IPDN tidak bersalah?
April 15, 2007 at 2:09 pm | In Uncategorized | 50 CommentsBelakangan, blogger marak membahas kasus kekerasan di lembaga pendidikan milik pemerintah bernama IPDN. Ada yang secara garang melontarkan keinginan agar IPDN dibubarkan, ada pula yang sekedar menyumpah serapahi kekerasan di institut tersebut.
Di blog lain, si seleb membahas dengan gaya khasnya yang sarkastis dan mengesalkan, di link lain, ada dokter gigi yang juga memaparkan fakta kekerasan itu,
Saya TIDAK sedang membahas polemik kekerasan di lembaga pendidikan. Resmi tidak resmi, dengan alasan apapun, KEKERASAN TANPA TUJUAN seharusnya DILARANG di segala lingkungan pendidikan. Saya juga sepakat itu.
Saya hanya ingin mengingatkan, kita ini begitu mudah terperdaya oleh situasi dan momentum. Media membahas kekerasan IPDN, seluruh blog akhirnya membahas hal yang sama. Mengutuk, marah, mencari kambing hitam, menggalang koalisi sepaham, dan banyak aksi lainnya dilontarkan.
Pertanyaannya adalah, sampai berapa lama?
Menurut saya, permasalahan utama bangsa ini adalah kecenderungan amnesia parahnya. Kita mudah sekali lupa.
Saya mau bertanya, ingatkah kita pada kesejajaran hak perempuan dan laki-laki setelah heboh poligami A’a Gym yang BARU beberapa bulan lalu terjadi?
Masih ingat? Lalu kenapa tahun 2006 lalu saja, ada 22.512 kekerasan terhadap perempuan yang tercatat di Indonesia. Dan ini fenomena gunung es, ingat itu. Lalu kemana para penyeru kesamaan hak dan perlindungan wanita itu?
Jangan beraninya sama A’a Gym yang lemah lembut doank!
Masih ingat kita pada gembar gembor hemat energi dari para pemimpin beberapa waktu lalu? Yang bahkan sempat sok-sokan pake baju batik biar AC bisa dimatikan… Waktu itu, stasiun tipi semua diminta mengurangi siaran malam biar da boros listrik.
Sekarang? makan tuh media!
Kekerasan di IPDN tidak hanya terjadi sekarang, Wahyu Hidayat juga sudah jadi korban bertahun-tahun yang lalu. Kalau memang niat memperbaiki, lalu kenapa bisa terjadi lagi?
Pendek kata, perjuangan tidak pernah berakhir hanya dalam basa-basi sesaat.
Kemenangan tidak pernah hadir hanya dengan momentum sementara.
Jangan pernah lupa, terus berjuang!
Seperti yang diucapkan Dumbledore pada Harry menjelang kematiannya:
“It [is] important to fight, and fight again, and keep fighting, for only then [will] evil be kept at bay, though never quite eradicated. (Half-blood Prince, p.645)”
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


setuju,, jangan cepet lupa,,
quotenya orang palembang,,
anget anget t*i ayam,, hehehe,,
Komentar oleh Rizma Adlia — April 15, 2007 #
Kamu™ cenderung Amnesia tidaks?
Komentar oleh Biho — April 15, 2007 #
lebih tepatnya Ma tuh short-term memory lost,,
Komentar oleh Rizma Adlia — April 15, 2007 #
setuju!
masalah ini memang bukan masalah baru, tapi kenapa sampai saat ini masih juga terjadi hal seperti itu ..
Tanya kenapa?!
Komentar oleh shige — April 15, 2007 #
Bangsa yg mudah marah dan mudah melupakan… 2 bulan lalu ribut banjir dan minta pemerintah DKI melakukan langkah nyata. 2 bulan lagi juga lupa kasus IPDN dan kampus itu tetap bertengger….
Komentar oleh Evy — April 15, 2007 #
Bung Mansup, untuk solusi amnesia, gimana kalau kita membuatkan satu blog khusus untuk setiap masalah?
Seperti blog pungli yang terlupakan, seperti AndiIPDN yang dibuat bung luthfi?
Kalau perlu, kita buatkan satu blog kusus untuk setiap anggota DPRD, supaya rakyat bisa memonitor serugi atau seuntung apa mereka mbayari gaji si oknum.
Tentu saja adminnya perlu banyak
jangan cuma satu
Gimanaaa…
Komentar oleh wadehel — April 15, 2007 #
Bukannya cara paling ampuh menghilangkan peristiwa dari perhatian publik adalah buat peristiwa lain yang lebih menghebohkan?
Eh, eh, salam kenal dulu mas!
