Terinjak Kodok
Mei 16, 2007 at 12:15 pm | In Uncategorized | 55 CommentsHari minggu kemaren, satu lagi teman yang melangsungkan hajatan perkawinan. Kali ini yang kawin Widarini, anak cwek tinggi pake kacamata yang sempat jadi idol-nya cowo-cowo FKIP.
Seperti biasa, setiap kali acara pernikahan teman berarti juga waktu untuk bertemu dan ngumpul-ngumpul dengan teman-teman lainnya. Berbagi cerita, mengenang masa lalu, dan mencoba mendapat kembali sedikit kenyamanan yang dulu pernah ada, sebelum kita semua dibenamkam dalam rutinitas pekerjaan dan dunia orang dewasa lainnya.
Singkat cerita, pas ngumpul-ngumpul sambil menikmati makanan gratisan kawinannya si Widarini ini, saya dan teman-teman bertmu satu teman lagi yang datang dengan ‘calon suaminya’.
Mengagetkan! ‘calon suaminya’ itu ternyata cukup ganteng! Putih bersih kelimis!
Tanpa bermaksud mencemarkan nama baik, nama si teman yang bawa calon suami itu memang cemar di kalangan teman-teman lain. Cemar dalam artian ‘orang waras ga bakal mau sama dia’, he…
Tapi cinta itu buta, dan mungkin tidak sederhana.. Jadi tidak perlu diperpanjang lagi soal pasangan tidak serasi tadi.
Saya hanya ingin menceritakan komentar salah seorang teman lain ketika melihat pasangan tidak serasi tadi
“Pasti tu cowok nginjek kodok!” Katanya yang langsung memancing tawa kami semua.
Terinjak kodok, adalah sebuah frase yang muncul dalam pergaulan kami, menjadi semacam ‘trade mark’ untuk pasangan tidak cocok yang – kami akui – membuat kami iri, pasangan yang entah cowonya atau cewenya dirasa tidak sepadan dengan pasangannya. Entah terlalu ganteng, teralu cantik, terlalu baik, atau terlalu kaya dan terlalu-terlalu lainnya.
Latar belakang budaya ini sendiri berawal dari sebuah kisah, kisah ini mungkin tidak original, di beberapa versi, si kodok juag dapat berubah wujud jadi bekicot.
Begini ceritanya:
3 orang pemuda bujangan, sebut saja Antobilang, Farid dan Mr.Geddoe suatu hari berjalan-jalan di tepi pantai Takisung – Pleihari – Kalimantan Selatan.
Di pantai ini ada legenda yang menyatakan, jika seseorang berjalan di sini dan MENGINJAK KODOK, maka takdir akan memilihkan pasangan hidupnya adalah sosok yang jelek, seseorang yang payah, parah, idup pula.
Setelah berjalan bertiga, tiba-tiba si Farid merasa ia MENGINJAK KODOK!
“Sial” Kata Farid dalam hati “Gue ngijek kodok, alamat jelek dah bini gue ntar…”
Tapi demi harga diri, Farid diam tidak bercerita kalo dia nginjek kodok.
Tidak lama, giliran Mr. Geddoe yang nginjak kodok lagi “Anjritt! Payah neh, bakalan kawin ama cewek jelek lah gue..” Pikir Mr. Geddoe pasrah.
Tapi sama dengan Farid , ia memilih berdiam diri sambil berharap legenda itu tidak benar.
Intinya, hanya Anto yang ternyata beruntung tidak terinjak kodok dalam perjalanan 3 tokoh muda kita ini.
Sekian tahun berlalu, ketiganya pun akhirnya menikah dan bertemu kembali di suatu acara.
Dan ternyata legenda itu benar adanya! Istri Farid ternyata wanita yang jeleknya poll, payah dan parah. Hal yang sama dialami Mr. Geddoe. Istrinya sangar dan lebih mirip laki dibandingkan perempuan. Sementara Anto, dengan jumawa memamerkan istrinya yang cantik, tinggi langsing putih semok. Namanya sebut saja Chika.
