Hormati Pilihannya
Mei 29, 2007 at 1:59 pm | In Uncategorized | 13 Comments
Seorang teman, guru, musuh sekaligus tempat mengadu telah memutuskan untuk pergi. Di tengah-tengah fenomena yang ia ciptakan, ketika cita-cita bersama memperbaiki dunia ini belum selesai. Sebuah pilihan yang mungkin membingungkan, namun tetap perlu dihargai.
Lets keep mother earth on her rotation… Let ours life moving forward… Let it be what it should be…
A tribute to Wadehel, a blogger turns a legend
(qoute from pecas ndahe)
13 Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.











wadehel skrg udah resmi jadi legenda …
Komentar oleh jurig — Mei 29, 2007 #
a legend but still living yet
Komentar oleh ndoro kakung — Mei 29, 2007 #
jadi kayak john lennon aja…
Komentar oleh cK — Mei 29, 2007 #
ya, kita hargai keputusannya.
Walau berat sebisanya kita dukung agar rasa kehilangan kita tidak menghambat langkah beliau.
Komentar oleh cakmoki — Mei 29, 2007 #
biarkan tetap ada masa berkabung…
atas kematian seorang pemberani.
Komentar oleh antobilang — Mei 29, 2007 #
ta’pikir, wadehel sedang bikin trilogy. setelah lama menghilang, bakal ada sekuel blognya dengan judul “wadehel return” atau malah “wadehel strikes back”
Komentar oleh joesatch — Mei 29, 2007 #
Semoga ada episode Wadehel Returns.
Atau level up jadi Wadepak?
Komentar oleh Geddoe — Mei 29, 2007 #
bandel semua… wdh `ga akan bisa mati dari wp.
Komentar oleh telmark — Mei 29, 2007 #
wahdehel benar2 jadi legenda rupanya.. orang baru ga ngerti… tapi setelah baca2 n blogwalking.. salam kenal manusia super.. super apa nih: mie, man… ?
Komentar oleh kurt — Mei 30, 2007 #
Yeah, Live our Life!
Komentar oleh Master Li — Mei 31, 2007 #
iyah, semua punya pilihan
Komentar oleh superkecil — Mei 31, 2007 #
guh…anak2 kangen…guh..
Komentar oleh Evy — Juni 1, 2007 #
[...] interaksi di setiap postingannya, tak pelak, menimbulkan rasa haru. Terlebih setelah mas mansup, mas anto, mbak cK, mbak Evy, Kang Roffi, Bung sora dan teman yang lain menuliskannya dalam bentuk [...]
Ping balik oleh Nostalgia wadehel « cakmoki Blog — Juni 3, 2007 #