Komentar oleh destiutami — April 15, 2007 #
setuju sama mbak Desti…
Kebiasaan lama kita adalah menggunakan issue baru untuk melupakan issue lama
Komentar oleh deking — April 15, 2007 #
justru itu bos, sekarang jangan sampai penyakit lupa itu kita alami lagi!
tentunya jika blogger saja sudah pesimis bahwa kasus ini akan terlupakan, ta sudah pasti lah pada lupa.
usul konkret :
BIKIN PETISI ONLINE!
mau ga?
Komentar oleh antobilang — April 15, 2007 #
keren,, kalo di internet kan ga bakal ilang (kecuali diilangkan,,) ayo!!
Komentar oleh Rizma Adlia — April 15, 2007 #
wah bener, saya penderita short-term memory loss ^_^
tapi ga tau gimana cara benerinnya
Komentar oleh leeloos — April 15, 2007 #
@leeloos
seneng,, ada temen short term memory lost,,
makanya,, ditulis!! biar inget,,
Komentar oleh Rizma Adlia — April 15, 2007 #
Yang paling saya amati sekarang adalah…bagaimana mbak Rizma Adlia sphread komen kemana-mana…hehehe…maaf mbak…sama kok dengan saya
Kalau saya bilang, kekerasan ada dimana-mana, mungkin IPDN hanya salah satunya…dan bentuknya kekerasan fisik yang menyebabkan tewasnya seseorang, Masih banyak kekerasan yang lain, bahkan ( kalau anda mahasiswa, saya dulu juga mahasiswa lho ) kekerasan banyak terjadi di kampus anda.
Jangan hanya latah bubarkan, nanti cuma ganti kulit doang. Kita perbaiki sistem! itu yang penting.
Btw, kok aku serius-serius n sok keminter banget sih?!
Komentar oleh MasIndra — April 15, 2007 #
kata almarhum Munir suatu kali: perjuangan melawan otoritarianisme adalah perjuangan melawan lupa…
salam kenal
Komentar oleh philips vermonte — April 15, 2007 #
bangsa pelupa…
itulah salah satu strategi orang luar menghadapi kita : biarkan saja dulu, nanti kalau sudah agak tenang pasti sudah lupa.
Komentar oleh fertobhades — April 15, 2007 #
Manusia Indonesia adalah manusia yang “pemaaf”… “pelupa”… “dll” itulah typikal bangsa kita.
Komentar oleh rizko — April 15, 2007 #
bangkit melawan atau diam tertindas!
Komentar oleh joesatch — April 16, 2007 #
semoga ini cuma trend sementara™
Komentar oleh calvinms — April 16, 2007 #
daya ingat bangsa kita memang parah.. makanannya ga bergizi kali ya? *kabuuurr*
Komentar oleh grandiosa12 — April 16, 2007 #
kita bikin petisi online aja!!! bubarkan ipdn!!!
Komentar oleh venus — April 16, 2007 #
Menurutku, amnesia dalam sebuah pemberitaan atas suatu kejadian dalam media (tv, radio, cetak) adalah suatu politik yang diterapkan dalam media. Politik ini tidak hanya dilakukan oleh media itu sendiri tapi juga oleh pemegang kekuasaan (siapa?…). Penerima berita akan dibuat lupa atau dialihkan perhatiannya kepada berita lain dengan sedemikan rupa sehingga tidak terfokus lagi kepada berita sebelumnya. Kalau kita mau analisis dengan cermat setiap detik pemberitaan yang ada, maka kita akan lihat adanya perulangan (repetisi) pemberitaan kemudian pada suatu titik, berita itu akan dialihkan kepada berita yang lain yang mungkin sama hebohnya dengan pemberitaan sebelumnya sehinga penerima berita tidak fokus lagi dengan berita sebelumnya. Mau bukti? kita lihat saja pemberitaan tentang pembunuhan Munir, tersangka baru pembunuhan Munir tidak seheboh saat pemberitaan pertama saat ditemukannya Munir mati diracun, sehingga pada akhirnya kita tidak peduli lagi dengan perjuangan istri Munir karena dilindas oleh berita lain. Inilah yang diinginkan oleh peguasa2 itu agar tidak dikejar massa atas perbuatan mereka. So, dalam setiap ruang kehidupan kita pastilah telah tersistem, bahkan seorang yang mengatakan dirinya adalah manusia bebas pun masih terikat dalam sistem kebebasannya itu.
To Fadil: I’m sad u’r not remember me…hiks2…
Komentar oleh EVE a bicth from hell — April 16, 2007 #
wow ….
bentar lagi kasus2 lama terlupakan
Lumpur, kecelakaan kapal, dst
amnesia™
Komentar oleh Luthfi — April 16, 2007 #
temen2 wi banyak yang kuliah di IPDN,,
dan mereka baik2 saja
..sekedar pencerahan,, tolong jangan ditimpuk..