Ketiga teman lama ini pun lalu ngobrol-ngobrol sampai akhirnya, Farid dan Mr. Geddoe mengaku kalu mereka berdua nginjek kodok waktu jalan-jalan di Takisung beberapa tahun lalu.
Anto pun terbahak, “Wahahahah.. Pantesan istri loe bedua pada payah begitu yak! Untung gue ga nginjek kodok, liatin istri gue tuh, bohay semoy begitu…”
Tiba-tiba, Chika – istri Anto – tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka bertiga.
Chika pun menyelutuk, “Oh, kalian bedua terinjak kodok di takisung juga? Sama dunk! Gue juga dulu pas jalan di pantai itu nginjek kodok!”
….
Sekian legenda dari manusiasuper, terima kasih…
BF: Cerita ini hanya metafora belaka, kesamaan nama, tempat dan peristiwa hanya berupa keisengan penulis belaka, salam.
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


Halah, lawakan internal disebarluaskan begini???
Eh, eh, Pertamaxxxx
Komentar oleh Amd — Mei 16, 2007 #
siyaaallll!!!!!
itu artinya gw???
*siap2 ledakkan banjarmasin, ratakan dengan tanah*
Komentar oleh anto gak nginjak kodok™ — Mei 16, 2007 #
hahahahaha ….
asek… asek …
Komentar oleh jurig — Mei 16, 2007 #
“3 orang pemuda bujangan, sebut saja Antobilang, Farid dan Mr.Geddoe”
wah, enak ya sudah jadi aktor utama skrang..he..he..
Komentar oleh klikharry — Mei 16, 2007 #
wekekeke..mau deh saya terinjek kodok biar dapet jodoh :p
salam kenal pak!!
Komentar oleh amma — Mei 16, 2007 #
Jadi ada Kopdar (Part II) di Kalsel y??
Komentar oleh neri — Mei 16, 2007 #
Hai Om, numpang mampir… ngabisin bandwith
lagi nyari orang djogja buat ditumpangin rumahnya antara kamis-jumat-sabtu-minggu ini…
pengin ke djogjaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa =P~
jawabanna tolong langsung ajah ke shoutboxna Kai…
OksD.
tenQ
*cari calon tumpangan lagi
*
yuhuu…
Komentar oleh KaiToU — Mei 16, 2007 #
Hahahahaha!
Legenda yang “pas”.
Mungkin tokoh Anto sudah bersekongkol dengan raja kodok untuk menjebak tokoh2 lainnya.
Komentar oleh SayaYangManis — Mei 16, 2007 #
*ga jadi komen, sibuk ngelapin monitor sambil megangin perut, barusan ketawa kalap*
Komentar oleh wadehel — Mei 16, 2007 #
Kok saya didoain jelek begitu, ya
Komentar oleh Mr. Geddoe — Mei 17, 2007 #
Ha…ha…ha… Kodok Takisung….
Saran Agor nih, pergilan minimum 4 kali….
dua kali injak kodok, dua lagi nggak….
Komentar oleh agorsiloku — Mei 17, 2007 #
kasian anto…
Komentar oleh arya ngakak — Mei 17, 2007 #
halo pak, ceritanya lucu, untung saya dan istri saya sama2 tidak menginjak kodok… hahahaha cuma becanda, tukeran link ya pak, saya dah link di sini dan sini. trims.
Komentar oleh ghozan — Mei 17, 2007 #
[...] tentu saja, berarti istri dari Pak Ayyub. Sebab, tidak mungkin wanita bernama Ayyub
Nah, anehnya, Bu Ayyub ini cantik, tidak serasi dengan suaminya. Masih muda, lagi. Tidak heran, goncangan rumah tangga Ayyub selalu datang dari Bu Ayyub. Pasalnya, [...]
Ping balik oleh Seni Dibodoh-bodohi « RosenQueen Company — Mei 17, 2007 #
WOOOIII!!!! mentang-mentang gue
lagi nggak buka inetsedang di jogjasekarang udah di jakarta lagi sih, elu bikin postinganjayuzheboh. cukup naikin traffic tapi pasaran gue jadi turun niihh…mau ralat:
1. saya nggak tinggi. cuma 160cm
kalo pake sendal jepit.2. saya nggak langsing.
karena banyak lemak yang mengundap dibagian-bagian tubuh saya.3. saya nggak cantik
*narsis mode OFF*tapi… *scroll up…baca ulang ceritanya*
. . . . .
