Ide Tidak Berwarna Yang Berwarna Hijau Tidur Dengan Semangat
Juni 21, 2007 at 7:14 pm | In Uncategorized | 26 CommentsColorless green ideas sleep furiously
Sebuah kalimat yang dikenalkan oleh Noam Chomsky. Pertama kali saya temui saat mata kuliah Semantics bersama salah satu dari sedikit dosen bermutu di Kampus saya. Kalimat itu pula yang menjadi satu dari sedikit alasan saya tidak menyesal memasuki jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Paling Payah Se-Alam Semesta.
Colorless green ideas sleep furiously
Sebuah kalimat yang berdampak banyak. Kalimat ini merupakan contoh dari betapa benar dan salah dapat muncul dari satu hal, tergantung sudut pandang kita melihatnya.
Colorless green ideas sleep furiously, secara Grammar adalah benar. Terdiri dari Noun Phrase + Verb Phrase.
Noun Phrase-nya sendiri – Colorless green ideas – terdiri dari 3 kata dengan jenis Kata Adjective + Adjective + Noun.
Sempurna secara tata bahasa.
Tapi yang jadi pertanyaan, apa arti dari kalimat yang benar secara tata bahasa ini??
Ternyata, It’s Non-sense.
Kalimat itu mustahil untuk menjadi benar secara arti. Tidak ada sesuatu yang colorless (tidak berwarna) itu green (hijau).
Tidak bisa pula sesuatu yang green itu colorless. Dan sembari kita memperdebatkan warna ini, jangan lupakan pula, apakah ideas (ide) itu bisa berwarna atau tidak berwarna? Tidak sama sekali, karena ideas membawa ciri abstrak, tidak bisa dilihat, diraba, dirasa. Bisakah sesuatu yang tidak solid dinyatakan berwarna atau tidak berwarna? Tidak bisa.
Dan wohohoho..
Jangan lupa juga, saat kita memikirkan bisakan sesuatu yang berwarna itu tidak berwarna serta tidak kelihatan, jangan meninggalkan si Verb Phrase-nya yaitu, Sleep Furiously. Bisakan si Noun Phrase/Subjek yang ‘ideas’ abstrak itu tadi ’sleep’ tidur? Dan tidurnya adalah dengan semangat, penuh kemarahan, aktif! Waduh, waduh, waduh…
Pusing?
Tidak juga, kita bisa menyelesaikannya dengan mudah. Caranya; Ambil satu sudut pandang. Kita bisa bilang Colorless green ideas sleep furiously adalah benar secara tata bahasa namun keliru secara arti. Atau Grammatically Right but Semantically Incorrect. Sederhana.
Jangan memaksa untuk menyatakan kalimat itu salah, atau menyatakan kalimat itu benar secara total. Fahami bahwa memang ada lebih dari satu cara untuk memandang kalimat tersebut. Dan cobalah memahami cara memandang dari kedua sudut pandang tersebut. Tidak perlu menyalahkan mereka yang memandang dari sisi Grammar jangan pula menghujat mereka yang menyenangi keberadaan kalimat tersebut dari sisi Semantics.
Yakini saja, kebenaran terkadang bisa datang dalam berbagai versi. Yang Maha Benar, itu yang hanya SATU.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


iya deh fad. bahasamu ribet amat
btw pertamax
Komentar oleh cK — Juni 21, 2007 #
@ cK
Makanya baca!! Jangan koment doank!
Komentar oleh manusiasuper — Juni 21, 2007 #
yang ini aj deh
“Yakini saja, kebenaran terkadang bisa datang dalam berbagai versi. Yang Maha Benar, itu yang hanya SATU.” saia setuju….
Komentar oleh ekowanz — Juni 21, 2007 #
@ eko
Memang itu intinya bozz, he…
OOT: Pabila bulik?
Komentar oleh manusiasuper — Juni 22, 2007 #
bukan berarti hijau itu warna dasar menurut si noam chomsky itu ? (udah baca 3x, masih juga brekele). spt, contohnya, ada kalimat yg menyatakan bahwa alam raya (pepohonan?), tdk berwarna. pdhl pepohonan berwarna hijau, dan alam raya penuh dgn warna ? au ah….
Komentar oleh telmark — Juni 22, 2007 #
hehehe … jadi inget ini :
Komentar oleh Joerig — Juni 22, 2007 #
@ telmark
Malah bikin bingung ya om?
Maaf, maaf, memang sedikit perlu mengetahui teori bahasa sebelum baca posting ini. Mangkanya saya link ke wiki beberapa istilahnya, biar dibaca juga teorinya.
@ Joerig
Memang salah satu idenya dari sana set…
Komentar oleh manusiasuper — Juni 22, 2007 #
bisa aja “colorless green ideas” ini sebenernya nama orang.
Ya, gak????
Everything cud happen right???
Komentar oleh chedtra — Juni 22, 2007 #
Jadi ingat, E = m.(c*c)
*
*nulis kuadrat gimana, sih?
Komentar oleh suandana — Juni 22, 2007 #
oh nang itu lah intinya.
kalo nang inggeris-inggerisan ulun kadhak kawak Bos
Komentar oleh cakmoki — Juni 23, 2007 #
kan problem solving tiap masalah tergantung paradigma kita terhadap si masalah,,
berdasarkan posting di atas, maka saya memutuskan untuk
cari pacarmembagikan link ini agar orang2 ga apada ribut cm gara2 beda pendapat..Komentar oleh calonorangtenarsedunia — Juni 23, 2007 #
Ngomongin grammar? Ngomongin semantics?