Komentar oleh dwi — April 16, 2007 #
@ EVE a bicth from hell
Ini Eva ya???
*Curiga aja…*
Komentar oleh Amd — April 16, 2007 #
@ dwi
Kasus IPDN bukanlah terletak pada mahasiswanya secara individu tetapi lebih pada sistem yang mengikatnya, kalau mahasiswanya baik2 saja ya memang mungkin mereka baik2 saja, mahasiswa IPDN kan ada ribuan, yang jadi masalah bagaimana menghancur leburkan sebuah tradisi yang sudah saya katakan pada comment sebelumnya apabila tradisi itu sudah tersistem rapi maka orang2 yang terlibat didalamnya akan sulit untuk keluar sehinga hal inilah yang mendorong adanya pembelaan diri untuk mempertahankan sistem tersebut karena apabila sistem tersebut jebol maka akan ada banyak wajah2 penguasa yang bermunculan dan membuat kekuasaan mereka terancam.
@ fadil
Dil, may I know you YM…?
Komentar oleh EVE a bicth from hell — April 16, 2007 #
@ Amd
Haha….sok tau…chat yuk Ayah Nadira…!
Komentar oleh EVE a bicth from hell — April 16, 2007 #
Hayo, sapa takut! Hwehehe… Add aku di amd_smart ya..
Komentar oleh Amd — April 16, 2007 #
IPDN tidak bersalah dan tidak perlu dibubarken!
Komentar oleh Fourtynine — April 16, 2007 #
diam adalah suatu penkhianatan™ (pinjam istilahnya mas antobilang hehehe).
Setidaknya dengan maraknya aksi protes ini bisa memberikan dorongan (ato bisa dibilang memaksa) pihak yg berwenang untuk segera menuntaskannya
Komentar oleh layudhi — April 16, 2007 #
di endonesia ini, apa sih yang gak aneh??
di endonesia ini, apa sih yang ngga rame??
di endonesia ini, apa sih yang ikut2an??
endonesia ku…
Komentar oleh orido — April 16, 2007 #
@ Rizma
Jorok! Anget-anget upil donk…
@ Biho
Amnesia seh kagak, cuma rada suka lupa, he..
@ Shige
Setuju saja tidak memperbaiki mas
@ Evy
Sep, itu masalahnya bu, pertanyaannya, gimana biar da lupa?
@ Wadehel
On process bung!
@ destiutami
Kenal balik, bener tuh, teori media stoopidity
@ deKing
Bukan kebiasaan pak, tapi dibiasakan!
@ Anto
Bikin gih…
@ Leeloos
pantesan, suka lupa ama cowonya…
@ MasIndra
Sistem salah karena apa pak? Karena manusianya atau karena ‘ada’nya?
@ Philips
Mantabs! Sayang, CakMunir sudah diracun, tinggal kita sekarang…
@ Ferthob
Payah bener ya.. Jadi bangsa kok dipermalukan terus…
@ Rizko
Pemaaf itu baik, pelupa itu yang berbahaya
@ Joe
Bangkit tiap pagi!
@ calvinms
Praja ya??
@ Grandiosa
Beras aja impor…
@ Venus
On the way!
@ Eve a bitch from hell
Evaaaa!!! Ha, kawin da ngundang2!!
Tapi tetep mantabs tuh komentnya..
@ Luthfi
Semoga tidak lagi
@ Dwi
*Lempar meja*
@ 49
Sok sarkastis, habis patah hati ya..?
@ layudhi
Kalo yang diam justru pihak berwenang gimana?
@ orido
ikut2an koment…
Komentar oleh manusiasuper — April 16, 2007 #
Konon kekerasan di kampus2 dilakukan untuk membangun kekompakan dan komunalisme. Benarkah? Kalaupun iya, semua itu untuk apa? Untuk merenggut masa depan anak2 bangsa? Baca cerita saya sekira dua atau tiga tahun lalu di http://asep1974.wordpress.com
Komentar oleh asep1974 — April 16, 2007 #
Ganti link!
Komentar oleh Fourtynine — April 16, 2007 #
emangnya ga boleh sarkatis?
Komentar oleh Fourtynine — April 16, 2007 #
Promosi tarus! Selajur becari bini kah??
Komentar oleh manusiasuper — April 16, 2007 #
cukup sudah “bubarkan!!!” titik.
Komentar oleh peyek — April 16, 2007 #
Kalau sedikit mengadopsi kata-kata Descartes, Cogito Ergu Sum ( Aku BERPIKIR, maka aku ADA ), ya sistem adalah manusianya… makanya manusianya yang harus dibenahi bukan institusi. Menurut saya institusi hanya benda mati mas, ngapain di horek-horek. Institusi dibubarkan, pikiran2 manusianya masih ada…ya jadinya kayak ular ganti kulit ( mbrungsungi thok!)