*ngakak-ngakak ampe kursi kebalik*
amit amiittt!!!! *ketok kayu 3 kali*
jangan sampe deh nginjek kodok
*jadi nggak mau ke kalimantan*Komentar oleh cK — Mei 17, 2007 #
wah, dulu pas saya ke takisung-pleihari, kok lebih takut nginjek “itu”-nya sapi ya?
salam kenal!
Komentar oleh Rifu — Mei 17, 2007 #
ati2, bang. kalo punya cewek, pastikan dulu dia pernah ke pantai takisung ga?
tapi kayaknya kamu memang susah dapet cewek seandainya semua cewek di dunia ini nggak pernah ke pantai takisung, kakakakakakakaka!!!
Komentar oleh joesatch — Mei 18, 2007 #
Makanya kalau jalan lihat ke bawah
Komentar oleh Abu Geddoe — Mei 18, 2007 #
duh ada yang ga lenkap deh cerita ini?
link kodok harusnya ngelink ke manusiasuper.wordpress.com deh….
Komentar oleh antobilang — Mei 18, 2007 #
@ Abu Geddoe
Sejak kapan jadi abu? gimana kalo wak geddoe??
Komentar oleh cK — Mei 18, 2007 #
Ganti lagi, sih
Komentar oleh Geddoe — Mei 18, 2007 #
wakakakakka
kalo dit4 gw beda setting : di gunung
mana ada kodok di pantai?
Komentar oleh Luthfi — Mei 18, 2007 #
[...] yang tertinggal selama saya di Jogja. Walah…ternyata banyak cerita-cerita lucu dan aneh. Apalagi postingan si bukanmanusiasuper yang bikin traffic saya ikutan naik. Fitnah™ pun mulai datang bertubi-tubi [...]
Ping balik oleh Aku Pulaaaaaang!! « cK stuff — Mei 19, 2007 #
hehehehe yang jadi kodoknya sapa dunk? Suamiku dulu nginjek kadal katanya hwahahaha…istrinya kek kadal tukang ngadali.. gpp asal jangan nginjek telek ayam….
Komentar oleh Evy — Mei 19, 2007 #
Hahahahahaha,, Ma baru baca,, amit amit lucunya,,
tapi Ma agak takut deh,, kalo kalo ntar punya cowo (Amin,, amin,, amin,,) trus dia dibilangin nginjek kodok,,!! Tidaak!!
Komentar oleh Rizma Adlia — Mei 19, 2007 #
Buaya.
Gambar di dapat dari sini
Siapa yang tak kenal buaya ? kalau belum pernah melihatnya secara langsung, ada satu cara jitu yg paling cepat dan tepat sebagai solusinya. gampang kok caranya… cukup ambil sebuah cermin, dan berkacalah disitu. pejamk…
Lacak balik oleh Telmark. — Mei 20, 2007 #
gw korban para cwek2 yg nginjek kodok
Komentar oleh monsterceking — Mei 20, 2007 #
*menebar perangkap kodok*
Komentar oleh Roffi — Mei 20, 2007 #
*GUBRAK*
*Ngakak guling-guling*
Pelajaran yang bi diambil apa nih…?
Komentar oleh Shan-in Lee — Mei 20, 2007 #
pelajarannya,, jalan jalan naik kursi roda atau tandu,,
masa kodoknya ngeloncat langsung ke kaki?? ga mungkin kan,,
Komentar oleh Rizma Adlia — Mei 20, 2007 #
Gile bener… masak temen sendiri yg dijadikan korban
Komentar oleh helgeduelbek — Mei 20, 2007 #
bwahaha….ceritanya sih lama..