*Mikir, ad-hominem yang paling kejam bilangin apaan ya???*
Komentar oleh Amd — Juni 24, 2007 #
haduh, bacaannya makin cucah deh -jadi gak pede minjemin buku-
Komentar oleh mina — Juni 24, 2007 #
@ chedtra
Nah, itu satu lagi versi pemahaman yang baru. Bisa saja si colorless greeen ideas itu temennya Noam Chomsky ya? Bener, bener… *manggut-manggut*
@ suandana
Nulis kuadrat itu begini 2
@ Cakmoki
Saya juga kurang ngerti cak, tapi yang penting cara pandangnya itu kan…
@ COTS (saya masih lupa, ini anung apa bukan
)
Silahken dibagiken…
@ Amd
Omongan aja, kalo pas mata kuliah STRUCTURE, 4 kali seri, keempatnya saya raih nilai C… BILANG AJA!!! Bilang!! Bilang!!
@ Mina
Ngomong2 buku, yang kemaren belum saya balikin ya? Maaf, maaf, belum selesai soalnya…
Komentar oleh manusiasuper — Juni 24, 2007 #
Loh, saya ndak niat bilang yang itu loh ya,
Komentar oleh Amd — Juni 24, 2007 #
Semantically incorrect yah,,
contohnya itu lho,, bener bener ‘unik’,,
Komentar oleh Rizma — Juni 24, 2007 #
@ amd
PUWAS KAMU??? PUWAS???
@ Rizma
Secara arti salah, begitu deh…
Komentar oleh manusiasuper — Juni 24, 2007 #
bukan anung!!!
Komentar oleh calonorangtenarsedunia — Juni 24, 2007 #
fad…elo baek deh…gue ninggalin jejak yah…
Komentar oleh cK — Juni 25, 2007 #
Harusnya kan Grammatically Correct but Semantically incorrect
Kamu ini kelulusan dan nilai Translationnya kayanya diragukan deh, mana ada kalimat seperti itu dalam bahasa Indonesia? Itu kan salah secara arti dan tata bahasa. Harusnya terjemahannya adalah “Ide Hijau Tidak Berwarna Yang Tidur Dengan Bersemangat”
Menimbulkan kesan bahwasanya si ide bersetubuh dengan si semangat, padahal seharusnya kau bikin terjemahannya yang memberi kesan bahwasanya si ide tidur dengan sangat bersemangat. Lagi lagi Grammatically incorrect, di tambah dengan Semantically incorrect
Gimana sich kamu Dil?
Bikin begituan aku juga bisa
Grammatically correct, karena merupakan sebuah Present Continuos Tense yang terdiri dari Noun+to be sebagai Auxillary+verb-ing+adverbial phrase. Simpelnya sich ada Subjek, predikat dan keterangan, lengkap dan benar secara tata bahasa.
TTD
Rekan sekampusmu yang Nilai Structurenya B-A-C-C
Melihat kemampuanmu yang seperti ini, kayanya kamu harus mengulang mata kuliah Translation dan semua seri Linguistic. KekekekekekekekekeKomentar oleh Fourtynine — Juni 25, 2007 #
@ calon orangtenarsedunia
Lalu siapa?? Anung beneran neh…!
@ cK
Sedikit lagi, saya masukin akismet…
@ 49
Posting kok di blog orang…
Cari ide sendiri dunk…
*ngedumel*
Komentar oleh manusiasuper — Juni 27, 2007 #
*lihat komen farid*
mampus!!! gue ga suka structure
ai don andesten wad yu min..
wakakakakkk *ga jelas*
Komentar oleh cK — Juni 27, 2007 #
Di kritik kok marah hung???????
itukan pencerahan……..
@Chika
Manggilnya jangan fad, tapi panggilan si mansup itu adalah Dil
atau HungKomentar oleh Neo Forty-Nine — Juni 28, 2007 #
[...] perlu musuhan atau ngotot ngototan soal tafsir hadist sunnah, riwatyat dan lain sebagainya, toh tidak ada arti yang salah dalam bahasa, yang tidak logis sekalipun. Tidak ada yang salah dengan ambiguity. Tidak perlu maksa kalau orang mau menafsirkan menurut [...]
Ping balik oleh Pak Jenggot Bersorban Putih yang Mengenakan Kalung Salib Besar itu Sedang Bertapa di Klenteng « Generasi Biru — Agustus 6, 2007 #
[...] antum tidak dari tadi baca artikel ini. Cuma ngerti English? Oke, saya kasih contoh sedikit aja ya. Ini dia contohnya. Silakan baca sendiri. Terbatas waktu dan koneksi untuk membukanya? Baik mari saya tuliskan disini [...]
Ping balik oleh Beginikah Cerminan Umat Terbaik? « Generasi Biru — Agustus 15, 2007 #
yah, intinya jelas : kalo melihat suatu masalah jangan dari kacamata sendiri, tapi juga dari kacamata orang lain/ jangan dari satu sisi, tapi dari banyak sisi…sisisisisisisi, masalah itu bukan uang logam, yang cuma punya dua sisi, tapi masalah itu lebih mirip berlian, punya banyak sisi (emang bener ga sih?)……mmakanya saia ini termasuk orang kaya, karena saia punya banyak “berlian”…
Komentar oleh hoek — Agustus 16, 2007 #