Copy Paste Posting
Juli 17, 2007 at 10:42 am | In Uncategorized | 19 CommentsSebuah pertanyaan mencuat ketika saya membaca tulisan seorang guru saya di blogsphere, sosok dokter yang menyebut dirinya Mbah Dipo ini, kerap membuat saya terperangah, malu, menangis, mengangguk setuju, dan kembali merasa akhirnya ada yang benar atau harus benar dalam hidup saya setiap membaca posting-posting beliau.
Tapi ada satu posting, berjudul Dongeng dari Sang Guru, yang membuat saya harus mempertanyakan beberapa hal.
Kali ini, Mbah Dipo mendeskripsikan Umat Islam saat ini sebagai Singa yang bermerk Kambing. Singa Cap Kambing ini, hadir disebabkan cara hidup umat yang – menurut mbah dipo – tidak sesuai dengan yang seharusnya seperti yang ditunjukkan Al-Qur’an dan Hadist Rasul.
Saya setuju itu, sangat setuju.
Siapa yang tidak miris melihat anak-anak kita berlaku, berpakaian, bergaul, bahkan berpikir dengan cara yang tidak pernah ada, atau bahkan tidak pernah diijinkan oleh Rasul.
Orang Islam yang kehilangan identitas ini justru menjadi ketakutan ketika ada “singa” yang mencoba mengembalikan mereka menjadi singa. Kenapa? Karena kita sudah terlalu lama hidup dengan kambing, hingga akhirnya menjadi Singa cap Kambing.
Mengutip tanpa ijin bagian dari posting beliau:
Dari sejak lahir kehilangan identitas Islamnya. Cara merayakan kelahiran, cara menamai anak, cara mendidik, cara makan, cara minum, cara bergaul dan bahkan cara hidupnya jauh dari identitas Islam. Karena rupanya sudah lama umat ini kehilangan induk. Akhirnya dipelihara dan dibesarkan dengan cara orang-orang yang disebut guru simbah sebagai orang kapir. Satu-satunya yang masih Islam cuma agamanya.
Yap, sekali lagi, SAYA SETUJU.
Hanya saja…
Saya masih tidak berani mengambil sikap, ketika Mbah Dipo berkata:
umat Islam itu disuruh Islam secara kaffah. Kaffah itu ya keseluruhan. Dari rasa, warna, aroma sampai sak ampasnya….. semuanya Islam. Sedangkan yang cuma diambil esensnya saja trus dicampuri tetek bengek racun yang akhirnya rasa, aroma, warna dan wujudnya menyerupai aslinya… tetep itu bukan Islam yang sesungguhnya.
Saya masih belum bisa menemukan, Umat seperti apa sebenarnya yang diinginkan Rasul? Kita bisa mengaku sebagai pengikut tapi apakah kita diakui sebagai pengikut?
Mbah bilang:
Upaya mengembalikan identitas keislaman akan selalu mendapat tantangan. Yang ada adalah upaya pengaburan identitas. Menunjukkan identitas dianggap primordialisme (mbuh ki panganan opo…). Jenggot, sorban, gamis, jilbab dlsb, dianggap identitas arab, tak ada kaitannya sama Islam. Maka orang lantas bicara soal esensi. Identitas dhohir tak perlu, yang penting esensinya apa.
Giliran saya pura-pura kritis lagi…
Siapa yang memastikan identitas Islam adalah jenggot? Bukan zakat?
Siapa yang memastikan, identitas Islam adalah gamis? Bukan sholat?
Siapa yang memastikan, islam itu arab, bukan rahmatan lil alamin?
Dan siapa yang sebenarnya paling tahu benar salahnya Islam seseorang?
Tapi ada lagi suara dalam kepala yang menyelutuk:
Jika untuk sekedar merubah penampilan saja kamu enggan, bagaimana mungkin kamu memastikan dirimu adalah hamba yang bersedia berkorban jiwa untuk tegaknya kebenaran Allah?
Aarrrgghh…. Bingung…!
Btw, ini posting mengendap beberapa bulan di daftar draft blog saya. Baru kali ini sempat diselesaikan dan dipublikasikan… Maaf…
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


pertamax dulu!
Komentar oleh cK — Juli 18, 2007 #
http://anangku.blogspot.com/2007/07/kalah-dengan-kepala-tegak.html
Indonesia ga lolos deh 8 besar Piala Asia
Komentar oleh Anang — Juli 18, 2007 #
“Dan siapa yang sebenarnya paling tahu benar salahnya Islam seseorang?”
kan ada parameternya
Komentar oleh Luthfi — Juli 18, 2007 #
Aarrrgghh…. Bingung…!