)
tp berhubung tokoh2nya baru, tetep aj ngakak ketawa
Komentar oleh ekowanz — Mei 20, 2007 #
hahahhahahhahah ngak bisa komen
Komentar oleh kangguru — Mei 21, 2007 #
pokoknya™ minta uang royalti hak cipta penggunaan nama!! hohohohohoho
Komentar oleh cK — Mei 21, 2007 #
*siul siul*
Komentar oleh cK — Mei 21, 2007 #
hat trick aaah….
Komentar oleh cK — Mei 21, 2007 #
cerita lama deh… dan “injak kodok” sudah menjadi istilah jadull
Komentar oleh arul — Mei 21, 2007 #
[**mode ngakak telat on**]
huakakkk…yang ga nginjak kodok malah pasangannya yang nginjak kodok
[**kabur ke tempatnya anto, ngucapin selamat**]
Komentar oleh Sugeng Rianto — Mei 21, 2007 #
Walau telat tapi gak papa dech…(maklum kemarin absen 2 minggu)
Sebentar…saya ke FS-nya anto dulu untuk lihat profilnya Anto
Komentar oleh deking — Mei 22, 2007 #
@ Semua yang sudah mengklik link Ck dan kecewa
Maaf…
@ Chika
Kagak ada royalty, sudah terbayar dengan hits yang bejibun itu!
@ Amd
Biar mereka tau ndul, legenda kalimantan itu mengerikan, hohoho…
@ Anto
“kesamaan nama, tempat dan peristiwa hanya berupa keisengan penulis belaka”
@ juriq
A sex.. a sex..
@ Klikharry
Next time your turn bro! Be ready, hehe..
@ Amma
Nyang bener neng mau nginjek kodok? Udah di baca belon legendanya?
@ neri
Ga ada itu, itu cuma ‘cerita’nya…
@ KaiTuO
Saya lihat anda menyebar koment tidak nyambung ini kemana-mana, sedang saya pikirkan untuk menghapusnya saja..
@ Destiyangmanis
Anto memang suka maen sama kodok dan sejenisnya itu
@ wadehel
*nyodorin tissu*
Sambil bediri ya? Kok muncratnya sampai ke monitor??
@ Mr. Geddoe
Maaf, maaf mas, bukan doa itu kok.
@ Agor
4 kali kawin dunk pak? Poligami neh..???
@ Arya
Kasian kodok donk!
@ Rifu
Salam kenal balik, lain kali kalo ke sini, ajak saya
@ Joesatch
Maksut loe apa? Ha?? ha?? ha??
Sesama cassanova dilarang saling menjatuhkan, huhuhu…
@ Aboe Geddoe
Aboe = Mister??
@ Luthfi
Namanya juga legenda mas, beda tempat beda cerita
@ Shan-in Lee
Pelajarannya, jangan jalan sama anto! He..
@ Evy
WAKAKAKAK…
Keliatan kadalnya! Kasian mas herry…
@ Rizma
Makanya, pilih yang tidak nginjak kodok, ada di sini
@ monsterceking
Lu jelek dunk?
@ Roffi
*mbantuin nebar perangkap*
@ helgeduelbek
Ya harus temen pak, masa guru yang saya korbankan, he..
@ ekowanz
he, kenangan masa SMA ya ko?
@ kangguru
lha itu koment pak?? Pie tokh?
@ Arul
kita bikin idiom baru aja, nginjak kodok!
@ sugeng
Sampaikan salam saya buat anto juga
@ deKing
Ngapain ke FS pak? Udah terbukti kok..
Komentar oleh manusiasuper — Mei 22, 2007 #
@ Ghozan
Maaf pak, komentnya tertangkap akismet, baru saja saya bebaskan tanpa jaminan
Silahka link pak, salam buat istrinya, yakin? dia ga nginjak kodok??
Komentar oleh manusiasuper — Mei 22, 2007 #
Kayaknya kalo Shan-in ke Jogja nanti nggak mau ketemu om anto deh, bawa sial… Wakakaka…!
*kabur sebelum dicincang om anto*
Komentar oleh Shan-in Lee — Mei 22, 2007 #
siyal™
Komentar oleh cK — Mei 22, 2007 #
alhamdulillah gw ga nginjek kodok. eh, jangan2, laki gw yg pernah nginjek kodok tapi ga bilang2 yak?