Komentar oleh MasIndra — April 16, 2007 #
[...] by wadehel Surat-cinta-untuk-praja-ipdn by senyum sehat Ipdn-tidak-bersalah by manusia super Ipdn-keledai-atau-manusia by prabu Stpdn-versus-ipdn by luthfi Bubarkan-ipdn by thamrin [...]
Ping balik oleh IPDN ? « Catatan Perjuangan Yudhi Arie Baskoro — April 16, 2007 #
Pelupa™. Tambah memori dong, 1 Gb biar gak mudah lupa. Mungkin saking banyaknya persoalan, atau memang amnesia latent
Komentar oleh cakmoki — April 17, 2007 #
Pelupa memang sifat sebagian besar orang2 di INA. Mungkin karena terlalu banyaknya masalah yang terjadi, silih berganti tiada henti. Hufh…
Komentar oleh Lina — April 17, 2007 #
Pelupa , pemaaf , seneng gontok2an, tukang nyampah, emosian dan egois itu udah jadi ciri bangsa indonesia, yang ga sperti itu berarti bukan orang indo
yang diatas itu memang politik yang diterapkan media.. dimana2 juga gitu koq ..
Komentar oleh chielicious — April 17, 2007 #
Sambil menyelam minum whisky!
Komentar oleh Fourtynine — April 17, 2007 #
[...] sehingga banyak blogger yang mengeluarkan suaranya seperti anto, bu evy, deking, wadehel, cakmoki, manusia super, amd dan masiiih banyak lagi. Saya capek tebar ping kemana-mana jadi Maaf buat yang tidak [...]
Ping balik oleh Efek Video kekerasan IPDN, ciptakan Petisi Online « cK stuff — April 17, 2007 #
Sebenernya perombakan kurikulum dan revitalisasi mutu pengajar dan tatanan-nilai perpeloncoan yang mesti diperbaiki, IPDN hanyalah sebuah nama.. tahun depan-pun bisa berubah jadi APDN atau UPDN dlsb..
it’s the mentality of barbaric actions that needs to be eliminated, education though mixture of violence does not do any good.
This country needs a good leaders, and such institution that introduces violence will never produce such great leaders, ever!
Komentar oleh Kampret Nyasar — April 18, 2007 #
elo baca harry potter juga???
*ga nyangka mansup bacaannya harry potter bukan buku komik marvel*
*kabuurr*
Komentar oleh cK — April 18, 2007 #
[...] disini , juga disini . juga disini masih kurang dan blom ngerti ? baca lagi disini terus lagi disini dan masih bnyk lagi deh, liat aja sendiri… jadi semoga kawan2 mau mengerti, dan memahami pula [...]
Ping balik oleh Bukan basa-basi. « Telmark. — April 18, 2007 #
Hmm… karena blogger nggak jualan berita seperti media formal, mudah-mudahan nggak akan lupa soal ini.
Komentar oleh Kang Kombor — April 18, 2007 #
Rakyatnya amnesia.. Pemerintahnya reaktif. Ada masalah baru bereaksi hehehe
Medianya? cari untung teruuuuussss.. hahaha
Makasih bos. Tulisannya mencerahkan banget..
Komentar oleh JaF — April 20, 2007 #
@ peyek
Bubar! Dengan alasan rasional dan emosional!
@ Masindra
Descartes pernah ke IPDN ga?
@ Cakmoki
Padahal di Banjarmasin, Flashdisk 1 Gb cuma 99 rebu rupiah pak, yang mahal dan langka justru PDA, he…
@ Lina
Huff juga… Ngomong apa tadi?
@ Chie
Ga juga bu, stereotif itu… Salah satu ciri orang Indonesia, ya yang suka menghina bangsa sendiri ini, he…
@ Kampret Nyasar *Batman??*
Great! *bingung mau njawab pake enggeres juga, he..*
@ cK
Meremehkan, skripsi saya tentang Harry Potter tauk!
@ Kang Kombor
Mudah-mudahan kang… Tetap di dukung ya…
@ JaF
Halah, muji segitunya…. Saya belum sampe setaraf bapak, yang sudah bikin novel segala…. *merah muda kemayu wajah*
Komentar oleh manusiasuper — April 21, 2007 #
Aduh cuma “tempat sampah yg d g kepake” j ribut mo dipertahankan/dimusnahkan. Jawabannya y musnahin aja. Cuma lalat, tikus, belatung doang kok yg ada di sana.
Komentar oleh i hate IPDN — April 8, 2008 #