Komentar oleh rd Limosin — Juli 19, 2007 #
Kalau saya dak salah nangkep, mas-nya ini ingin melakukan perubahan diri, tapi ragu-ragu ya? Istikharah aja…
SEMANGAT!!!
Komentar oleh suandana — Juli 19, 2007 #
@ Luthfi
Apa parameternya bos? Kasih link dunk, he…
@ Suandana
Sepertinya iya mas… Makasih sudah menunjukkan
Komentar oleh manusiasuper — Juli 19, 2007 #
kalo soal ke-islaman seseorang, wah susaaaahhhh…
gini aja deh. mari kita berusaha semampu kita untuk jadi orang baik (bukan sekadar orang islam), soal benar salah atau sorga neraka, itung2annya…serahin sama Allah aja
Komentar oleh venus — Juli 19, 2007 #
kalo Ma sih tetap ber-ritual, tapi ga lupa buat dikit dikit belajar tentang esensi islam itu sendiri,, tapi Ma lumayan yakin kalo Allah itu cukup fleksibel lho,, (IMO lho,,)
kalo di-tulisannya Dana tuh menurut Ma cukup menggambarkan kalo kita ga bisa cuma sekedar ritual,, tapi itu bisa kita omongin kalo kita sendiri udah menjalankan ritualnya,,
Ma suka juga tuh punya pikiran di belakang pikiran kaya gitu,, mungkin jadi sejenis oposan buat kita sendiri,, apa bener kita emang memilih buat ngambil esensinya karena kita emang udah mikirinnya banget banget, ato meninggalkan semua itu karena kita males aja,,?
Komentar oleh Rizma — Juli 20, 2007 #
Islam itu sekarang apa dulu?
Komentar oleh Kopral Geddoe — Juli 20, 2007 #
jawabnya ……
ada di AL-Qur’an dan AL-Hadist
yang mankul, musnad dan muttashil
Komentar oleh aisalwa — Juli 22, 2007 #
[...] Ketika aku sedang berkeliling di tempat beberapa rekan se-blogosphere … aku membaca beberapa artikel yg membuatku teringat akan halaman di salah satu buku favoritku … isi dari halaman tersebut [...]
Ping balik oleh Jangan Latah … « Jurig Bageur — Juli 30, 2007 #
Secara yang benar gimana?
Komentar oleh Jauhari — Agustus 1, 2007 #
ndengaren aku setuju karo mbok venus
jadi orang baik aja dulu. itung2annya ya biar diitung sama yang Tukang Ngitung.
nggak pantes rasanya main itung2an sama Beliau. nikmat dari Dia sudah terlalu banyak. ditagih bayarannya, semaput kita semua!
repot kalo sampe Dia juga main itung2an sama kita.
wong seberapapun banyaknya amal kita, kalo Dia kepengen kita masuk neraka, ya tinggal dimasukin aja
Komentar oleh joesatch — Agustus 1, 2007 #
Hello!
How are you?
Komentar oleh AbrareJub — Oktober 30, 2007 #
Mnrt ana semua komentar kt ga ada manfaat buat kt d akhirat nanti kalau tdk sesuai dgn al qur an dan hadist sahih. Krn islam ini bkn warisan moyang kt. Tp islam itu punya ALLAH dan akhirat punya Allah juga. Kt cuma hamba alias budak jd jgn byk omong tp bramallah sesuai dgn yg punya akhirat(ALLAH) klu pingin d kasihani d akhirat. Gitu aja kok repot. Gus gus
Komentar oleh Abu maryam — Juni 3, 2008 #
Hi! A good forum, glad to join you
Komentar oleh BloosyCoW — Januari 22, 2009 #
Петербуржская Школа Правильного Питания (7 минут от метро “Чернышевская”) приглашает всех желающих избавиться от лишнего веса на бесплатные вечерние (18:45) ознакомительные занятия 15, 16, 18, 19 и 22 июня 2009г.
Более подробная информация и запись на сайте – http://hudeem-vmeste.com
Komentar oleh Spandapse — Juni 18, 2009 #
Строительный элемент, соединяющий два узла каркаса, фермы и т. п. Расроложен по диагонали замкнутого контура и обеспечивает жесткость конструкции.
Komentar oleh СтройТермины — Juli 27, 2009 #
скачать быстро новые кино фильмы
Komentar oleh kino-get — Oktober 24, 2009 #