Komentar oleh venus — Mei 23, 2007 #
Hmm klo gitu laen kali saya akan lebih2 berhati2 klo lagi jalan ..apalagi jalan di sawah -jayus banget deh lo chiee-
Komentar oleh chielicious — Mei 23, 2007 #
Salam kenal, Sam…
(Sam=panggilan untu ‘Mas’ ala Malang)
wah, saya pernah dikasi cerita yang kayak gini juga…tapi langsung pake model…
kekeke…
kasian si Anto ya…
*kedip kedip*
Komentar oleh chiw imudz — Mei 25, 2007 #
Aku Tahu, kamu pasti patah hati. Karena cewe yang selama kuliah kau incar incar malah nikah dengan orang lain.
Tambahan lagi kamu sendiri tidak pernah berhasil memacarinya selama kuliah.
Sial bener kau. Terima nasib kawan.
Biarkan wanita yang pernah kau incar itu hatinya mati, terkubur dalam selokan sempit bernama menikah dengan orang lain. Ha ha ha
Komentar oleh Fourtynine — Mei 25, 2007 #
Kodok? Kayanya Kikie terinjak kodok deh.
Komentar oleh Fourtynine — Mei 26, 2007 #
[...] Baiklah, mari kita lihat sebuah contoh. Anto tergila-gila pada Chika. Apakah ada harapan? Sayangnya sepertinya tidak. Keagresifannya membuat Chika il-fil dan akhirnya pergi. Dan kalau tergila-gila, Anto jadi tidak begitu memikat walau sebenarnya sih pernah menginjak kodok. [...]
Ping balik oleh Kebebasan Dalam Bercinta « Tjoretan Master Li — Juni 3, 2007 #
[...] tahun buat saya mikir untuk bisa melanjutkan hubungan dengan putri bapak. Bisa bisa saya di bilang terinjak kodok oleh teman teman saya, belum lagi kalau saya memang harus pacaran dengan dia saya harus punya calon [...]
Ping balik oleh Ga Usah Sok Baik dan Sok Bijak « Parking Area — Juni 12, 2007 #
[...] hubungan menjadi lebih serius yaitu yang sering disebut pacaran, hingga akhirnya menikah. Ini buktinya bahwa mereka memang sudah menikah”. Mudahkan? Lengkap dengan pingbacknya, bagi yang merasa kurang percaya silakan klik link [...]
Ping balik oleh Menulis Skripsi dan Menulis Blog. Next Chapter « Parking Area — Juni 26, 2007 #
[...] Siwi dan lain lain adalah saudara. Namun suatu hari Chika pergi ke Jogja. Bertemu Anto. PACARAN Menikah. Dan kini sang suami menuju ke JKT untuk menemui istrinya. Ini percintaan sesama saudara juga ga [...]
Ping balik oleh Bercinta Dengan Saudara Sendiri « Parking Area — Juli 2, 2007 #
[...] mengklarifikasi gosip. Antara saya dan Anto tidak ada hubungan apa-apa. Saya belum menikah dan saya pun tidak berpacaran dengan Anto. Maaf membuat penonton pembaca kecewa, tapi itulah fakta [...]
Ping balik oleh Coffee Land alias Kopi Darat di Plangi « cK stuff — Juli 7, 2007 #
Yang penting jangan dua-duanya nginjek kodok, Kasihan anak yg bakal dilahirkannya. salah satu tujuan menikah adalah memperbaiki keturunan, nah kalo emak bapake ancur…? Apa kata dunia!!!
Salam kenal
Komentar oleh mamaendang — Juli 13, 2007 #
[...] pasangan pacaran saja, banyak dari mereka yang ‘mengesahkan’ hubungannya melalui ikatan pernikahan. Tantunya bukan pernikahan sungguhan seperti pernikahan yang lazim dilakukan antara pasangan [...]
Ping balik oleh Edan! « Siwi’s Personal Website — Desember 5, 2007 #