soale saia dolo fas tinggal di balikfafan, juga sering digilir…
ndak tau sih skarang masi ofo enda…
*konfirmasi ke bang erander*
Komentar oleh Hoek Soegirang — Desember 17, 2007 #
Memang sudah saatnya buat dibangun dan dijalankannya Pembangkit Listrik Tenaga Manusia!
Komentar oleh Neo Fortynine — Desember 17, 2007 #
jangankan di kalimantan, di jakarta aja masih sering pemadaman listrik bergantian…
Komentar oleh cK — Desember 18, 2007 #
tower listrik bisa ilang? alamak….
Komentar oleh venus — Desember 18, 2007 #
Komentarin kata “saya ganteng”
Apa hubungannya yah ama “Kondisi Kelistrikan di wilayah Kalimantan Selatan dan Tengah”????
**mikirrrr……**
Komentar oleh anna — Desember 18, 2007 #
kata-kata terakhirnya laknat banget. hapus! tidak sesuai dengan postingan!!
*log out*
Komentar oleh cK — Desember 18, 2007 #
INilah masalahkita yaa, banyak sekali.. Listrik itu kanenergi, ibarat manusia jantungnya sudah byar pet.. terus mau ngapain kalau gak ada listrik!
saatnya bikin listrik dewek bos!
Komentar oleh Kurt — Desember 19, 2007 #
dah ga heran ma pln, katro…
ga cuma kalsel teng, kaltim juga senasib, mati idup mati idup, cape deh……..
btw thnks dah mampir blog sy, mank skrg tinggal dikalimantannya dimana?
Komentar oleh woel — Desember 19, 2007 #
artikel ini adalah artikel terbagus sepanjang karir ngeblogmu Kawan… hanya saja kata akata terkahir : Saya ganteng itu mengubah segalanya.
*sign out*
Komentar oleh Mrs. 49 malas login — Desember 19, 2007 #
Terakhir ada fitnah besar…..!!
Komentar oleh bacteria — Desember 19, 2007 #
* ngeliat tulisan ’saya ganteng’ *
* ngeliat judul *
* kembali ngeliat tulisan ’saya ganteng’ *
Wah, kacau nih, tulisannya bagus, tapi kata-kata itu.. Ah baiklah, akan saya paksakan juga berkomentar..
Jadi, kondisi kelistrikan kita memang cukup memprihatinkan. Bukan hanya di KalSel saja, di tempat lain pun banyak, bahkan ada juga yang lebih parah.
Komentar oleh StreetPunk — Desember 21, 2007 #
Kawan saya yang tinggal di ibukota KalSel ini cerita tentang prestasi PLN… wah asyik katanya : bisa dipakai untuk sarana mengingatkan puasa Daud atau puasa Senin Kemis… sakin seringnya byarpet !
Komentar oleh agorsiloku — Desember 22, 2007 #
ga tahan dengan pernyataan terakhir …
paradoks sekali,
sebagai pulau berproduksi batubara terbesarrrrr,..
malah masalah energi lokal tak terjawab..
mikir..mikir…puyeng..
Komentar oleh leksa — Desember 22, 2007 #
nampaknya permasalahan di Indonesia tetap listrik dari tahun ke tahun setelah korupsi.
Kalau tkanglistriknya di tambah gimana yach? mungkin kejadian listrik padam tidak akan ada lagi kali yach
Komentar oleh dodot — Desember 22, 2007 #
kan matinya cuma malem
Komentar oleh mina — Desember 25, 2007 #
[...] derasnya arus agama. Kala itu memasuki bulan puasa, dan betapa kecewanya aku melihat pemerintah di provinsi yang terletak di sebelah utara Pulau Jawa memberlakukan peraturan daerah yang serasa menyesakkan dada. Maka lahirlah sebuah surat yang [...]
Ping balik oleh I Have Lost My Religion | GunawanRudy[dot]Com — Januari 26, 2008 #
SOAL LISTRIK tak ada jalan keluar kecuali membangun pembangkit PLTU asam2 unit 3 dan 4.. mutlak itu.. tapi investornya manna? investor cuma bawa surat bukan bawa uang, he..he..
Komentar oleh ibnubanjar — April 29, 2008 #
kok pln bjm klh sm pln tjg.. gue org tjg yg kul dbjm.. ngerjain tgs jd terganggu krn listrik padam.. pas pulang ke tanjung selama sebulan,ga ad pemadaman listrik tuh.. tanjung emank hebat.. bangga gue jd org tanjung..
Komentar oleh No2v — Nopember 14, 2008 #
[...] bisa jadi bahan inspirasi: Black Out-nya Sahrudin Catatan Ringan Sebuah Fenomena-nya Pakacil Kondisi Kelistrikan-nya [...]
Ping balik oleh PLN Bagi-bagi Novel Gratis - A Journal Of A Not-Superman Human — Nopember 24, 2008 #
bangun pembangkit listrik tenaga gelombang laut aja bro..free..he..he
lam kenal!
Komentar oleh Nyante Aza Lae — Desember 9, 2008 #
ijin bro..linknya ta’ pasang di postinganku..
e..biar g repotss, skalian ajalah ta’ pasang ditautanku!..trims
Komentar oleh Nyante Aza Lae — Desember 9, 2008 #
PLN is the best, coz mereka yang buat kehidupan indonesia lebih baik…
ya gak…????
Komentar oleh adi — Februari 14, 2009 #